Modul AjarBab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10 Bab 6: Fractured Stories

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 10 untuk Bab 6 "Fractured Stories", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10 Bab 6: Fractured Stories

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 6 — Fractured Stories

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 6 — Fractured Stories
Alokasi Waktu19 JP (19 x 45 menit = 855 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.6.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan detail dalam teks lisan fiksi berupa fractured story
  2. TP 10.6.2 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang perubahan alur atau karakter pada teks fiksi fractured story
  3. TP 10.6.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks fiksi tertulis atau multimodal fractured story
  4. TP 10.6.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks fiksi tertulis berupa fractured story dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What would happen if the hare actually won the race against the tortoise?
  2. What makes a fractured fairy tale different from the traditional version when you listen to it?
  3. In a fractured fairy tale, how do small specific details change the whole meaning of the original story?
  4. What specific clues can we listen for to catch the twist or unusual details in a spoken narrative?
  5. What would happen if the Big Bad Wolf in Little Red Riding Hood was actually a vegetarian environmentalist protecting the forest?
  6. How does changing a character's trait or motive completely change your perspective on a fairy tale?
  7. How can you tell what a character really feels or intends in a story if the author does not say it directly?
  8. In a fractured fairy tale, what clues help us discover how the characters differ from the original traditional version?
  9. What familiar fairy tale or folklore would you like to twist, and what single event or character trait would you change first?
  10. How does changing one key element (like the setting or the villain's motive) transform the entire structure of orientation, complication, and resolution in a story?
  11. How can altering language features like past tense verbs and dialogue transform a traditional tale into an engaging fractured story?
  12. What makes a written fractured story flow smoothly from orientation to resolution while maintaining its unexpected twist?
  13. Bagaimana kita membuktikan pemahaman menyeluruh terhadap perubahan alur, karakter, dan pesan dalam sebuah fractured story?
  14. Mengapa penting untuk mampu mempertahankan argumen secara logis dan menuliskan kembali cerita alternatif dengan struktur yang padu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi dan Gagasan Utama dalam Teks Lisan Fiksi Fractured Story — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan detail dalam teks lisan fiksi berupa fractured story

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar menyimak teks lisan fractured story (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan cepat: guru membacakan narasi lisan singkat 'The Speedy Hare' sepanjang 3 kalimat: (1) 'A speedy hare challenged a slow tortoise to a race.' (2) 'Confident of his victory, the hare sprinted ahead and did not take any nap.' (3) 'The hare crossed the finish line first, proving that speed and focus win the day.' Guru mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (a) 'Who won the race in this version?' dan (b) 'What is the main idea of this short text?' Guru memeriksa respons murid (acuan jawaban: (a) the hare won the race; (b) a focused and fast hare wins the race / speed and focus can win the competition) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan konsep fractured story melalui paparan lisan berkesadaran bahwa teks narasi lisan memiliki alur (orientation, complication, resolution) yang dapat diubah titik peristiwanya (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menyimak teks lisan naratif singkat 'The Honest Wolf and Red Riding Hood' untuk menangkap alur informasi dan gagasan utama menggunakan grafik pemandu alur di papan tulis (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui aktivitas permainan tebak alur yang menyenangkan 'Listening Mystery Challenge', guru membacakan rekaman lisan narasi fractured story 'The Forgiven Malin Kundang' sebanyak dua kali. Murid berpasangan mendengarkan secara saksama untuk mengurutkan 4 kartu potongan alur peristiwa: Kartu A ('Malin returned wealthy but arrogant'), Kartu B ('Malin’s mother prayed with tears of forgiveness instead of a curse'), Kartu C ('Malin set sail to a faraway land to seek fortune'), Kartu D ('Malin broke down, repented, and hugged his mother, avoiding being turned into stone') (acuan urutan benar: C -> A -> B -> D) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyimak kembali pembacaan teks lisan 'The Forgiven Malin Kundang' dan mengerjakan lembar kerja identifikasi untuk menentukan alur cerita (orientation, complication, resolution) serta merumuskan gagasan utama teks (acuan gagasan utama: A mother's forgiveness and empathy that led to Malin Kundang's redemption and remorse instead of being cursed into stone) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi urutan alur informasi dan gagasan utama teks lisan 'The Forgiven Malin Kundang' berdasarkan bukti ujaran yang didengar (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengidentifikasi alur peristiwa dan gagasan utama dari teks lisan fractured story (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap strategi menyimak informasi lisan dan menyampaikan fokus latihan rincian detail untuk pertemuan berikutnya tanpa mengakhiri bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks lisan dengan panduan kata kunci transisi (First, Then, However, Finally), sedangkan murid yang lebih mahir menyimak narasi lisan tanpa bantuan kata transisi eksplisit.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan pemutaran/pembacaan ulang rekaman lisan hingga 3 kali secara perlahan, sedangkan murid yang cepat cukup menyimak 2 kali dan diminta menjelaskan bukti kata lisan yang mendukung gagasan utama.
  • Produk: Format identifikasi gagasan utama bagi murid reguler berupa pemilihan pernyataan inti yang tepat beserta 1 kalimat penjelas, sedangkan murid berkemampuan tinggi menuliskan rumusan gagasan utama sendiri berdasarkan alur yang didengar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menyimak singkat teks narasi lisan 3 kalimat 'The Speedy Hare' dengan pertanyaan: 1. 'Who won the race in this version?' (acuan: the hare won the race); 2. 'What is the main idea of this short text?' (acuan: a focused/speedy hare wins the race, not the tortoise).

Proses:

  • Observasi dan cek lembar kerja saat murid menyimak 'The Forgiven Malin Kundang': 1. Ketepatan mengurutkan 4 kartu alur: C ('Malin set sail to a faraway land...'), A ('Malin returned wealthy but arrogant...'), B ('Malin’s mother prayed with tears of forgiveness...'), D ('Malin broke down, repented, and hugged his mother...') (acuan urutan: C - A - B - D); 2. Ketepatan mengidentifikasi gagasan utama teks lisan (acuan: A mother's forgiveness transforms Malin Kundang's arrogance into redemption/remorse rather than tragedy).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi lisan melalui 1 pertanyaan: 'Sebutkan gagasan utama dari teks lisan The Forgiven Malin Kundang yang baru saja kalian dengarkan!' (acuan kriteria: menyebutkan perubahan nasib Malin Kundang karena pengampunan sang ibu, bukan dikutuk menjadi batu).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja menyimak pengurutan 4 kartu alur teks lisan dan ketepatan rumusan gagasan utama

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Alur Informasi Teks LisanMengurutkan alur teks lisan dengan tepat hanya 1 atau kurang dari 4 kartu alur yang tersedia (kartu C, A, B, D).Mengurutkan alur teks lisan dengan tepat 2 sampai 3 dari 4 kartu alur yang tersedia (kartu C, A, B, D).Mengurutkan seluruh 4 kartu alur teks lisan dengan tepat (C - A - B - D) dengan sedikit bimbingan guru.Mengurutkan seluruh 4 kartu alur teks lisan dengan tepat (C - A - B - D) secara mandiri dan konsisten sejak pemutaran pertama.
Mengidentifikasi Gagasan Utama Teks LisanBelum mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan atau jawaban tidak sesuai dengan isi narasi yang didengarkan.Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan dengan menyebutkan tokoh saja tanpa memuat perubahan inti cerita fractured story.Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan secara tepat sesuai acuan (pengampunan ibu yang mengubah nasib Malin Kundang) dengan bantuan opsi penjelas.Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan secara tepat, utuh, dan mandiri sesuai acuan (pengampunan ibu yang mengubah nasib Malin Kundang).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks lisan yang diperdengarkan dapat dipahami alurnya oleh murid secara jelas?
  • Apakah kegiatan permainan urut kartu alur efektif meningkatkan fokus menyimak gagasan utama murid?

