LKPDPertemuan 6Bab 5Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hasil Perikanan dan Laut

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hasil Perikanan dan Laut". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hasil Perikanan dan Laut

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hasil Perikanan dan Laut

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProsedur Standar Penanganan Komoditas Hasil Perikanan dan Laut
Alokasi Waktu3 x 45 menit (135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prosedur standar penanganan komoditas hasil perikanan dan laut (ikan air tawar, kerang, udang) mencakup pendinginan, pencucian, sortasi, pengemasan, dan penyimpanan sesuai prinsip K3LH.
  2. Murid dapat menganalisis proses autolisis dan kerusakan protein pada ikan serta langkah penanganan yang tepat untuk mencegah penurunan mutu sesuai standar K3LH.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang) untuk kegiatan 1 dan 2, secara individu untuk kegiatan 3.
  • Gunakan sumber belajar yang tersedia: buku siswa, video, atau pengamatan langsung.
  • Perhatikan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LH) dalam setiap tahap penanganan.
  • Tuliskan jawaban dengan rapi dan lengkap di ruang yang disediakan.
  • Diskusikan hasil pengamatan dan analisis kalian dengan kelompok sebelum menuliskan kesimpulan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemetaan Prosedur Standar Penanganan Komoditas Perikanan

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa halaman 108-132
  • Alat tulis
  • Sumber tambahan: video atau artikel tentang penanganan hasil perikanan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tiga jenis komoditas perikanan: ikan air tawar (contoh: lele, nila), kerang (contoh: kerang hijau), dan udang (contoh: udang vaname).
  2. Diskusikan dengan kelompok kalian: prosedur apa saja yang harus dilakukan setelah komoditas tersebut dipanen/ditangkap?
  3. Carilah informasi dari buku siswa halaman 108-132 atau sumber lain tentang tahapan penanganan standar.
  4. Lengkapi tabel prosedur penanganan dengan rinci untuk setiap komoditas.
  5. Pastikan setiap tahap yang kalian tulis mengacu pada prinsip K3LH (kebersihan, keamanan kerja, pencegahan limbah).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel prosedur standar penanganan untuk ketiga komoditas berikut. Tuliskan langkah-langkah secara berurutan dan jelaskan tujuan setiap langkah serta penerapan K3LH-nya.

Ruang tabel jawaban

2. Dari ketiga komoditas tersebut, mana yang paling cepat mengalami penurunan mutu setelah dipanen? Jelaskan alasan kalian berdasarkan karakteristik komoditas tersebut.

3. Identifikasi minimal 3 aspek K3LH yang paling kritis dalam penanganan komoditas perikanan dan jelaskan mengapa aspek tersebut penting.

Tabel dengan 6 kolom: No, Tahap Penanganan, Ikan Air Tawar, Kerang, Udang, Prinsip K3LH. Uraian ditulis dalam 1-2 paragraf per pertanyaan.

Kegiatan 2: Analisis Proses Autolisis dan Kerusakan Protein pada Ikan

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa
  • Alat tulis dan kertas gambar untuk diagram
  • Penggaris untuk membuat diagram rapi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kembali materi tentang autolisis dan perubahan biokimia pada ikan setelah mati (buku siswa atau sumber lain).
  2. Perhatikan diagram/penjelasan tentang fase-fase perubahan ikan: prerigor, rigor mortis, dan pascarigor.
  3. Diskusikan dengan kelompok: apa yang terjadi pada protein ikan di setiap fase? Bagaimana enzim bekerja?
  4. Lakukan analisis kasus untuk memahami penerapan penanganan yang tepat mencegah kerusakan.
  5. Gunakan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan fenomena yang kalian amati atau baca.

Pertanyaan:

1. Jelaskan secara rinci proses autolisis pada ikan, termasuk: (a) Apa itu autolisis? (b) Enzim apa yang berperan? (c) Tahapan perubahan yang terjadi (prerigor, rigor mortis, pascarigor)? (d) Dampak autolisis terhadap mutu ikan (tekstur, aroma, nilai gizi)?

