LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berpikir dan Berkata Baik yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berpikir dan Berkata Baik yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berpikir dan Berkata Baik yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 3 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berpikir dan Berkata Baik yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menemukan Perilaku Berpikir Baik (Manacika Parisudha)Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan situasi berikut: Saat akan menghadapi ulangan, Ayu rajin belajar dan merasa tenang serta percaya diri. Apakah sikap Ayu termasuk perilaku berpikir baik (Manacika Parisudha)? Tentukan pilihanmu (Ya / Tidak). 2. Identifikasi dari 3 pernyataan pikiran berikut, manakah yang merupakan perilaku berpikir baik (Manacika Parisudha)? Beri tanda (V) untuk berpikir baik dan (X) untuk bukan berpikir baik: (a) Merasa iri saat teman mendapat nilai bagus, (b) Mendoakan teman yang sedang sakit agar cepat sembuh, (c) Berprasangka baik bahwa semua teman berniat baik. Ruang tabel jawaban Format lembar kerja: Kotak pilihan Ya/Tidak untuk butir 1. Tabel 3 baris berisi kolom Pernyataan dan kolom Tanda (V/X) untuk butir 2: Baris 1 [Iri teman dapat nilai bagus], Baris 2 [Mendoakan teman sakit], Baris 3 [Berprasangka baik kepada teman]. Kegiatan 2: Memilih Kata-Kata Baik dan Sopan (Wacika Parisudha)Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Budi tidak sengaja menjatuhkan pensil milik Wayan. Kalimat manakah yang merupakan perilaku berkata baik (Wacika Parisudha)? Pilihan A: 'Maafkan aku Wayan, ini kuambilkan pensilmu.' atau Pilihan B: 'Salahmu sendiri pensil ditaruh di pinggir!'. 2. Kelompokkan 4 ucapan berikut ke dalam tabel 'Berkata Baik (Subha Karma)' atau 'Bukan Berkata Baik':
Ruang tabel jawaban Format jawaban: Tuliskan huruf pilihan A atau B pada kotak yang tersedia untuk butir 1. Tabel 2 kolom untuk butir 2: Kolom 1 berjudul 'Berkata Baik (Subha Karma)' dan Kolom 2 berjudul 'Bukan Berkata Baik' untuk mengelompokkan nomor ucapan (1, 2, 3, 4). Kegiatan 3: Memilah Perilaku Subha Karma Berpikir dan BerkataEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pasangkanlah contoh perilaku Subha Karma berikut dengan bagian Tri Kaya Parisudha yang tepat:
2. Perhatikan gambar Ayu yang sedang tersenyum memikirkan cara membahagiakan orang tuanya dan Made yang sedang berpamitan ramah kepada orang tuanya. Tentukan mana yang merupakan bukti perilaku berpikir baik (Manacika) dan mana yang berkata baik (Wacika)! Ruang gambar Format pengerjaan: Menjodohkan 4 baris pernyataan dengan 2 pilihan label (Manacika Parisudha / Wacika Parisudha) menggunakan garis penghubung, serta mengisi label nama ajaran di bawah 2 ilustrasi gambar tokoh (Ayu dan Made). Bagian bawah lembar memuat refleksi dan penutup. REFLEKSI1. Apakah kamu sudah bisa membedakan mana ucapan yang sopan (Wacika Parisudha) dan mana ucapan yang tidak boleh ditiru? 2. Bagaimana perasaanmu setelah belajar memilih pikiran yang tenang dan baik (Manacika Parisudha) hari ini? 3. Perilaku berkata baik apa yang ingin kamu ucapkan kepada orang tua dan temanmu hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.