Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis Teks Eksposisi tentang Graffiti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Menulis Teks Eksposisi tentang Graffiti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis Teks Eksposisi tentang Graffiti

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menulis Teks Eksposisi tentang Graffiti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenulis Teks Eksposisi tentang Graffiti
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun teks eksposisi tulis atau multimodal tentang graffiti dengan struktur teks yang tepat (tesis, argumen, dan simpulan) menggunakan berbagai media cetak atau digital.
  2. Murid dapat mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang graffiti secara tertulis dengan menggunakan unsur kebahasaan yang tepat, termasuk kosakata opini dan konjungsi argumentatif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever seen graffiti in your neighborhood? What message did it convey?
  2. In your opinion, is graffiti an art form or an act of vandalism? Why?
  3. If you could create a graffiti that communicates an important message to your community, what would it say and how would you design it?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'What is the first word that comes to your mind when you hear the word graffiti?' dan meminta beberapa murid berbagi jawaban.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Today, you will write an expository text about graffiti, presenting your stance with clear arguments and suitable language features. You will also explore how to make it multimodal.'
  • Guru memotivasi murid dengan menunjukkan dua gambar graffiti yang kontras (satu artistik, satu vandalistik) dan mengajak diskusi singkat untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati contoh teks eksposisi pendek tentang graffiti yang disediakan guru (cetak atau digital). Guru membimbing murid mengidentifikasi struktur teks: tesis (stance), argumen (supporting points with evidence), dan simpulan.
  • Murid secara berpasangan membaca dan menyorot kata/frasa opini (e.g., I believe, arguably, it is clear that...) dan konjungsi argumentatif (e.g., because, therefore, on the other hand) dalam teks contoh.
  • Dengan menggunakan EXPOSITORY WRITING ORGANIZER dari Buku Siswa, murid merancang kerangka teks mereka: menentukan posisi terhadap graffiti (art/vandalism/both), mengumpulkan minimal dua argumen pendukung dari pengalaman pribadi, pengamatan, atau sumber yang dibagikan guru, serta menyiapkan gambar atau elemen visual yang akan digunakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menulis draf teks eksposisi multimodal secara mandiri berdasarkan organizer yang telah dibuat. Guru mendorong murid untuk langsung memasukkan elemen visual (gambar graffiti yang mereka temukan/imajinasikan) ke dalam teks mereka dengan keterangan pendukung.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif secara individual atau kelompok kecil, memeriksa kejelasan tesis, kelogisan argumen, dan ketepatan penggunaan kosakata opini serta konjungsi.
  • Murid menukarkan draf dengan teman sebangku untuk tinjauan sejawat menggunakan strategi PMI (Plus, Minus, Interesting). Setiap murid menuliskan satu aspek positif, satu aspek yang perlu diperbaiki, dan satu temuan menarik dari draf temannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid merevisi draf berdasarkan masukan teman dan guru, lalu memeriksa kembali struktur, kebahasaan, dan tampilan multimodal secara mandiri menggunakan daftar periksa (checklist) yang disediakan.
  • Murid menuliskan refleksi singkat mengenai proses menulis: tantangan terbesar, apa yang mereka pelajari tentang graffiti sebagai isu sosial, dan bagaimana mereka mengelola pendapat pribadi menjadi argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan secara singkat tesis dan satu argumen andalan di depan kelas, diikuti tepuk tangan dan apresiasi dari teman.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum ciri-ciri teks eksposisi yang baik serta pentingnya menyampaikan pendapat dengan argumen yang kuat dan bahasa yang santun.
  • Guru mengumpulkan draf akhir sebagai asesmen sumatif. Murid diingatkan untuk menyempurnakan dan menambahkan sentuhan akhir di rumah jika waktu tidak cukup, dan mengumpulkan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan pertanyaan reflektif lisan: 'How has your view of graffiti changed—or stayed the same—after this writing process?' dan menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid lambat: diberikan dua teks contoh dengan tingkat kesulitan berbeda; murid cepat: diberikan tambahan sumber tentang sejarah dan kontroversi graffiti global untuk memperkaya argumen.
  • Proses: Murid lambat: dibimbing dalam mengisi EXPOSITORY WRITING ORGANIZER dengan pertanyaan panduan; murid cepat: didorong menyusun argumen yang lebih kompleks dan menambahkan lebih dari satu elemen multimodal (misal, diagram atau tautan video).
  • Produk: Murid diberi pilihan menyajikan teks eksposisi dalam bentuk poster digital (Canva, slide PowerPoint) atau teks tulis cetak yang ditempeli gambar/manual. Ekspektasi panjang teks disesuaikan: minimal 2 paragraf argumen untuk murid lambat, minimal 3 dengan elaborasi untuk murid cepat.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'What is the first word that comes to your mind when you hear the word graffiti?' dan 'In one sentence, what is your current opinion about graffiti?' untuk memetakan sikap dan pengetahuan awal murid terhadap isu graffiti.