Murid:

  • Bagian alur mana dari cerita lisan fractured story tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kenali?
  • Bagaimana kamu membedakan ide utama sebuah fractured story dengan cerita tradisional yang biasa kamu dengar?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Detail Informasi dalam Teks Lisan Fiksi Fractured Story — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan detail dalam teks lisan fiksi berupa fractured story

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berfokus mendengarkan dan mengidentifikasi detail informasi spesifik (tokoh, latar, tindakan spesifik, dan benda penting) dari teks lisan fiksi fractured story (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan teks pendek 3 kalimat: 'The Big Bad Wolf was actually an herbalist doctor in the woods. He carried a wooden basket full of chamomile tea and mint leaves to heal Grandma’s coughing. He wore round silver glasses and sneakers.' Guru mengajukan 2 pertanyaan detail spesifik lisan: (1) 'What was the Wolf\'s actual profession?' (acuan: herbalist doctor) dan (2) 'What two specific items did he carry in his basket?' (acuan: chamomile tea and mint leaves) untuk mengecek ketelitian murid menyimak detail (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang strategi mencatat detail informasi lisan (specific information: who, what items, where, and what specific action occurs) dalam fractured story yang sering kali membalik detail dari cerita aslinya (10 menit).
  • Guru memutarkan/membacakan audio rekaman teks lisan fiksi fractured story 'The Real Tortoise and the Speedy Hare' bagian 1 (Naskah audio: 'The race took place on a rainy Tuesday morning at Apple Hill Forest. The hare, named Harry, wore neon green running shoes and brought an energy drink. The tortoise, named Toby, did not walk slowly; instead, he rode a modified solar-powered skateboard with bright red wheels. Toby stopped at a blueberry stall to buy three bottles of fresh juice before crossing the finish line'). Murid menyimak secara saksama (10 menit).
  • Secara klasikal dan terbimbing, guru memandu murid mengidentifikasi 4 detail spesifik dari audio bagian 1 dengan mengisi tabel di papan tulis: (1) Hari pelaksanaan (acuan: rainy Tuesday morning), (2) Nama dan sepatu Harry (acuan: Harry, neon green running shoes), (3) Kendaraan Toby (acuan: solar-powered skateboard with bright red wheels), (4) Benda yang dibeli Toby (acuan: three bottles of fresh juice at blueberry stall) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengatur permainan menyimak berpasangan 'Detail Detective Challenge' yang menggembirakan: Setiap pasangan murid menerima lembar detektif berisi 5 butir pertanyaan isian detail spesifik yang harus dilengkapi berdasarkan audio (10 menit).
  • Guru memutarkan/membacakan rekaman audio fractured story bagian 2 'Cinderella\'s Clockwork Carriage' sebanyak 2 kali (Naskah audio: 'Ella did not want to attend Prince Raymond’s ball to dance. She needed to deliver a mechanical golden pocket watch that she repaired in her workshop at Willow Street. The fairy godmother was her eccentric aunt who wore yellow leather gloves and gave Ella a sturdy bicycle with an iron front basket instead of a pumpkin carriage. The ball started at exactly 8:00 PM, and Ella arrived carrying her heavy wrench tool in her right pocket'). Murid berpasangan menyimak dengan cermat sambil mencatat detail (15 menit).
  • Murid bersama pasangannya melengkapi 5 butir pertanyaan detail spesifik pada lembar kerja: (1) What was Ella's real mission in attending the ball? (acuan: To deliver a mechanical golden pocket watch she repaired); (2) Where was Ella's workshop located? (acuan: Willow Street); (3) What color and material were the fairy godmother's gloves? (acuan: Yellow leather gloves); (4) What vehicle did Ella use to go to the ball? (acuan: A sturdy bicycle with an iron front basket); (5) What specific tool was in Ella's right pocket? (acuan: A heavy wrench tool) (15 menit).
  • Pasangan murid saling bertukar lembar detektif dengan pasangan sebelah dan mengonfirmasi ketepatan detail informasi yang didengar berdasarkan kunci acuan yang dibacakan dan diverifikasi bersama guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengevaluasi hasil kerja pasangannya dan memberi catatan konstruktif terkait detail mana yang terdengar jelas dan detail mana yang terlewat atau keliru ditangkap (10 menit).
  • Murid menyimpulkan strategi penting dalam mendengarkan detail teks lisan, seperti memperhatikan kata benda spesifik, kata sifat, dan nama tempat/benda yang tidak terduga pada fractured story (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap kejelian seluruh murid dalam menyimak dan menemukan detail informasi lisan yang tersembunyi dalam fractured story (5 menit).
  • Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 3) yang akan berfokus pada mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang perubahan alur/karakter cerita (4 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio lisan dengan jeda pemutaran yang disesuaikan atau naskah transkrip bantuan berisi kata kunci bagi murid yang membutuhkan perancah pendengaran.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memperdengarkan rekaman per bagian kalimat kunci dengan pengulangan khusus; bagi murid yang cepat menangkap detail, diberikan tantangan mencatat kata sifat pelengkap (adjectives) pada benda-benda dalam teks secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyajikan jawaban detail lisan dalam bentuk isian singkat kata kunci atau frasa lengkap pada lembar detektif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan detail lisan dari teks singkat guru tentang The Big Bad Wolf: (1) 'What was the Wolf\'s actual profession?' (acuan: herbalist doctor); (2) 'What two specific items did he carry in his basket?' (acuan: chamomile tea and mint leaves). Guru memetakan murid yang langsung menangkap detail akurat dan murid yang membutuhkan bantuan pengulangan.

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dan pemeriksaan akurasi jawaban 5 butir detail lisan pada 'Detail Detective Challenge' (Ella's mission, workshop location, gloves detail, vehicle, and pocket tool) berdasarkan naskah audio 'Cinderella\'s Clockwork Carriage'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil lembar kerja berpasangan: Murid dinilai berdasarkan jumlah butir detail informasi yang tepat dijawab dari 5 butir acuan: (1) deliver a mechanical golden pocket watch, (2) Willow Street, (3) yellow leather gloves, (4) sturdy bicycle with an iron front basket, (5) heavy wrench tool.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan tanya-jawab di awal sesi
  • Pemeriksaan lembar kerja Detail Detective Challenge (5 butir isian detail informasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi detail informasi dalam teks lisan fractured storyMengidentifikasi 0-1 detail informasi lisan secara tepat dari 5 butir acuan (mission, location, gloves, vehicle, tool) dan memerlukan bimbingan penuh guru.Mengidentifikasi 2-3 detail informasi lisan secara tepat dari 5 butir acuan (mission, location, gloves, vehicle, tool) dengan bantuan pengulangan.Mengidentifikasi 4 detail informasi lisan secara tepat dari 5 butir acuan (mission, location, gloves, vehicle, tool) secara mandiri.Mengidentifikasi seluruh 5 detail informasi lisan secara tepat dari 5 butir acuan (mission, location, gloves, vehicle, tool) secara mandiri dan akurat tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks audio lisan yang diperdengarkan memiliki artikulasi dan kecepatan yang tepat untuk kelas 10?
  • Bagian detail informasi mana yang paling sering terlewat oleh murid saat menyimak?
  • Apakah metode permainan 'Detail Detective Challenge' efektif meningkatkan ketelitian menyimak murid?

