Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Memberikan Pendapat tentang Graffiti secara Lisan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Memberikan Pendapat tentang Graffiti secara Lisan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Memberikan Pendapat tentang Graffiti secara Lisan

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memberikan Pendapat tentang Graffiti secara Lisan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemberikan Pendapat tentang Graffiti secara Lisan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkapkan pendapat secara lisan dalam bahasa Inggris mengenai graffiti sebagai seni atau vandalisme dengan menggunakan ungkapan pemberi pendapat yang tepat.
  2. Murid dapat mempertahankan argumen lisan tentang graffiti dengan memberikan alasan dan bukti yang relevan dalam diskusi kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever seen graffiti in your neighborhood or city? What did you think when you first saw it — was it beautiful, disturbing, or something else?
  2. Do you think graffiti belongs in a museum or in a courtroom? Why?
  3. If a famous artist painted a mural on your school wall without permission, would you call it art or vandalism? What makes the difference?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat untuk membangun suasana yang hangat.
  • ASESMEN AWAL (Diagnostik): Guru menampilkan dua gambar graffiti yang kontras — satu graffiti mural berwarna indah di ruang publik dan satu coretan di dinding gedung tua — lalu meminta murid menuliskan satu kata yang terlintas di pikiran mereka untuk masing-masing gambar pada sticky note atau kertas kecil. Guru mengumpulkan dan membaca beberapa respons untuk memetakan persepsi awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengungkapkan dan mempertahankan pendapat tentang graffiti secara lisan dalam bahasa Inggris.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Have you ever seen graffiti in your neighborhood? What did you think when you first saw it?' dan meminta 2–3 murid berbagi jawaban singkat.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: mempelajari ungkapan pendapat → berdiskusi berpasangan → debat kelas mini → refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • BERKESADARAN — Guru meminta murid untuk sejenak mengamati dengan seksama dua gambar graffiti yang ditampilkan di layar (atau dicetak). Murid diminta memerhatikan detail: warna, lokasi, pesan yang disampaikan, dan kondisi permukaan. Guru menginstruksikan murid untuk menarik napas sejenak dan bertanya pada diri sendiri: 'Apa yang benar-benar saya lihat dan rasakan dari gambar ini?'
  • Guru menyajikan dan menjelaskan daftar Opinion Expressions (ungkapan pendapat) yang akan digunakan dalam diskusi, ditampilkan di papan tulis atau slide: (a) Giving Opinion: 'In my opinion...', 'I believe that...', 'From my point of view...', 'I think...', 'It seems to me that...'; (b) Agreeing: 'I agree with you because...', 'That's a good point, and I'd add that...'; (c) Disagreeing: 'I see your point, but...', 'I respectfully disagree because...', 'On the other hand...'
  • BERMAKNA — Guru menghubungkan ungkapan-ungkapan tersebut dengan situasi nyata: 'Kalian akan menggunakan frasa ini persis seperti yang dilakukan orang dalam debat, wawancara, atau diskusi di kehidupan nyata.' Guru memberikan contoh penggunaan dengan topik graffiti: 'In my opinion, graffiti is a form of art because it expresses the artist's feelings about society.'
  • Murid membaca dan mencatat ungkapan-ungkapan tersebut di buku catatan mereka. Guru meminta murid mengulang (repeat) beberapa frasa bersama-sama untuk membiasakan pengucapan yang benar.
  • Guru menampilkan tabel PMI (Plus, Minus, Interesting) tentang graffiti di papan tulis dan bersama murid mengisi satu atau dua contoh di setiap kolom secara lisan untuk membangun pemahaman tentang argumen pro dan kontra graffiti.
  • Guru memberikan Lembar Kerja 1 (LK-1): murid secara individu melengkapi tabel dua kolom — 'Graffiti is Art' dan 'Graffiti is Vandalism' — dengan minimal 3 alasan di setiap kolom berdasarkan pengetahuan dan gambar yang telah diamati. Waktu: 5 menit.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • MENGGEMBIRAKAN — Aktivitas 1: 'Opinion Ping-Pong' (Berpasangan, 8 menit). Guru meminta murid berpasangan dengan teman sebangku. Satu murid berperan sebagai 'Pro-Graffiti' dan satu lagi sebagai 'Anti-Graffiti'. Mereka bergantian menyampaikan pendapat menggunakan ungkapan yang telah dipelajari, seperti permainan bola ping-pong — satu berbicara, satu merespons. Guru mengingatkan: setiap pernyataan harus menggunakan minimal satu opinion expression dari daftar.
