LKPDPertemuan 2Bab 5Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKarakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menginformasikan karakteristik komoditas nabati (serealia, kacang-kacangan, umbi, buah-buahan, sayuran, rempah) dan hewani (daging ruminansia, unggas, susu, telur, ikan, hasil laut) berdasarkan data organoleptik, fisik, dan kimia.
  2. Murid dapat menjelaskan konsep dan prinsip penanganan hasil pertanian nabati maupun hewani sesuai prosedur K3LH secara sistematis.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai aktivitas belajar untuk memusatkan pikiran dan kesadaran (mindful).
  • Bacalah setiap instruksi dengan saksama. Jadikan kegiatan ini sebagai eksplorasi yang menyenangkan (joyful).
  • Bekerjasamalah dengan kelompokmu, hargai pendapat teman, dan diskusikan setiap temuan.
  • Kaitkan temuanmu dengan kehidupan sehari-hari agar pembelajaran ini bermakna (meaningful) bagi dirimu dan lingkunganmu.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau materi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Pangan: Mengungkap Rahasia Nabati dan Hewani

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Sampel komoditas nabati (beras, tomat, bayam, kacang) dan hewani (telur, ikan, daging/susu) atau gambar representatif.
  • Sarung tangan plastik (food grade).
  • Masker.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan sampel komoditas nyata atau amati gambar komoditas yang telah disediakan oleh guru (misalnya: beras, tomat, telur, ikan segar, atau daging).
  2. Gunakan panca inderamu secara berkesadaran (mindful) untuk mengamati sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur). Pastikan menggunakan sarung tangan/masker saat mengamati komoditas hewani mentah.
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai sifat fisik (bentuk, ukuran, kerentanan) dan sifat kimia (kandungan air, protein, lemak) dari komoditas tersebut.
  4. Catat hasil investigasimu ke dalam tabel pengamatan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel karakteristik komoditas yang kamu amati berdasarkan sifat organoleptik, fisik, dan kimia!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengamatanmu, mengapa komoditas hewani (seperti daging atau ikan) umumnya lebih cepat rusak (perishable) dibandingkan komoditas nabati seperti serealia (beras/jagung)? Kaitkan dengan sifat kimia (kandungan air/protein).

Untuk soal no. 1, gunakan format tabel 5 kolom: (1) Nama Komoditas & Kategori, (2) Organoleptik (Warna/Aroma/Tekstur), (3) Sifat Fisik, (4) Sifat Kimia/Kandungan Dominan, (5) Tingkat Kerusakan (Tinggi/Rendah). Untuk soal no. 2, tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf uraian 3-4 kalimat.

Kegiatan 2: Misi Penyelamatan: Menangani Pangan dengan Aman (K3LH)

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Lembar studi kasus (tersedia di LKPD).

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah studi kasus berikut dengan saksama: 'Pak Budi baru saja memanen tomat dan membeli ikan segar dari pasar. Ia menumpuk tomat di dalam karung tertutup rapat dan meletakkan ikan segar di ember terbuka tanpa es batu di bawah terik matahari selama 3 jam sebelum diolah. Saat bekerja, Pak Budi tidak mencuci tangan dan tidak menggunakan celemek.'
  2. Identifikasi kesalahan penanganan (handling) yang dilakukan Pak Budi berdasarkan prinsip karakteristik bahan dan prosedur K3LH.
  3. Diskusikan solusi penanganan yang tepat agar kualitas bahan tetap terjaga dan aman bagi pekerja maupun konsumen.

Pertanyaan:

1. Temukan minimal 3 kesalahan penanganan yang dilakukan Pak Budi dalam cerita di atas, lalu jelaskan dampak buruknya terhadap komoditas tersebut!

2. Tuliskan langkah-langkah perbaikan penanganan (SOP) yang sesuai dengan prosedur K3LH untuk kasus ikan segar tersebut!

Tuliskan jawaban dalam bentuk poin-poin (bullet points) yang jelas dan sistematis. Sediakan area bergaris untuk menuliskan analisis kesalahan dan SOP perbaikan.

Kegiatan 3: Insinyur Pangan: Merancang SOP Penanganan Komoditas

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/karton kecil.
  • Spidol atau pensil warna.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu komoditas favoritmu (boleh nabati atau hewani).
  2. Posisikan dirimu sebagai seorang 'Insinyur Pangan' atau 'Quality Control' di sebuah industri pengolahan pangan.
  3. Rancanglah sebuah bagan alir (flowchart) sistematis tentang prosedur penanganan komoditas tersebut, mulai dari penerimaan bahan (pasca-panen) hingga siap disimpan atau diolah.
  4. Pastikan kamu memasukkan prinsip sortasi, pembersihan, pengemasan/penyimpanan, dan elemen K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) di dalam bagan alirmu.

Pertanyaan:

1. Gambarkan bagan alir (flowchart) penanganan komoditas pilihanmu secara sistematis!

Ruang gambar

2. Presentasikan secara singkat kepada teman sebangkumu: Mengapa tahapan 'Sortasi' dan 'Penyimpanan yang tepat' sangat krusial dalam bagan alir yang kamu buat?

Sediakan kotak kosong besar untuk menggambar flowchart (bagan alir). Di bawah kotak, sediakan beberapa baris kosong untuk menuliskan kesimpulan dari hasil diskusi dengan teman sebangku.

REFLEKSI

1. Setelah mengamati berbagai komoditas hari ini, karakteristik apa yang paling mengejutkan atau baru kamu ketahui tentang bahan pangan yang sering kamu makan?

2. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada kesehatan masyarakat jika para petani dan pekerja industri pangan tidak menerapkan prinsip K3LH dalam menangani hasil panen?

3. Bagaimana kamu akan menerapkan prinsip penanganan bahan pangan (seperti sortasi, pencucian, atau penyimpanan yang benar) di dapur rumahmu sendiri mulai hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.