MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 5 — Graffiti INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Graffiti |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 45 menit = 855 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.5.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam teks lisan nonfiksi mengenai graffiti
- TP 10.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti
- TP 10.5.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu graffiti
- TP 10.5.4 Mengomunikasikan gagasan untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti dalam teks eksposisi tertulis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- What comes to your mind when you hear the word 'graffiti'?
- Where do you think the word 'graffiti' originally comes from and what did people use it for in ancient times?
- Why do you think some people risk getting arrested just to paint or write on public walls?
- Can someone's emotion or personal life story become the main reason they create graffiti?
- In your personal view, is graffiti considered a form of public art or an act of vandalism?
- How do you justify your stance when someone strongly disagrees with your perspective on graffiti?
- What makes some people consider graffiti on a city wall as a work of art rather than vandalism?
- When an author writes that 'graffiti art is not meant to be understood by everyone, but everyone is meant to be appreciated', what implied message is the author conveying?
- When two writers discuss the same topic of graffiti from opposite stances, what textual evidence shows their core disagreement?
- How can we infer a writer's implicit assumption about public space from the arguments they present?
- What is your clear stance on graffiti: is it primarily a form of public art or an act of vandalism?
- What strong reasons and real-life evidence can you write down to convince someone to agree with your position?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa argumen kita mengenai graffiti didukung oleh fakta dan bukti yang kuat?
- Mengapa penting untuk menganalisis gagasan tersurat maupun tersirat sebelum mengambil posisi terhadap isu seni jalanan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam rekaman audio sejarah dan istilah graffiti — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam teks lisan nonfiksi mengenai graffiti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi gagasan utama serta detail informasi dalam rekaman audio sejarah dan istilah graffiti (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan rekaman pendek 2 kalimat: 'In ancient Rome, people scratched messages and drawings on public walls. This early form of expression is considered the origin of graffiti.' Guru meminta murid mengidentifikasi gagasan utama kalimat tersebut dan satu detail lokasi/pelaku (acuan: gagasan utama = asal mula graffiti dari coretan dinding masa lalu; detail = ancient Rome / bangsa Romawi kuno / public walls) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kosa kata interaktif 'Art Vocabulary Match' secara berpasangan dengan mencocokkan 4 istilah terkait seni graffiti yang akan didengar dengan maknanya pada kartu kosakata: (1) 'Tag' -> a writer's signature with spray paint or marker; (2) 'Mural' -> a large picture painted directly on a wall; (3) 'Crew' -> a community of graffiti writers who work together; (4) 'Toy' -> an inexperienced graffiti writer (acuan: pasangan 1-4 di atas) (15 menit).
- Murid menyimak rekaman audio teks lisan nonfiksi tentang sejarah dan istilah graffiti pemaparan audio dari Buku Guru Bab 5: 'The term graffiti comes from the Greek word 'graphein' which means 'to write'. People have always drawn and painted on walls. Prehistoric man painted on the walls of caves, and those paintings are now considered valuable works of art. Graffiti was first found on ancient Roman architecture. If people draw on walls these days, it isn't considered art; it is called 'graffiti' and often cleaned off as soon as possible. Graffiti art takes a number of forms. It can be an individual mark, usually just the initials of the artist, or something much larger, like a mural. Most graffiti artists prefer to be called 'writers'. A writer's signature with spray paint or marker is called a 'tag', and each piece of graffiti art is 'tagged'. Communities of writers who are friends are known as 'crews', and inexperienced writers are called 'toys'.' Murid secara terbimbing mengidentifikasi gagasan utama rekaman (acuan: origin and terminology of graffiti / asal-usul dan istilah dalam graffiti) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kembali audio rekaman secara utuh dan secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Listen and Check' berisi 6 pernyataan detail untuk ditentukan statusnya (True, False, atau Not Given) dengan butir: 1. The first graffiti was found in Egypt (False; acuan teks: found on ancient Roman architecture); 2. A mural can be called graffiti (True; acuan teks: graffiti can be something much larger, like a mural); 3. Inexperienced graffiti artists are called 'crews' (False; acuan teks: inexperienced writers are called 'toys', crews are communities of friends); 4. Some graffiti artists sold their works to art galleries and became famous (Not Given; acuan teks: tidak disebutkan penjualan ke galeri pada rekaman ini); 5. Each artist has his or her own 'tag' (True; acuan teks: each piece of graffiti art is 'tagged' with a writer's signature); 6. The word graffiti comes from the Greek word 'graphein' meaning 'to write' (True; acuan teks: comes from Greek word 'graphein' which means 'to write') (20 menit).
- Murid berpasangan membandingkan hasil identifikasi detail informasi dan memverifikasi kata-kata kunci penanda kebenaran informasi langsung berdasarkan fakta lisan yang diperdengarkan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas kunci jawaban identifikasi gagasan utama dan 6 butir detail informasi, lalu murid mengevaluasi bagian detail mana yang paling mudah atau sulit diidentifikasi saat menyimak rekaman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin penting gagasan utama dan istilah-istilah graffiti (tag, mural, crew, toy) dari teks lisan (3 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi singkat pada secarik kertas tentang strategi menyimak yang membantu mereka menemukan detail informasi (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan lembar bantuan kata kunci (vocabulary word bank: graphein, cave paintings, Roman architecture, tag, crew, toy), sedangkan murid mahir mendengarkan rekaman audio tanpa lembar bantuan kata kunci.
- Proses: Pada sesi menyimak, murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan mendengarkan rekaman sebanyak 3 kali, sedangkan kelompok mandiri mendengarkan rekaman 2 kali.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja identifikasi True/False/Not Given yang sama, namun murid mahir menambahkan kutipan frasa rujukan lisan singkat yang menjadi bukti alasannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menyimak 2 kalimat rekaman pendek pemantik: Guru memperdengarkan: 'In ancient Rome, people scratched messages and drawings on public walls. This early form of expression is considered the origin of graffiti.' Murid diminta mengidentifikasi: (1) gagasan utama (acuan: asal-mula/sejarah awal graffiti); (2) satu detail informasi pelaku/lokasi (acuan: ancient Rome / orang Romawi kuno / public walls).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 'Listen and Check' (6 butir): 1. The first graffiti was found in Egypt (kunci: False); 2. A mural can be called graffiti (kunci: True); 3. Inexperienced graffiti artists are called 'crews' (kunci: False); 4. Some graffiti artists sold their works to art galleries and became famous (kunci: Not Given); 5. Each artist has his or her own 'tag' (kunci: True); 6. The word graffiti comes from the Greek word 'graphein' meaning 'to write' (kunci: True).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru menanyakan secara acak kepada murid gagasan utama rekaman audio utuh (acuan: sejarah kemunculan dan ragam istilah dalam budaya graffiti) dan makna salah satu istilah lisan (acuan: tag = signature/paraf penulis; mural = gambar besar di dinding; crew = kelompok pertemanan penulis graffiti; toy = penulis yang belum berpengalaman).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan mengidentifikasi gagasan utama dan detail dari teks lisan pendek.
