LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Mengenal Sarana Persembahyangan Lebih Dalam
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Mengenal Sarana Persembahyangan Lebih Dalam". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Mengenal Sarana Persembahyangan Lebih Dalam
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2
Bab 4 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Mengenal Sarana Persembahyangan Lebih Dalam INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Ayo Amati dan Kenali Sarana Persembahyangan!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan gambar berikut. Tuliskan nama sarana persembahyangan yang kamu lihat, lalu isi tabel di bawah ini! (Gambar yang disertakan: bunga, dupa, air/tirta, bija, kemenyan, pasepan) Ruang tabel jawaban 2. Dari sarana-sarana di atas, manakah yang sudah pernah kamu lihat saat sembahyang? Lingkari namanya! 3. Menurutmu, mengapa sarana persembahyangan harus bersih dan segar? Tuliskan jawabanmu! Tabel 3 kolom: Nama Sarana | Sarana Umum (✓) | Sarana Khas Daerah (✓). Dilanjutkan ruang lingkar nama dan kotak uraian singkat. Kegiatan 2: Ayo Kelompokkan Sarana Persembahyangan!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kelompokkan sarana-sarana berikut ke dalam tabel! Sarana: Bunga, Dupa, Air (Tirta), Bija, Kemenyan, Pasepan, Kwangen, Beras, Daun Sirih. Masukkan ke kolom yang tepat: Sarana Pokok atau Sarana Tambahan Khas Daerah. Ruang tabel jawaban 2. Lengkapi tabel fungsi sarana berikut ini! No | Nama Sarana | Fungsinya. (Sarana yang harus diisi: Bunga, Dupa, Air/Tirta, Bija) Ruang tabel jawaban 3. Diskusikan bersama kelompokmu: Bolehkah kita menggunakan bunga yang sudah layu untuk sembahyang? Mengapa? Tuliskan pendapat kelompokmu! Tabel 2 kolom untuk pengelompokan: Sarana Pokok | Sarana Tambahan Khas Daerah. Dilanjutkan tabel 3 kolom: No | Nama Sarana | Fungsinya. Kotak diskusi kelompok dengan ruang cukup untuk 3–4 kalimat. Kegiatan 3: Ayo Ungkapkan Rasa Syukur dan Bhakti Kita!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berilah tanda (✓) dan tuliskan alasanmu! Pernyataan: (a) Sarana persembahyangan harus kita jaga dan hormati karena digunakan untuk beribadah kepada Hyang Widhi Wasa. (b) Tidak apa-apa menggunakan sarana yang kotor saat sembahyang. (c) Membuat sarana persembahyangan dengan hati yang tulus adalah bentuk bhakti kita kepada Hyang Widhi Wasa. (d) Sarana persembahyangan hanya sekadar hiasan, tidak ada maknanya. (e) Setiap sarana persembahyangan memiliki makna dan fungsi yang penting. Ruang tabel jawaban 2. Gambarlah atau tulislah satu sarana persembahyangan favoritmu di kotak di bawah ini, lalu ceritakan mengapa kamu menyukainya! Ruang gambar 3. Tuliskan satu janji atau tekadmu untuk lebih menghargai sarana persembahyangan dalam ibadah sehari-harimu! Tabel 3 kolom: Pernyataan | Setuju / Tidak Setuju (✓) | Alasanku. Kotak gambar ukuran 8x8 cm dengan garis tepi. Kotak uraian janji/tekad dengan 3 baris kosong. REFLEKSI1. Sarana persembahyangan apa yang paling sering kamu lihat atau gunakan di rumah? Ceritakan pengalamanmu! 2. Setelah belajar hari ini, apa yang kamu rasakan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian sarana persembahyangan? 3. Apa yang akan kamu lakukan berbeda saat sembahyang setelah mengetahui makna dari setiap sarana persembahyangan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.