MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E) Topik: Karakteristik Teks Deskripsi Lisan tentang Acara Olahraga dan Kosakata Sensoris INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Karakteristik Teks Deskripsi Lisan tentang Acara Olahraga dan Kosakata Sensoris |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan menyimak rekaman audio dan menonton video singkat tentang suporter pertandingan olahraga, murid dapat mengidentifikasi karakteristik dan rangkaian penyusunan gagasan dari teks deskripsi lisan tentang acara olahraga.
- Melalui kegiatan diskusi kelompok tentang gambar pertandingan olahraga, murid dapat mengurutkan dan menjelaskan tingkat kemenarikan pengalaman menonton pertandingan olahraga dengan menggunakan kosakata sensoris yang tepat dalam bahasa Inggris.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Have you ever watched a sports game live in a stadium? What did you see, hear, smell, feel, and taste during the experience?
- What makes watching a sports event live more exciting than watching it on TV or streaming? Can you describe it using your five senses?
- If you had to describe the atmosphere of a sports stadium to someone who has never been there, what words would you choose?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Have you ever watched a live sports game? What was it like?' dan meminta 2–3 murid menjawab secara spontan untuk mengukur kosakata dan pengalaman awal mereka (5 menit).
- Guru menayangkan video singkat berjudul 'Timnas Bangladesh Takjub dengan Suporter Indonesia' (https://www.youtube.com/watch?v=ocu9dO5nUU8) selama ±2 menit sebagai pemantik rasa ingin tahu (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid: 'What did you see in the video?', 'What did you hear?', 'What do you think the spectators felt when watching the game?' dan merespons jawaban murid secara hangat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara jelas: murid akan belajar mengidentifikasi karakteristik teks deskripsi lisan tentang acara olahraga dan menggunakan kosakata sensoris dalam bahasa Inggris (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menginformasikan kepada murid bahwa mereka akan menyimak rekaman audio tentang pengalaman seseorang (Agam) menonton pertandingan sepak bola Real Madrid vs Valencia di Stadion Santiago Bernabeu. (Berkesadaran: guru meminta murid untuk fokus dan menyiapkan diri secara mental sebelum menyimak.)
- Guru menampilkan tabel kata di papan tulis/layar yang berisi pilihan kata: stadium/streaming, Real Madrid/Liverpool, sandwich/hotdog, singing/crying, locker room/rest room. Guru membimbing murid memahami makna setiap kata dalam tabel sebelum audio diputar.
- Guru memperdengarkan rekaman audio tentang pengalaman Agam menonton pertandingan olahraga. Murid menyimak dan menandai kata-kata dalam tabel yang mereka dengar dalam rekaman. (Berkesadaran: murid diminta menyimak dengan penuh perhatian tanpa berbicara.)
- Setelah audio selesai, guru memfasilitasi diskusi kelas dengan mengajukan pertanyaan pemahaman dari Buku Siswa Task 2A: (1) What did the speaker tell you? (2) How does he feel about watching a live football match? (3) Where did he watch the match? (4) How many people were there in the stadium? (5) What does the word 'it' refer to in the sentence about the hotdog?
- Guru menjelaskan karakteristik teks deskripsi lisan tentang acara olahraga: penggunaan kata sifat indrawi (sensory adjectives), urutan penyampaian pengalaman (setting → suasana → detail pengalaman), dan penggunaan kata kerja pengalaman (felt, heard, saw, tasted, smelled). (Bermakna: guru mengaitkan struktur teks dengan pengalaman nyata murid.)
- Guru memperdengarkan rekaman audio sekali lagi. Kali ini murid bekerja dalam kelompok kecil (3–4 orang) untuk mengisi tabel lima indera (See, Hear, Smell, Touch, Taste) berdasarkan kata-kata yang digunakan Agam dalam rekaman audio (Task 2B). (Bermakna: murid mengonstruksi pemahaman melalui kategorisasi kosakata sensoris.)