- Asesmen formatif lembar kerja menyimak 'Listen and Check' berisi 6 butir True/False/Not Given mengenai fakta sejarah dan istilah graffiti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Gagasan Utama Teks Lisan Nonfiksi Graffiti | Belum mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan tentang sejarah dan istilah graffiti meskipun dibimbing guru. | Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan tentang sejarah dan istilah graffiti dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi gagasan utama rekaman audio teks lisan (sejarah dan istilah graffiti) secara tepat dan mandiri. | Mampu mengidentifikasi gagasan utama rekaman audio teks lisan secara tepat, mandiri, serta mampu menunjukkan bagian kalimat lisan yang memuat gagasan utama tersebut. | | Identifikasi Detail Informasi Teks Lisan Nonfiksi Graffiti | Hanya mampu mengidentifikasi secara tepat 0-2 dari 6 pernyataan detail True/False/Not Given pada lembar kerja teks lisan. | Mampu mengidentifikasi secara tepat 3-4 dari 6 pernyataan detail True/False/Not Given pada lembar kerja teks lisan. | Mampu mengidentifikasi secara tepat 5 dari 6 pernyataan detail True/False/Not Given pada lembar kerja teks lisan. | Mampu mengidentifikasi secara tepat seluruh (6 dari 6) pernyataan detail True/False/Not Given pada lembar kerja teks lisan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan rekaman audio dan kegiatan awal kartu istilah membantu murid menangkap detail informasi lisan?
- Bagian butir detail mana dari rekaman audio yang paling banyak menimbulkan kekeliruan pemahaman murid?
Murid:- Bagian mana dari rekaman audio tentang sejarah dan istilah graffiti yang paling mudah kamu pahami?
- Strategi menyimak apa yang paling membantumu saat menentukan pernyataan detail True, False, atau Not Given?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam teks lisan nonfiksi tentang motif pembuat graffiti — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam teks lisan nonfiksi mengenai graffiti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menyimak rekaman teks lisan nonfiksi mengenai motif para pembuat graffiti (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memutarkan 1 kutipan kalimat audio: 'For some artists, graffiti is a reaction to the circumstances of their lives, while for others it is an artistic expression' lalu meminta murid memilih 1 gagasan utama dari 2 pilihan yang disediakan: (A) Graffiti is only done for fun, atau (B) Graffiti is created due to life circumstances or artistic expression (acuan jawaban benar: B) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi gagasan utama serta informasi detail terkait alasan dan dorongan psikologis/sosial pembuat graffiti dari rekaman lisan nonfiksi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak rekaman monolog nonfiksi tentang motif pembuat graffiti (durasi 1,5 menit, diputar 2 kali) yang memuat teks: 'Why do writers create graffiti? For many, it is an emotional outlet to express happiness, anger, or sadness. For others, it is a statement of identity and youth culture. Some writers want fame and recognition in the community, while others treat it as serious artistic experimentation' secara fokus dan berkesadaran (15 menit).
- Guru memberikan tantangan berpasangan menggembirakan 'Motive Bingo/Matching Race', di mana tiap pasangan mencocokkan 4 cuplikan kata kunci lisan yang baru didengar dengan kartu kategori motif: 1) 'happiness or sadness' -> Emotional release, 2) 'statement of youth culture' -> Cultural identity, 3) 'fame and recognition' -> Seeking acknowledgment, 4) 'artistic experimentation' -> Creative drive (acuan: pasangan 1-4 tepat) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mendengarkan rekaman audio lanjutan yang lebih komprehensif berisi penjelasan mendalam mengenai 4 profil pembuat graffiti beserta latar belakang motifnya secara individu (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja Menyimak Bagian I: Menentukan 1 gagasan utama teks dari 3 pilihan: (A) The financial benefits of selling graffiti art, (B) The various personal, emotional, and social motivations behind making graffiti, (C) The history of ancient Roman inscriptions (acuan jawaban benar: B) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja Menyimak Bagian II: Mengidentifikasi 4 butir detail pernyataan True/False/Not Given berdasarkan isi rekaman lisan: 1) 'Graffiti is only driven by anger' (acuan: False; text mentions happiness, anger, or sadness), 2) 'Some artists paint graffiti to achieve recognition from their peers' (acuan: True), 3) 'All graffiti writers sell their works to famous art museums' (acuan: Not Given; audio only discusses artistic experimentation, not selling to museums), 4) 'Personal life circumstances can trigger someone to produce graffiti' (acuan: True) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi pemeriksaan jawaban bersama, di mana murid mencocokkan hasil identifikasi gagasan utama dan detail dengan kunci acuan sambil mengevaluasi strategi menyimak yang mereka gunakan (apakah mencatat kata kunci atau mendengarkan gambaran umum) (15 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat pada lembar catatan mengenai tingkat kemudahan/kesulitan menangkap detail spesifik dari tuturan penutur asli berbahasa Inggris (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap ketercapaian murid dalam mengidentifikasi gagasan utama dan 4 detail teks lisan motif graffiti hari ini (10 menit).
- Guru menutup sesi dengan menginformasikan rencana pertemuan berikutnya (mengungkapkan pendapat lisan mengenai pro-kontra graffiti) dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dengan kecepatan normal (1.0x) untuk kelompok mandiri dan rekaman berkecepatan 0.8x disertai daftar glosarium kata kunci motif (emotional outlet, recognition, circumstances) untuk murid yang membutuhkan perancah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperkenankan menyimak pengulangan audio hingga 3 kali pada bagian detail tertentu, sementara murid mahir langsung menyimak sekali putar penuh.
- Produk: Tidak ada perbedaan produk capaian; seluruh murid tetap mengisi lembar kerja identifikasi gagasan utama dan 4 butir detail teks lisan sesuai indikator ketercapaian target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memutarkan kutipan lisan 1 kalimat: 'For some artists, graffiti is a reaction to the circumstances of their lives, while for others it is an artistic expression'. Murid diminta memilih gagasan utama kutipan: (A) Graffiti is only done for fun, (B) Graffiti is created due to life circumstances or artistic expression. (Acuan jawaban benar: B).
Proses:- Formatif Latihan Mandiri Lembar Kerja Menyimak: (1) Menentukan gagasan utama teks nonfiksi lisan dengan memilih opsi B dari 3 pilihan yang ada; (2) Menentukan status kebenaran 4 butir pernyataan detail teks: Butir 1: False, Butir 2: True, Butir 3: Not Given, Butir 4: True. Seluruh kunci telah ditentukan secara pasti pada panduan kegiatan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru membacakan satu kalimat kesimpulan dari teks lisan, murid menunjukkan kartu 'MAIN IDEA' atau 'DETAIL': 'Graffiti artists are driven by varied emotional, personal, and cultural motives' (Acuan: MAIN IDEA); 'Some writers want fame and recognition in the community' (Acuan: DETAIL).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat (asesmen awal)
- Lembar Kerja Menyimak: identifikasi 1 gagasan utama dan 4 butir detail teks lisan (True/False/Not Given)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gagasan Utama Teks Lisan Motif Graffiti | Belum mampu menentukan gagasan utama teks lisan motif graffiti dari opsi yang disediakan. | Mampu menentukan gagasan utama teks lisan dengan bantuan pengulangan audio lebih dari 3 kali dan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan motif graffiti secara tepat (memilih opsi B) dengan mandiri. | Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan motif graffiti secara tepat dan konsisten pada pemutaran audio pertama tanpa keraguan. | | Detail Informasi Teks Lisan Motif Graffiti (4 Butir) | Hanya tepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 butir detail True/False/Not Given teks lisan. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 butir detail True/False/Not Given teks lisan. | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 butir detail True/False/Not Given teks lisan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi seluruh 4 butir detail True/False/Not Given (Butir 1: False, Butir 2: True, Butir 3: Not Given, Butir 4: True) secara lengkap dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks audio lisan yang diperdengarkan memiliki pelafalan dan kejelasan yang cukup untuk diidentifikasi oleh murid kelas 10?