  • Guru berkeliling memantau pasangan, memberikan umpan balik singkat dan dorongan positif. Guru mencatat murid yang kesulitan untuk diberikan scaffolding.
  • BERMAKNA — Aktivitas 2: 'Class Mini-Debate' (Diskusi Kelas, 15 menit). Guru membagi kelas menjadi dua kelompok besar: Kelompok A (Graffiti is Art) dan Kelompok B (Graffiti is Vandalism). Setiap kelompok diberi waktu 3 menit untuk berdiskusi internal dan menyiapkan 3 argumen terkuat beserta bukti atau alasan pendukungnya berdasarkan LK-1 yang telah diisi.
  • Debat dimulai: Kelompok A menyampaikan argumen pertama (1 perwakilan bicara, 1 menit), lalu Kelompok B merespons (1 perwakilan, 1 menit). Proses ini diulang untuk argumen kedua dan ketiga. Guru bertindak sebagai moderator dan memastikan setiap murid mendapat giliran berbicara minimal sekali.
  • Selama debat, guru menilai menggunakan rubrik asesmen proses (observasi lisan): ketepatan penggunaan opinion expressions, relevansi argumen, dan keberanian berbicara.
  • MENGGEMBIRAKAN — Aktivitas 3: 'Hot Seat' (5 menit, opsional jika waktu cukup). Guru memilih 2–3 murid secara sukarela untuk duduk di 'kursi panas' dan menjawab pertanyaan spontan dari teman-teman mereka tentang posisi mereka terhadap graffiti, menggunakan bahasa Inggris. Murid lain boleh menantang argumen mereka dengan sopan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • BERKESADARAN — Guru meminta murid berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: 'Apakah pendapat saya tentang graffiti berubah setelah mendengar argumen teman-teman? Mengapa atau mengapa tidak?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di Lembar Kerja 2 (LK-2) dalam bahasa Inggris (3–5 kalimat): (1) What is your final opinion about graffiti? (2) Which argument from the debate did you find most convincing? Why? (3) Which opinion expression did you use most today?
  • BERMAKNA — Guru memfasilitasi sharing singkat: meminta 2–3 murid membacakan refleksi mereka. Guru memberikan apresiasi dan mengaitkan pengalaman belajar hari ini dengan kehidupan nyata: 'Kemampuan menyampaikan dan mempertahankan pendapat dalam bahasa Inggris adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, kuliah, dan kehidupan global.'
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap penampilan kelas: hal-hal yang sudah baik dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam menyampaikan pendapat secara lisan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: ungkapan-ungkapan pendapat yang telah dipelajari dan pentingnya memberikan alasan/bukti saat berpendapat.
  • ASESMEN AKHIR (Exit Ticket): Guru meminta setiap murid menuliskan pada selembar kertas kecil: satu kalimat pendapat tentang graffiti dalam bahasa Inggris menggunakan opinion expression yang tepat, beserta satu alasan pendukungnya. Kertas dikumpulkan sebelum murid keluar kelas.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka dalam diskusi dan debat hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati graffiti di lingkungan sekitar mereka (atau mencari gambar di internet) dan menyiapkan pendapat lisan yang lebih lengkap untuk kegiatan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan graffiti diberikan lembar referensi berisi gambar-gambar graffiti beserta deskripsi singkat dalam bahasa Indonesia dan Inggris sebagai scaffolding. Murid yang sudah memiliki pengetahuan lebih luas dapat diberikan artikel pendek berbahasa Inggris tentang street art sebagai bahan tambahan untuk memperkaya argumen mereka.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan sentence starters yang lebih lengkap (misalnya: 'I think graffiti is art because ______. One example is ______.') dan berdiskusi dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Murid yang lebih cepat dapat diminta untuk menyampaikan pendapat tanpa mengacu pada catatan dan langsung merespons argumen lawan secara spontan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyampaikan minimal 2 kalimat pendapat dengan 1 alasan. Murid yang berkembang pesat dapat menyampaikan pendapat yang lebih elaboratif (minimal 4 kalimat) dengan 2–3 alasan dan bukti konkret, serta mampu merespons argumen lawan dengan kalimat yang lebih kompleks.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar graffiti yang kontras (mural indah vs. coretan acak) dan meminta murid menuliskan satu kata respons untuk masing-masing gambar pada sticky note — untuk memetakan persepsi awal dan pengetahuan murid tentang graffiti sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Have you ever seen graffiti? What did you think?' dan mendengarkan 2–3 respons murid untuk mengetahui kosakata dan kemampuan awal berbicara murid.