- Setiap kelompok berbagi hasil tabel lima indera mereka kepada kelas. Guru memberikan umpan balik dan meluruskan jawaban yang kurang tepat, serta menuliskan kosakata sensoris kunci di papan tulis sebagai referensi bersama.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagi murid ke dalam kelompok baru (3–4 orang) dan membagikan 2 gambar pertandingan olahraga yang berbeda kepada setiap kelompok (misalnya: pertandingan sepak bola di stadion besar vs. pertandingan bulu tangkis di gedung olahraga). (Menggembirakan: murid antusias karena mendapat gambar yang berbeda-beda.)
- Guru menginstruksikan murid untuk mendiskusikan dan mengurutkan tingkat kemenarikan pengalaman menonton pertandingan olahraga dari kedua gambar tersebut menggunakan kosakata sensoris yang telah dipelajari. Murid harus memberikan alasan menggunakan kosakata sensoris dalam bahasa Inggris (Task 2C). (Bermakna: murid mengaplikasikan kosakata sensoris dalam konteks nyata dan relevan.)
- Guru memberikan panduan diskusi di papan tulis: 'Use sensory words to explain your ranking. For example: I think watching a football match is more exciting because the crowd is louder, the atmosphere is smokier, and the energy feels more electric.'
- Setiap kelompok menyiapkan presentasi lisan singkat (2–3 menit) untuk menyampaikan hasil diskusi mereka kepada kelas, termasuk urutan kemenarikan dan alasan menggunakan kosakata sensoris. (Menggembirakan: suasana presentasi dibuat menyenangkan dengan guru memberikan respons positif dan antusias.)
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru menyimak, mencatat kesalahan tata bahasa dan pelafalan, serta memberikan umpan balik konstruktif setelah setiap kelompok selesai presentasi. (Berkesadaran: guru dan murid lain menyimak dengan penuh perhatian dan saling menghargai.)
- Guru meminta murid menuliskan kata dan ungkapan sensoris baru yang mereka pelajari selama diskusi dan presentasi ke dalam Vocabulary Box di buku catatan mereka sebagai referensi pribadi.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi sesi refleksi bersama dengan mengajukan pertanyaan: 'What new sensory words did you learn today? How did using sensory words help you describe a sports experience more vividly?' Murid menjawab secara lisan atau tertulis di buku catatan mereka. (Berkesadaran: murid diajak merefleksikan proses belajar mereka sendiri.)
- Guru meminta murid secara individu menuliskan 3–5 kosakata sensoris favorit yang mereka pelajari hari ini beserta contoh kalimat penggunaannya dalam konteks acara olahraga. (Bermakna: murid mengonsolidasikan pembelajaran dengan mengaitkannya pada pengalaman dan preferensi pribadi.)
- Guru mengajak murid membandingkan teks deskripsi lisan yang mereka simak (rekaman Agam) dengan pengalaman mereka sendiri: 'Is Agam's experience similar to or different from your own experience of watching a sports event? What sensory details would you add or change?' Murid berbagi secara singkat. (Bermakna: murid menghubungkan materi dengan pengalaman hidup nyata mereka.)
- Guru memberikan umpan balik umum tentang kinerja kelas: aspek yang sudah baik dan aspek yang perlu ditingkatkan dalam penggunaan kosakata sensoris dan penyampaian deskripsi lisan.
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: karakteristik teks deskripsi lisan tentang acara olahraga (struktur: setting → suasana → detail pengalaman) dan daftar kosakata sensoris yang telah dipelajari (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir formatif berupa exit ticket: murid menuliskan pada selembar kertas kecil 2 kosakata sensoris baru yang mereka pelajari hari ini dan 1 kalimat deskripsi tentang pengalaman menonton olahraga menggunakan kosakata tersebut (5 menit).
- Guru mengumpulkan exit ticket sebagai bahan asesmen dan umpan balik untuk pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan pratinjau materi pertemuan berikutnya (Bab 2, Pertemuan ke-3) dan memberikan motivasi kepada murid untuk terus berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat): guru menyediakan daftar kosakata sensoris beserta terjemahan dan contoh kalimat sebagai scaffolding sebelum kegiatan menyimak dimulai. Untuk murid yang sudah mahir (cepat): guru menyediakan transkrip audio lengkap dan meminta mereka menganalisis lebih dalam struktur teks deskripsi lisan (misalnya: mengidentifikasi kalimat topik, kalimat pendukung, dan kalimat penutup).
