LKPDPertemuan 7Bab 5Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Praktik Penanganan Komoditas Pertanian Nabati dan Hewani Sesuai Prosedur K3LH

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Praktik Penanganan Komoditas Pertanian Nabati dan Hewani Sesuai Prosedur K3LH". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Praktik Penanganan Komoditas Pertanian Nabati dan Hewani Sesuai Prosedur K3LH

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Praktik Penanganan Komoditas Pertanian Nabati dan Hewani Sesuai Prosedur K3LH

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPraktik Penanganan Komoditas Pertanian Nabati dan Hewani Sesuai Prosedur K3LH
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan tindakan penanganan komoditas nabati dan hewani secara tepat meliputi pembersihan, pencucian, sortasi, pengemasan, dan penyimpanan sesuai prosedur standar K3LH.
  2. Murid dapat mengevaluasi hasil praktik penanganan komoditas pertanian berdasarkan kesesuaian prosedur K3LH, mutu produk, dan efisiensi proses yang diterapkan.

PETUNJUK UMUM

  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap: jas lab/apron, sarung tangan, masker, dan penutup kepala sebelum memulai praktik.
  • Pastikan area kerja bersih dan peralatan sudah disterilkan sebelum digunakan.
  • Bekerjalah dalam kelompok 4-5 orang. Setiap anggota memiliki peran: ketua, pencatat, pelaksana teknis, pengamat mutu, dan dokumentator.
  • Baca seluruh petunjuk kegiatan terlebih dahulu sebelum mulai mengerjakan.
  • Perhatikan prinsip K3LH: Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup di setiap tahapan.
  • Tanyakan kepada guru jika ada prosedur yang belum dipahami — jangan mengambil risiko tanpa konfirmasi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Hands-On: Penanganan Komoditas Nabati (Sayuran Segar)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Sayuran segar (sawi/tomat/wortel) 1 kg per kelompok
  • Baskom plastik 2 buah
  • Air bersih mengalir
  • Sarung tangan lateks
  • Timbangan dapur
  • Plastik wrap / paper tray
  • Label stiker
  • Cooler box atau lemari pendingin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil sampel sayuran segar (misalnya sawi, tomat, atau wortel) yang telah disediakan guru.
  2. Lakukan tahapan penanganan secara berurutan: (a) pembersihan kering — buang bagian rusak, tanah, dan kotoran kasar; (b) pencucian — gunakan air mengalir, perhatikan suhu air dan durasi; (c) sortasi — kelompokkan berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kesegaran; (d) pengemasan — pilih kemasan yang sesuai (plastik wrap, paper tray, atau styrofoam tray); (e) penyimpanan — tempatkan pada suhu yang sesuai.
  3. Catat setiap tahapan pada tabel pengamatan di bawah.
  4. Dokumentasikan kondisi bahan SEBELUM dan SESUDAH penanganan (foto atau sketsa).
  5. Pastikan limbah padat dan cair dibuang pada tempat yang benar sesuai prosedur K3LH.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan praktik yang kalian lakukan pada komoditas nabati:

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa urutan tahapan penanganan (pembersihan → pencucian → sortasi → pengemasan → penyimpanan) tidak boleh dibolak-balik? Jelaskan dampaknya terhadap mutu produk jika urutan dilanggar!

3. Gambarlah sketsa sederhana alur penanganan komoditas nabati yang kalian lakukan, lengkap dengan simbol bahaya K3LH pada titik-titik kritis!

Ruang gambar

Tabel 5 baris × 4 kolom disediakan di halaman berikutnya. Uraian ditulis minimal 5 kalimat. Sketsa digambar pada kotak berukuran 15×10 cm.