Proses:

  • Observasi guru selama aktivitas Opinion Ping-Pong (berpasangan): guru berkeliling dan mencatat pada lembar observasi apakah murid menggunakan opinion expressions dengan tepat dan apakah mereka mampu merespons pendapat pasangannya.
  • Penilaian lisan selama Mini-Debate menggunakan rubrik: guru menilai setiap murid yang berbicara berdasarkan aspek penggunaan opinion expressions, relevansi argumen, dan kemampuan mempertahankan pendapat.
  • Pengecekan Lembar Kerja 1 (LK-1) secara cepat: guru memindai tabel argumen yang diisi murid untuk memastikan pemahaman tentang argumen pro dan kontra graffiti sebelum debat dimulai.

Akhir:

  • Exit Ticket: setiap murid menuliskan satu kalimat pendapat tentang graffiti dalam bahasa Inggris menggunakan opinion expression yang tepat beserta satu alasan pendukung. Guru menilai ketepatan penggunaan ekspresi dan relevansi alasan.
  • Lembar Kerja 2 (LK-2) — Refleksi Tertulis: murid menuliskan 3–5 kalimat dalam bahasa Inggris tentang pendapat akhir mereka, argumen yang paling meyakinkan, dan ekspresi pendapat yang paling sering mereka gunakan. Dinilai sebagai bukti pencapaian TP 10.5.3.1 dan 10.5.3.2.

Formatif:

  • Observasi lisan selama aktivitas Opinion Ping-Pong: guru mencatat ketepatan penggunaan opinion expressions dan kelancaran berbicara menggunakan lembar observasi.
  • Observasi selama Mini-Debate: guru menilai kemampuan murid mempertahankan argumen dengan alasan dan bukti yang relevan.
  • Lembar Kerja 1 (LK-1): tabel argumen pro dan kontra graffiti yang diisi murid secara individu sebagai bukti pemahaman konsep.
  • Lembar Kerja 2 (LK-2): refleksi tertulis singkat dalam bahasa Inggris tentang pendapat akhir murid dan argumen yang paling meyakinkan.