- Bagian mana dari butir detail (True/False/Not Given) yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada pendengaran murid?
Murid:- Strategi menyimak apa yang paling membantumu menangkap gagasan utama dan detail: mencatat kata kunci saat mendengar atau fokus mendengar keseluruhan cerita?
- Apakah kamu dapat membedakan antara alasan emosional dan alasan sosial pembuat graffiti dari rekaman tadi?
Pertemuan 3 — Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan tentang graffiti sebagai seni atau vandalisme — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan terkait isu graffiti (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan cepat: guru menunjukkan kartu isu bertuliskan 'Graffiti on public transport' dan meminta murid merespons dengan memilih frasa pembuka opini yang tepat dari 3 pilihan di papan tulis: (A) 'I strongly believe that...', (B) 'Yesterday I went to...', (C) 'Graffiti is spelled G-R-A-F-F-I-T-I' (acuan jawaban benar: A sebagai ungkapan opini; B adalah recount/fakta lampau; C adalah ejaan) (10 menit).
- Guru memberikan apersepsi kontekstual mengenai perdebatan publik apakah mural jalanan/graffiti memperindah atau merusak fasilitas umum (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan penggunaan ungkapan menyatakan pendapat (expressing opinion: 'In my view...', 'I strongly believe that...', 'From my perspective...') dan mempertahankan argumen (defending arguments: 'That might be true, but my point is...', 'The reason I maintain this view is because...', 'Evidence shows that...') dalam konteks isu graffiti (15 menit).
- Murid secara berkelompok menganalisis 4 kartu pernyataan argumen graffiti untuk mengidentifikasi apakah kalimat tersebut berfungsi menyatakan pendapat atau mempertahankan argumen sanggahan: Kartu 1: 'In my opinion, street murals provide creative spaces for young artists' (acuan: menyatakan pendapat pro-seni); Kartu 2: 'I hear what you say about public property, but the reason I maintain my view is that unpainted walls look depressing' (acuan: mempertahankan argumen pro-seni); Kartu 3: 'From my perspective, tagging private buildings without permission is clearly vandalism' (acuan: menyatakan pendapat pro-vandalisme); Kartu 4: 'Even if some people call it self-expression, my point stands that cleaning graffiti costs city taxpayers enormous money' (acuan: mempertahankan argumen pro-vandalisme) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Aktivitas Menggembirakan 'The Stance Walk & Talk': Di dua sudut kelas dipasang tanda 'Art Corner' dan 'Vandalism Corner'. Guru menyebutkan sebuah skenario graffiti: 'A colorful artistic graffiti painted on an abandoned factory wall'. Murid bergerak memilih sudut sesuai posisi mereka, berpasangan dengan teman di sudut yang sama, lalu saling menyampaikan satu ungkapan pendapat lisan dalam bahasa Inggris dengan alasan pendukung (kriteria operasional: kalimat memuat frasa opini eksplisit dan 1 alasan logis) (20 menit).
- Simulasi Debat Mini Berpasangan 'Defend Your Ground': Murid dipasangkan secara berhadapan (satu pihak pro-art, satu pihak pro-vandalism). Pihak pertama menyatakan pendapat lisannya tentang graffiti, pihak lawan memberikan sanggahan kontra, dan pihak pertama wajib merespons balik untuk mempertahankan argumen lisannya dalam bahasa Inggris menggunakan ungkapan pertahanan argumen (20 menit).
- Praktik giliran kedua bertukar peran: murid yang sebelumnya pro-vandalism kini menyatakan pendapat lisannya mengenai legalitas dan biaya pembersihan graffiti, dan pasangannya menyanggah, kemudian murid pertama mempertahankan argumen lisan tersebut dengan menyertakan bukti/alasan logis (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berpasangan saling mengevaluasi kinerja berbicara lisan pasangannya menggunakan lembar ceklis sederhana: apakah ungkapan pendapat terucap jelas dan apakah argumen dipertahankan dengan alasan logis saat disanggah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan variasi frasa bahasa Inggris yang efektif untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan ketika menghadapi sudut pandang yang bertentangan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir lisan cepat: meminta 3 murid secara acak menanggapi satu kontra-argumen guru 'Graffiti ruins city cleanliness' dengan kalimat lisan mempertahankan argumen (kriteria operasional: menggunakan ungkapan pertahanan argumen lisan seperti 'I see your point, but...', diikuti 1 alasan pendukung yang logis) (7 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (menganalisis teks eksposisi tertulis tentang graffiti) dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu frase (opinion & counter-argument prompts card) untuk murid yang membutuhkan bantuan linguistik, sedangkan murid mahir diberikan kartu skenario dilematis tanpa panduan frase.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mempertahankan argumen lisan dalam format kalimat terstruktur dengan bimbingan bertahap dari guru, sementara murid yang mahir langsung mempertahankan argumen secara spontan dengan elaborasi multi-alasan.
- Produk: Untuk murid pemula, cukup menyampaikan 1 ungkapan pendapat lisan dan 1 kalimat mempertahankan argumen; untuk murid mahir, mempertahankan argumen lisan dengan menyertakan minimal 2 alasan pendukung atau data perbandingan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi fungsi ungkapan opini lisan: Murid memilih 1 dari 3 opsi kalimat di papan tulis yang berfungsi menyatakan pendapat (Pilihan: (A) 'I strongly believe that...', (B) 'Yesterday I went to...', (C) 'Graffiti is spelled G-R-A-F-F-I-T-I'. Kunci acuan: Pilihan A adalah ungkapan opini; B adalah kalimat recount kejadian masa lalu; C adalah pernyataan spelling/ejaan).
