LKPDPertemuan 10Bab 6Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Teknik Kerja Aseptik di Laboratorium Mikrobiologis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Teknik Kerja Aseptik di Laboratorium Mikrobiologis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Teknik Kerja Aseptik di Laboratorium Mikrobiologis

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Teknik Kerja Aseptik di Laboratorium Mikrobiologis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikTeknik Kerja Aseptik di Laboratorium Mikrobiologis
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan prinsip kerja aseptik dan mengidentifikasi prosedur penanganan sampel uji mikrobiologis serta persiapan media kultur mikroba di laboratorium pengujian.
  2. Murid mampu melaksanakan teknik kerja aseptik pada proses inokulasi dan isolasi mikroba di laboratorium pengujian sesuai standar prosedur yang berlaku.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar hari ini.
  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti jas laboratorium, masker, dan sarung tangan sebelum memasuki area kerja.
  • Bacalah setiap instruksi di LKPD ini dengan teliti dan penuh kesadaran (mindful).
  • Bekerjasamalah dengan teman sekelompokmu dalam suasana yang saling menghargai dan menyenangkan (joyful).
  • Jaga kebersihan meja kerja dan patuhi instruksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium.
  • Tanyakan kepada guru jika ada langkah kerja atau istilah yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Mikroba: Mengungkap Rahasia Aseptik

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Bacalah narasi singkat berikut: 'Sebuah laboratorium pengujian makanan menemukan bahwa sampel media kultur mereka ditumbuhi jamur liar yang tidak diinginkan (kontaminasi). Analis laboratorium mengaku lupa menyemprot meja dengan alkohol dan bekerja terlalu jauh dari api bunsen.'
  3. Diskusikan dengan kelompokmu mengenai prinsip kerja aseptik dan identifikasi kesalahan prosedur pada kasus di atas.
  4. Tuliskan hasil diskusi kalian pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pemahamanmu dari literatur/buku siswa, jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip kerja aseptik dalam laboratorium mikrobiologi!

2. Berdasarkan kasus di atas, identifikasi 2 kesalahan penanganan yang menyebabkan kontaminasi, lalu tuliskan prosedur persiapan dan penanganan yang benar!

Ruang tabel jawaban

Untuk soal nomor 1, tuliskan penjelasanmu dalam 2-3 kalimat. Untuk soal nomor 2, buatlah tabel dengan 3 kolom: 'Nomor', 'Kesalahan Prosedur', dan 'Prosedur yang Benar'.

Kegiatan 2: Aksi Aseptik: Praktik Inokulasi Mikroba

Estimasi: 45 Menit

Alat & Bahan:

  • Pembakar Bunsen / lampu spirtus
  • Jarum Ose
  • Tabung reaksi berisi sampel (atau simulasi)
  • Cawan petri berisi media (atau simulasi)
  • Alkohol 70% dan tisu
  • Korek api

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan meja kerja kalian. Pastikan meja sudah disterilkan dengan alkohol 70%.
  2. Nyalakan pembakar bunsen/spirtus dengan hati-hati.
  3. Lakukan praktik (atau simulasi) pemindahan biakan mikroba (inokulasi) dari satu tabung reaksi ke media baru di cawan petri menggunakan jarum ose.
  4. Pastikan kalian memijarkan jarum ose sebelum dan sesudah mengambil sampel, serta membuka tutup tabung/cawan di dekat api bunsen.
  5. Amati dan catat setiap langkah yang kalian lakukan secara berurutan.

Pertanyaan:

1. Mengapa jarum ose harus dipijarkan di atas api bunsen sampai berwarna merah sebelum digunakan untuk mengambil sampel mikroba?

2. Buatlah diagram alir (flowchart) sederhana yang menggambarkan langkah-langkah kerja aseptik pada proses inokulasi yang baru saja kalian lakukan!

Ruang gambar

Untuk soal nomor 1, tuliskan alasanmu secara singkat dan jelas. Untuk soal nomor 2, gambarlah kotak-kotak diagram alir yang dihubungkan dengan tanda panah di area kosong yang disediakan.

Kegiatan 3: Audit Laboratorium: Menemukan Titik Kritis

Estimasi: 20 Menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah melakukan praktik inokulasi, evaluasi kembali proses kerja kelompokmu.
  2. Diskusikan tahapan mana yang menurut kalian paling berisiko tinggi menyebabkan kegagalan (kontaminasi).
  3. Kaitkan dengan kondisi lingkungan laboratorium (seperti hembusan napas, kipas angin, atau gerakan tangan yang terlalu cepat).

Pertanyaan:

1. Menurut kelompokmu, apa 'titik kritis' (tahapan paling rawan kontaminasi) saat bekerja secara aseptik di laboratorium? Berikan alasan logis berdasarkan pengalaman praktik kalian!

Tuliskan hasil diskusi kelompokmu dalam bentuk paragraf singkat (3-4 kalimat) yang berisi identifikasi titik kritis dan alasannya.

REFLEKSI

1. Apa satu hal baru atau keterampilan paling berkesan yang kamu pelajari saat mempraktikkan teknik kerja aseptik hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu saat berusaha menjaga area kerja tetap steril? Tantangan apa yang paling sulit kamu atasi?

3. Menurutmu, mengapa sikap disiplin, teliti, dan kebersihan (higienitas) sangat penting diaplikasikan, tidak hanya di laboratorium, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari (misalnya saat menyiapkan makanan)?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.