LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Kimia: Oksidasi, Hidrolisis, Sulfitasi, dan Karbonatasi pada Bahan Hasil Pertanian
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Proses Kimia: Oksidasi, Hidrolisis, Sulfitasi, dan Karbonatasi pada Bahan Hasil Pertanian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Kimia: Oksidasi, Hidrolisis, Sulfitasi, dan Karbonatasi pada Bahan Hasil Pertanian
Prakarya Pengolahan - Kelas 10
Bab 4 - Pertemuan 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Proses Kimia: Oksidasi, Hidrolisis, Sulfitasi, dan Karbonatasi pada Bahan Hasil Pertanian INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengamati Fenomena Oksidasi dan Hidrolisis pada Bahan PertanianEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang terjadi pada permukaan buah apel atau kentang yang dibiarkan terbuka di udara? Jelaskan mengapa hal itu terjadi! 2. Lengkapi tabel berikut tentang dampak oksidasi dan hidrolisis pada bahan hasil pertanian! Ruang tabel jawaban 3. Sebutkan 3 cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan reaksi oksidasi pada bahan hasil pertanian! Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk uraian (minimal 3-5 kalimat). Untuk pertanyaan 2, buatlah tabel dengan 4 kolom (Proses Kimia, Contoh Bahan, Dampak Terhadap Mutu, Teknik Pengendalian) dan isi minimal 3 baris contoh. Kegiatan 2: Memahami Proses Sulfitasi dan Karbonatasi dalam Pemurnian GulaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jelaskan tujuan utama proses sulfitasi dan karbonatasi dalam pengolahan gula! 2. Buatlah diagram alur sederhana proses pemurnian nira tebu menggunakan sulfitasi dan karbonatasi! Sertakan: bahan yang ditambahkan, proses yang terjadi, dan hasil akhir. Ruang gambar 3. Mengapa proses pemurnian ini penting sebelum nira tebu diproses lebih lanjut menjadi gula? Jelaskan kaitannya dengan mutu produk akhir! 4. Sebutkan bahan kimia yang digunakan dalam proses sulfitasi dan karbonatasi beserta rumus kimianya! Jawab pertanyaan 1, 3, dan 4 secara tertulis. Untuk pertanyaan 2, gambar diagram alur di kertas kosong dengan kotak-kotak yang dihubungkan anak panah, beri label jelas pada setiap tahapan. Kegiatan 3: Menganalisis Penerapan Proses Kimia dalam Kehidupan Sehari-hariEstimasi: 25 menit Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berikan 2 contoh produk olahan hasil pertanian yang kamu temui sehari-hari yang melibatkan proses oksidasi (selain yang sudah dibahas di kegiatan 1)! Jelaskan bagaimana proses oksidasi berperan dalam produk tersebut. 2. Menurut pendapatmu, mengapa pemahaman tentang proses kimia (oksidasi, hidrolisis, sulfitasi, karbonatasi) penting bagi seorang pengolah hasil pertanian atau industri pangan? 3. Jika kamu diminta membuat sirup gula dari nira tebu, proses kimia apa yang akan kamu terapkan dan mengapa? Jelaskan tahapannya secara singkat! Jawab setiap pertanyaan dalam bentuk uraian dengan lengkap (minimal 4-6 kalimat per pertanyaan). Gunakan bahasa yang jelas dan sertakan alasan logis dalam jawabanmu. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang proses kimia pada pengolahan hasil pertanian? 2. Bagaimana kamu dapat menerapkan pengetahuan tentang oksidasi, hidrolisis, sulfitasi, dan karbonatasi dalam kehidupan sehari-hari atau rencana kariermu di bidang agriteknologi pengolahan? 3. Adakah kesulitan yang kamu alami selama mengerjakan LKPD ini? Bagaimana kamu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.