LKPDPertemuan 9Bab 3Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata
Alokasi Waktu120 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan perilaku Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha melalui kegiatan bermain peran dalam situasi kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat merefleksikan perasaan dan manfaat yang dirasakan ketika berperilaku sesuai Tri Kaya Parisudha dibandingkan ketika melanggarnya.

PETUNJUK UMUM

  • Anak-anak yang baik, hari ini kita akan bermain peran! Kita akan menjadi tokoh dalam cerita dan menunjukkan perilaku baik dari Tri Kaya Parisudha.
  • Dengarkan petunjuk guru dengan saksama sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Kerjakan dengan hati gembira dan semangat belajar bersama teman!
  • Jika ada yang belum jelas, angkat tangan dan tanya guru ya!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Amati dan Kenali Perilaku Tri Kaya Parisudha

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar-gambar ilustrasi perilaku Tri Kaya Parisudha
  • Pensil warna atau crayon
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan gambar-gambar yang ditunjukkan guru di depan kelas.
  2. Amati perilaku apa yang sedang dilakukan pada setiap gambar.
  3. Diskusikan dengan teman sebangku: apakah perilaku itu termasuk Manacika (pikiran baik), Wacika (perkataan baik), atau Kayika (perbuatan baik) Parisudha?
  4. Tuliskan jawabanmu di tabel yang sudah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan menuliskan jenis perilaku Tri Kaya Parisudha yang sesuai!

Ruang tabel jawaban

2. Perilaku mana yang paling sering kamu lakukan? Berilah tanda bintang (★) pada gambar tersebut!

Ruang gambar

Tabel dengan 3 kolom: Nomor Gambar | Perilaku yang Ditunjukkan | Jenis Tri Kaya Parisudha (Manacika/Wacika/Kayika). Sediakan 5 baris untuk diisi.

Kegiatan 2: Ayo Bermain Peran: Menjadi Tokoh Baik

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu cerita situasi sehari-hari (disiapkan guru)
  • Properti sederhana (opsional: topi, tas, boneka)
  • Ruang untuk bermain peran

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 anak).
  2. Setiap kelompok akan mendapat satu kartu cerita tentang situasi sehari-hari.
  3. Bacalah cerita bersama kelompokmu (guru akan membantu membacakan).
  4. Pilih siapa yang akan menjadi tokoh dalam cerita.
  5. Latih bermain peran selama 5 menit.
  6. Tampilkan permainan peran di depan kelas dengan penuh percaya diri!
  7. Teman-teman yang menonton akan memberikan tepuk tangan.

Pertanyaan:

1. Cerita apa yang kelompokmu perankan?

2. Perilaku Tri Kaya Parisudha apa saja yang kalian tunjukkan dalam permainan peran? Tuliskan minimal 2!

3. Apa yang kamu rasakan saat berperan menjadi tokoh yang berperilaku baik?

4. Gambarkan wajahmu saat berperan tadi! (Gambar ekspresi: senang, bangga, atau gembira)

Ruang gambar

Kotak-kotak jawaban dengan nomor. Untuk nomor 4 sediakan kotak kosong berukuran 8x8 cm untuk menggambar wajah.

Kegiatan 3: Ayo Bandingkan: Perilaku Baik vs Perilaku Buruk

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Cerita pendek A dan B (dibacakan guru)
  • Lembar emotikon

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan membandingkan dua situasi yang berbeda.
  2. Guru akan menceritakan dua cerita pendek: Cerita A (seseorang berperilaku sesuai Tri Kaya Parisudha) dan Cerita B (seseorang melanggar Tri Kaya Parisudha).
  3. Dengarkan dengan saksama kedua cerita tersebut.
  4. Pikirkan: bagaimana perasaan tokoh dan orang di sekitarnya dalam setiap cerita?
  5. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur.

Pertanyaan:

1. Dalam Cerita A (perilaku baik), apa yang terjadi pada tokoh dan orang di sekitarnya?

2. Dalam Cerita B (perilaku buruk), apa yang terjadi pada tokoh dan orang di sekitarnya?

3. Berilah tanda centang (✓) pada gambar emotikon yang menunjukkan perasaanmu jika berperilaku sesuai Tri Kaya Parisudha!

Ruang gambar

4. Apa manfaat yang kamu rasakan ketika berperilaku baik sesuai Tri Kaya Parisudha? Ceritakan!

5. Tuliskan 1 janji yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk mempraktikkan Tri Kaya Parisudha!

Nomor 1-2 dan 4: kotak bergaris untuk menulis jawaban (3-4 baris). Nomor 3: sediakan 4 emotikon (sangat senang, senang, sedih, marah) untuk dipilih. Nomor 5: kotak khusus bertuliskan 'Janjiku:' dengan hiasan border menarik.

REFLEKSI

1. Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan bermain peran hari ini?

2. Perilaku Tri Kaya Parisudha mana yang paling mudah kamu lakukan? Mengapa?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang Tri Kaya Parisudha hari ini? Apakah kamu ingin terus mempraktikkannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.