Proses:- Formatif kinerja berbicara lisan pada tahap Mengaplikasi: Pengamatan terhadap kemampuan murid menggunakan frasa opini ('In my opinion...', 'I believe...') dan mempertahankan argumen lisan ('I agree to some extent, but...', 'The reason I insist is...') saat disanggah oleh pasangannya dengan kriteria ketepatan fungsi komunikatif dan kelogisan alasan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru memberikan satu sanggahan 'Graffiti only creates dirty walls and criminal vibes', murid secara acak merespons lisan dengan mempertahankan posisinya (Kriteria penerimaan operasional: kalimat respons lisan wajib diawali frasa mempertahankan argumen seperti 'I understand that concern, but...' atau 'That might happen, but my point is...' serta menyertakan minimal 1 alasan logis bahwa graffiti terencana merupakan karya seni atau sarana ekspresi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja lisan saat simulasi berpasangan (checklist ketercapaian penggunaan frasa menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan Pendapat Lisan tentang Isu Graffiti | Belum mampu menggunakan frasa bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat tentang graffiti secara lisan meskipun telah diberikan contoh panduan frasa. | Mampu menggunakan frasa bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat tentang graffiti secara lisan dengan bantuan kalimat pemantik (prompt) dari guru/teman. | Mampu menggunakan frasa bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat tentang isu graffiti secara lisan secara mandiri disertai 1 alasan pendukung yang jelas. | Mampu menggunakan variasi frasa bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat tentang isu graffiti secara lisan secara mandiri, lancar, dan disertai lebih dari 1 alasan pendukung yang runtut. | | Mempertahankan Argumen Lisan tentang Isu Graffiti | Belum mampu merespons sanggahan lawan bicara dalam bahasa Inggris untuk mempertahankan posisinya mengenai graffiti. | Mampu merespons sanggahan lawan bicara dalam bahasa Inggris untuk mempertahankan posisinya mengenai graffiti namun masih membutuhkan bantuan dorongan kalimat dari guru. | Mampu menggunakan frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen lisan mengenai graffiti secara mandiri ketika mendapat sanggahan disertai alasan pendukung. | Mampu menggunakan variasi frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen lisan mengenai graffiti secara mandiri, konsisten, dan meyakinkan dengan elaborasi alasan dan bukti relevan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi 'The Stance Walk & Talk' efektif dalam mendorong seluruh murid aktif berbicara dalam bahasa Inggris?
- Bagian mana dari pemberian respons sanggahan lisan yang masih menjadi kendala utama bagi murid yang belum percaya diri?
Murid:- Frasa bahasa Inggris apa yang paling mudah dan percaya diri saya gunakan untuk menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen hari ini?
- Apakah saya sudah berhasil mempertahankan pendapat saya dengan alasan yang jelas ketika disanggah oleh teman?
Pertemuan 4 — Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks eksposisi graffiti pro-seni — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu graffiti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks eksposisi tertulis tentang graffiti yang mendukung seni (pro-art) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kutipan kalimat di papan tulis: (1) 'Graffiti is made by applying paint to a building wall' dan (2) 'People stand and watch the artist for hours without moving'. Guru meminta murid menentukan kalimat mana yang memuat fakta tersurat tentang bahan/medium graffiti dan apa kesimpulan tersirat dari kalimat kedua (acuan diagnostik: Kalimat 1 adalah informasi tersurat bahwa graffiti menggunakan cat pada dinding bangunan; kesimpulan tersirat dari Kalimat 2 adalah masyarakat mengagumi/terpikat oleh proses pembuatan graffiti tersebut) (10 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan topik teks eksposisi pro-seni yang akan dibaca secara kritis hari ini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membaca dalam hati teks eksposisi nonfiksi 'Graffiti as Art' (Text 1 Buku Guru/Siswa) yang memuat argumen: graffiti mengubah bangunan biasa menjadi mahakarya, menghubungkan publik dengan seniman, dan memiliki keunikan karena tidak ada dua karya yang persis sama (15 menit).
- Guru memodelkan cara membedakan informasi tersurat (stated directly in the text) dan informasi tersirat (implied meaning based on clues/evidence) dengan membedah paragraf pembuka teks eksposisi (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tantangan cepat 'Explicit or Implicit Hunt' (kegiatan menggembirakan): guru membacakan 4 pernyataan kartu dan murid berlomba mengangkat tanda 'Explicit' atau 'Implicit' lalu menyebutkan buktinya. Butir tantangan: (1) 'Graffiti can turn a simple building into a masterpiece' (acuan: Explicit, tertulis kata per kata di paragraf); (2) 'Spectators deeply respect the graffiti makers' dedication' (acuan: Implicit, disimpulkan dari kalimat 'People stand and look, never once moving from their spots'); (3) 'No two pieces of graffiti are completely identical' (acuan: Explicit, tertulis 'no two pieces are the same'); (4) 'Graffiti exposes everyday people to artistic visual experiences they would otherwise miss' (acuan: Implicit, disimpulkan dari kalimat 'gives the viewer the chance to see something different from their everyday life') (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Analisis Teks Eksposisi Graffiti yang berisi 5 butir analisis teks pro-seni (10 menit).
- Murid secara mandiri membaca kembali teks dan mengerjakan 5 butir pada Lembar Kerja: Butir 1 (Tersurat): 'What is the author's main claim about graffiti?' (acuan: Graffiti is considered art / a legitimate form of artistic expression); Butir 2 (Tersurat): 'What are two reasons used by the author to support that graffiti is art?' (acuan: Graffiti enables the public to see something new/positive and graffiti turns simple buildings into masterpieces / its uniqueness); Butir 3 (Tersurat): 'According to the text, what evidence shows that people appreciate the painting process?' (acuan: People will stand and watch the artist paint for hours, never once moving from their spots); Butir 4 (Tersirat): 'What can be inferred from the statement "The artists are no longer making art for themselves"?' (acuan simpulan tersirat: The artists create graffiti for public engagement, communication, and community enjoyment, not purely for private ego/benefit); Butir 5 (Tersirat): 'What conclusion can be drawn from the author's closing statement: "every person must strive to educate themselves of the origins of graffiti and how it has evolved to this very day"?' (acuan simpulan tersirat: Society should not dismiss graffiti blindly as mindless mischief, but should develop an informed, mature appreciation of its artistic history and cultural evolution) (20 menit).
- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara cermat dan mandiri sebelum dikumpulkan kepada guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi konfirmasi kelas dengan membahas kunci acuan butir 1 sampai 5 di papan tulis dan meminta murid mencocokkan kelengkapan bukti tekstual pada jawaban mereka (15 menit).
- Murid mengevaluasi tingkat ketepatan penarikan kesimpulan tersirat mereka: apakah kesimpulan logis didukung oleh petunjuk kalimat teks, atau masih berupa asumsi pribadi di luar teks (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan informasi tersurat melalui kata kunci langsung dan cara menarik simpulan informasi tersirat menggunakan petunjuk kontekstual dalam teks eksposisi pro-seni (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum atas pengerjaan analisis teks dan mengumumkan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan menganalisis perbandingan antara teks pro-seni ini dengan teks graffiti kontra-seni/vandalisme, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks eksposisi dengan penandaan visual (garis bawah) pada klausa kunci yang memuat bukti tersurat. Murid berkemampuan cepat diberikan teks lengkap tanpa bantuan penandaan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun untuk menghubungkan petunjuk kalimat dengan makna tersirat pada butir 4 dan 5. Murid berkemampuan cepat menganalisis teks secara mandiri penuh.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan 5 butir analisis yang sama pada Lembar Kerja Analisis Teks Eksposisi Graffiti.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman informasi teks: Murid mengidentifikasi sifat informasi dari 2 kalimat tertera: (1) 'Graffiti is made by applying paint to a building wall' dan (2) 'People stand and watch the artist for hours without moving'. Acuan jawaban: Kalimat 1 adalah informasi tersurat mengenai media/cat dinding; kalimat 2 memuat simpulan tersirat bahwa publik mengagumi dan terpikat pada proses pembuatan graffiti.