2. Analisis kasus berikut: Seorang nelayan menangkap ikan nila pukul 05.00 pagi. Ikan dibiarkan di dalam keranjang tanpa es hingga pukul 12.00 siang (suhu lingkungan 30-32°C), baru kemudian dibawa ke pasar. Prediksi kondisi ikan pada saat tiba di pasar ditinjau dari proses autolisis dan kerusakan protein. Apa yang seharusnya dilakukan nelayan tersebut?

3. Buatlah diagram alur (flowchart sederhana) yang menunjukkan hubungan antara: faktor pemicu (suhu, waktu, pH) → proses autolisis → kerusakan protein → penurunan mutu ikan → langkah penanganan preventif. Berikan penjelasan singkat untuk setiap panah/hubungan.

Ruang gambar

Uraian ditulis dalam 2-3 paragraf terstruktur per pertanyaan. Diagram digambar di kertas/kotak yang disediakan dengan panah dan label jelas.

Kegiatan 3: Merancang SOP Penanganan untuk Mencegah Penurunan Mutu

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/folio
  • Alat tulis
  • Referensi: Buku siswa, catatan kegiatan 1 dan 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu.
  2. Bayangkan kalian adalah manajer quality control di perusahaan pengolahan ikan.
  3. Tugas kalian: merancang Standard Operating Procedure (SOP) penanganan ikan segar dari penerimaan bahan baku hingga penyimpanan di cold storage.
  4. SOP harus mencakup: tujuan, ruang lingkup, tahapan kerja detail, parameter kontrol (suhu, waktu, kriteria visual), dan aspek K3LH.
  5. Gunakan format SOP yang rapi dan profesional (bisa dalam bentuk tabel atau poin bertingkat).
  6. Referensi: gabungkan pengetahuan dari kegiatan 1 dan 2 serta prinsip HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) jika kalian sudah mengenalnya.

Pertanyaan:

1. Buatlah SOP Penanganan Ikan Segar dengan struktur berikut: Judul SOP, Tujuan, Ruang Lingkup, Tahapan Kerja (minimal 8 tahap dari penerimaan hingga penyimpanan, jelaskan detail setiap tahap), Parameter Kontrol (suhu, waktu, kriteria kesegaran), Aspek K3LH, Catatan/Peringatan. Tulislah dengan format yang jelas dan mudah diikuti oleh pekerja di lapangan.

2. Identifikasi 3 titik kritis (critical control points) dalam SOP yang kalian buat, di mana jika tidak dikendalikan dengan baik akan menyebabkan penurunan mutu drastis atau bahaya keamanan pangan. Jelaskan mengapa titik tersebut kritis dan bagaimana cara mengendalikannya.

3.

Refleksikan

Jika SOP ini diterapkan dengan konsisten, apa manfaat ekonomi dan sosial yang bisa diperoleh perusahaan dan masyarakat? Jelaskan minimal 3 manfaat.

SOP ditulis dalam format terstruktur (bisa numbering atau tabel). Uraian analisis titik kritis dan refleksi masing-masing 2-3 paragraf.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari prosedur penanganan komoditas perikanan, bagaimana pandangan kalian terhadap ikan yang dijual di pasar tradisional dekat rumah kalian? Apakah sudah ditangani dengan baik? Apa yang bisa kalian sarankan kepada pedagang atau nelayan lokal?

2. Jika kalian berencana berwirausaha di bidang pengolahan hasil perikanan (misalnya membuat abon ikan, ikan asap, atau nugget ikan), pengetahuan apa dari LKPD ini yang paling penting untuk kalian terapkan? Mengapa?

3. Prinsip K3LH dalam penanganan komoditas perikanan tidak hanya melindungi mutu produk, tetapi juga pekerja dan lingkungan. Menurut kalian, mengapa masih banyak pelaku usaha kecil yang belum menerapkan prinsip ini? Apa solusi yang bisa kalian usulkan agar K3LH lebih mudah diterapkan oleh UMKM?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.