LKPDPertemuan 3Bab 6Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium
Alokasi Waktu90 menit (3 x 30 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi jenis-jenis peralatan gelas laboratorium (gelas piala, labu ukur, buret, pipet, erlenmeyer, dan lainnya) beserta spesifikasi teknis dan fungsinya.
  2. Murid mampu menggunakan peralatan gelas laboratorium secara tepat dan teliti sesuai instruksi kerja, termasuk pembacaan meniskus pada alat ukur volume.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah seluruh petunjuk sebelum memulai kegiatan.
  • Kenakan perlengkapan K3 laboratorium: jas laboratorium, sepatu tertutup, masker jika diperlukan, dan gunakan sarung tangan tahan bahan kimia bila bersentuhan dengan larutan.
  • Bekerjalah dalam kelompok kecil (3–4 murid) sesuai instruksi guru, dan diskusikan setiap langkah dengan anggota kelompok.
  • Jaga kebersihan dan kerapian area kerja; segera laporkan jika ada alat yang pecah atau tumpahan larutan.
  • Ikuti Instruksi Kerja (IK) yang disediakan guru untuk setiap alat, dan catat semua data pengamatan dengan jujur dan teliti.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Lab Quest: Mengungkap Identitas Alat Gelas

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat gelas asli atau gambar/foto: gelas piala 100/250 mL, labu ukur 50/100 mL, buret 25/50 mL, pipet ukur 5/10 mL, erlenmeyer 125/250 mL, corong kaca, tabung reaksi, gelas arloji
  • Penggaris, lup (bila ada)
  • Kertas identitas alat (label)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah berbagai peralatan gelas yang disediakan di meja demonstrasi (atau perhatikan gambar/foto yang dibagikan).
  2. Setiap kelompok mengambil minimal lima jenis alat yang berbeda (misal: gelas piala, labu ukur, buret, pipet ukur, erlenmeyer, corong, tabung reaksi, gelas arloji).
  3. Untuk setiap alat, catat nama resminya dan ukurlah spesifikasi teknis yang tertera (kapasitas volume, kelas akurasi, ukuran diameter, dll.). Gunakan lup bila perlu.
  4. Diskusikan dengan kelompok: apa fungsi utama alat tersebut? Apa keistimewaan bentuknya yang mendukung fungsinya?
  5. Isilah tabel identifikasi yang telah disediakan. Tambahkan satu kolom ‘Contoh penggunaan dalam pengujian mutu hasil pertanian’.
  6. Presentasikan hasil identifikasi singkat (2-3 alat) di depan kelas, dan dengarkan masukan dari kelompok lain.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut: (Nama Alat, Spesifikasi Teknis [volume/kapasitas, kelas akurasi], Fungsi Utama, Keistimewaan Bentuk/Bahan, Contoh Penggunaan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian)

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa labu ukur didesain dengan leher sempit dan satu garis batas, sementara gelas piala dibuat lebar dan berskala? Kaitkan dengan ketelitian dan fungsinya.

3. Diskusikan dalam kelompok: Apa risiko jika seorang analis salah memilih alat ukur volume, misalnya menggunakan gelas piala sebagai pengganti labu ukur saat membuat larutan standar? Tuliskan hasil diskusi.

Untuk pertanyaan 1: Buat tabel dengan 5 kolom: Nama Alat, Spesifikasi Teknis, Fungsi Utama, Keistimewaan, Contoh Penggunaan. Untuk pertanyaan 2: Tulis esai singkat 3-5 kalimat. Untuk pertanyaan 3: Tulis poin-poin hasil diskusi (minimal 3 poin).

Kegiatan 2: Detektif Volume: Membaca Meniskus yang Akurat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Gelas ukur 100 mL
  • Labu ukur 50 mL
  • Pipet ukur 10 mL + pengisi pipet (pipette filler)
  • Buret 25 mL + statif + klem
  • Erlenmeyer 250 mL
  • Air keran dan air suling (akuades)
  • Larutan CuSO4 0,1 M (biru)
  • Karton putih dan hitam/gelap ukuran 5x10 cm
  • Termometer (untuk koreksi suhu bila perlu, sesuai IK)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tiap kelompok menyiapkan alat: gelas ukur 100 mL, labu ukur 50 mL, pipet ukur 10 mL + pengisi pipet, dan buret 25 mL beserta statif.
  2. Isi gelas ukur dengan air keran hingga 50 mL. Letakkan di tempat datar setinggi mata. Amati bentuk cekungan (meniskus) permukaan air. Foto atau sketsa jika perlu.
  3. Bacalah volume tepat di bawah meniskus cekung (untuk air). Catat volume terbaca. Lakukan oleh 3 anggota berbeda, bandingkan hasilnya.
  4. Ulangi langkah 2-3 menggunakan larutan berwarna (misal CuSO4 encer). Gunakan kertas putih di belakang alat agar meniskus terlihat jelas. Bandingkan hasil pembacaan dengan latar belakang gelap vs terang.
  5. Sekarang, isi labu ukur 50 mL dengan air suling hingga tepat tanda batas. Pastikan air tepat menyentuh garis, lalu balik labu ukur untuk homogenkan. Ukur keakuratan volume dengan memindahkan cairan ke gelas ukur kering yang telah dikalibrasi (jika ada). Catat selisih volume.
  6. Gunakan buret untuk meneteskan 10 mL air ke dalam erlenmeyer, baca skala awal dan akhir, hitung volume yang dikeluarkan. Bandingkan dengan volume yang diukur oleh gelas ukur dan pipet ukur.