Proses:- Observasi formatif saat kuis cepat 'Explicit or Implicit Hunt': ketepatan murid membedakan 4 pernyataan (butir 1: explicit; butir 2: implicit; butir 3: explicit; butir 4: implicit).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Teks Eksposisi Graffiti 5 butir (butir 1 s.d. 3 analisis tersurat; butir 4 dan 5 analisis tersirat beserta kesimpulannya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan 1 bukti tersurat mengapa graffiti unik (acuan: made by someone utterly other than the artist / no two pieces are the same) dan 1 kesimpulan tersirat dari kalimat 'Graffiti art is not meant to be understood by everyone, but everyone is meant to be appreciated' (acuan: karya seni graffiti memiliki nilai kemanusiaan dan kebebasan berekspresi yang pantas dihargai meskipun maknanya sulit dipahami secara seragam).
Formatif:- Kuis cepat 'Explicit or Implicit Hunt' untuk memetakan kemampuan membedakan informasi tersurat dan tersirat (tahap Memahami).
- Lembar Kerja Analisis Teks Eksposisi Graffiti berisi 5 butir analisis tersurat dan tersirat (tahap Mengaplikasi).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Informasi Tersurat Teks Eksposisi Graffiti | Menganalisis tepat 0-1 dari 3 butir informasi tersurat (klaim utama, alasan pendukung, bukti penonton) pada teks eksposisi pro-seni. | Menganalisis tepat 2 dari 3 butir informasi tersurat (klaim utama, alasan pendukung, bukti penonton) pada teks eksposisi pro-seni. | Menganalisis tepat seluruh 3 butir informasi tersurat (klaim utama, alasan pendukung, bukti penonton) pada teks eksposisi pro-seni dengan bukti kalimat teks yang sesuai acuan. | Menganalisis tepat seluruh 3 butir informasi tersurat pada teks eksposisi pro-seni secara mandiri serta mampu menunjukkan letak paragraf bukti tekstual secara tepat dan rinci. | | Menyimpulkan Informasi Tersirat Teks Eksposisi Graffiti | Belum mampu menarik simpulan tersirat yang logis pada kedua butir (butir 4 dan 5) atau jawaban hanya menyalin teks literal tanpa penafsiran makna tersirat. | Menyimpulkan informasi tersirat secara logis dan sesuai acuan pada 1 dari 2 butir (butir 4 atau butir 5) teks eksposisi pro-seni. | Menyimpulkan informasi tersirat secara logis dan tepat sesuai konteks teks pada kedua butir (butir 4 dan butir 5: makna seniman melukis untuk publik dan edukasi masyarakat mengenai evolusi graffiti). | Menyimpulkan informasi tersirat secara logis, tepat, dan mendalam pada kedua butir (butir 4 dan 5) secara mandiri dengan menghubungkan petunjuk kalimat teks secara runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas pemodelan dan kuis 'Explicit or Implicit Hunt' efektif membantu murid membedakan informasi yang tertulis langsung dari yang membutuhkan penarikan simpulan?
- Bagian mana dari analisis tersirat pada teks pro-seni yang paling menantang bagi murid, dan perancah (scaffolding) apa yang perlu diperkuat untuk perbandingan teks di pertemuan berikutnya?
Murid:- Petunjuk apa dalam teks yang paling membantuku menemukan maksud tersembunyi (tersirat) dari penulis saat membela graffiti sebagai karya seni?
- Apakah aku sudah mampu menarik kesimpulan tersirat berdasarkan bukti kalimat dalam teks dan bukan dari prasangka pribadiku semata?
Pertemuan 5 — Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari perbandingan dua teks nonfiksi tertulis isu graffiti — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu graffiti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan agenda analisis perbandingan dua teks eksposisi tertulis tentang graffiti (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca 2 kutipan kalimat singkat di layar, yaitu (A) 'Graffiti transforms neglected walls into vibrant community art' dan (B) 'Tagging on public property without consent degrades civic order', lalu murid mengidentifikasi klaim mana yang pro-seni dan mana yang kontra-vandalisme (acuan: A = pro-seni/art; B = kontra/vandalisme-crime) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari perbandingan dua teks nonfiksi tertulis isu graffiti (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati dua teks nonfiksi tertulis berdampingan: Text 1 ('Graffiti is Always Art' - fokus: ekspresi artistik, mengubah bangunan tua menjadi mahakarya, apresiasi publik) dan Text 2 ('Graffiti is Always Vandalism' - fokus: kejahatan tanpa izin, teori broken windows, penurunan ketertiban umum) (15 menit).
- Dalam aktivitas joyful 'Claim & Evidence Match Challenge', murid berpasangan menerima 4 potongan kartu pernyataan: (1) 'Public sees unique art', (2) 'Property defaced without consent', (3) 'Physical disorder is contagious', (4) 'Turns simple building into a masterpiece', lalu berlomba memasangkannya secara tepat ke Text 1 atau Text 2 (acuan kunci: Text 1 = pernyataan 1 dan 4; Text 2 = pernyataan 2 dan 3) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bekerja berpasangan mengisi Comparative Analysis Chart (Task 2 Bagian B) untuk membedakan klaim, alasan pendukung, dan bukti tersurat pada kedua teks (30 menit).
- Murid menganalisis 6 butir pernyataan komparatif dan menentukan keterdapatannya pada kolom Text 1, Text 2, Both, atau Neither: (1) 'Graffiti is art' (kunci: Text 1), (2) 'Graffiti is always vandalism' (kunci: Text 2), (3) 'Graffiti is committed without permission on another person's property' (kunci: Text 2), (4) 'Graffiti turns simple building into a masterpiece' (kunci: Text 1), (5) 'Graffiti has economic benefits for local businesses' (kunci: Neither), (6) 'Graffiti connects the public and the artist' (kunci: Text 1) (20 menit).
- Murid secara mandiri menyimpulkan informasi tersirat dari kedua teks dengan menjawab 2 pertanyaan inferensial tertulis: (A) 'What does Author 1 implicitly assume about the value of public space?' (acuan: ruang publik bernilai sebagai kanvas bersama untuk apresiasi visual dan ekspresi warga), dan (B) 'What does Author 2 implicitly assume about unchecked tagging?' (acuan: tagging tanpa izin menandakan runtuhnya kendali sosial dan memicu eskalasi kriminalitas lebih luas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran memverifikasi ketepatan analisis komparatif dan kesimpulan tersirat mereka dengan mencocokkan bukti kalimat rujukan langsung dari kedua teks (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan perbedaan esensial informasi tersurat dan tersirat antara teks pro-seni dan anti-vandalisme (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan analisis murid serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan garis bawah pada kata kunci klaim dan bukti; murid yang mahir diberikan teks orisinal lengkap tanpa penanda.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dipandu menemukan bukti tersurat terlebih dahulu sebelum inferensi; murid yang mahir langsung merumuskan simpulan tersirat secara mandiri.
- Produk: Format pengisian tabel perbandingan disesuaikan: isian terstruktur untuk murid berkembang, sintesis tertulis mendalam untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi arah argumen tertulis: murid membaca 2 kutipan kalimat: (A) 'Graffiti transforms neglected walls into vibrant community art' dan (B) 'Tagging on public property without consent degrades civic order'. Kriteria kesiapan: murid tepat menentukan A = pro-seni dan B = kontra-vandalisme.