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru memasangkan mereka dengan murid yang lebih mahir dalam kelompok diskusi (peer support), dan guru memberikan pertanyaan panduan yang lebih terstruktur saat diskusi kelompok. Untuk murid yang sudah mahir: guru mendorong mereka untuk menggunakan kosakata sensoris yang lebih beragam dan kompleks, serta memimpin diskusi kelompok.
- Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup menyebutkan 3 kosakata sensoris dan menjelaskan urutan kemenarikan gambar secara sederhana dengan 1–2 kalimat. Untuk murid yang sudah mahir: diminta membuat deskripsi lisan yang lebih panjang dan terstruktur (minimal 5 kalimat) dengan variasi kosakata sensoris yang kaya, dan dapat menambahkan perbandingan antara kedua gambar pertandingan olahraga.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Have you ever watched a live sports game? What was it like? Can you describe what you saw, heard, or felt?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang pengalaman menonton olahraga dan kosakata sensoris yang sudah mereka miliki.
- Guru mencatat respons murid secara informal untuk menyesuaikan tingkat scaffolding yang diperlukan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi guru saat murid menyimak rekaman audio: apakah murid dapat menandai kata-kata yang tepat dalam tabel pilihan kata (stadium, Real Madrid, hotdog, singing, rest room).
- Penilaian hasil kerja kelompok pada tabel lima indera (Task 2B): ketepatan penempatan kosakata sensoris ke dalam kategori See, Hear, Smell, Touch, Taste.
- Observasi dan pencatatan kesalahan tata bahasa serta pelafalan selama presentasi kelompok Task 2C, diikuti umpan balik langsung dari guru.
- Guru berkeliling kelas selama diskusi kelompok untuk memantau penggunaan kosakata sensoris dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
Akhir:- Exit ticket: murid secara individu menuliskan 2 kosakata sensoris baru yang dipelajari hari ini dan 1 kalimat deskripsi tentang pengalaman menonton olahraga menggunakan kosakata tersebut dalam bahasa Inggris.
- Penilaian presentasi lisan kelompok (Task 2C) menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek ketepatan kosakata sensoris, kelancaran berbicara, struktur deskripsi lisan, dan kemampuan memberikan alasan yang logis.
Formatif:- Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemahaman setelah menyimak rekaman audio (Task 2A).
- Penilaian hasil pengisian tabel lima indera (See, Hear, Smell, Touch, Taste) oleh kelompok berdasarkan rekaman audio (Task 2B).
- Observasi dan catatan guru selama presentasi kelompok tentang urutan kemenarikan gambar pertandingan olahraga menggunakan kosakata sensoris (Task 2C).
- Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menuliskan 2 kosakata sensoris baru dan 1 kalimat deskripsi pengalaman menonton olahraga.
Sumatif:- Penilaian presentasi lisan kelompok (Task 2C) menggunakan rubrik yang mencakup aspek: ketepatan kosakata sensoris, kelancaran berbicara, struktur deskripsi, dan kemampuan memberikan alasan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Kosakata Sensoris | Murid tidak menggunakan kosakata sensoris atau menggunakannya dengan sangat tidak tepat sehingga deskripsi tidak dapat dipahami. | Murid menggunakan 1–2 kosakata sensoris dengan tepat, namun pilihan kata masih sangat terbatas dan kurang bervariasi. | Murid menggunakan 3–4 kosakata sensoris dengan tepat dari minimal 2 kategori indera yang berbeda (misalnya: see dan hear). | Murid menggunakan 5 atau lebih kosakata sensoris dengan tepat dan bervariasi dari minimal 3 kategori indera yang berbeda, sehingga deskripsi terasa hidup dan vivid. | | Kemampuan Mengidentifikasi Karakteristik Teks Deskripsi Lisan | Murid tidak dapat mengidentifikasi karakteristik teks deskripsi lisan (setting, suasana, detail pengalaman) dari rekaman audio. | Murid dapat mengidentifikasi 1 karakteristik teks deskripsi lisan dengan bantuan guru atau teman. | Murid dapat mengidentifikasi 2 karakteristik teks deskripsi lisan secara mandiri dengan penjelasan yang cukup jelas. | Murid dapat mengidentifikasi semua karakteristik teks deskripsi lisan (setting, suasana, detail