LKPDPertemuan 6Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Termal: Blanching dan Pasteurisasi pada Bahan Hasil Pertanian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Proses Termal: Blanching dan Pasteurisasi pada Bahan Hasil Pertanian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Proses Termal: Blanching dan Pasteurisasi pada Bahan Hasil Pertanian

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Proses Termal: Blanching dan Pasteurisasi pada Bahan Hasil Pertanian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProses Termal: Blanching dan Pasteurisasi pada Bahan Hasil Pertanian
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis prinsip, tujuan, dan teknik blanching pada bahan hasil pertanian nabati serta pengaruhnya terhadap mutu produk.
  2. Murid dapat menganalisis prinsip, tujuan, dan teknik pasteurisasi pada bahan hasil pertanian (susu, sari buah) serta perbedaannya dengan sterilisasi.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti.
  • Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 3–4 orang.
  • Siapkan alat tulis dan kertas/buku catatan.
  • Gunakan sumber belajar yang tersedia (buku teks, internet yang terpercaya) untuk memperdalam pemahaman.
  • Jika ada bagian yang kurang jelas, tanyakan kepada guru.
  • Setiap anggota kelompok wajib berkontribusi dalam diskusi dan penyelesaian tugas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Sayuran: Mengungkap Rahasia Blanching

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja (disediakan guru)
  • Gambar/foto sayuran segar dan setelah blanching (dapat dari internet atau cetakan)
  • Spidol/pensil warna untuk menandai tabel
  • Buku Paket Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar atau video singkat tentang proses blanching pada sayuran (gambar tersedia dari guru).
  2. Baca teks informasi berikut:
  3. “Blanching adalah proses pemanasan pendahuluan pada sayur dan buah yang biasanya dilakukan dengan air panas (suhu >70°C) atau uap panas. Tujuannya: menonaktifkan enzim penyebab kerusakan, mempertahankan warna, mengurangi mikroba awal, melunakkan jaringan agar mudah dikemas, serta mengeluarkan udara dari dalam jaringan. Namun, waktu yang terlalu lama dapat menyebabkan kehilangan nutrisi dan tekstur lembek.”
  4. Secara berkelompok, diskusikan dan lengkapi tabel analisis blanching untuk tiga jenis sayuran yang berbeda (misal: bayam, brokoli, kentang). Lengkapi data metode, suhu, waktu blanching berdasarkan sumber belajar.
  5. Jawablah pertanyaan uraian yang mengaitkan blanching dengan mutu produk dan proses pengolahan lanjutan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis blanching berikut untuk tiga jenis sayuran pilihanmu: (kolom: Nama Sayur, Metode Blanching (Air Panas/Uap), Perkiraan Suhu & Waktu, Tujuan Utama Blanching, Perubahan pada Warna, Perubahan pada Tekstur, Perubahan Kandungan Gizi (misal vitamin C))

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa proses blanching sering menjadi tahap kritis sebelum pembekuan sayuran? Jelaskan hubungan antara blanching dengan mutu sayuran beku!

3. Apa yang terjadi jika waktu blanching terlalu lama? Berikan contoh dampak nyata pada produk olahan.

Tabel: gambarkan tabel 4 kolom x 4 baris (judul kolom seperti pada pertanyaan, baris untuk 3 sayur + judul). Uraian: tulis pada kertas folio bergaris, masing-masing minimal 5 kalimat.