Proses:- Formatif pemilahan 6 pernyataan komparatif: murid menentukan letak pernyataan (Text 1, Text 2, Both, Neither) dengan acuan: (1) Text 1, (2) Text 2, (3) Text 2, (4) Text 1, (5) Neither, (6) Text 1. Indikator: minimal 5 dari 6 butir tepat.
- Formatif analisis bukti tersurat: memeriksa tabel komparasi murid yang memuat klaim utama dan minimal 2 bukti pendukung eksplisit dari masing-masing teks (acuan Text 1: turning simple building into masterpiece, people watch; acuan Text 2: committed without permission, broken windows theory/contagious effect).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman inferensial (2 butir tertulis): (1) Asumsi tersirat Teks 1 tentang ruang publik (kriteria: memuat ide ruang publik sebagai wadah komunikasi/apresiasi seni warga), (2) Asumsi tersirat Teks 2 tentang tagging liar (kriteria: memuat keterkaitan dengan keruntuhan ketertiban/sinyal kerentanan kejahatan).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja komparatif Text 1 vs Text 2 (analisis klaim dan bukti tersurat)
- Pemeriksaan jawaban 6 butir pernyataan pembanding (Text 1, Text 2, Both, Neither)
- Penilaian respon tertulis inferensi makna tersirat kedua teks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis informasi tersurat kedua teks | Menganalisis secara tepat kurang dari 3 butir pernyataan komparatif dari 6 butir acuan. | Menganalisis secara tepat 3-4 butir pernyataan komparatif dari 6 butir acuan. | Menganalisis secara tepat 5 butir pernyataan komparatif dari 6 butir acuan. | Menganalisis secara tepat seluruh 6 butir pernyataan komparatif dari 6 butir acuan (Text 1, Text 2, Both, Neither). | | Menyimpulkan informasi tersirat kedua teks | Belum mampu menyimpulkan asumsi tersirat dari kedua teks sesuai kriteria acuan. | Mampu menyimpulkan asumsi tersirat dari salah satu teks secara tepat sesuai kriteria acuan. | Mampu menyimpulkan asumsi tersirat dari kedua teks secara tepat sesuai kriteria acuan dengan sedikit bimbingan. | Mampu menyimpulkan asumsi tersirat dari kedua teks secara mandiri dan sepenuhnya tepat sesuai kriteria acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks perbandingan yang disajikan cukup jelas untuk memfasilitasi murid menemukan informasi tersurat dan tersirat?
- Bagian mana dari analisis inferensial yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Bagaimana caramu membedakan informasi yang tertulis jelas (tersurat) dengan pesan yang tersembunyi (tersirat) dalam teks?
- Apakah kamu dapat menemukan perbedaan sudut pandang kedua penulis berdasarkan bukti kalimat dalam teks?
Pertemuan 6 — Mengomunikasikan gagasan untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti dalam draf teks eksposisi tertulis — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.4 Mengomunikasikan gagasan untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti dalam teks eksposisi tertulis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan gagasan untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti dalam draf teks eksposisi tertulis (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan tes diagnostik singkat berupa 2 pertanyaan tertulis di papan tulis untuk mengidentifikasi kesiapan menyusun teks eksposisi: (1) 'In an expository text, what part introduces your main stance/thesis?' (acuan jawaban benar: Introduction/thesis statement); (2) 'Write one opinion statement about graffiti using an opinion phrase!' (kriteria penerimaan: kalimat memuat frasa opini seperti 'In my opinion', 'I believe', atau 'I argue' dan memuat posisi jelas pro/kontra terhadap graffiti). Murid menuliskan jawaban dalam selembar kertas kecil (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menjelaskan pengorganisasian ide dalam draf teks eksposisi analitis tentang graffiti yang mencakup 3 bagian utama: (1) Introduction: thesis/stance; (2) Arguments: minimal 2 argumen yang dilengkapi elaborasi/fakta pendukung; (3) Conclusion: penegasan kembali posisi penulis (10 menit).
- Game 'Stance & Support Challenge' (Menggembirakan): Guru menampilkan 3 kartu pernyataan posisi di proyektor: (A) 'Graffiti is art because it beautifies abandoned city spaces'; (B) 'Graffiti is vandalism because it damages private property without consent'; (C) 'Graffiti creates cultural dialogue among urban youths'. Secara berpasangan, murid berlomba selama 1 menit untuk memilih salah satu kartu dan menuliskan 1 kalimat elaborasi pendukung di mini whiteboard. Guru memberikan apresiasi langsung pada pasangan tercepat yang kalimatnya relevan secara logis (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar Expository Writing Organizer kepada setiap murid yang memuat kolom: Introduction (Stance), Argument 1 (Reason + Evidence), Argument 2 (Reason + Evidence), dan Conclusion (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan draf teks eksposisi analitis mengenai isu graffiti (memilih salah satu sikap: 'Graffiti as Art' atau 'Graffiti as Vandalism') ke dalam lembar organizer dengan ketentuan menuliskan 1 pernyataan posisi pada Introduction, minimal 2 argumen lengkap dengan elaborasi pendukung, dan 1 kesimpulan penegas (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan swaperiksa (self-review) terhadap draf teks eksposisi yang telah ditulis menggunakan daftar periksa mandiri: memeriksa keberadaan tesis, minimal 2 argumen pendukung, dan kalimat penutup (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum mengenai kejelasan sikap dan pengembangan argumen pada draf tulisan yang telah disusun murid (3 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan draf teks eksposisi masing-masing untuk dipelajari kembali dalam persiapan Asesmen Sumatif Bab 5 pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang (sentence starters) untuk merumuskan tesis dan argumen (misal: 'I strongly believe graffiti is ... because ...'), sedangkan murid yang mahir ditantang mengembangkan 3 argumen dengan bukti elaborasi yang lebih rinci.
- Proses: Guru memberikan scaffolding individual bagi murid yang kesulitan menyusun alasan pendukung, sementara murid yang telah mandiri langsung menulis draf penuh.
- Produk: Draf teks eksposisi terisi minimal 2 argumen untuk kelompok reguler dan 3 argumen elaboratif untuk kelompok mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman fungsi bagian teks dan perumusan pendapat tertulis di awal pembelajaran: (1) Bagian pembuka teks eksposisi yang memuat pendirian penulis (acuan jawaban: Introduction / Thesis statement); (2) Perumusan 1 kalimat opini tentang graffiti menggunakan frasa pendapat (kriteria penerimaan: kalimat memuat frasa opini seperti 'In my opinion/I believe' dan menyatakan posisi pro/kontra graffiti secara jelas).
Proses:- Pemeriksaan lembar Expository Writing Organizer murid saat proses penulisan mandiri untuk memastikan tercantumnya: pernyataan posisi (thesis) tentang isu graffiti, minimal 2 alasan/argumen yang mempertahankan posisi tersebut, serta kalimat penutup (reiterasi/kesimpulan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup melalui lembar draf teks eksposisi tertulis yang diserahkan murid (kriteria keberhasilan: draf memuat minimal 1 pernyataan posisi yang jelas terkait isu graffiti, minimal 2 argumen pendukung yang koheren, dan 1 kalimat simpulan).
