LKPDPertemuan 7Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Kimia: Penggaraman dan Penggulaan pada Pengolahan Hasil Pertanian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Proses Kimia: Penggaraman dan Penggulaan pada Pengolahan Hasil Pertanian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Kimia: Penggaraman dan Penggulaan pada Pengolahan Hasil Pertanian

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Proses Kimia: Penggaraman dan Penggulaan pada Pengolahan Hasil Pertanian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProses Kimia: Penggaraman dan Penggulaan pada Pengolahan Hasil Pertanian
Alokasi Waktu3 x 45 menit (135 menit)
Tipe AktivitasCampuran (eksperimen, diskusi, analisis, dan praktik sederhana)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prinsip kimia penggaraman (mekanisme osmosis, kadar garam, pengaruh terhadap mikroba) dan teknik penerapannya pada produk hasil pertanian.
  2. Murid dapat menjelaskan prinsip kimia penggulaan (mekanisme dehidrasi osmotik, konsentrasi gula) dan teknik penerapannya pada pengolahan dan pengawetan hasil pertanian.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah LKPD dengan cermat sebelum memulai kegiatan.
  • Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan sesuai petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Bekerjalah secara berkelompok (3-4 orang) dan diskusikan setiap temuan.
  • Catat semua hasil pengamatan dengan jujur dan rapi pada ruang jawaban yang disediakan.
  • Jika mengalami kesulitan, tanyakan kepada guru atau teman sekelas.
  • Jaga kebersihan dan keselamatan kerja selama praktik.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengungkap Misteri Penggaraman: Eksperimen Osmosis pada Mentimun

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Mentimun segar 2 buah
  • Garam dapur 45 gram
  • Air bersih 300 ml
  • Gelas bening 3 buah
  • Pisau dan talenan
  • Penggaris
  • Timbangan digital/sendok ukur
  • Kertas label

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Siapkan tiga gelas bening berlabel A, B, dan C.
  2. 2. Potong mentimun segar menjadi irisan setebal 0,5 cm sebanyak 9 potong dengan ukuran seragam.
  3. 3. Buat larutan garam dengan konsentrasi berbeda: A = 5%, B = 15%, C = 25% (larutkan 5, 15, dan 25 gram garam dapur ke dalam 100 ml air).
  4. 4. Masukkan 3 potong mentimun ke masing-masing gelas, rendam selama 30 menit.
  5. 5. Setelah 30 menit, angkat mentimun, tiriskan, lalu amati perubahan tekstur, kekenyalan, dan ukuran potongan (bandingkan dengan potongan mentimun segar).
  6. 6. Catat hasil pengamatan pada tabel yang disediakan.
  7. 7. Diskusikan dengan kelompok mengenai mekanisme yang terjadi dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pengamatan berikut berdasarkan hasil eksperimen:

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan mengapa mentimun menjadi lunak dan menyusut setelah direndam dalam larutan garam, kaitkan dengan prinsip osmosis!

3. Berdasarkan percobaan, pada konsentrasi garam berapakah mikroba pembusuk paling sulit tumbuh? Jelaskan alasannya!

4. Diskusikan dalam kelompok: Produk pangan lokal apa saja yang menggunakan prinsip penggaraman sebagai teknik pengawetan? Sebutkan minimal 3 dan jelaskan secara singkat bagaimana metode penggaramannya!

Gambarlah tabel di buku/kertas dengan 5 kolom: Gelas (A/B/C), Tekstur, Kekenyalan, Ukuran Relatif, Kejernihan Air Rendaman. Tulis jawaban uraian dan isian di bawah tabel.