Murid:

  • Detail apa yang paling mengejutkan atau tidak biasa yang kamu temukan dari cerita fractured Cinderella tadi?
  • Strategi apa yang paling membantumu mengingat detail spesifik saat mendengarkan cerita lisan?

Pertemuan 3 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen tentang Perubahan Karakter pada Fractured Story — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.2 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang perubahan alur atau karakter pada teks fiksi fractured story

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengungkapkan pendapat serta mempertahankan argumen tentang perubahan karakter pada fractured story (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan studi kasus singkat: 'Traditional story: Cinderella is passive and waits for the prince. Fractured story: Cinderella is an ambitious shoemaker who leaves her glass slipper intentionally as a business card for her footwear brand.' Guru meminta 2-3 perwakilan murid menyampaikan pendapat dan satu alasan pendukung secara lisan (acuan respons yang diharapkan: murid menyatakan setuju/tidak setuju dengan perubahan karakter tersebut disertai alasan berbasis teks, misal: 'I agree because it shows Cinderella as an independent and smart woman, not just relying on magic') (15 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan pemodelan guru tentang ungkapan memberi pendapat ('In my opinion...', 'I believe that changing...') dan mempertahankan argumen ('Because...', 'The evidence in the story shows that...', 'Furthermore...') saat merespons perubahan karakter dalam cerita fiksi (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis perubahan karakter pada teks 'The True Story of the Big Bad Wolf' (karakter Wolf diubah dari pemangsa jahat menjadi serigala yang malang dan hanya ingin meminjam secangkir gula) dan menyusun 1 kalimat pendapat serta 2 poin argumen pendukung berdasarkan perubahan sifat tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Bahasa 'Hot Seat Character Trial': Guru menyiapkan 4 skenario perubahan karakter kartu: (1) Skenario A: 'Snow White becomes a martial arts master defending the dwarfs'; (2) Skenario B: 'The Witch in Hansel and Gretel is an eco-warrior protecting her gingerbread forest from greedy children'; (3) Skenario C: 'Goldilocks is a property surveyor inspecting the structural safety of the Bears' cottage'; (4) Skenario D: 'The Prince Charming in Sleeping Beauty is a clumsy photographer who accidentally wakes Aurora'. Di tiap kelompok, satu murid duduk di 'Hot Seat' mengungkapkan pendapatnya mendukung perubahan karakter dari skenario yang ditarik, lalu mempertahankan argumennya ketika ditantang oleh anggota kelompok lain menggunakan frasa pertahanan argumen (40 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan menilai secara formatif kemampuan setiap murid dalam mengungkapkan pendapat serta mempertahankan argumen lisan mereka terkait perubahan karakter tersebut menggunakan lembar observasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya melakukan refleksi berpasangan mengenai kekuatan argumen yang mereka pertahankan: apakah alasan yang diajukan masuk akal dan didukung bukti tindakan karakter pada teks fiksi fractured story tersebut (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kualitas argumen yang telah disampaikan murid selama aktivitas, menegaskan bahwa mempertahankan argumen memerlukan alasan logis yang terikat pada motif karakter cerita (10 menit).
  • Guru meminta murid menyimpulkan kembali cara efektif mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan serta menutup sesi pembelajaran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario karakter dengan petunjuk kalimat pemantik (sentence stems) bagi murid yang membutuhkan perancah bahasa, serta skenario karakter berkonflik moral kompleks bagi murid yang berkemampuan mahir.
  • Proses: Pada giliran 'Hot Seat', murid yang masih berkembang diperbolehkan melihat catatan poin argumen, sedangkan murid mahir mempertahankan argumen secara spontan tanpa melihat catatan.
  • Produk: Tuntutan bukti lisan disesuaikan: murid reguler minimal menyampaikan 1 pendapat dan mempertahankan dengan 1 argumen logis, sedangkan murid mahir mempertahankan dengan minimal 2 argumen logis disertai sanggahan balik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan mengenai perubahan karakter Cinderella: Guru membacakan skenario perubahan karakter (Cinderella sebagai pengusaha sepatu mandiri vs Cinderella tradisional yang pasif). Guru memeriksa kemampuan awal murid: (1) menyatakan persetujuan/ketidaksetujuan, (2) memberikan minimal satu alasan logis berbasis teks (Kriteria penerimaan: pendapat diungkapkan jelas dan alasan terhubung langsung dengan sifat/tindakan karakter Cinderella).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat kegiatan 'Hot Seat Character Trial' menggunakan checklist observasi. Kriteria yang diamati: Murid mampu menyatakan pendapat secara lisan tentang perubahan karakter pada skenario A/B/C/D ('In my view/opinion...'), dan mampu mempertahankan argumen minimal 1 kali dengan alasan logis ('I defend this because...') ketika direspons oleh teman.

Akhir Pertemuan:

  • Exit Ticket Lisan: Guru menunjuk acak murid untuk menyampaikan 1 kalimat pendapat dan 1 kalimat argumen pertahanan terkait karakter The Witch as Eco-Warrior (Kriteria penerimaan: opini memuat posisi yang jelas terhadap karakter penyihir, dan argumen memuat alasan logis yang merujuk pada perlindungan hutan/rumah jahe).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara: lembar pengamatan saat murid mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen pada aktivitas Hot Seat Character Trial.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan Pendapat tentang Perubahan KarakterBelum mampu mengungkapkan pendapat secara lisan mengenai perubahan karakter pada teks fiksi fractured story.Mampu mengungkapkan pendapat tentang perubahan karakter secara lisan tetapi masih memerlukan bantuan guru atau frasa panduan penuh.Mampu mengungkapkan pendapat tentang perubahan karakter secara lisan dengan jelas dan mandiri menggunakan ungkapan opini yang sesuai.Mampu mengungkapkan pendapat tentang perubahan karakter secara lisan dengan sangat jelas, lancar, mandiri, dan elaboratif.
Mempertahankan Argumen tentang Perubahan KarakterBelum mampu memberikan alasan atau argumen pendukung untuk mempertahankan pendapatnya tentang perubahan karakter.Mampu mempertahankan pendapat dengan 1 alasan sederhana tentang tindakan karakter namun belum sepenuhnya logis atau masih dengan dorongan guru.Mampu mempertahankan argumen secara logis dan mandiri dengan memberikan minimal 1 bukti atau alasan kuat yang relevan dengan perubahan karakter.Mampu mempertahankan argumen secara logis, mandiri, dan konsisten dengan memberikan lebih dari 1 alasan/bukti berbasis teks serta merespons sanggahan secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas Hot Seat Character Trial efektif memotivasi seluruh murid untuk aktif berbicara dalam bahasa Inggris?
  • Bagian mana dari pemberian argumen karakter yang masih dirasa sulit oleh murid, dan bagaimana scaffolding perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah saya merasa percaya diri saat mengungkapkan dan mempertahankan pendapat saya di hadapan teman kelompok?
  • Strategi apa yang paling membantu saya ketika harus memberikan alasan yang kuat untuk mendukung perubahan karakter dalam cerita?