Formatif:- Penilaian proses penyusunan draf teks eksposisi tertulis menggunakan lembar Expository Writing Organizer
- Daftar periksa mandiri (self-review checklist) draf teks eksposisi tertulis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Pendapat/Stance dalam Draf Teks Eksposisi Tertulis | Belum mampu mengungkapkan pendapat atau posisi terkait isu graffiti secara tertulis dalam draf teks. | Mampu mengungkapkan pendapat terkait isu graffiti secara tertulis, namun posisi (pro atau kontra) masih ambigu atau belum jelas. | Mampu mengungkapkan pendapat dengan posisi yang jelas (pro-seni atau vandalisme) dalam bagian introduction draf teks eksposisi tertulis. | Mampu mengungkapkan pendapat dengan posisi yang sangat tegas, fokus, dan persuasif dalam bagian introduction draf teks eksposisi tertulis secara mandiri. | | Mempertahankan Argumen tentang Isu Graffiti dalam Draf Teks Eksposisi Tertulis | Belum mampu menuliskan argumen logis untuk mempertahankan posisi yang dipilih mengenai isu graffiti. | Mampu menuliskan 1 argumen tertulis tentang isu graffiti namun belum dilengkapi alasan atau elaborasi pendukung. | Mampu menuliskan minimal 2 argumen tertulis yang relevan dan mempertahankan posisi tentang isu graffiti beserta elaborasi pendukungnya. | Mampu menuliskan 3 atau lebih argumen tertulis yang sangat relevan, mendalam, dan kokoh dalam mempertahankan posisi tentang isu graffiti beserta elaborasi pendukungnya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk menulis draf mandiri mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian mana dari draf teks eksposisi (thesis, argumen, atau simpulan) yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?
Murid:- Apakah argumen yang saya tulis dalam draf sudah cukup kuat untuk meyakinkan pembaca mengenai posisi saya tentang graffiti?
- Kendala apa yang saya hadapi saat menuangkan ide dan alasan ke dalam bentuk tulisan bahasa Inggris?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan detail dalam teks lisan nonfiksi mengenai graffiti
- TP 10.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti
- TP 10.5.3 Menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu graffiti
- TP 10.5.4 Mengomunikasikan gagasan untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu graffiti dalam teks eksposisi tertulis
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kehadiran 28 murid, serta menyampaikan alur pelaksanaan 3 tugas sumatif Bab 5: Tugas 3 (tes tertulis membaca-menulis serentak), Tugas 1 (tes lisan menyimak individual bergiliran), dan Tugas 2 (unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen individual bergiliran) (5 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis (Tugas 3) kepada seluruh murid dan membacakan tata tertib pengerjaan mandiri yang tenang dan jujur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis Tugas 3 yang mencakup analisis teks nonfiksi eksposisi graffiti (TP 3) dan penulisan draf teks eksposisi 3 bagian: thesis, arguments, reiteration (TP 4); serta memahami teknis pemanggilan giliran ke meja penguji untuk Tugas 1 dan Tugas 2 selama sesi berlangsung (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 3 (durasi 60 menit) di meja masing-masing: Bagian A membaca teks nonfiksi berjudul 'Street Art vs Public Property' lalu menjawab 4 butir analisis (2 butir informasi tersurat: definisi legalitas graffiti dan biaya pembersihan; 2 butir informasi tersirat: sikap penulis terhadap ruang publik dan dampak sosial visual); Bagian B menulis teks eksposisi tertulis 3 paragraf (Thesis: posisi pribadi pro/kontra, Arguments: minimal 2 argumen didukung elaborasi, Reiteration: penegasan kembali posisi) (40 menit).
- Secara paralel di meja terpisah saat murid lain mengerjakan Tugas 3, guru menguji Tugas 1 (tes lisan menyimak TP 1) untuk murid nomor 1 sampai 28 secara bergiliran (1 menit per murid, total 28 menit + 7 menit transisi/pencatatan guru = 35 menit): Guru memperdengarkan rekaman lisan 20 detik tentang motif seniman graffiti ('Many street artists create graffiti not to destroy public property, but to reclaim urban spaces and express social criticism that is often ignored by mainstream media. However, unauthorized tagging still causes high cleaning costs for local city councils.'), lalu setiap murid secara lisan menjawab 2 pertanyaan: (1) gagasan utama teks lisan (acuan: motif pembuat graffiti untuk bersuara/mengkritik sosial di ruang publik); (2) detail informasi (acuan: tagging tanpa izin menyebabkan biaya pembersihan tinggi bagi dewan kota) (35 menit).
- Melanjutkan pengujian individual bergiliran, guru menguji Tugas 2 (unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen TP 2) untuk murid nomor 1 sampai 28 (1 menit per murid, total 28 menit + 7 menit transisi/pencatatan guru = 35 menit): Murid menyatakan pendapat secara lisan mengenai isu graffiti ('In my opinion, graffiti is...') dan mempertahankan posisinya dengan 1 argumen pembelaan logis saat guru memberikan satu sanggahan pemantik (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan seluruh murid menghentikan pengerjaan Tugas 3 tepat waktu dan mengumpulkan lembar kerja analisis teks serta teks eksposisi tertulis ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid dalam menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 5 (Graffiti), menjelaskan bahwa lembar tertulis Tugas 3 akan dinilai menggunakan rubrik analitik, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: naskah teks tertulis dicetak dengan ukuran huruf standar (12 pt) dan huruf lebih besar (14 pt) bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah isi teks maupun soal.
- Proses: Akomodasi akses: rekaman audio untuk tes lisan disediakan melalui headphone atau pengeras suara meja terarah agar suara terdengar jelas oleh murid yang sedang diuji tanpa mengganggu murid lain yang sedang menulis.
- Produk: Tidak ada diferensiasi yang menurunkan kompetensi atau mengubah kriteria bukti; seluruh murid menghasilkan bukti dan rubrik capaian yang sama persis.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes lisan bergiliran, unjuk kerja berbicara bergiliran, dan tes tertulis terpadu membaca-menulis: Tugas 1 (TP 1): Catatan tes lisan menyimak nonfiksi (TP 1), aspek: gagasan utama; detail informasi. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit.
Tugas 2 (TP 2): Catatan unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen isu graffiti (TP 2), aspek: pengungkapan pendapat; pembelaan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit.
Tugas 3 (TP 3, 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja analisis teks graffiti dan menyusun draf teks eksposisi tertulis secara mandiri selama 65 menit secara serentak; guru mengawasi. Artefak berupa lembar analisis tersurat tersirat serta teks eksposisi dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian.
- tes lisan bergiliran: Catatan tes lisan menyimak nonfiksi (TP 1), aspek: gagasan utama; detail informasi. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi tes lisan dengan aspek gagasan utama dan detail informasi)
- unjuk kerja berbicara bergiliran: Catatan unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen isu graffiti (TP 2), aspek: pengungkapan pendapat; pembelaan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara dengan aspek pengungkapan pendapat dan pembelaan argumen)
- tugas tertulis dan unjuk kerja menulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja analisis teks graffiti dan menyusun draf teks eksposisi tertulis secara mandiri selama 65 menit secara serentak; guru mengawasi. Artefak berupa lembar analisis tersurat tersirat serta teks eksposisi dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian. (65 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analisis membaca dan rubrik penilaian teks eksposisi tertulis)
Sumatif:- kombinasi tes lisan bergiliran, unjuk kerja berbicara bergiliran, dan tes tertulis terpadu membaca-menulis: Tugas 1 (TP 1): Catatan tes lisan menyimak nonfiksi (TP 1), aspek: gagasan utama; detail informasi. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit.