Sumatif:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu kalimat pendapat tentang graffiti dalam bahasa Inggris menggunakan opinion expression yang tepat beserta satu alasan pendukung — dikumpulkan di akhir pertemuan sebagai bukti pencapaian TP 10.5.3.1.
  • Penilaian lisan selama Mini-Debate menggunakan rubrik 4 level untuk aspek: penggunaan opinion expressions, relevansi argumen, dan kemampuan mempertahankan pendapat — sebagai bukti pencapaian TP 10.5.3.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Opinion Expressions (TP 10.5.3.1)Murid tidak menggunakan opinion expressions sama sekali, atau menggunakan dalam bahasa Indonesia. Pendapat disampaikan tanpa struktur yang jelas.Murid menggunakan 1 opinion expression namun sering tidak tepat konteksnya atau terdapat kesalahan gramatikal yang signifikan sehingga makna sulit dipahami.Murid menggunakan 2–3 opinion expressions dengan tepat dan dapat dipahami, meskipun masih terdapat beberapa kesalahan gramatikal minor.Murid menggunakan beragam opinion expressions (3 atau lebih) dengan tepat, lancar, dan dalam konteks yang sesuai. Pendapat disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami.
Relevansi Argumen dan Bukti (TP 10.5.3.2)Murid tidak mampu memberikan alasan atau bukti untuk mendukung pendapatnya, atau alasan yang diberikan tidak relevan dengan topik graffiti.Murid memberikan 1 alasan yang relevan namun sangat umum dan tidak disertai bukti atau contoh konkret.Murid memberikan 2 alasan yang relevan dengan topik graffiti dan disertai minimal 1 contoh atau bukti konkret untuk mendukung argumennya.Murid memberikan 3 atau lebih alasan yang relevan, spesifik, dan disertai bukti atau contoh konkret yang meyakinkan. Argumen tersusun secara logis dan koheren.
Kemampuan Mempertahankan Argumen dalam Diskusi (TP 10.5.3.2)Murid tidak merespons argumen lawan atau hanya mengulangi pernyataan yang sama tanpa memberikan tanggapan yang berarti.Murid merespons argumen lawan namun hanya dengan persetujuan atau penolakan sederhana tanpa penjelasan lebih lanjut (misalnya: 'I disagree.' tanpa alasan).Murid merespons argumen lawan dengan memberikan alasan yang relevan menggunakan disagreement expressions, meskipun respons belum sepenuhnya elaboratif.Murid merespons argumen lawan secara kritis dan elaboratif, menggunakan disagreement expressions yang tepat, memberikan alasan yang kuat, dan mampu mempertahankan posisinya dengan percaya diri.
Kelancaran dan Kepercayaan Diri BerbicaraMurid sangat ragu-ragu, sering diam dalam waktu lama, atau menolak untuk berbicara dalam bahasa Inggris.Murid berbicara dengan banyak jeda panjang dan tampak kurang percaya diri, namun berusaha menggunakan bahasa Inggris.Murid berbicara dengan cukup lancar meskipun ada beberapa jeda. Murid menunjukkan kepercayaan diri yang cukup dan aktif berpartisipasi dalam diskusi.Murid berbicara dengan lancar, percaya diri, dan aktif. Murid mampu menjaga alur diskusi dan merespons dengan cepat tanpa jeda yang mengganggu komunikasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara dan mengungkapkan pendapat mereka selama kegiatan Opinion Ping-Pong dan Mini-Debate?
  • Apakah scaffolding (daftar opinion expressions dan sentence starters) yang diberikan sudah cukup membantu murid yang kesulitan? Apa yang perlu ditambahkan atau diubah?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap aktivitas (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efektif? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Seberapa efektif strategi Mini-Debate dalam mendorong murid untuk mempertahankan argumen mereka? Apakah ada murid yang masih pasif dan bagaimana cara melibatkan mereka lebih aktif di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • What is your opinion about graffiti now, after today's discussion? Has your opinion changed from the beginning of the class? Why or why not?
  • Which opinion expression did you find most useful today? Write one sentence using it about graffiti.
  • What was the most challenging part of today's activity for you — expressing your opinion, defending your argument, or responding to others? What will you do to improve?
  • What did you learn today that you think will be useful in your real life outside of school?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Budi Hermawan, Dwi Haryanti, dan Nining Suryaningsih. (2022). Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN: 978-602-244-897-6. (Chapter 5: Graffiti — Task 6: Think and Plan, Let's Discuss, Let's Make a List)
  2. Buku Panduan Guru: Budi Hermawan, Dwi Haryanti, dan Nining Suryaningsih. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN: 978-602-244-899-0.
  3. Gambar/foto graffiti: dua gambar kontras (mural seni vs. coretan vandalisme) yang disiapkan guru dari sumber internet berlisensi bebas (misalnya Unsplash, Pixabay, atau Wikimedia Commons).
  4. Slide presentasi (PowerPoint/Google Slides): berisi gambar graffiti, daftar opinion expressions, tabel PMI, dan instruksi kegiatan.
  5. Lembar Kerja 1 (LK-1): Tabel argumen 'Graffiti is Art' vs. 'Graffiti is Vandalism' — disiapkan dan dicetak oleh guru.
  6. Lembar Kerja 2 (LK-2): Lembar refleksi tertulis dalam bahasa Inggris — disiapkan dan dicetak oleh guru.
  7. Sticky note / kertas kecil: untuk kegiatan asesmen awal (respons satu kata terhadap gambar graffiti).
  8. Papan tulis dan spidol: untuk menuliskan daftar opinion expressions dan tabel PMI secara bersama-sama.
  9. Proyektor/layar: untuk menampilkan gambar graffiti dan slide presentasi.
  10. Video referensi opsional (jika tersedia waktu): https://www.youtube.com/watch?v=ALkWqOORZ48 (tentang graffiti, sebagaimana disarankan dalam Buku Panduan Guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.