Kegiatan 2: Ahli Susu: Membandingkan Pasteurisasi dan Sterilisasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan Buku Siswa Bab 3 halaman 95-97 (fotokopi)
  • Kemasan kosong susu UHT, susu pasteurisasi, susu steril (bila ada)
  • Kertas A3 untuk tabel perbandingan
  • Spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca kutipan dari Buku Siswa Bab 3 tentang metode pasteurisasi (HTST, LTLT, UHT) dan sterilisasi. Perhatikan suhu, waktu, dan pengaruhnya terhadap mikroba serta kualitas susu.
  2. Amati beberapa kemasan produk susu yang tersedia (susu pasteurisasi, susu UHT, susu steril) bila memungkinkan. Bila tidak, gunakan gambar atau data dari guru.
  3. Diskusikan dalam kelompok dan isi tabel perbandingan antara pasteurisasi (HTST), pasteurisasi (UHT), dan sterilisasi.
  4. Selanjutnya, jawab pertanyaan analitis terkait pemilihan metode di industri dan dampaknya pada konsumen.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel perbandingan berikut untuk setiap proses termal pada susu: (kolom: Aspek (Suhu, Waktu, Mikroba yang Mati, Sisa Mikroba, Umur Simpan di Suhu Ruang, Perubahan Rasa/Gizi), lalu baris: Pasteurisasi HTST, Pasteurisasi UHT, Sterilisasi)

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa susu UHT bisa disimpan di suhu ruang tanpa rusak, sedangkan susu pasteurisasi HTST harus selalu di kulkas? Kaitkan dengan prinsip proses termal yang dilakukan.

3. Dari segi gizi dan kepraktisan sebagai konsumen SMK, metode mana yang menurutmu paling cocok untuk susu konsumsi harian? Jelaskan alasan logismu!

Tabel: buat di kertas A3 dengan kolom sesuai pertanyaan. Uraian: tulis di kertas folio minimal 5 kalimat. Diskusi: satu kelompok menyampaikan pendapat lisan saat presentasi, lalu ditulis ringkasan pendapat.

Kegiatan 3: Konsultan Pangan: Memilih Proses Termal Tepat untuk Produk Olahan

Estimasi: 30 menit (sudah termasuk presentasi singkat 2 menit per kelompok)

Alat & Bahan:

  • Skenario kasus tercetak
  • Kertas folio
  • Kertas A4 untuk flowchart
  • Alat tulis, penggaris
  • Buku teks atau akses internet untuk cek suhu pasteurisasi jus buah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca skenario kasus berikut:
  2. “Bu Rina adalah petani stroberi di Lembang yang ingin membuat jus stroberi dalam kemasan. Ia ingin jusnya segar alami, tanpa pengawet kimia, dan tahan minimal 2 minggu di dalam kulkas. Ia berkonsultasi kepada kalian sebagai ahli teknologi pangan. Ia bingung antara blanching buah, pasteurisasi jus, atau sterilisasi.”
  3. Diskusikan dalam kelompok, kaji setiap alternatif proses berdasarkan prinsip, kelebihan, kekurangan, dan dampak pada mutu jus stroberi (rasa, warna, vitamin C, keamanan).
  4. Buatlah rekomendasi tertulis dalam bentuk paragraf argumentatif yang disertai bagan alir (flowchart) sederhana proses pengolahan jus stroberi dari sortasi hingga penyimpanan.
  5. Pilih salah satu anggota kelompok untuk mempresentasikan rekomendasi di depan kelas (durasi 2 menit).
  6. Di akhir, kelas memberikan masukan dan guru memberikan penguatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan analisis kelompok, proses termal apa yang paling sesuai untuk jus stroberi Bu Rina? Tuliskan rekomendasi lengkap dengan alasan ilmiah pada kertas folio!

2. Gambarlah bagan alir (flowchart) proses pengolahan jus stroberi rekomendasi kelompokmu, mulai dari penerimaan buah hingga produk siap simpan! Sertakan suhu dan waktu pada tahap kritis.

Ruang gambar

Paragraf rekomendasi: minimal 7 kalimat, tulis di kertas folio. Flowchart: gambar di kertas A4, gunakan simbol standar (oval untuk start/end, persegi untuk proses, belah ketupat untuk keputusan) dan beri label suhu/waktu.

REFLEKSI

1. Pengetahuan atau keterampilan baru apa yang kamu peroleh hari ini tentang proses termal pada bahan hasil pertanian?

2. Bagian mana dari kegiatan yang paling menantang atau menyenangkan? Mengapa?

3. Bagaimana perasaanmu setelah mampu memberikan rekomendasi ilmiah seperti seorang ahli pangan? Apakah ada produk di rumahmu yang prosesnya serupa? Ceritakan singkat!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.