Pertanyaan:

1. Mengapa pembacaan volume harus dilakukan pada bagian bawah meniskus cekung untuk air, bukan bagian atas? Apa pengaruh warna larutan dan latar belakang terhadap ketepatan pembacaan?

2. Dari semua alat ukur volume yang Anda gunakan (gelas ukur, labu ukur, pipet ukur, buret), urutkan dari yang paling tidak teliti hingga paling teliti. Jelaskan alasan urutan tersebut berdasarkan pengamatan Anda.

3. Lengkapi tabel data pengamatan volume air menggunakan minimal tiga alat berbeda: Nama Alat, Volume Target (mL), Volume Terbaca (rata-rata dari 3 pembacaan), Selisih (mL). Analisis alat mana yang paling mendekati target.

Ruang tabel jawaban

Pertanyaan 1: tulis penjelasan dalam satu paragraf. Pertanyaan 2: daftar urut beserta alasan (3-4 kalimat). Pertanyaan 3: isi tabel dengan kolom seperti yang diminta, lalu beri analisis singkat.

Kegiatan 3: Aplikasi Nyata: Menyiapkan Larutan Standar untuk Uji Mutu

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Gelas piala 50 mL
  • Labu ukur 100 mL
  • Pipet tetes
  • Pipet ukur 10 mL + pengisi pipet
  • Corong kaca pendek
  • Gelas arloji
  • Spatula
  • Timbangan digital (kapasitas 200 g, ketelitian 0,01 g)
  • Air suling (akuades) dalam botol pencuci
  • Gula pasir murni
  • Kertas label
  • Tisu laboratorium

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah skenario: Anda adalah teknisi laboratorium di industri pengolahan susu. Anda harus membuat 100 mL larutan gula 5% b/v sebagai standar untuk uji kualitas susu kental manis. Gunakan peralatan gelas yang sudah Anda kenal.
  2. Siapkan alat: gelas piala 50 mL, labu ukur 100 mL, pipet tetes, corong, timbangan digital, dan spatula.
  3. Timbang 5 gram gula pasir murni dengan gelas arloji/timbang, masukkan ke gelas piala, tambahkan ±30 mL air suling, aduk hingga larut.
  4. Pindahkan larutan gula secara kuantitatif ke dalam labu ukur 100 mL melalui corong. Bilas gelas piala dan corong dengan sedikit air suling (2-3 kali) dan tuang bilasan ke labu ukur.
  5. Tambahkan air suling hingga volume mendekati tanda batas, lalu gunakan pipet tetes untuk menepatkan hingga tepat garis (baca meniskus!). Tutup labu ukur, kocok balik 10 kali agar homogen.
  6. Ukur 10 mL larutan gula yang telah dibuat menggunakan pipet ukur dan masukkan ke erlenmeyer. Amati penampakan, rasakan manisnya (jika aman dan diizinkan) atau gunakan untuk uji sederhana (misal dengan lakmus). Diskusikan bagaimana ketepatan volume memengaruhi akurasi konsentrasi dan hasil uji mutu jika larutan ini digunakan sebagai pembanding.

Pertanyaan:

1. Jelaskan langkah kritis dalam proses pembuatan larutan standar di atas. Mengapa pembilasan gelas piala dan corong dengan air suling harus dilakukan, dan apa dampaknya jika diabaikan?

2. Jika saat menepatkan volume dengan pipet tetes, mata Anda tidak sejajar dengan garis batas (paralaks), volume larutan bisa lebih atau kurang dari 100 mL. Bagaimana cara menghindari kesalahan paralaks? Mengapa dalam pekerjaan laboratorium pangan ketelitian volume sangat krusial?

3. Setelah melakukan praktik, diskusikan dalam kelompok: Alat gelas mana dari ketiga kegiatan tadi yang paling sering Anda gunakan jika bekerja di laboratorium pengujian mutu hasil pertanian? Berikan minimal dua contoh penerapan nyata.

Pertanyaan 1: tuliskan langkah kritis dan penjelasan dampak. Pertanyaan 2: tulis dua paragraf singkat. Pertanyaan 3: buat daftar alat beserta contoh aplikasi nyata, tulis dalam bentuk poin hasil diskusi.

REFLEKSI

1. Apa pengetahuan atau keterampilan baru yang kamu dapatkan hari ini tentang peralatan gelas laboratorium? Bagian mana yang paling menantang dan mengapa?

2. Mengapa ketelitian dalam membaca meniskus dan memilih alat ukur yang tepat menjadi sangat penting dalam pekerjaan di laboratorium pengolahan hasil pertanian? Berikan contoh dampak jika terjadi kesalahan.

3. Bagaimana kamu dapat menerapkan sikap teliti, bertanggung jawab, dan peduli K3 yang kamu latih hari ini dalam kehidupan sehari-hari atau dalam cita-citamu di masa depan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.