Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menyimak Fractured Story: Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Detail Teks Lisan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Menyimak Fractured Story: Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Detail Teks Lisan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menyimak Fractured Story: Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Detail Teks Lisan

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menyimak Fractured Story: Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Detail Teks Lisan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenyimak Fractured Story: Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Detail Teks Lisan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi konteks, gagasan utama, dan informasi terperinci dari teks naratif lisan bertema fractured story (misalnya versi alternatif cerita Princess Mandalika atau Biwar) yang diperdengarkan
  2. Murid dapat mencatat informasi tersurat dari teks naratif lisan fractured story menggunakan graphic organizer yang mencakup elemen intrinsik cerita (tokoh, setting, alur, konflik, resolusi)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar cerita rakyat yang berakhir berbeda dari versi aslinya? Apa yang membuat cerita itu menarik?
  2. Bagaimana jika Princess Mandalika memilih salah satu pangeran? Apa yang akan terjadi pada cerita tersebut?
  3. Apa saja elemen penting yang harus ada dalam sebuah cerita agar mudah dipahami ketika kita mendengarkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid
  • Guru menayangkan gambar atau cuplikan singkat cerita rakyat yang sudah dikenal murid (misalnya Princess Mandalika versi asli)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang fractured story
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'What do you know about fractured stories?' dan mencatat respons murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan hari ini

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan konsep fractured story sebagai cerita yang diubah dari versi aslinya (bisa setting, tokoh, konflik, atau ending)
  • Guru menunjukkan graphic organizer yang berisi elemen intrinsik cerita: orientation (tokoh, setting), complication (konflik), resolution (penyelesaian)
  • Guru memperdengarkan audio recording fractured story pertama (Princess Mandalika versi alternatif) sambil murid menyimak dengan fokus
  • Guru meminta murid mengidentifikasi elemen intrinsik yang mereka dengar dengan mencatat kata kunci di buku masing-masing
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'What is different from the original story?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja graphic organizer kepada setiap murid
  • Guru memperdengarkan audio recording fractured story kedua (Biwar atau cerita lain) sebanyak dua kali
  • Murid mendengarkan dengan seksama dan mencatat informasi tersurat pada graphic organizer: orientation, complication, dan resolution
  • Murid melengkapi graphic organizer dengan detail seperti tokoh utama, setting waktu dan tempat, konflik yang terjadi, dan cara penyelesaian masalah
  • Guru berkeliling untuk memberikan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid mencatat informasi penting dari teks lisan
  • Murid berpasangan dengan teman sebangku untuk membandingkan hasil catatan mereka dan saling melengkapi informasi yang mungkin terlewat

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta beberapa murid mempresentasikan hasil graphic organizer mereka di depan kelas
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang perbedaan dan persamaan informasi yang ditangkap murid dari teks lisan
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'What challenges did you face when listening to the story? What strategies helped you understand the main idea?'
  • Murid merefleksikan pengalaman mereka dalam menyimak fractured story dan menuliskan satu hal yang mereka pelajari hari ini
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap hasil kerja murid

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang cara mengidentifikasi gagasan utama dan detail dari teks naratif lisan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab kuis singkat: mencocokkan elemen intrinsik dengan deskripsi yang tepat dari cerita yang diperdengarkan
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif berpartisipasi
  • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya: membuat fractured story versi murid sendiri
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan menyimak dapat diberikan transkrip parsial atau gambar visual pendukung cerita. Murid yang lebih cepat dapat diberikan teks lisan yang lebih kompleks dengan aksen atau kosakata yang lebih menantang.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Murid yang lebih mandiri dapat bekerja secara individu dan diminta menganalisis lebih mendalam perubahan yang terjadi pada fractured story.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil: graphic organizer tertulis, mind map visual, atau presentasi lisan singkat. Murid yang lebih mahir dapat diminta membuat perbandingan antara dua versi cerita (asli vs fractured).

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengetahuan awal mereka mengenai fractured stories dan cerita rakyat yang mereka ketahui
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal sebagai dasar pembelajaran

Proses:

  • Guru mengamati kemampuan murid dalam menyimak dan mencatat informasi penting dari teks lisan
  • Guru memeriksa kelengkapan graphic organizer murid secara berkala selama kegiatan inti
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid yang mengalami kesulitan

Akhir:

  • Kuis singkat berisi 5 pertanyaan pilihan ganda atau mencocokkan tentang elemen intrinsik dari fractured story yang diperdengarkan
  • Pengumpulan dan penilaian graphic organizer murid dengan rubrik yang telah disiapkan

Formatif:

  • Observasi saat murid menyimak dan mencatat informasi dari audio recording
  • Pemeriksaan graphic organizer murid untuk melihat kelengkapan dan ketepatan informasi
  • Tanya jawab lisan selama diskusi kelas

Sumatif:

  • Kuis singkat di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman murid tentang elemen intrinsik cerita
  • Penilaian hasil graphic organizer yang telah dilengkapi murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi gagasan utama dari teks lisanMurid belum dapat mengidentifikasi gagasan utama dari teks lisan yang diperdengarkanMurid dapat mengidentifikasi gagasan utama namun masih memerlukan bantuan guru atau temanMurid dapat mengidentifikasi gagasan utama dengan tepat tanpa bantuanMurid dapat mengidentifikasi gagasan utama dan menjelaskan hubungannya dengan elemen cerita lainnya secara mandiri
Mencatat informasi terperinci dari teks lisanMurid belum dapat mencatat informasi terperinci dari teks lisan yang diperdengarkanMurid dapat mencatat beberapa informasi terperinci namun masih banyak yang terlewat atau kurang tepatMurid dapat mencatat informasi terperinci dengan lengkap dan sebagian besar tepatMurid dapat mencatat informasi terperinci dengan lengkap, tepat, dan rinci mencakup semua elemen intrinsik cerita
Menggunakan graphic organizer untuk mencatat elemen intrinsikMurid belum dapat menggunakan graphic organizer dengan benarMurid dapat mengisi graphic organizer namun masih banyak bagian yang kosong atau tidak sesuaiMurid dapat mengisi graphic organizer dengan lengkap dan sebagian besar sesuai dengan teks yang didengarMurid dapat mengisi graphic organizer dengan lengkap, tepat, dan terorganisir dengan baik mencakup orientation, complication, dan resolution

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah audio recording yang digunakan sesuai dengan tingkat kemampuan menyimak murid?
  • Apakah murid dapat mengikuti instruksi dan mengisi graphic organizer dengan baik?
  • Apa saja kendala yang dihadapi selama pembelajaran dan bagaimana cara mengatasinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan efektif untuk memenuhi kebutuhan semua murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang fractured story?
  • Bagian mana dari kegiatan menyimak yang paling menantang bagimu?
  • Strategi apa yang membantumu memahami gagasan utama dan detail dari cerita yang kamu dengar?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang fractured story?

SUMBER BELAJAR

  1. Audio recording fractured story Princess Mandalika (versi alternatif)
  2. Audio recording fractured story Biwar atau cerita rakyat Indonesia lainnya
  3. Lembar kerja graphic organizer (orientation, complication, resolution)
  4. Buku Siswa Bahasa Inggris Work in Progress Kelas X
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris Work in Progress Kelas X
  6. Speaker atau perangkat audio untuk memutar recording
  7. Papan tulis atau proyektor untuk menampilkan contoh graphic organizer

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.