Pertemuan 4 — Menganalisis dan Menyimpulkan Informasi Tersurat dan Tersirat dari Teks Fiksi Tertulis Fractured Story — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks fiksi tertulis atau multimodal fractured story

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengecek kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat (explicit) dan tersirat (implicit) dari teks fiksi tertulis fractured story (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca kutipan 2 kalimat 'Little Red Riding Hood took off her red cape and pulled out a heavy wrench from her basket. She winked at the shivering wolf and said, "Don't worry, Grandma's roof won't fix itself."' lalu menjawab 2 pertanyaan pemetaan: (1) Tersurat: What tool did she pull out? (acuan: a heavy wrench); (2) Tersirat: What is Red's true role or intention based on her action? (acuan: She is a handyman/mechanic/repairer coming to fix the roof, not a vulnerable little girl) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mencermati teks fractured story tertulis berjudul 'The Boy Who Cried Wolf... To Save Them': 'Everyone in the village thought Peter was a liar who cried wolf just for fun. However, Peter's small diary hidden beneath his bed recorded real sets of paw prints near the sheepfold every evening. He noticed the village guards were always asleep during his alerts, yet he kept shouting louder each time. In his last entry, Peter wrote: "If they despise me, so be it; but as long as they run out with torches, the shadows retreat."' sambil mengenali perbedaan informasi tersurat (tertera langsung) dan tersirat (butuh simpulan logis dari petunjuk teks) (15 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep analisis informasi tersurat dan tersirat menggunakan tabel panduan petunjuk teks (textual evidence) vs simpulan (inference) dengan penuh kesadaran membaca teliti (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan detektif bacaan 'Clue Detective Challenge': dalam pasangan berdua, murid menerima 4 kartu petunjuk berdasarkan teks Peter dan berlomba memasangkan kartu petunjuk dengan statusnya apakah informasi tersurat atau tersirat serta bukti kalimatnya: Kartu 1: 'Peter recorded paw prints every evening' -> Tersurat (bukti: 'Peter's small diary hidden beneath his bed recorded real sets of paw prints near the sheepfold every evening'); Kartu 2: 'Peter deliberately sacrificed his reputation to protect the village' -> Tersirat (bukti: 'If they despise me, so be it; but as long as they run out with torches, the shadows retreat'); Kartu 3: 'The village guards slept during Peter's alerts' -> Tersurat (bukti: 'He noticed the village guards were always asleep during his alerts'); Kartu 4: 'The wolves were genuinely lurking around the sheepfold' -> Tersirat (bukti diary paw prints and torches making shadows retreat) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis Teks Fiksi Fractured Story 'The Real Story of the Three Little Pigs' (A. Wolf's Perspective): Teks dibaca cermat: 'I had a terrible cold and I ran out of sugar for my dear granny's birthday cake. When I sneezed at the straw house, the flimsy pile collapsed by accident. Inside, I saw a juicy ham lying on the floor. Now, nobody lets a fresh ham go to waste in the dirt, right? So I ate it. But a reporter saw me and sensationalized the story.' Murid menjawab 4 pertanyaan analisis tersurat dan tersirat: (1) Tersurat: What was the wolf baking a cake for? (acuan: His granny's birthday); (2) Tersurat: What collapsed the first house? (acuan: His sneeze / an accidental sneeze); (3) Tersirat: What was the wolf's real motive in visiting the pigs according to his own perspective? (acuan: He claimed he only wanted to borrow sugar, but his true opportunistic nature made him eat the pig once it died); (4) Tersirat: Why did the story become known as 'The Big Bad Wolf'? (acuan: A reporter sensationalized the accident to make a dramatic headline / media framed him as evil) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan simpulan informasi tersirat mereka dengan mencocokkan apakah setiap simpulan didukung oleh bukti tekstual yang sahih atau sekadar tebakan tanpa dasar teks (15 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi kesadaran membaca di catatan mereka: bagaimana membedakan antara fakta tertulis langsung di cerita dan kesimpulan yang disimpulkan dari petunjuk tersembunyi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan strategi menganalisis informasi tersurat (mencari fakta langsung) dan tersirat (menggabungkan bukti teks dengan logika deduktif) dalam teks fiksi fractured story (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar kerja murid dan menyampaikan topik pembelajaran pertemuan berikutnya tentang perencanaan draf penulisan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks dengan penandaan warna (highlighting) pada petunjuk kunci bagi murid yang membutuhkan perancah membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menarik inferensi tersirat, sementara murid yang cepat diminta menganalisis 2 bukti tekstual tambahan pada pertanyaan nomor 3 dan 4.
  • Produk: Murid menuangkan hasil analisis tersurat dan tersirat dalam tabel inferensi terstruktur atau dalam bentuk uraian paragraf analisis singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman awal 2 butir soal berdasarkan kutipan singkat Little Red Riding Hood: Butir 1 (Tersurat): 'What tool did Red pull out?' (Acuan jawaban: a heavy wrench); Butir 2 (Tersirat): 'What was Red's true role based on her action?' (Acuan jawaban: A handyman/repairer coming to fix grandma's roof, not a helpless girl).

Proses:

  • Observasi pengerjaan 'Clue Detective Challenge' dengan 4 kartu petunjuk: Kartu 1: 'Peter recorded paw prints every evening' (Acuan: Tersurat); Kartu 2: 'Peter deliberately sacrificed his reputation to protect the village' (Acuan: Tersirat); Kartu 3: 'The village guards slept during Peter's alerts' (Acuan: Tersurat); Kartu 4: 'The wolves were genuinely lurking around the sheepfold' (Acuan: Tersirat).
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada teks 'The Real Story of the Three Little Pigs' (4 butir): Soal 1 Tersurat: What was the wolf baking a cake for? (Acuan: His granny's birthday); Soal 2 Tersurat: What collapsed the first house? (Acuan: His sneeze / an accidental sneeze); Soal 3 Tersirat: What was the wolf's real motive in visiting the pigs according to his own perspective? (Acuan: Borrowing sugar, though he took advantage of the pig's death); Soal 4 Tersirat: Why did the story become known as 'The Big Bad Wolf'? (Acuan: A reporter sensationalized the story/the media framed him).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup berupa latihan 1 butir cepat inferensi dari kalimat penutup teks: 'He brushed his whiskers and sighed at the jail bars.' -> Murid menyimpulkan: Where is the wolf right now? (Acuan: In jail/prison/behind bars) beserta status informasinya (Acuan: Tersirat, karena kata jail bars mengindikasikan penjara tanpa penulis menulis 'He was in jail').

