MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E) Topik: Berbicara: Menceritakan Pengalaman Menonton Acara Olahraga INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Berbicara: Menceritakan Pengalaman Menonton Acara Olahraga |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan permainan peran dan bercerita secara lisan, murid dapat menguraikan gagasan dan pendapat disertai alasan sederhana tentang pengalaman menonton acara olahraga dengan pelafalan dan pola kalimat lampau yang tepat.
- Melalui kegiatan merespons cerita teman tentang pengalaman menonton pertandingan olahraga, murid dapat mempertahankan argumen dan memberikan tanggapan menggunakan ungkapan yang tepat dalam bahasa Inggris.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa acara olahraga paling seru yang pernah kalian tonton? Kenapa?
- Bagaimana perasaanmu saat tim favoritmu menang atau kalah?
- Apa yang membuat pengalaman menonton langsung berbeda dari lewat layar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka dengan salam, memandu doa, dan memeriksa kehadiran.
- Guru melakukan asesmen awal: tanya jawab lisan ringan tentang satu pengalaman menonton olahraga, untuk menjajaki penguasaan kalimat lampau dan kosakata.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik secara interaktif.
- Guru menjelaskan skenario pembelajaran hari ini: bermain peran sebagai penonton yang bercerita dan menanggapi cerita teman.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan/menayangkan contoh cerita pendek pengalaman menonton pertandingan olahraga (audio/video/cerita guru) dan meminta siswa menyimak struktur recount serta ungkapan past tense.
- Siswa mengidentifikasi bagian orientasi, rangkaian peristiwa, dan reorientasi dari cerita yang disimak.
- Guru mereviu pola kalimat lampau (simple past, past continuous) dan melatih pelafalan kata-kata kunci terkait olahraga. Siswa menirukan.
- Bersama-sama, guru dan siswa mendaftar ungkapan berguna untuk bercerita pengalaman dan memberi tanggapan (misal: 'I will never forget...', 'It was amazing because...', 'I think...', 'In my opinion...').
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Siswa berpasangan atau membentuk kelompok kecil (maks. 3). Setiap siswa menyiapkan cerita lisan singkat (1-2 menit) tentang pengalaman nyata menonton acara olahraga. Guru membagikan sense-card sebagai pemicu (misal: 'sound of the crowd', 'smell of popcorn', 'your heart beating fast').
- Secara bergantian, seorang siswa bercerita, sementara teman menyimak lalu merespons dengan memberi pendapat, alasan, atau pertanyaan menggunakan ungkapan yang sudah dibahas. Guru mendorong agar respons tidak hanya 'good' tetapi lebih mendalam ('That must have been exciting because...').
- Guru berkeliling memantau, mencatat kesalahan umum, memberi masukan langsung jika dibutuhkan, terutama pada pelafalan dan penggunaan past tense.
- Pasangan/kelompok bisa melakukan role-play sebagai teman yang baru bertemu setelah pertandingan dan berbagi kesan.
Merefleksi (Berkesadaran):- Siswa mengevaluasi performanya sendiri dan performa teman menggunakan checklist sederhana (fokus pada: penggunaan past tense, pelafalan jelas, alasan dalam tanggapan).
- Guru memandu diskusi reflektif: 'Apa yang paling mudah/sulit saat bercerita?', 'Nilai apa yang kalian dapat dari pengalaman menonton olahraga (misal: sportivitas, kerja sama)?'.
- Guru memberikan umpan balik umum berdasarkan hasil pemantauan, mengapresiasi keberanian dan kemajuan, serta mengingatkan kembali poin-poin perbaikan.
Penutup:- Guru bersama siswa merangkum poin penting: struktur recount, past tense, dan ungkapan memberi tanggapan.
- Asesmen akhir: setiap siswa menuliskan satu kalimat opini singkat tentang cerita teman yang paling berkesan, disertai alasan, di secarik kertas (dikumpulkan).
- Siswa mengisi lembar refleksi diri (apa yang dipelajari, kesulitan, dan perasaan).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya, memberi motivasi, dan menutup dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk siswa yang masih kesulitan, guru menyediakan bantuan berupa daftar kosakata bergambar dan sentence starters (contoh: 'Last year, I went to...', 'I felt... because...'). Untuk siswa yang mahir, mereka dapat menambahkan detail peristiwa dan menggunakan adjective lebih bervariasi.
