LKPDPertemuan 5Bab 5Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hewani (Daging, Karkas, Susu, dan Telur)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hewani (Daging, Karkas, Susu, dan Telur)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hewani (Daging, Karkas, Susu, dan Telur)

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Prosedur Standar Penanganan Komoditas Hewani (Daging, Karkas, Susu, dan Telur)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProsedur Standar Penanganan Komoditas Hewani (Daging, Karkas, Susu, dan Telur)
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prosedur standar penanganan komoditas hewani meliputi penyembelihan, dressing, pemotongan karkas, grading, serta penanganan susu dan telur sesuai prosedur hygiene dan K3LH.
  2. Murid dapat menganalisis prinsip penyimpanan dingin dan pembekuan produk hewani (daging ruminansia, unggas, susu, telur) untuk mempertahankan mutu sesuai standar K3LH.

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan berdoa dan bernapas sejenak (mindful breathing) agar pikiran lebih fokus dan tenang.
  • Bacalah setiap instruksi dengan teliti. Pahami bahwa komoditas hewani yang kita pelajari adalah anugerah alam yang butuh penanganan tepat agar aman dikonsumsi.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok jika diminta. Hargai pendapat temanmu.
  • Gunakan berbagai sumber (buku siswa, internet, atau modul) untuk memperkaya analisismu.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau istilah K3LH yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Jejak Perjalanan Pangan Kita (Eksplorasi Prosedur)

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Prakarya Pengolahan Kelas X
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tarik napas panjang, bayangkan sepotong daging ayam segar, segelas susu, dan sebutir telur di meja makanmu. Dari mana dan bagaimana prosesnya hingga aman sampai ke mejamu?
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengenai alur penanganan komoditas hewani dari pasca-panen hingga siap simpan.
  3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk memetakan prosedur standar penanganan (penyembelihan, dressing, grading, dll) sesuai prinsip hygiene dan K3LH.

Pertanyaan:

1. Dalam penanganan karkas unggas, terdapat tahapan 'dressing' dan 'grading'. Jelaskan perbedaan kedua tahapan tersebut dan mengapa keduanya penting dilakukan secara higienis!

2. Lengkapi tabel prosedur penanganan susu segar dan telur berikut ini dengan tahapan yang tepat (misal: pasteurisasi, pencucian, dll) beserta fungsi utamanya!

Ruang tabel jawaban

Untuk soal nomor 1, tuliskan jawabanmu dalam 3-4 kalimat yang jelas. Untuk soal nomor 2, buatlah tabel dengan 3 kolom: Komoditas, Tahapan Penanganan, dan Fungsi/Tujuan.

Kegiatan 2: Detektif Suhu: Misi Mempertahankan Mutu

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas buram/catatan untuk coretan diskusi
  • Modul referensi suhu penyimpanan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Komoditas hewani sangat rentan rusak (perishable). Suhu adalah kunci utamanya!
  2. Bacalah kasus berikut: 'Sebuah swalayan menyimpan daging sapi potong di dalam freezer bersuhu -18°C, namun menyimpan susu segar pasteurisasi dan telur di rak chiller bersuhu 4°C. Suatu hari, listrik padam selama 12 jam dan genset rusak.'
  3. Sebagai 'Detektif Suhu', analisislah prinsip penyimpanan dingin dan pembekuan dari kasus tersebut.

Pertanyaan:

1. Analisislah mengapa daging sapi lebih tepat disimpan dengan metode pembekuan (freezing), sedangkan telur dan susu segar cukup dengan pendinginan (chilling)? Kaitkan dengan karakteristik produknya!

2. Berdasarkan kasus mati listrik di atas, apa risiko K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) yang terjadi pada daging dan susu? Apa tindakan yang harus dilakukan pegawai swalayan?

Tuliskan hasil analisismu dalam bentuk paragraf argumentatif. Gunakan poin-poin jika diperlukan agar lebih rapi.

Kegiatan 3: Inspektur K3LH: Merancang Solusi Nyata

Estimasi: 35 Menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Spidol warna (opsional untuk menghias tabel SOP)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang, mari aplikasikan pengetahuanmu ke dunia nyata.
  2. Bayangkan kamu adalah seorang Inspektur K3LH yang sedang mengobservasi sebuah pasar tradisional. Kamu melihat penjual daging sapi membiarkan dagingnya digantung di udara terbuka tanpa pendingin, banyak lalat hinggap, dan penjual memotong daging sambil merokok tanpa sarung tangan.
  3. Identifikasi pelanggaran prosedur standar penanganan dan K3LH, lalu rancanglah solusi atau Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana yang ramah untuk pedagang kecil.

Pertanyaan:

1. Identifikasi minimal 3 pelanggaran K3LH dan hygiene pada skenario di atas, lalu buatlah usulan SOP/solusi perbaikan yang realistis untuk diterapkan oleh pedagang tersebut!

Ruang tabel jawaban

Buatlah tabel dengan 2 kolom: 'Temuan Pelanggaran K3LH/Hygiene' dan 'Usulan Solusi/SOP Perbaikan'.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari prosedur penanganan komoditas hewani, seberapa sadar kamu sekarang terhadap kebersihan dan keamanan makanan (daging, susu, telur) yang kamu konsumsi setiap hari?

2. Bagian mana dari materi penyimpanan dingin dan pembekuan yang menurutmu paling menarik atau mengejutkan? Mengapa?

3. Sebagai pelajar, bagaimana kamu akan menerapkan prinsip K3LH dan hygiene ini saat membantu memasak atau menyimpan bahan makanan di rumah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.