Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Berbicara tentang Kebiasaan Makan Sehat: Diskusi dan Simulasi Peran Ahli Gizi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Berbicara tentang Kebiasaan Makan Sehat: Diskusi dan Simulasi Peran Ahli Gizi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Berbicara tentang Kebiasaan Makan Sehat: Diskusi dan Simulasi Peran Ahli Gizi

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Berbicara tentang Kebiasaan Makan Sehat: Diskusi dan Simulasi Peran Ahli Gizi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBerbicara tentang Kebiasaan Makan Sehat: Diskusi dan Simulasi Peran Ahli Gizi
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyampaikan dan mempertahankan pendapat dalam bahasa Inggris tentang kebiasaan makan sehat berdasarkan catatan harian makanan yang telah diisi.
  2. Murid dapat memainkan peran sebagai ahli gizi untuk memberikan umpan balik lisan kepada teman tentang komposisi diet sehat, menggunakan kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. If a nutritionist looked at everything you ate yesterday, what do you think they would say about your diet?
  2. What makes someone's eating habits 'healthy' or 'unhealthy' — and who gets to decide that?
  3. How would you feel giving honest feedback to a friend about their food choices, and how would you want that feedback delivered to you?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dalam bahasa Inggris dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua gambar di layar — satu piring berisi makanan tidak seimbang (banyak gorengan, sedikit sayur) dan satu piring berisi makanan seimbang. Murid diminta menuliskan di sticky note atau papan chat (jika daring) satu kalimat dalam bahasa Inggris: 'I think this meal is ... because ...' Guru membaca beberapa respons untuk mengecek kesiapan kosakata dan kemampuan berpendapat murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan: 'If a nutritionist looked at everything you ate yesterday, what do you think they would say?' Murid diberi 1 menit untuk memikirkan jawabannya, lalu 2-3 murid berbagi secara singkat (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berdiskusi tentang kebiasaan makan sehat menggunakan Food Daily Tracking Sheet yang sudah diisi sebelumnya, lalu mensimulasikan peran sebagai ahli gizi untuk memberikan umpan balik kepada teman (3 menit).
  • Guru memperkenalkan kosakata dan ungkapan kunci yang akan digunakan: 'In my opinion...', 'I think you should...', 'Based on your food diary, I notice that...', 'You might want to consider...', 'Your diet lacks...', 'You have a good intake of...' Guru menuliskannya di papan tulis dan meminta murid mengulang secara klasikal (5 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid memiliki gambaran utuh tentang pembelajaran (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengeluarkan Food Daily Tracking Sheet yang telah diisi di rumah (catatan makanan harian). Jika ada murid yang belum mengisi, guru menyediakan lembar kosong dan meminta murid mengisi berdasarkan ingatan makanan kemarin (5 menit).
  • Guru menampilkan contoh Food Daily Tracking Sheet yang sudah diisi (milik tokoh fiktif 'Rina') di layar proyektor. Guru mendemonstrasikan cara menganalisis catatan tersebut dengan mengajukan pertanyaan: 'Does Rina eat enough vegetables? Does she consume too much sugar? What food group is missing?' Murid menjawab secara klasikal (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara menyampaikan umpan balik sebagai ahli gizi menggunakan catatan 'Rina': 'Based on your food diary, I notice that you don't eat enough fruits. I think you should add at least one serving of fruit at breakfast. Your protein intake looks good, but you might want to reduce fried foods.' Murid menyimak dan mencatat ungkapan yang digunakan (5 menit).
  • Guru membagi murid menjadi pasangan (pair work). Setiap murid membaca catatan harian makanan milik pasangannya selama 3 menit dan membuat catatan singkat tentang: (1) kelompok makanan yang sudah cukup, (2) kelompok makanan yang kurang, (3) satu saran perbaikan. Prinsip Berkesadaran: murid diminta fokus penuh pada catatan pasangan tanpa gangguan gawai (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Simulasi Peran Ahli Gizi — Ronde 1: Murid A berperan sebagai ahli gizi, Murid B sebagai pasien/klien. Murid A menyampaikan umpan balik lisan tentang catatan makanan Murid B menggunakan ungkapan yang telah dipelajari. Murid B boleh merespons, bertanya, atau mempertahankan kebiasaan makannya dengan alasan. Durasi: 4 menit per pasangan (8 menit total untuk dua ronde).
  • Simulasi Peran Ahli Gizi — Ronde 2: Peran dibalik. Murid B kini berperan sebagai ahli gizi dan memberikan umpan balik tentang catatan makanan Murid A. Murid A merespons dan mempertahankan atau menerima pendapat dengan alasan dalam bahasa Inggris (8 menit).
  • Selama simulasi berlangsung, guru berkeliling kelas, menyimak percakapan setiap pasangan, dan mencatat observasi pada lembar asesmen proses (checklist). Guru memberikan isyarat nonverbal (anggukan, ibu jari) sebagai umpan balik positif, dan menuliskan koreksi kecil di sticky note yang ditempelkan di meja murid tanpa memotong percakapan (8 menit).
  • Guru memilih 2 pasangan secara sukarela untuk mendemonstrasikan simulasi mereka di depan kelas. Kelas menyimak dan setelahnya memberikan satu pujian dan satu saran menggunakan kalimat: 'I liked how they said...' dan 'They could also try...' Prinsip Menggembirakan: suasana dibuat seperti 'mini nutrition clinic' — guru bisa menyiapkan name tag bertuliskan 'Dr. [nama murid], Nutritionist' untuk menambah keseruan (10 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat kelas: 'What was the most surprising thing you found out about your partner's diet?' dan 'What advice did you give or receive that you think is most useful?' Beberapa murid berbagi jawaban (4 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan lembar refleksi singkat (atau ditampilkan di layar). Murid menjawab secara tertulis dalam bahasa Inggris (3-4 kalimat): (1) What did I do well in today's role-play? (2) What language expressions did I find most useful? (3) What will I change about my eating habits based on today's discussion? Prinsip Berkesadaran: murid menulis dengan tenang tanpa berdiskusi (5 menit).
  • Murid berbagi jawaban pertanyaan ketiga ('What will I change?') dengan pasangan mereka secara lisan dalam 1 menit. Ini memperkuat koneksi antara pembelajaran bahasa dan perubahan perilaku nyata. Prinsip Bermakna: refleksi dikaitkan langsung dengan kehidupan murid (3 menit).
  • Guru meminta 3-4 murid berbagi satu ungkapan bahasa Inggris baru yang paling berkesan bagi mereka hari ini dan menjelaskan mengapa. Guru menuliskan ungkapan-ungkapan tersebut di papan tulis sebagai 'Today's Language Harvest' (3 menit).