Proses:

  • Guru mengamati keaktifan dan kemampuan murid dalam mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan dari teks contoh, mengisi organizer, serta menulis draf. Catatan difokuskan pada perkembangan penalaran kritis, kreativitas, dan kolaborasi.
  • Umpan balik segera diberikan saat berkeliling, terutama pada penggunaan kosakata opini dan konjungsi argumentatif.
  • Hasil tinjauan sejawat (PMI) dikumpulkan sebagai data proses belajar.

Akhir:

  • Penilaian sumatif terhadap teks eksposisi multimodal final menggunakan rubrik: ketepatan struktur (tesis, argumen, simpulan), kekuatan argumen dan relevansi bukti, penerapan kosakata opini dan konjungsi argumentatif, serta integrasi elemen multimodal yang mendukung teks.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi dan penulisan, dicatat menggunakan anekdotal notes.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) dengan strategi PMI.
  • Pengecekan EXPOSITORY WRITING ORGANIZER sebagai bukti perencanaan.

Sumatif:

  • Penilaian terhadap draf akhir teks eksposisi multimodal menggunakan rubrik (struktur, isi, kebahasaan, multimodal).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur TeksTeks tidak memiliki tesis, argumen, atau simpulan yang jelas; urutan gagasan kacau.Tesis ada namun lemah; argumen belum terhubung dengan jelas; simpulan masih berupa pengulangan tanpa penegasan.Tesis, argumen, dan simpulan tersusun runtut; sebagian besar argumen mendukung tesis; simpulan merangkum inti.Tesis tegas dan provokatif; argumen dikembangkan secara logis dengan bukti konkret; simpulan memberi penegasan kuat dan mungkin menawarkan perspektif baru.
Isi dan ArgumenPendapat tidak didukung alasan atau hanya berisi klaim tanpa penjelasan.Hanya satu argumen yang diuraikan dengan sedikit penjelasan; bukti minim atau tidak relevan.Terdapat dua argumen yang relevan dengan tesis, disertai contoh atau bukti yang cukup; pendapat pribadi terlihat.Lebih dari dua argumen disajikan dengan penalaran kritis; menggunakan data, fakta, atau pengalaman nyata; mampu mengantisipasi pandangan lawan dan menanggapinya.
Unsur KebahasaanHampir tidak ada kosakata opini atau konjungsi argumentatif; banyak kesalahan grammar dasar yang mengganggu makna.Kosakata opini (e.g., I think, maybe) dan konjungsi (and, but) digunakan namun variasi terbatas; beberapa kesalahan grammar tapi tidak fatal.Kosakata opini (e.g., I believe, in my view) dan konjungsi argumentatif (e.g., because, therefore, however) digunakan dengan tepat dan cukup variatif; grammar umumnya akurat.Kosakata opini dan konjungsi argumentatif canggih (e.g., it is undeniable that, consequently, conversely) digunakan secara natural; struktur kalimat kompleks; sangat sedikit kesalahan bahasa.
Elemen MultimodalTidak menyertakan gambar/elemen visual atau gambar yang disertakan tidak relevan dengan teks.Menyertakan satu gambar, tetapi kurang terintegrasi; tidak ada keterangan atau penjelasan hubungan dengan argumen.Terdapat minimal satu elemen visual (gambar, ikon, sketsa) yang relevan dan diberi keterangan singkat; visual mendukung pemahaman teks.Multimodal dirancang kreatif; gambar, penataan, atau media lain memperkuat argumen dan menambah nilai estetika; mungkin menyertakan kutipan sumber visual; tata letak memudahkan pembaca.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu mengidentifikasi struktur expository text dengan bantuan organizer? Jika tidak, bagian mana yang perlu penguatan di pertemuan selanjutnya?
  • Bagaimana respon murid terhadap koneksi antara isu graffiti dan kehidupan mereka? Apakah saya sudah cukup memfasilitasi pembelajaran bermakna?
  • Apakah strategi PMI efektif dalam memberikan umpan balik sejawat? Perlu modifikasi apa agar lebih mendalam?

Refleksi Murid:

  • What did you find most challenging when writing your expository text? Why?
  • How did using the organizer and peer feedback help you improve your writing?
  • After writing this text, do you have a stronger or different opinion about graffiti? Explain.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Inggris Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2022), Bab 5 'Graffiti', khususnya Task 6 dan EXPOSITORY WRITING ORGANIZER.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress Kelas X.
  3. Contoh teks eksposisi pendek tentang graffiti (disediakan guru, dapat diambil dari buku siswa atau sumber daring terpercaya).
  4. Gambar graffiti kontras (artistik vs vandalistik) dari internet atau buku.
  5. Lembar organizer cetak, kertas, alat tulis, dan perangkat digital (jika memungkinkan) untuk membuat teks multimodal.
  6. Proyektor/layar untuk menayangkan contoh dan instruksi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.