Kegiatan 2: Eksplorasi Penggulaan: Membuat Manisan Buah Sederhana

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buah pepaya muda/mangga 300 gram
  • Gula pasir 200 gram
  • Panci/wajan anti lengket
  • Kompor/alat pemanas
  • Spatula kayu
  • Timbangan digital
  • Wadah plastik/baskom
  • Sarung tangan plastik (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Siapkan buah pepaya muda atau mangga mengkal (300 gram), kupas, dan iris tipis memanjang.
  2. 2. Timbang gula pasir sebanyak 200 gram (konsentrasi ±40% dari total berat campuran).
  3. 3. Dalam wadah, campur irisan buah dengan gula, aduk rata, dan diamkan selama 20 menit sambil sesekali diaduk perlahan. Amati perubahan yang terjadi (air mulai keluar dari buah).
  4. 4. Setelah 20 menit, panaskan campuran di atas api kecil sambil terus diaduk hingga gula larut sempurna dan buah menjadi transparan (±15 menit). Jangan sampai gosong.
  5. 5. Angkat, tiriskan, dan dinginkan. Bandingkan tekstur, rasa manis, dan kenampakan dengan irisan buah segar.
  6. 6. Jawablah pertanyaan yang disediakan berdasarkan hasil pengamatan dan literatur.

Pertanyaan:

1. Jelaskan prinsip dehidrasi osmotik yang terjadi saat irisan buah dicampur dengan gula pasir! Mengapa air keluar dari buah?

2. Lengkapi tabel berikut dengan hasil pengamatanmu:

Ruang tabel jawaban

3. Berapa konsentrasi gula minimum yang efektif untuk mengawetkan buah secara tradisional menurut referensi? Mengapa konsentrasi tersebut penting?

4. Sebutkan 3 contoh produk pangan hasil pertanian yang menggunakan teknik penggulaan beserta prinsip pengawetannya!

Tulis jawaban uraian pada kertas/lembar kerja dengan rapi. Buat tabel perbandingan seperti contoh. Jawab isian dengan kalimat lengkap.

Kegiatan 3: Analisis Komparasi: Penggaraman vs Penggulaan dalam Produk Pangan Lokal

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/karton manila
  • Spidol warna-warni
  • Lembar referensi/buku teks
  • Akses internet (jika tersedia)
  • Contoh produk jadi (bisa dibawa dari rumah sebagai sampel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Bentuk kelompok baru atau tetap di kelompok yang sama (3-4 orang).
  2. 2. Cari informasi dari berbagai sumber (buku paket, internet, wawancara dengan penjual makanan, atau observasi produk di pasar/warung) tentang produk pangan khas daerah yang menggunakan teknik penggaraman dan penggulaan.
  3. 3. Pilih minimal 2 produk penggaraman dan 2 produk penggulaan yang berbeda.
  4. 4. Analisis setiap produk berdasarkan: nama produk, bahan baku, konsentrasi garam/gula yang umum digunakan, prinsip kimia utama, tahapan proses, keunggulan pengawetan, dan aspek keamanan pangan.
  5. 5. Buat tabel perbandingan seperti format yang diberikan.
  6. 6. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dalam waktu 5 menit per kelompok.

Pertanyaan:

1. Buatlah tabel perbandingan antara teknik penggaraman dan penggulaan berdasarkan aspek berikut: mekanisme pengawetan, kisaran konsentrasi efektif, contoh produk, kelebihan, dan kekurangan.

Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan: Mengapa penggaraman lebih efektif untuk daging/ikan, sedangkan penggulaan lebih sering untuk buah-buahan? Kaitkan dengan karakteristik bahan dan interaksi kimianya!

3. Bagaimana pendapatmu tentang potensi pengembangan produk olahan hasil pertanian berbasis penggaraman atau penggulaan di daerahmu? Tuliskan ide satu produk inovatif dan jelaskan secara singkat teknik pengawetannya!

Buat tabel perbandingan di kertas plano/karton manila untuk presentasi. Tulis ide produk pada selembar kertas sebagai lampiran laporan kelompok.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang pengawetan dengan garam dan gula? Mengapa demikian?

2. Bagaimana kamu dapat menerapkan pengetahuan penggaraman dan penggulaan ini dalam kehidupan sehari-hari di rumah?

3. Tantangan apa yang kamu hadapi saat melakukan eksperimen atau diskusi hari ini? Bagaimana cara kamu mengatasinya?

4. Setelah mempelajari topik ini, apakah pandanganmu terhadap makanan olahan tradisional berubah? Jelaskan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.