Kegiatan 2: Hands-On: Penanganan Komoditas Hewani (Daging Ayam/Telur)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Daging ayam potong 500 g atau telur ayam 10 butir per kelompok
  • Talenan plastik food-grade
  • Pisau bersih
  • Air dingin mengalir
  • Sarung tangan lateks (cadangan 2 pasang)
  • Kemasan vakum / plastik food-grade
  • Termometer makanan
  • Sabun antiseptik
  • Cooler box dengan ice pack

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil sampel komoditas hewani yang disediakan (daging ayam potong atau telur ayam segar).
  2. Lakukan tahapan penanganan: (a) pemeriksaan awal — cek kondisi organoleptik (warna, bau, tekstur); (b) pembersihan — hilangkan bulu halus/kontaminan; (c) pencucian — gunakan air dingin mengalir; (d) sortasi — pisahkan berdasarkan grade mutu; (e) pengemasan — gunakan kemasan food-grade; (f) penyimpanan — atur suhu sesuai standar cold chain.
  3. Perhatikan: komoditas hewani sangat rentan kontaminasi mikroba! Terapkan prinsip sanitasi ketat.
  4. Catat perbedaan prosedur penanganan hewani dibanding nabati yang kalian lakukan di Kegiatan 1.
  5. Cuci tangan dengan sabun antiseptik setelah menangani bahan hewani.

Pertanyaan:

1. Bandingkan prosedur penanganan komoditas nabati dan hewani dalam tabel perbandingan berikut:

Ruang tabel jawaban

2. Seorang pekerja di industri pengolahan ayam tidak mengganti sarung tangan setelah memegang ayam mentah, lalu langsung menangani produk siap kemas. Identifikasi pelanggaran K3LH-nya dan jelaskan potensi bahaya yang ditimbulkan!

3. Diskusikan dalam kelompok: Apa yang terjadi pada mutu daging ayam jika rantai dingin (cold chain) terputus selama 2 jam pada suhu ruang (30°C)? Tuliskan hasil diskusi kalian.

Tabel perbandingan 5 baris × 2 kolom. Uraian kasus minimal 6 kalimat mencakup identifikasi masalah, dampak, dan solusi. Hasil diskusi ditulis sebagai paragraf argumentatif minimal 8 kalimat.

Kegiatan 3: Evaluasi & Analisis Mutu: Seberapa Baik Praktik Kelompokmu?

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar rubrik evaluasi (dicetak guru)
  • Pulpen warna berbeda untuk catatan evaluasi
  • Produk hasil penanganan dari kelompok lain

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah kedua praktik selesai, tukarkan hasil produk penanganan kalian dengan kelompok lain.
  2. Kelompok penilai melakukan evaluasi menggunakan rubrik penilaian yang disediakan dengan 3 aspek: (1) Kesesuaian prosedur K3LH, (2) Mutu produk akhir, (3) Efisiensi proses.
  3. Berikan skor 1-4 untuk setiap aspek beserta catatan/komentar perbaikan.
  4. Kembalikan hasil evaluasi ke kelompok asal, lalu diskusikan bersama.
  5. Setiap kelompok menyusun rencana perbaikan berdasarkan masukan yang diterima.

Pertanyaan:

1. Lengkapi rubrik evaluasi berikut untuk produk kelompok lain yang kalian nilai:

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan evaluasi yang kalian terima dari kelompok lain, identifikasi 2 kekuatan dan 2 kelemahan praktik kelompok kalian. Susun rencana perbaikan konkret untuk kelemahan tersebut!

3. Menurut kalian, aspek mana dari ketiga kriteria evaluasi (prosedur K3LH, mutu produk, efisiensi proses) yang PALING KRITIS untuk diterapkan di industri pengolahan pangan skala besar? Berikan argumentasi!

Rubrik evaluasi dalam tabel 3 baris × 4 kolom. Analisis kekuatan-kelemahan ditulis format bullet point dengan rencana perbaikan minimal 4 kalimat per kelemahan. Argumentasi ditulis dalam paragraf minimal 8 kalimat.

REFLEKSI

1. Dari seluruh tahapan praktik hari ini, prosedur K3LH mana yang paling sulit kalian terapkan secara konsisten? Mengapa demikian, dan apa strategi kalian agar lebih disiplin di praktik berikutnya?

2. Bayangkan kalian bekerja di pabrik pengolahan pangan yang menangani 1 ton sayuran dan 500 kg daging per hari. Tantangan apa yang akan muncul dalam menjaga standar K3LH pada skala tersebut, dan bagaimana teknologi bisa membantu?

3. Apa satu hal baru yang kalian pelajari hari ini tentang hubungan antara penanganan yang benar dengan keamanan pangan yang selama ini belum kalian sadari sebagai konsumen?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.