Formatif:

  • Penilaian kinerja dalam 'Clue Detective Challenge' (ketepatan membedakan informasi tersurat vs tersirat pada 4 kartu tantangan).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis teks fiksi fractured story (4 butir soal: 2 soal tersurat dan 2 soal tersirat beserta bukti tekstualnya).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Informasi TersuratMengidentifikasi 0 dari 2 informasi tersurat pada teks fractured story dengan tepat (Soal 1: granny's birthday; Soal 2: his sneeze).Mengidentifikasi 1 dari 2 informasi tersurat pada teks fractured story dengan tepat sesuai acuan (Soal 1: granny's birthday; Soal 2: his sneeze).Mengidentifikasi seluruh 2 informasi tersurat pada teks fractured story dengan tepat sesuai acuan (Soal 1: granny's birthday; Soal 2: his sneeze) dengan sedikit panduan.Mengidentifikasi seluruh 2 informasi tersurat pada teks fractured story dengan tepat sesuai acuan (Soal 1: granny's birthday; Soal 2: his sneeze) secara mandiri dan cepat.
Menyimpulkan Informasi TersiratMenyimpulkan 0 dari 2 informasi tersirat pada teks fractured story secara logis berdasarkan bukti teks (Soal 3: wolf's motive; Soal 4: reason for 'Big Bad Wolf' title).Menyimpulkan 1 dari 2 informasi tersirat pada teks fractured story secara logis berdasarkan bukti teks sesuai kriteria acuan.Menyimpulkan seluruh 2 informasi tersirat pada teks fractured story secara logis disertai kutipan bukti teks yang mendukung.Menyimpulkan seluruh 2 informasi tersirat pada teks fractured story secara logis, komprehensif, dan tepat disertai bukti tekstual yang kuat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fractured story yang digunakan cukup memfasilitasi murid dalam membedakan bukti tersurat dan kesimpulan tersirat?
  • Bagian mana dari analisis informasi tersirat yang masih membuat murid kesulitan menghubungkan petunjuk teks dengan logika deduktif?

Murid:

  • Langkah apa yang paling membantuku menemukan informasi yang tidak tertulis langsung oleh pengarang?
  • Apakah aku sudah mampu membuktikan simpulanku dengan kalimat yang ada di dalam teks cerita?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan Melalui Draf Teks Fiksi Tertulis Berupa Fractured Story Berdasarkan Struktur Teks — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks fiksi tertulis berupa fractured story dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menyusun draf cerita fiksi fractured story menggunakan pengatur grafis struktur teks (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan cerita pendek di layar papan tulis ('Once upon a time, Cinderella did not want to attend the royal ball because she dreamed of opening her own bakery shop') lalu secara serempak menuliskan di kertas kecil bagian struktur teks yang diwakili kutipan tersebut dan elemen cerita tradisional apa yang diubah (acuan: kutipan tersebut adalah bagian Orientation; elemen yang diubah adalah karakter/tujuan Cinderella dari ingin bertemu pangeran menjadi membuka toko roti) (10 menit).
  • Guru memandu apersepsi dengan mengaitkan hasil diagnostik ke tujuan penulisan draf terstruktur (Orientation, Complication, Resolution) untuk fractured story (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan pengisian 'Narrative Text Organizer' yang ditayangkan guru, membandingkan kolom 'Traditional Version' dan 'My Fractured Version' pada cerita Little Red Riding Hood (Orientation: Wolf is a vegetarian botanist; Complication: Red Riding Hood tries to capture the wolf for a zoo bounty; Resolution: Wolf convinces Red Riding Hood to protect the forest) (15 menit).
  • Dalam permainan tantangan cepat 'Structure Match Challenge' yang menggembirakan, murid secara berpasangan menerima 3 strip kalimat acak dan memasangkannya ke kantong struktur teks yang tepat di papan tulis: (1) 'The Big Bad Wolf actually wanted to help grandma fix her roof' -> Orientation; (2) 'Grandma called the lumberjack because she misunderstood the wolf's hammer as a weapon' -> Complication; (3) 'They all sat down together, apologized, and repaired the roof together' -> Resolution (acuan: pasangan 1-Orientation, 2-Complication, 3-Resolution) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Secara mandiri dan penuh kesadaran, murid memilih satu cerita rakyat/dongeng tradisional yang mereka ketahui (misalnya Malin Kundang, Timun Mas, Cinderella, atau The Three Little Pigs) dan mulai merencanakan perubahan cerita pada lembar kerja pengatur grafis (15 menit).
  • Murid mengomunikasikan gagasannya secara tertulis dengan mengisi 'Narrative Text Organizer' yang mencakup elemen struktur naratif lengkap: menentukan Title, Characters, Setting, Orientation (pengenalan tokoh yang telah dimodifikasi), Complication (konflik baru akibat perubahan sifat/kondisi), dan Resolution (penyelesaian unik dari versi fractured story) (20 menit).
  • Murid memeriksa kelengkapan draf mereka menggunakan daftar periksa mandiri (Self-Checklist Task 6B): memastikan telah memuat minimal satu elemen perubahan (perubahan karakter, latar, sudut pandang, atau akhir cerita) serta alur struktur Orientation-Complication-Resolution yang padu (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi terbimbing dengan membaca kembali draf tertulisnya dan menandai bagian mana dari struktur teks yang paling jelas memperlihatkan perubahan (twist) gagasan mereka (10 menit).
  • Dua orang murid membacakan draf struktur naratif yang telah mereka buat secara sukarela dan guru memberikan umpan balik formatif langsung mengenai kejelasan alur logika dari orientasi ke resolusi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kerangka struktur (Orientation, Complication, Resolution) agar cerita fiksi fractured story tetap memiliki alur yang utuh dan mudah dipahami pembaca (10 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pengingat bahwa draf pengatur grafis ini akan digunakan sebagai dasar menulis teks utuh pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur teks berisi pemantik pertanyaan per bagian (What if the villain is good?), sedangkan murid yang mahir diberikan kebebasan mengeksplorasi cerita rakyat Nusantara yang lebih kompleks.
  • Proses: Guru memberikan perancah (scaffolding) berupa panduan kosakata kata kerja lampau dan kata transisi alur bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat pada kolom organizer.
  • Produk: Murid dengan kesiapan belajar awal dapat membatasi modifikasi hanya pada bagian resolusi cerita, sementara murid yang telah siap melakukan modifikasi menyeluruh pada orientasi, komplikasi, dan resolusi dalam draf teks tertulisnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal diagnostik tertulis singkat: Murid membaca kutipan teks: 'Once upon a time, Cinderella did not want to attend the royal ball because she dreamed of opening her own bakery shop.' Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Bagian struktur teks apakah kutipan tersebut? (2) Apa elemen cerita tradisional yang diubah? Kriteria penerimaan operasional: Jawaban benar untuk butir 1 adalah Orientation/Orientasi; Jawaban benar untuk butir 2 adalah motivasi/tujuan/karakter Cinderella (dari ingin pergi ke pesta dansa pangeran menjadi ingin membuka toko kue mandiri).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja draf 'Narrative Text Organizer' murid selama kegiatan inti. Aspek yang diobservasi secara langsung meliputi: (1) kelengkapan 3 komponen struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution), (2) konsistensi gagasan perubahan (fractured twist) yang dituangkan dari bagian komplikasi hingga resolusi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup (Exit Slip): Murid menuliskan satu kalimat ringkas yang menjelaskan hubungan sebab-akibat antara Complication baru yang mereka buat dengan Resolution di lembar draf mereka. Kriteria penerimaan operasional: Kalimat memuat logika peristiwa naratif di mana penyelesaian (Resolution) secara langsung menjawab atau menyelesaikan masalah (Complication) alternatif yang telah dirancang.