- Proses: Siswa boleh memilih pasangan sendiri; siswa yang lambat didampingi guru atau dibantu teman sebaya sebagai 'pendengar pendukung' sebelum bercerita ke seluruh kelas.
- Produk: Siswa mahir diberi opsi merekam cerita dan tanggapannya dalam video pendek (1-2 menit) sebagai pengganti tulisan opini, jika fasilitas memungkinkan.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan singkat: 'Ceritakan sekilas pengalamanmu menonton pertandingan olahraga yang paling diingat.' Guru mencatat kemampuan awal siswa menggunakan past tense dan kosakata terkait.
Proses:- Pengamatan langsung guru saat siswa bercerita dan menanggapi: fokus pada pelafalan, penggunaan kalimat lampau, kelancaran, serta kemampuan memberikan alasan dalam tanggapan. Catatan anekdotal untuk siswa tertentu.
Akhir:- Siswa menulis satu kalimat opini tentang cerita teman, disertai alasan (contoh: 'I think Mira's story was exciting because she described the crowd's energy.'). Dinilai dengan rubrik.
Formatif:- Observasi partisipasi dan keterampilan berbicara saat kegiatan inti
- Tanya jawab lisan di awal untuk asesmen diagnostik
Sumatif:- Tulisan opini singkat di akhir pembelajaran
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan dan Intonasi | Pelafalan banyak tidak jelas, intonasi datar, sehingga sulit dipahami. | Beberapa kata dilafalkan dengan jelas, namun masih ada kesalahan lafal yang mengganggu, intonasi mulai bervariasi. | Sebagian besar kata dilafalkan dengan jelas dan intonasi sesuai, sedikit kesalahan kecil tidak mengganggu komunikasi. | Seluruh kata dilafalkan dengan jelas, intonasi alami dan mendukung ekspresi cerita. | | Penggunaan Bentuk Lampau (Past Tense) | Hampir semua kalimat menggunakan present tense atau campur aduk tanpa pola. | Sudah menggunakan beberapa kata kerja lampau sederhana (watched, went) namun masih sering tertukar dengan bentuk sekarang. | Menggunakan simple past tense secara konsisten untuk cerita utama, sesekali masih ada kesalahan kecil. | Menggunakan simple past tense dan past continuous tense secara tepat dan konsisten di seluruh cerita. | | Struktur dan Koherensi Cerita | Cerita tidak terstruktur, lompat-lompat, dan sulit diikuti. | Ada orientasi dan peristiwa, tapi urutan masih ada yang membingungkan; reorientasi singkat atau tidak ada. | Cerita memiliki orientasi, rangkaian peristiwa, dan reorientasi yang jelas dan mudah diikuti. | Cerita terstruktur dengan baik, menggunakan kata penghubung waktu (then, after that, finally) dan memberikan detail menarik di setiap bagian. | | Pemberian Tanggapan dan Argumen | Hanya memberikan respons singkat seperti 'good' tanpa alasan, atau tidak merespons. | Mengucapkan pendapat singkat dengan alasan sederhana (contoh: 'I like it because it was nice'). | Menyatakan pendapat jelas dengan alasan yang relevan menggunakan ungkapan yang tepat (I think... because...). | Menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen dengan alasan kuat, menambahkan komentar atau pertanyaan yang memperdalam diskusi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam bercerita dan merespons? Jika ada yang pasif, apa penyebabnya?
- Sejauh mana penggunaan sense-card membantu siswa mengingat detail pengalaman mereka?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah pas? Bagaimana cara saya meningkatkan kualitas interaksi pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa bagian paling menyenangkan dari kegiatan bercerita hari ini? Mengapa?
- Kesulitan terbesar apa yang saya hadapi saat menceritakan pengalaman atau menanggapi cerita teman?
- Apa satu hal yang akan saya perbaiki pada latihan berbicara bahasa Inggris selanjutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Inggris 'Work in Progress' untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemdikbudristek, 2022)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris 'Work in Progress' untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemdikbudristek, 2022)
- Rekaman audio/video contoh cerita pengalaman menonton olahraga
- Sense-card berisi kata-kata pemicu (misal: 'roar of the crowd', 'nail-biting finish', 'final score')
- Gambar berbagai suasana pertandingan olahraga langsung
|