Tugas 2 (TP 2): Catatan unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen isu graffiti (TP 2), aspek: pengungkapan pendapat; pembelaan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit.
Tugas 3 (TP 3, 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja analisis teks graffiti dan menyusun draf teks eksposisi tertulis secara mandiri selama 65 menit secara serentak; guru mengawasi. Artefak berupa lembar analisis tersurat tersirat serta teks eksposisi dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian.
- tes lisan bergiliran: Catatan tes lisan menyimak nonfiksi (TP 1), aspek: gagasan utama; detail informasi. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi tes lisan dengan aspek gagasan utama dan detail informasi)
- unjuk kerja berbicara bergiliran: Catatan unjuk kerja berbicara mempertahankan argumen isu graffiti (TP 2), aspek: pengungkapan pendapat; pembelaan argumen. Jadwal: Pertemuan 7 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Total waktu guru: (28 murid × 1 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara dengan aspek pengungkapan pendapat dan pembelaan argumen)
- tugas tertulis dan unjuk kerja menulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja analisis teks graffiti dan menyusun draf teks eksposisi tertulis secara mandiri selama 65 menit secara serentak; guru mengawasi. Artefak berupa lembar analisis tersurat tersirat serta teks eksposisi dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian. (65 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analisis membaca dan rubrik penilaian teks eksposisi tertulis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gagasan Utama Teks Lisan (TP 1) | Tidak mampu menyebutkan gagasan utama teks lisan tentang motif pembuat graffiti secara tepat. | Menyebutkan gagasan utama teks lisan mengenai motif graffiti namun belum lengkap (hanya menyebut seni jalanan tanpa motif ekspresi/kritik). | Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan dengan tepat sesuai acuan (motif pembuat graffiti untuk berekspresi dan menyampaikan kritik sosial di ruang kota) dengan sedikit jeda. | Mengidentifikasi gagasan utama teks lisan dengan sangat tepat, runtut, dan mandiri tanpa keraguan sesuai acuan. | | Detail Informasi Teks Lisan (TP 1) | Tidak mampu menyebutkan detail informasi teks lisan terkait dampak tagging/biaya pembersihan. | Menyebutkan informasi teks lisan namun keliru pada detail dampak biaya pembersihan bagi dewan kota. | Mengidentifikasi detail informasi teks lisan dengan tepat sesuai acuan (tagging tanpa izin menyebabkan tingginya biaya pembersihan bagi dewan kota). | Mengidentifikasi detail informasi teks lisan secara tepat dan lengkap sesuai acuan dengan lancar. | | Pengungkapan Pendapat Lisan (TP 2) | Tidak mampu mengungkapkan pendapat lisan dalam bahasa Inggris tentang posisi terhadap isu graffiti. | Mengungkapkan pendapat lisan tentang isu graffiti namun posisi yang diambil belum jelas atau ragu-ragu. | Mengungkapkan pendapat lisan dalam bahasa Inggris dengan menyatakan posisi yang jelas (pro-seni atau pro-ketertiban publik). | Mengungkapkan pendapat lisan dalam bahasa Inggris secara tegas, jelas, dan mandiri dengan struktur kalimat yang tepat. | | Pembelaan Argumen Lisan (TP 2) | Tidak mampu mempertahankan argumen lisan saat menanggapi sanggahan pemantik. | Menyampaikan pembelaan lisan namun argumen pendukung tidak relevan dengan pendapat awal. | Mempertahankan argumen lisan dengan memberikan minimal 1 alasan logis yang mendukung posisinya terhadap isu graffiti. | Mempertahankan argumen lisan secara konsisten dan meyakinkan dengan penjelasan logis yang memperkuat posisinya. | | Analisis Informasi Tersurat dan Tersirat (TP 3) | Menjawab dengan tepat 0-1 dari 4 butir analisis teks tertulis (acuan butir 1-4). | Menjawab dengan tepat 2 dari 4 butir analisis teks tertulis sesuai acuan butir 1-4. | Menjawab dengan tepat 3 dari 4 butir analisis teks tertulis sesuai acuan butir 1-4. | Menjawab dengan tepat seluruh 4 butir analisis informasi tersurat (butir 1-2) dan tersirat (butir 3-4) sesuai daftar acuan. | | Teks Eksposisi Tertulis: Struktur dan Argumen (TP 4) | Draf teks eksposisi hanya memuat 1 bagian struktur dan tidak menyertakan argumen yang jelas tentang isu graffiti. | Draf teks eksposisi memuat 2 bagian struktur (misal: thesis dan 1 argument saja tanpa reiteration). | Mengomunikasikan gagasan dalam teks eksposisi tertulis lengkap dengan 3 bagian (thesis, minimal 2 arguments, reiteration) yang mempertahankan posisi terkait isu graffiti. | Mengomunikasikan gagasan dalam teks eksposisi tertulis lengkap 3 bagian dengan argumen yang sangat elaboratif dan penegasan posisi yang kohesif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu selama pengujian tes lisan bergiliran (Tugas 1 dan 2) berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi murid yang mengerjakan Tugas 3?
- Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran bab ini berdasarkan hasil asesmen sumatif?
Murid:- Apakah saya mampu menyampaikan pendapat dan argumen lisan secara percaya diri dalam bahasa Inggris?
- Bagian mana dari asesmen sumatif ini (menyimak, berbicara, membaca analisis, atau menulis eksposisi) yang paling mencerminkan kemampuan terbaik saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 5, Task 1 & Task 2, Halaman 114-119).
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 5, Halaman 104-108).
- Rekaman audio teks lisan sejarah graffiti Bab 5 (naskah teks audio Buku Guru halaman 119).
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022.
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Bab 5 'Graffiti', Kemendikbudristek, 2022.
- Rekaman audio teks nonfiksi Bab 5 (The Motivations of Graffiti Artists / Listening Tracks Task 2).
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Bab 5: Graffiti).
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Bab 5: Graffiti, Task 6: Think and Plan).
- Kartu kutipan isu graffiti dan lembar panduan frasa percakapan (Opinion & Counter-argument Prompts).
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 5, Task 2 Bagian B, Teks 1, hlm. 190-191).
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022 (Chapter 5: Graffiti, hlm. 114-122).
- Lembar Kerja Analisis Teks Eksposisi Graffiti Pro-Seni.
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022 (Bab 5 Graffiti, Task 2 & Task 3)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022 (Halaman 112-114)
- Lembar Kerja Siswa: Comparative Analysis Chart (Text 1 & Text 2)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2022
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Bab 5 'Graffiti', Task 6 & Task 7, Kemendikbudristek, 2022
- Lembar Kerja Expository Writing Organizer (Introduction, Arguments, Conclusion)
- Papan tulis / Proyektor dan mini whiteboard
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2022, Bab 5
- Audio player/gawai guru untuk memutar rekaman audio tes lisan menyimak (Tugas 1)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 5 (Teks bacaan 'Street Art vs Public Property' dan lembar penulisan eksposisi)
|