Formatif:

  • Penilaian diagnostik awal berupa penentuan bagian struktur naratif dan identifikasi elemen twist dari kutipan teks.
  • Observasi formatif proses pengerjaan draf pengatur grafis (Narrative Text Organizer) yang memuat keselarasan antara Orientation, Complication, dan Resolution.
  • Penilaian diri melalui checklist draf (Task 6B) untuk memverifikasi terpenuhinya komponen struktur teks fractured story.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Teks Naratif pada Draf (Orientation, Complication, Resolution)Draf teks tertulis hanya memuat 1 dari 3 komponen struktur naratif (hanya menuliskan orientasi atau komplikasi saja secara terpisah tanpa alur).Draf teks tertulis memuat 2 dari 3 komponen struktur naratif (misalnya hanya ada orientasi dan komplikasi, namun resolusi belum dirumuskan).Draf teks tertulis memuat lengkap seluruh 3 komponen struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) yang saling berkesinambungan.Draf teks tertulis memuat lengkap seluruh 3 komponen struktur naratif secara mandiri dengan elaborasi alur peristiwa sebab-akibat yang sangat padu dan runtut.
Pengomunikasian Gagasan Modifikasi Cerita (Fractured Story Twist)Gagasan yang dituliskan sama persis dengan cerita aslinya tanpa memuat modifikasi atau twist elemen cerita.Gagasan tertulis memuat 1 perubahan elemen (misalnya hanya mengganti nama atau latar) namun belum mengubah alur komplikasi atau resolusi.Gagasan tertulis mengomunikasikan perubahan elemen cerita yang secara jelas membentuk komplikasi dan resolusi alternatif yang berbeda dari versi tradisional.Gagasan tertulis mengomunikasikan perpaduan modifikasi beberapa elemen cerita (karakter, sudut pandang, motif) yang terintegrasi secara utuh dan meyakinkan di sepanjang struktur draf.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan pemodelan pengatur grafis (Narrative Text Organizer) mempermudah murid dalam menstrukturkan ide cerita fiksi fractured story?
  • Bagian struktur teks naratif mana (Orientation, Complication, atau Resolution) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid menyusun draf?

Murid:

  • Bagian mana dari draf ceritamu yang menurutmu memiliki perubahan (twist) paling menarik dibandingkan cerita aslinya?
  • Kendala apa yang kamu temui saat merancang jalan keluar (resolution) baru bagi masalah yang dihadapi tokoh dalam ceritamu?