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran hari ini: murid telah berhasil berdiskusi tentang kebiasaan makan sehat dan mensimulasikan peran ahli gizi menggunakan bahasa Inggris (2 menit).
  • Asesmen Akhir (Exit Ticket): Murid menuliskan di selembar kertas kecil atau mengirimkan via pesan singkat kepada guru: satu kalimat umpan balik ahli gizi yang mereka anggap paling efektif hari ini (dalam bahasa Inggris), dan satu hal yang ingin mereka tingkatkan dalam berbicara bahasa Inggris. Guru mengumpulkan exit ticket sebagai data asesmen sumatif pertemuan ini (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka dan menyebutkan beberapa contoh ungkapan bagus yang didengar selama simulasi (tanpa menyebut nama jika ada yang kurang percaya diri) (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengunjungi laman https://gizipedia.org/cerita-anak-gizi/yuk-makan-pakai-panduan-isi-piringku/ sebagai persiapan untuk pertemuan berikutnya tentang perencanaan menu sehat (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dalam bahasa Inggris (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar berbahasa Inggris dapat menggunakan kartu ungkapan (expression cards) berisi kalimat-kalimat siap pakai seperti 'I think you eat too much...', 'You should try to eat more...', 'Your diet is good because...' yang disiapkan guru. Murid yang sudah lancar didorong untuk menggunakan ungkapan yang lebih kompleks seperti 'Based on the nutritional evidence in your food diary, I would recommend...' atau memberikan alasan ilmiah dari pengetahuan mereka.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan murid yang lebih percaya diri, atau guru mendampingi pasangan tersebut lebih intensif selama simulasi. Murid yang cepat dapat diminta untuk mensimulasikan skenario tambahan: misalnya memberikan umpan balik kepada 'klien' yang defensif dan tidak mau menerima saran, sehingga mereka berlatih strategi persuasi yang lebih kompleks.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyampaikan minimal 3 kalimat umpan balik lisan kepada pasangan. Murid yang sudah berkembang diminta menyampaikan umpan balik yang terstruktur: pembuka (greeting as nutritionist), isi (minimal 2 hal positif dan 2 saran perbaikan dengan alasan), dan penutup (motivasi/dorongan). Murid yang sangat berkembang dapat diminta membuat ringkasan tertulis singkat dari konsultasi gizi yang mereka lakukan sebagai 'nutrition consultation notes'.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar piring makanan (seimbang dan tidak seimbang) di awal pembelajaran. Murid menuliskan satu kalimat pendapat dalam bahasa Inggris: 'I think this meal is ... because ...' Guru membaca beberapa respons untuk mendiagnosis kesiapan kosakata dan kemampuan berpendapat murid sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan dan meminta 2-3 murid merespons untuk mengukur pemahaman awal tentang konsep diet sehat dan kenyamanan berbicara dalam bahasa Inggris.

