LKPDPertemuan 3Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis penyebab pemanasan global (peningkatan emisi gas rumah kaca sejak revolusi industri) dan dampak perubahan iklim global seperti hujan asam, kekeringan, banjir, serta pengaruhnya terhadap ketahanan pangan.
  2. Murid dapat mengevaluasi hubungan antara aktivitas industri pengolahan hasil pertanian dengan peningkatan emisi gas buang menggunakan data grafik konsentrasi gas rumah kaca dari sumber terpercaya.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai aktivitas belajar.
  • Bacalah setiap instruksi dengan saksama dan teliti.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dan saling menghargai pendapat saat berdiskusi dengan teman.
  • Gunakan berbagai sumber literatur terpercaya (buku teks, artikel ilmiah, atau website resmi seperti BMKG, EPA, atau FAO) untuk memperkaya jawabanmu.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau materi yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Iklim: Menelusuri Jejak Pemanasan Global

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Prakarya Pengolahan
  • Akses internet atau artikel berita cetak tentang cuaca ekstrem
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati lingkungan sekitarmu atau ingat kembali berita terkini tentang cuaca ekstrem (banjir, kekeringan, hujan asam).
  2. Diskusikan dengan teman sebangkumu mengenai penyebab utama fenomena tersebut, khususnya kaitannya dengan revolusi industri.
  3. Analisis bagaimana fenomena cuaca ekstrem ini memengaruhi panen petani dan ketersediaan pangan kita sehari-hari.

Pertanyaan:

1. Jelaskan secara singkat bagaimana peningkatan emisi gas rumah kaca sejak revolusi industri memicu terjadinya pemanasan global!

2. Berdasarkan hasil diskusimu, lengkapi tabel analisis dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan berikut!

Ruang tabel jawaban

Untuk soal nomor 1, sediakan area kosong bergaris. Untuk soal nomor 2, buatlah tabel dengan 3 kolom: 'Jenis Perubahan Iklim (Hujan Asam/Kekeringan/Banjir)', 'Dampak pada Lahan/Tanaman Pertanian', dan 'Pengaruh terhadap Ketahanan Pangan'.

Kegiatan 2: Membaca Data: Industri Pengolahan dan Jejak Karbon

Estimasi: 35 Menit

Alat & Bahan:

  • Gawai/Laptop dengan akses internet
  • Buku teks
  • Kertas, pensil, dan lem (jika menempel cetakan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Carilah grafik konsentrasi gas rumah kaca global (CO2, Metana, Nitrogen Oksida) dari sumber terpercaya (misalnya EPA, FAO, atau buku teks) melalui internet atau bahan bacaan.
  2. Perhatikan tren peningkatan pada grafik tersebut dari waktu ke waktu.
  3. Kaitkan data peningkatan tersebut dengan aktivitas industri pengolahan hasil pertanian (misalnya pengolahan limbah organik, penggunaan mesin pabrik, dan proses produksi).

Pertanyaan:

1. Gambarkan sketsa sederhana atau tempelkan cetakan grafik konsentrasi gas rumah kaca yang kamu temukan, lalu tuliskan sumber datanya!

Ruang gambar

2. Berdasarkan grafik tersebut, evaluasilah bagaimana aktivitas industri pengolahan hasil pertanian berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas buang! Berikan argumenmu secara logis.

Sediakan kotak kosong berukuran sedang untuk menggambar/menempel grafik pada soal nomor 1. Di bawahnya, sediakan area bergaris yang cukup luas untuk menuliskan hasil evaluasi dan argumen pada soal nomor 2.

Kegiatan 3: Gagasan Inovatif: Menuju Industri Pengolahan Ramah Lingkungan

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu adalah seorang manajer di sebuah pabrik pengolahan hasil pertanian (misalnya pabrik keripik singkong, pengolahan susu, atau pabrik tahu).
  2. Berdasarkan pemahamanmu tentang dampak perubahan iklim dan emisi gas buang dari kegiatan sebelumnya, rancanglah 3 langkah strategis untuk mengurangi jejak karbon di pabrikmu.
  3. Diskusikan gagasanmu dengan teman sekelompok dan berikan masukan satu sama lain.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 langkah strategis atau inovasi yang akan kamu terapkan di pabrikmu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjadikannya industri yang ramah lingkungan!

Sediakan 3 poin kosong dengan ikon lampu pijar (ide) di sampingnya untuk menuliskan masing-masing langkah strategis hasil diskusi.

REFLEKSI

1. Apa satu fakta baru yang paling mengejutkanmu saat mempelajari dampak pemanasan global terhadap makanan yang kita konsumsi sehari-hari?

2. Bagaimana perasaanmu setelah menyadari bahwa industri pengolahan hasil pertanian turut menyumbang gas rumah kaca? Apa tindakan kecil yang bisa kamu lakukan sebagai konsumen untuk membantu mengurangi dampak tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.