Pertemuan 6 — Mengomunikasikan Gagasan Melalui Teks Fiksi Tertulis Berupa Fractured Story Utuh dengan Unsur Kebahasaan yang Tepat — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks fiksi tertulis berupa fractured story dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca 2 kalimat di papan tulis yang memuat kekeliruan unsur kebahasaan narrative text dan memperbaiki bentuk kata kerja lampau serta konjungsi waktu secara mandiri pada secarik kertas (acuan: 'Little Red Riding Hood walks into the forest and then she meets a kind wolf' diubah menjadi 'walked' dan 'met') (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model teks utuh fractured story berjudul 'The True Story of the Big Friendly Wolf' yang ditayangkan di proyektor untuk mengidentifikasi 3 bagian struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) dan 2 unsur kebahasaan utama (Simple Past Tense dan Action Verbs) (acuan identifikasi: Orientation memuat latar hutan modern dan tokoh Serigala vegetarian; Complication memuat kesalahpahaman saat Serigala menolong nenek; Resolution memuat perdamaian Serigala dan Red Riding Hood; verb lampau: lived, decided, explained, understood) (12 menit).
  • Dalam aktivitas seru 'Grammar & Twist Spotter Challenge', murid secara cepat menandai 3 kata kerja lampau tidak beraturan (irregular past verbs) dan 1 kalimat pembalik ekspektasi (fractured twist) pada lembar cuplikan teks model dalam batas waktu 3 menit (acuan: irregular verbs: went, thought, said; kalimat twist: 'The wolf never intended to eat anyone; he merely brought freshly baked herb pies') (8 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengembangkan draf dari Pertemuan 5 menjadi teks naratif fiksi tertulis fractured story utuh yang memuat struktur lengkap: Orientation (pengenalan tokoh/latar alternatif), Complication (konflik tak terduga), dan Resolution (penyelesaian unik) dengan target panjang minimal 120-150 kata (28 menit).
  • Murid menyunting teks fiksi tertulis mereka sendiri dengan fokus menerapkan unsur kebahasaan naratif yang tepat: penggunaan regular/irregular past tense secara konsisten (minimal 8 kata kerja lampau tepat) dan minimal 3 keterangan waktu/time connectives (misalnya: once upon a time, suddenly, then, eventually) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi naskah fractured story akhir mereka menggunakan daftar periksa mandiri (self-editing checklist) yang mencakup keberadaan 3 tahap struktur teks serta ketepatan unsur kebahasaan past tense (10 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan hasil teks fiksi tertulis fractured story utuh kepada guru (2 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam menuliskan cerita naratif alternatif dengan struktur runtut dan tata bahasa yang tepat, lalu menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan daftar kata kerja lampau (regular/irregular list) dan bank konjungsi urutan waktu; murid mahir diberikan tantangan memasukkan dialog langsung (direct speech) dengan tanda baca dan reporting verbs yang variatif.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan individual berfokus pada penyelarasan tense bagi murid yang masih mencampur present dan past tense; murid mahir menulis secara mandiri tanpa bantuan perancah (scaffolding).
  • Produk: Semua murid menghasilkan teks fiksi tertulis fractured story utuh; murid yang memerlukan bimbingan menghasilkan 100-120 kata dengan 1 konflik sederhana, sedangkan murid mahir mengembangkan cerita hingga 150-200 kata dengan pengembangan deskripsi karakter yang lebih terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat: Murid memperbaiki 2 kesalahan bentuk kata kerja dan 1 konjungsi pada kalimat: 'Yesterday, the tortoise run very fast so he win the race easily.' (acuan jawaban tepat: kata 'run' diubah menjadi 'ran', kata 'win' diubah menjadi 'won', konjungsi 'so' atau struktur dipertahankan dengan tense lampau yang selaras).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menyusun teks mandiri: guru mencatat penggunaan struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) dan ketepatan minimal 8 kata kerja Simple Past Tense pada draf teks murid.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir teks fiksi tertulis fractured story utuh yang dikumpulkan murid berdasarkan kriteria penerimaan: teks memuat seluruh struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) secara runtut dan menggunakan minimal 8 kata kerja lampau (past verbs) serta minimal 3 penghubung waktu (time connectors) secara tepat.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengoreksi kesalahan past tense dan konjungsi pada kalimat naratif
  • Lembar periksa mandiri (self-checklist) penyuntingan struktur dan unsur kebahasaan teks tertulis fractured story
  • Penilaian produk teks fiksi tertulis fractured story utuh berdasarkan rubrik analitis struktur teks dan unsur kebahasaan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Teks Fractured Story (Orientation, Complication, Resolution)Teks tertulis hanya memuat 1 bagian struktur naratif (hanya Orientation atau Complication saja) tanpa alur twist fractured story yang jelas.Teks tertulis memuat 2 bagian struktur naratif (misalnya Orientation dan Complication) namun bagian Resolution belum terselesaikan atau terpotong.Teks tertulis memuat 3 bagian struktur naratif lengkap (Orientation, Complication, Resolution) dengan alur cerita fractured story yang logis dan runtut.Teks tertulis memuat 3 bagian struktur naratif lengkap (Orientation, Complication, Resolution) secara terperinci, runtut, dan perpindahan antar-bagian mengalir sangat mulus.
Ketepatan Unsur Kebahasaan (Simple Past Tense dan Time Connectives)Menggunakan kurang dari 4 kata kerja past tense dengan tepat, serta masih didominasi bentuk kata kerja sekarang (present tense) yang tidak sesuai kaidah teks naratif.Menggunakan 4 hingga 7 kata kerja past tense dengan tepat dan minimal 1 time connective, namun masih terdapat beberapa percampuran bentuk tense yang keliru.Menggunakan minimal 8 kata kerja past tense dengan tepat dan minimal 3 time connectives secara konsisten di seluruh bagian cerita.Menggunakan lebih dari 10 kata kerja past tense (kombinasi regular dan irregular verbs) seluruhnya secara tepat tanpa kekeliruan tense, disertai variasi time connectives yang memperjelas alur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 90 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyusun draf menjadi teks fractured story utuh dan melakukan penyuntingan mandiri?
  • Bagian unsur kebahasaan apa yang paling banyak mengalami kesalahan penulisan oleh murid saat mengomunikasikan gagasan cerita fiksi?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita fractured story yang paling saya sukai saat menuliskannya hari ini: Orientation, Complication, atau Resolution?
  • Apakah saya sudah berhasil menggunakan kata kerja lampau (past tense) dan konjungsi waktu secara tepat di seluruh cerita saya?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan detail dalam teks lisan fiksi berupa fractured story
  • TP 10.6.2 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang perubahan alur atau karakter pada teks fiksi fractured story
  • TP 10.6.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks fiksi tertulis atau multimodal fractured story
  • TP 10.6.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks fiksi tertulis berupa fractured story dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menyampaikan tujuan asesmen bab Fractured Stories yang mencakup tes reseptif, unjuk kerja lisan berpasangan, dan penulisan naratif (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen, pembagian alokasi waktu untuk tiga tugas mandiri/terjadwal, serta memastikan meja bersih dari catatan referensi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Tugas 1 (tes reseptif simakan dan analisis membaca tertulis) serta menjelaskan petunjuk pengerjaan dan kriteria penilaian sebelum pemutaran rekaman simakan lisan (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 1 & TP 3): Sebanyak 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Kerja Tugas 1 selama 40 menit. Bagian Simakan memuat teks lisan 'The Wise Wolf and Little Red' (alur: Red berteman dengan Wolf untuk memperingatkan Nenek tentang bahaya penebangan hutan; gagasan utama: kesalahpahaman prasangka terhadap serigala; detail: keranjang berisi obat herbal bukan kue). Bagian Membaca memuat analisis teks tertulis 'The Tortoise's New Wings' yang mencakup 3 butir soal tersurat dan tersirat: (1) Sebab Kura-kura memenangkan lomba lari (kunci: Kelinci tertidur karena terlalu sombong dan kelelahan berpesta semalaman), (2) Makna tersirat kalimat 'Speed is nothing without direction' (kunci: kecepatan tanpa perencanaan dan kerendahan hati akan membawa kegagalan), (3) Simpulan perubahan resolusi cerita tradisional menjadi fractured story (kunci: resolusi berubah dari kemenangan fisik menjadi pengakuan atas persiapan mental yang matang). Guru memutar audio simakan sebanyak dua kali dan mengawasi pengerjaan mandiri (40 menit).
  • Tugas 2 (TP 2): Guru melaksanakan observasi unjuk kerja diskusi lisan berpasangan secara bergiliran bagi 28 murid (14 pasangan) dengan alokasi 3 menit per pasangan (1,5 menit per murid) ditambah transisi pencatatan 8 menit. Setiap murid mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen mengenai perubahan alur atau karakter pada teks fiksi fractured story (misal: perubahan sifat Serigala dari antagonis menjadi pelindung alam atau perubahan alur Malin Kundang yang diampuni ibu) berdasarkan prompt kartu: 'Do you agree that turning the Wolf into a protector makes the story better? State your opinion and defend your reason!'. Murid lain yang menunggu giliran tetap tertib di tempat duduk (50 menit).
  • Tugas 3 (TP 4): Sebanyak 28 murid masing-masing menyusun teks fiksi tertulis fractured story mandiri selama 30 menit secara serentak dengan struktur teks lengkap (Orientation, Complication, Resolution) dan unsur kebahasaan yang tepat (past tense, action verbs, time connectors) dengan memilih satu cerita rakyat/fabel yang diubah salah satu elemen alur/karakternya (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh artefak naskah (Lembar Tugas 1 dan naskah Fractured Story Tugas 3) ke meja guru secara tertib dan mandiri (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas integritas, kemandirian, dan ketertiban seluruh murid selama menempuh asesmen sumatif bab (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks lembar membaca disediakan dalam ukuran huruf yang jelas dan volume audio simakan diatur seimbang untuk seluruh sudut kelas tanpa mengubah isi soal.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan visual diperkenankan duduk lebih dekat ke sumber suara simakan dan lembar kerja tanpa penambahan waktu atau pengurangan butir tugas.
  • Produk: Standar bukti capaian seragam untuk seluruh 28 murid sesuai kriteria ketuntasan TP 1, 2, 3, dan 4.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis dan administratif murid sebelum lembar tugas dibagikan (memastikan alat tulis lengkap, nomor urut pasangan diskusi lisan telah diketahui, dan perangkat pemutar audio berfungsi).

Proses:

  • Pengawasan langsung dan pencatatan observasi unjuk kerja diskusi lisan pasangan bergiliran pada format lembar amatan guru selama asesmen berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Kombinasi tes reseptif simakan dan membaca-memirsa mandiri, unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran, serta penulisan draf naratif fractured story: Tugas 1 (TP 1 & TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi alur simakan lisan dan analisis informasi membaca tersurat-tersirat sendiri selama 40 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak berupa lembar kerja individual dinilai sesudah kegiatan dengan kunci/pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 2): Catatan individual unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran (TP 2), aspek: kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter; kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1.5 menit per murid (3 menit per pasangan bergiliran) + 8 menit transisi/pencatatan. Tugas 3 (TP 4): 28 murid masing-masing menyusun teks fiksi tertulis fractured story mandiri selama 45 menit secara serentak; guru mengawasi di kelas. Artefak berupa naskah fractured story individual dinilai sesudah kegiatan menggunakan rubrik penulisan naratif, bukan observasi lisan per murid.
  • tes tertulis reseptif mandiri (simakan lisan dan analisis membaca): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi alur simakan lisan dan analisis informasi membaca tersurat-tersirat sendiri selama 40 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak berupa lembar kerja individual dinilai sesudah kegiatan dengan kunci/pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik pedoman penskoran lembar analisis teks)
  • unjuk kerja diskusi lisan berpasangan secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran (TP 2), aspek: kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter; kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1.5 menit per murid (3 menit per pasangan bergiliran) + 8 menit transisi/pencatatan. (50 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan mencakup kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter dan kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen)
  • unjuk kerja menulis teks naratif: 28 murid masing-masing menyusun teks fiksi tertulis fractured story mandiri selama 45 menit secara serentak; guru mengawasi di kelas. Artefak berupa naskah fractured story individual dinilai sesudah kegiatan menggunakan rubrik penulisan naratif, bukan observasi lisan per murid. (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja menulis naratif (struktur teks fractured story dan unsur kebahasaan))

Sumatif:

  • Kombinasi tes reseptif simakan dan membaca-memirsa mandiri, unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran, serta penulisan draf naratif fractured story: Tugas 1 (TP 1 & TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi alur simakan lisan dan analisis informasi membaca tersurat-tersirat sendiri selama 40 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak berupa lembar kerja individual dinilai sesudah kegiatan dengan kunci/pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 2): Catatan individual unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran (TP 2), aspek: kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter; kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1.5 menit per murid (3 menit per pasangan bergiliran) + 8 menit transisi/pencatatan. Tugas 3 (TP 4): 28 murid masing-masing menyusun teks fiksi tertulis fractured story mandiri selama 45 menit secara serentak; guru mengawasi di kelas. Artefak berupa naskah fractured story individual dinilai sesudah kegiatan menggunakan rubrik penulisan naratif, bukan observasi lisan per murid.
  • tes tertulis reseptif mandiri (simakan lisan dan analisis membaca): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi alur simakan lisan dan analisis informasi membaca tersurat-tersirat sendiri selama 40 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak berupa lembar kerja individual dinilai sesudah kegiatan dengan kunci/pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik pedoman penskoran lembar analisis teks)
  • unjuk kerja diskusi lisan berpasangan secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja diskusi lisan berpasangan bergiliran (TP 2), aspek: kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter; kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1.5 menit per murid (3 menit per pasangan bergiliran) + 8 menit transisi/pencatatan. (50 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan mencakup kejelasan pernyataan pendapat tentang perubahan alur atau karakter dan kekuatan alasan untuk mempertahankan argumen)
  • unjuk kerja menulis teks naratif: 28 murid masing-masing menyusun teks fiksi tertulis fractured story mandiri selama 45 menit secara serentak; guru mengawasi di kelas. Artefak berupa naskah fractured story individual dinilai sesudah kegiatan menggunakan rubrik penulisan naratif, bukan observasi lisan per murid. (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja menulis naratif (struktur teks fractured story dan unsur kebahasaan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
TP 10.6.1 Identifikasi alur, gagasan utama, dan detail simakan lisanHanya mengidentifikasi 0-1 dari 3 komponen simakan (alur, gagasan utama, detail) secara tepat berdasarkan audio 'The Wise Wolf and Little Red'.Mengidentifikasi 2 dari 3 komponen simakan (alur, gagasan utama, detail) secara tepat berdasarkan audio 'The Wise Wolf and Little Red'.Mengidentifikasi seluruh 3 komponen simakan (alur pertemanan Red-Wolf, gagasan utama pelurusan prasangka, dan detail obat herbal) secara tepat sesuai acuan kunci.Mengidentifikasi seluruh 3 komponen simakan secara tepat dan lengkap disertai elaborasi detail alur pendukung secara presisi sesuai kunci.
TP 10.6.2 Pengungkapan pendapat dan argumen lisanPendapat tidak jelas atau tidak menyajikan alasan yang relevan untuk mempertahankan argumen mengenai perubahan alur atau karakter.Menyatakan pendapat tentang perubahan alur atau karakter secara jelas, namun alasan untuk mempertahankan argumen masih lemah atau tidak didukung bukti cerita.Menyatakan pendapat secara jelas tentang perubahan alur atau karakter dan menyajikan alasan yang logis serta relevan untuk mempertahankan argumen.Menyatakan pendapat secara sangat jelas, runut, dan mempertahankan argumen dengan alasan logis yang didukung bukti tekstual perbandingan versi cerita secara meyakinkan.
TP 10.6.3 Analisis informasi tersurat dan tersirat membacaMenjawab dengan tepat 0-1 dari 3 butir analisis teks 'The Tortoise's New Wings' (kunci: penyebab kelinci kalah, makna implisit arah vs kecepatan, simpulan resolusi baru).Menjawab dengan tepat 2 dari 3 butir analisis teks membaca sesuai kunci.Menjawab seluruh 3 butir analisis teks membaca (informasi tersurat penyebab kelinci kalah, makna tersirat peribahasa, dan simpulan resolusi baru) secara tepat sesuai acuan kunci.Menjawab seluruh 3 butir analisis teks membaca secara tepat sempurna disertai simpulan inferensial yang mendalam dan koheren.
TP 10.6.4 Penulisan fractured story (struktur dan kebahasaan)Naskah naratif belum memenuhi struktur teks lengkap (kehilangan salah satu dari orientasi, komplikasi, atau resolusi) dan banyak kekeliruan unsur kebahasaan past tense.Naskah naratif memuat struktur lengkap (orientasi, komplikasi, resolusi) namun resolusi belum mencerminkan fractured story, atau penggunaan past tense masih inkonsisten.Naskah naratif memuat struktur lengkap (orientasi, komplikasi, resolusi khas fractured story) dan menerapkan unsur kebahasaan (past tense, time connectors) secara tepat.Naskah naratif memuat struktur lengkap yang sangat padu dengan variasi perubahan alur/karakter yang orisinal serta unsur kebahasaan yang seluruhnya tepat tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit tes reseptif, 50 menit unjuk kerja lisan berpasangan, dan 30 menit penulisan naratif terlaksana secara efektif dan kondusif bagi seluruh 28 murid?
  • Bagaimana capaian murid pada bab ini dalam menghubungkan pemahaman membaca-menyimak dengan kemampuan berargumentasi dan menulis teks fiksi alternatif?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif bab Fractured Stories (menyimak, membaca, berdiskusi lisan, atau menulis naratif) yang paling menantang bagi saya?
  • Strategi belajar apa yang paling membantu saya memahami sudut pandang baru dan menuangkannya ke dalam teks cerita?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress Kelas X Bab 6
  3. Naskah audio / pembacaan lisan 'The Speedy Hare' dan 'The Forgiven Malin Kundang'
  4. Set kartu alur peristiwa teks naratif
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022
  6. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022 (Chapter 6: Fractured Stories)
  7. Rekaman audio/naskah lisan guru 'The Real Tortoise and the Speedy Hare' dan 'Cinderella\'s Clockwork Carriage'
  8. Lembar Kerja 'Detail Detective Challenge'
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022 (Chapter 6: Fractured Stories, Task 2 & Task 4).
  10. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022.
  11. Kartu Skenario Karakter Fractured Stories (Snow White, Witch, Goldilocks, Prince Charming).
  12. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022, Bab 6.
  13. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022, Task 3 & Task 4.
  14. Lembar Kerja Analisis Bacaan Tersurat & Tersirat Teks Fiksi Fractured Story 'The Real Story of the Three Little Pigs'.
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022, Bab 6)
  16. Buku Panduan Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Bab 6: Fractured Stories, Task 6A & 6B, halaman 143-144)
  17. Lembar Kerja Siswa: Narrative Text Organizer (Traditional Version vs My Version) dan Strip Kalimat Latihan Struktur
  18. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X. Jakarta: Puskurbuk.
  19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Buku Siswa Bab 6 Fractured Stories, Task 6 & Task 7). Jakarta: Puskurbuk.
  20. Lembar teks model naratif fractured story: 'The True Story of the Big Friendly Wolf'.
  21. Lembar periksa mandiri (Self-Editing Checklist: Narrative Structure & Language Features).
  22. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Fractured Stories
  23. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Fractured Stories
  24. Audio rekaman naratif lisan 'The Wise Wolf and Little Red'
  25. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 6 (Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.