Proses:

  • Observasi berkeliling kelas menggunakan checklist asesmen proses selama simulasi peran ahli gizi: guru mencentang indikator untuk setiap pasangan (menggunakan ungkapan yang tepat, menyampaikan minimal 2 poin umpan balik, merespons dengan kalimat lengkap).
  • Umpan balik teman (peer feedback) setelah demonstrasi dua pasangan di depan kelas: murid lain memberikan satu pujian dan satu saran menggunakan kalimat terstruktur dalam bahasa Inggris.
  • Guru mencatat kesalahan umum pelafalan dan tata bahasa yang muncul selama simulasi untuk dibahas secara klasikal tanpa menyebut nama murid tertentu.

Akhir:

  • Exit Ticket tertulis: murid menuliskan (1) satu kalimat umpan balik ahli gizi terbaik yang mereka sampaikan atau terima hari ini dalam bahasa Inggris, dan (2) satu hal konkret yang ingin mereka tingkatkan dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris. Guru mengumpulkan dan menganalisis untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
  • Penilaian kinerja berbicara (speaking rubric) berdasarkan observasi guru selama simulasi peran, dinilai menggunakan rubrik 4 level dengan aspek: kelancaran berbicara, ketepatan kosakata gizi, struktur dan kejelasan umpan balik, serta kemampuan mempertahankan pendapat.

Formatif:

  • Observasi guru selama simulasi peran menggunakan checklist: ketepatan penggunaan ungkapan bahasa Inggris, kemampuan menyampaikan pendapat, dan kemampuan merespons/mempertahankan argumen.
  • Sticky note umpan balik yang ditempelkan guru di meja murid selama simulasi berlangsung.
  • Diskusi kelas setelah demonstrasi dua pasangan terpilih: murid memberikan umpan balik satu sama lain menggunakan kalimat terstruktur.

