LKPDPertemuan 7Bab 3Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Terbimbing

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Terbimbing".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Terbimbing

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Terbimbing

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci Agama Hindu secara Terbimbing
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha terhadap orang suci agama Hindu

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan doa Gayatri atau doa belajar bersama guru.
  • Dengarkan penjelasan dan bimbingan guru dengan penuh perhatian.
  • Kerjakan lembar kerja ini secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan bapak/ibu guru.
  • Gunakan pensil atau krayon untuk menandai dan menghubungkan gambar contoh perilaku.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menunjukkan Contoh Perilaku Baik terhadap Orang Suci Melalui Gambar

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan 4 gambar situasi perilaku terhadap orang suci yang dibacakan oleh guru.
  2. Beri tanda centang (V) pada kotak di bawah gambar yang menunjukkan contoh perilaku baik/sopan terhadap orang suci.
  3. Beri tanda silang (X) pada kotak di bawah gambar yang menunjukkan perilaku tidak sopan terhadap orang suci.

Pertanyaan:

1. Gambar 1: Anak mencakupkan kedua tangan di dada memberi salam panganjali saat bertemu Sulinggih/Pinandita. Tanda apakah yang tepat (V atau X)?

Ruang gambar

2. Gambar 2: Anak berteriak dan memotong pembicaraan saat orang suci sedang memberikan nasihat keagamaan. Tanda apakah yang tepat (V atau X)?

Ruang gambar

3. Gambar 3: Anak duduk bersila dengan tenang dan tertib mendengarkan wejangan orang suci di pasraman/pura. Tanda apakah yang tepat (V atau X)?

Ruang gambar

4. Gambar 4: Anak berlari-larian dan mengganggu jalannya upacara pemujaan yang sedang dipimpin oleh Pinandita. Tanda apakah yang tepat (V atau X)?

Ruang gambar

Tersedia 4 kotak di samping/bawah deskripsi gambar pada lembar kerja untuk diisi tanda centang (V) atau tanda silang (X) oleh murid.

Kegiatan 2: Menunjukkan Pasangan Bagian Tri Kaya Parisudha terhadap Orang Suci

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali 3 bagian Tri Kaya Parisudha: Manacika (berpikir yang baik), Wacika (berkata yang baik), dan Kayika (berbuat yang baik).
  2. Tarik garis lurus yang menghubungkan nama bagian Tri Kaya Parisudha di kolom kiri dengan contoh perilakunya terhadap orang suci di kolom kanan.

Pertanyaan:

1. Hubungkan bagian 'Manacika Parisudha' (Pikiran yang Bersih) dengan contoh perilaku yang tepat terhadap orang suci!

Ruang tabel jawaban

2. Hubungkan bagian 'Wacika Parisudha' (Perkataan yang Benar) dengan contoh perilaku yang tepat terhadap orang suci!

Ruang tabel jawaban

3. Hubungkan bagian 'Kayika Parisudha' (Perbuatan yang Baik) dengan contoh perilaku yang tepat terhadap orang suci!

Ruang tabel jawaban

Format lembar kerja mencocokkan garis (menjodohkan) dengan 2 kolom sejajar: Kolom Kiri memuat 3 kotak nama bagian (1. Manacika Parisudha, 2. Wacika Parisudha, 3. Kayika Parisudha); Kolom Kanan memuat 3 kotak pilihan perilaku teracak: [A] Mengucapkan salam Om Swastyastu dan berbicara lemah lembut serta jujur kepada orang suci; [B] Memiliki niat tulus dan pikiran yang hormat saat sowan/bertemu orang suci; [C] Mencakupkan tangan memberi panganjali dan duduk bersila dengan tertib di hadapan orang suci.

Kegiatan 3: Menunjukkan Pilihan Sikap Tri Kaya Parisudha dalam Cerita Situasi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak 3 cerita singkat tentang perjumpaan anak dengan orang suci yang dibacakan oleh guru.
  2. Pilih dan lingkari huruf (A atau B) yang menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha yang benar.
  3. Sampaikan pilihanmu saat ditunjuk oleh bapak/ibu guru.

Pertanyaan:

1. Situasi Pikiran (Manacika): Ketika Wayan diajak orang tuanya berkunjung ke kediaman (Gria/Pasraman) Sulinggih, contoh perilaku pikiran yang baik adalah: [A] Mengingat nasihat orang suci dengan hati yang gembira dan ikhlas, atau [B] Menggerutu kesal karena ingin menonton televisi di rumah?

2. Situasi Ucapan (Wacika): Saat bertanya mengenai tata cara sembahyang kepada Pinandita di Pura, contoh ucapan yang santun adalah: [A] Berbicara dengan nada membentak dan tergesa-gesa, atau [B] Berbicara dengan sopan, santun, dan tidak berbohong?

3. Situasi Perbuatan (Kayika): Saat Sulinggih sedang melafalkan mantra pemujaan (puja), contoh perbuatan badan yang benar adalah: [A] Duduk tenang dan bersikap anjali mengikuti persembahyangan, atau [B] Melompat-lompat dan bercanda bersama teman?

Tersedia pilihan bertanda huruf [A] dan [B] di bawah teks tiap situasi, murid melingkari huruf pilihan yang tepat menggunakan pensil.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah belajar menunjukkan contoh perilaku yang baik kepada orang suci agama Hindu hari ini?

2. Contoh perilaku Tri Kaya Parisudha apa yang ingin kamu tunjukkan saat nanti bertemu Pinandita atau Sulinggih di Pura?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.