LKPDPertemuan 8Bab 3Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Berpasangan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Berpasangan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Berpasangan

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Berpasangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Berpasangan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap orang suci agama Hindu

PETUNJUK UMUM

  • Duduklah bersama teman pasanganmu dengan tertib dan rukun.
  • Tuliskan nama kalian berdua pada kolom nama pasangan di lembar kerja.
  • Bacalah setiap cerita singkat dan petunjuk dengan cermat bersama pasanganmu.
  • Tunjukkan pilihan perilaku Tri Kaya Parisudha yang benar dengan memberi tanda centang (✓) atau menarik garis.
  • Tanyakan kepada bapak atau ibu guru jika ada hal yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menunjukkan Sikap Baik dan Tidak Baik terhadap Orang Suci

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati bersama pasanganmu cerita singkat tentang perilaku murid terhadap orang suci.
  2. Diskusikan berdua, manakah yang merupakan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha (perilaku baik) terhadap orang suci dan mana yang bukan.
  3. Beri tanda centang (✓) pada kolom 'Baik' jika menunjukkan Tri Kaya Parisudha, atau pada kolom 'Tidak Baik' jika bukan.

Pertanyaan:

1. Perilaku 1: Wayan mendengarkan nasihat Pinandita dengan tenang dan tidak bercanda.

Ruang tabel jawaban

2. Perilaku 2: Kadek berbicara memotong dan membantah saat Sulinggih sedang memberi wejangan.

Ruang tabel jawaban

3. Perilaku 3: Komang menyapa dan mencakupkan tangan memberi salam panganjali saat bertemu Pendeta.

Ruang tabel jawaban

4. Perilaku 4: Ketut berpikiran iri hati dan curiga ketika melihat orang suci menerima punia dari umat.

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan 3 kolom: [Pernyataan Perilaku], [Baik (Tri Kaya Parisudha)], [Tidak Baik]. Berikan tanda centang (✓) pada salah satu kolom pilihan.

Kegiatan 2: Menjodohkan Bagian Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali tiga bagian Tri Kaya Parisudha: Manacika (berpikir yang baik), Wacika (berkata yang baik), dan Kayika (berbuat yang baik).
  2. Bersama pasanganmu, baca contoh perilaku terhadap orang suci di sebelah kiri.
  3. Tunjukkan pasangannya yang tepat dengan menarik garis lurus ke bagian Tri Kaya Parisudha di sebelah kanan.

Pertanyaan:

1. Jodohkan perilaku 'Selalu berpikiran hormat, tulus, dan mendoakan keselamatan orang suci' ke bagian Tri Kaya Parisudha yang tepat.

Ruang gambar

2. Jodohkan perilaku 'Berbicara santun, sopan, dan tidak berbohong saat memohon petunjuk kepada orang suci' ke bagian Tri Kaya Parisudha yang tepat.

Ruang gambar

3. Jodohkan perilaku 'Membantu membawakan alas duduk atau perlengkapan puja orang suci saat upacara' ke bagian Tri Kaya Parisudha yang tepat.

Ruang gambar

Dua kolom menjodohkan. Kolom Kiri: 3 kotak pernyataan perilaku. Kolom Kanan: 3 kotak pilihan bagian Tri Kaya Parisudha (Manacika Parisudha, Wacika Parisudha, Kayika Parisudha). Hubungkan dengan menarik garis.

Kegiatan 3: Memilih Contoh Nyata Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 situasi kehidupan sehari-hari bersama pasanganmu.
  2. Tunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha yang benar dengan melingkari huruf pilihan (A atau B).
  3. Setelah selesai memilih bersama pasangan, bersiaplah mengikuti kegiatan refleksi bersama seluruh kelas.

Pertanyaan:

1. Ketika berkunjung ke pasraman atau rumah orang suci, manakah contoh perilaku berpikir yang baik (Manacika Parisudha)?

  1. Memikirkan hal-hal baik dan berniat tulus meminta tuntunan rohani.
    1. Berpikir ingin segera pulang karena merasa bosan.

2. Saat menyapa orang suci di pura, manakah contoh perilaku berkata yang baik (Wacika Parisudha)?

  1. Berteriak memanggil nama orang suci dari kejauhan.
    1. Mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dengan suara lembut.

3. Saat melihat orang suci sedang memimpin upacara persembahyangan, manakah contoh perbuatan yang baik (Kayika Parisudha)?

  1. Duduk bersila dengan tertib dan tenang mengikuti puja.
    1. Berlari-larian di dekat tempat pemujaan orang suci.

Teks pilihan ganda sederhana (A dan B) untuk tiap nomor. Lingkari huruf A atau B pada lembar kerja.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan tadi, contoh perilaku baik manakah yang paling sering kamu lakukan saat bertemu orang suci agama Hindu?

2. Bagaimana perasaanmu bekerja sama berpasangan dengan temanmu untuk menemukan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.