Sumatif:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu kalimat umpan balik ahli gizi yang paling efektif (dalam bahasa Inggris) dan satu hal yang ingin ditingkatkan dalam berbicara bahasa Inggris.
  • Penilaian kinerja berbicara (speaking performance) selama simulasi peran berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek: kelancaran, kosakata, struktur kalimat, dan isi/konten umpan balik gizi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Berbicara (Fluency)Murid sangat terbata-bata, sering diam panjang, dan sulit menyampaikan ide meskipun dengan bantuan. Banyak jeda tidak wajar yang mengganggu komunikasi.Murid dapat berbicara dengan beberapa jeda panjang. Ide tersampaikan sebagian namun alur bicara sering terhenti. Membutuhkan dorongan dari lawan bicara untuk melanjutkan.Murid berbicara dengan cukup lancar meskipun ada beberapa jeda wajar. Ide tersampaikan dengan jelas dan alur komunikasi dapat diikuti oleh lawan bicara.Murid berbicara dengan lancar dan percaya diri. Jeda yang ada bersifat alami dan tidak mengganggu komunikasi. Ide mengalir dengan baik dan lawan bicara dapat mengikuti dengan mudah.
Ketepatan Kosakata Gizi (Vocabulary)Murid tidak menggunakan kosakata terkait gizi dan makanan sehat. Ungkapan yang digunakan sangat terbatas dan tidak sesuai konteks ahli gizi.Murid menggunakan 1-2 kosakata atau ungkapan terkait gizi (misalnya 'vegetables', 'protein') namun belum menggunakannya dalam kalimat yang tepat dan bermakna.Murid menggunakan beberapa kosakata dan ungkapan gizi dengan tepat (misalnya 'food groups', 'balanced diet', 'I think you should eat more...') dalam konteks yang sesuai.Murid menggunakan beragam kosakata dan ungkapan gizi secara tepat dan variatif (misalnya 'nutritional intake', 'dietary composition', 'I would recommend reducing...') serta menggunakannya secara alami dalam percakapan.
Isi dan Kualitas Umpan Balik Gizi (Content)Murid tidak mampu memberikan umpan balik yang relevan berdasarkan catatan makanan teman. Umpan balik tidak berkaitan dengan komposisi diet atau tidak mengacu pada data catatan harian.Murid memberikan 1 poin umpan balik yang relevan namun tanpa alasan atau penjelasan. Umpan balik bersifat umum dan tidak spesifik mengacu pada catatan makanan teman.Murid memberikan 2 poin umpan balik yang relevan (minimal 1 hal positif dan 1 saran perbaikan) berdasarkan catatan makanan teman, disertai alasan singkat.Murid memberikan umpan balik yang komprehensif dan terstruktur: mengidentifikasi hal positif, memberikan minimal 2 saran perbaikan spesifik berdasarkan data catatan makanan, disertai alasan yang logis dan motivasi untuk berubah.
Kemampuan Mempertahankan Pendapat (Argumentation)Murid tidak mampu merespons pertanyaan atau sanggahan dari lawan bicara. Murid diam atau hanya mengangguk tanpa memberikan respons verbal.Murid dapat merespons pertanyaan atau sanggahan dengan kalimat sangat singkat (misalnya 'Yes, I agree' atau 'No, I don't think so') tanpa memberikan alasan.Murid dapat merespons pertanyaan atau sanggahan dengan kalimat yang cukup lengkap dan memberikan alasan sederhana untuk mendukung pendapatnya.Murid merespons pertanyaan dan sanggahan dengan percaya diri, memberikan alasan yang logis dan terstruktur, serta mampu mempertahankan atau merevisi pendapatnya secara elegan berdasarkan argumen lawan bicara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara dalam bahasa Inggris selama simulasi peran hari ini?
  • Ungkapan atau kosakata mana yang tampaknya paling sulit bagi murid, dan bagaimana saya dapat memperkuat pemahaman tersebut di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu ungkapan untuk murid yang membutuhkan dukungan, tantangan tambahan untuk murid yang cepat) efektif dalam membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah suasana 'mini nutrition clinic' berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menggembirakan dan bermakna? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Berdasarkan exit ticket yang dikumpulkan, seberapa banyak murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran 10.4.3.1 dan 10.4.3.2?

Refleksi Murid:

  • What did I do well today when speaking English as a nutritionist? What am I proud of?
  • Which English expressions did I find most useful today, and will I try to use them again?
  • What was the most interesting or surprising thing I learned about healthy eating from my partner's food diary?
  • Is there anything about my own eating habits that I want to change after today's discussion? What is my first step?
  • How comfortable did I feel speaking English today compared to before? What would help me feel more confident next time?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X — Budi Hermawan, Dwi Haryanti, dan Nining Suryaningsih (Kemendikbudristek, 2022, ISBN: 978-602-244-899-0)
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Food Daily Tracking Sheet (lembar catatan harian makanan yang telah diisi murid sebelum pertemuan ini)
  4. Laman web Gizipedia: https://gizipedia.org/cerita-anak-gizi/yuk-makan-pakai-panduan-isi-piringku/ (referensi panduan Isi Piringku dari Kemenkes RI)
  5. Kartu Ungkapan (Expression Cards) buatan guru berisi kalimat-kalimat siap pakai untuk simulasi peran ahli gizi
  6. Name tag 'Dr. [Nama Murid], Nutritionist' sebagai properti simulasi peran
  7. Lembar asesmen proses (checklist observasi guru) dan lembar exit ticket
  8. Proyektor/layar untuk menampilkan contoh Food Daily Tracking Sheet dan gambar piring makanan
  9. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan kosakata kunci dan 'Today's Language Harvest'
  10. Sticky notes untuk umpan balik guru selama simulasi berlangsung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.