pengalaman) secara mandiri dan menjelaskan rangkaian penyusunan gagasannya dengan tepat dan rinci. | | Kelancaran dan Kepercayaan Diri Berbicara | Murid tidak berani berbicara atau berbicara dengan sangat terbata-bata sehingga pesan tidak tersampaikan. | Murid berbicara dengan banyak jeda panjang dan kurang percaya diri, namun pesan utama masih dapat dipahami. | Murid berbicara dengan cukup lancar dan percaya diri, dengan beberapa jeda wajar, dan pesan tersampaikan dengan jelas. | Murid berbicara dengan lancar, percaya diri, dan ekspresif; pesan tersampaikan dengan sangat jelas dan menarik perhatian pendengar. | | Kemampuan Memberikan Alasan (Urutan Kemenarikan) | Murid tidak dapat memberikan alasan untuk urutan kemenarikan yang dipilih, atau alasan tidak relevan dengan gambar yang diberikan. | Murid memberikan 1 alasan sederhana untuk urutan kemenarikan, namun alasan belum menggunakan kosakata sensoris. | Murid memberikan 2–3 alasan yang relevan menggunakan beberapa kosakata sensoris untuk mendukung urutan kemenarikan yang dipilih. | Murid memberikan alasan yang logis, rinci, dan meyakinkan menggunakan kosakata sensoris yang kaya dan bervariasi untuk mendukung urutan kemenarikan, serta mampu merespons pertanyaan dari kelas. | | Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi pada hasil kerja kelompok. | Murid berpartisipasi dalam diskusi kelompok hanya jika diminta, dengan kontribusi yang sangat minimal. | Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, mengemukakan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik. | Murid sangat aktif dalam diskusi kelompok, memimpin atau memfasilitasi diskusi, menghargai pendapat semua anggota, dan membantu teman yang mengalami kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah rekaman audio dan video yang digunakan sudah cukup menarik dan relevan untuk memotivasi murid dalam belajar kosakata sensoris?
- Apakah semua murid dapat mengidentifikasi karakteristik teks deskripsi lisan dengan baik? Kelompok mana yang masih memerlukan dukungan lebih lanjut?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dengan kemampuan berbeda?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efisien?
- Apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket murid?
Refleksi Murid:- What new sensory words did you learn today? Write down your three favorite sensory words and explain why you like them.
- How did using sensory words help you describe a sports experience more clearly? Give one example from today's activity.
- Was it easy or difficult to rank the sports games by how exciting they are? What made it challenging?
- What part of today's lesson did you enjoy the most? What part was the most challenging for you?
- How confident do you feel now about describing a sports event in English using sensory words? (Rate yourself: 1 = not confident at all, 5 = very confident)
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Bahasa Inggris 'Work in Progress' untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemdikbudristek) — Bab 2 Sports Events, Task 2A, 2B, 2C.
- Buku Panduan Guru: Bahasa Inggris 'Work in Progress' untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kemdikbudristek) — Bab 2 Sports Events, halaman 48–53.
- Video YouTube: 'Timnas Bangladesh Takjub dengan Suporter Indonesia' (https://www.youtube.com/watch?v=ocu9dO5nUU8) — digunakan sebagai pre-listening activity.
- Rekaman audio: pengalaman Agam menonton pertandingan Real Madrid vs Valencia di Stadion Santiago Bernabeu (tersedia di buku siswa/platform digital sekolah).
- Gambar-gambar pertandingan olahraga yang berbeda (disiapkan oleh guru sebelum pembelajaran, minimal 2 gambar per kelompok — contoh: sepak bola, bulu tangkis, basket, voli, renang).
- Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk menuliskan kosakata sensoris kunci dan panduan diskusi.
- Proyektor/layar untuk menampilkan video, tabel pilihan kata, dan panduan kegiatan.
- Lembar kerja kelompok: tabel lima indera (See, Hear, Smell, Touch, Taste) untuk Task 2B.
- Kertas kecil (exit ticket) untuk asesmen akhir.
- Vocabulary Box di buku catatan murid untuk mencatat kosakata sensoris baru.
|