LKPDPertemuan 10Bab 1Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Meneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Meneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Meneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Meneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMeneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas
Alokasi Waktu2 x 35 menit (70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali bagian cerita Ramayana yang paling berkesan dengan kalimat sendiri secara lisan di depan kelas.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap meneladani sifat baik salah satu tokoh dalam cerita Ramayana dan menghindari sifat buruk tokoh lainnya.

PETUNJUK UMUM

  • Adik-adik, kita sudah membaca cerita Ramayana bersama-sama. Sekarang saatnya kita mengingat kembali cerita yang paling berkesan!
  • Lembar kerja ini akan membantumu menceritakan kembali cerita Ramayana dengan caramu sendiri dan belajar dari tokoh-tokoh hebat di dalamnya.
  • Kerjakan dengan hati gembira. Kamu boleh menggambar dan mewarnai untuk membuatnya lebih menarik!
  • Jika ada yang belum jelas, tanyakan kepada guru atau temanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Cerita Favoritku dari Ramayana

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Pensil warna atau krayon
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat-ingat kembali cerita Ramayana yang sudah kita baca bersama.
  2. Pilih satu bagian cerita yang paling kamu suka atau yang paling berkesan bagimu.
  3. Gambar bagian cerita itu di kotak yang sudah disediakan. Kamu boleh pakai pensil warna atau krayon!
  4. Ceritakan bagian yang kamu gambar dengan kalimatmu sendiri. Tidak apa-apa kalau kalimatnya pendek.
  5. Nanti kamu akan bercerita di depan kelas dengan suara yang jelas dan percaya diri seperti Ayu!

Pertanyaan:

1. Gambar bagian cerita Ramayana yang paling berkesan bagimu di kotak ini!

Ruang gambar

2. Ceritakan bagian yang kamu gambar dengan kalimatmu sendiri! (Tulis 2-3 kalimat)

3. Mengapa bagian cerita ini paling berkesan bagimu?

Kotak besar untuk menggambar (sekitar 15x15 cm), lalu 5-6 baris untuk menulis cerita dan alasan

Kegiatan 2: Tokoh Teladan dalam Ramayana

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Pensil warna (opsional untuk mewarnai tokoh)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu sudah mengenal banyak tokoh dalam cerita Ramayana: Rama, Sita, Hanuman, Raja Dasaratha, Rahwana, dan lainnya.
  2. Setiap tokoh memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang baik dan ada yang buruk.
  3. Sekarang, kita akan memilih tokoh yang sifatnya ingin kita tiru dan tokoh yang sifatnya harus kita hindari.
  4. Isi tabel dengan teliti dan warnai gambar tokoh pilihanmu!

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel ini dengan memilih tokoh yang ingin kamu teladani dan tokoh yang sifatnya harus dihindari!

Ruang tabel jawaban

2. Dari tokoh yang kamu pilih untuk diteladani, sebutkan satu sifat baiknya yang akan kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari!

3. Bagaimana caramu meniru sifat baik tokoh tersebut di rumah atau di sekolah? Berikan 1 contoh!

Tabel dengan 3 kolom (Nama Tokoh, Sifat Baik/Buruk, Alasan Dipilih) dan 2 baris (satu untuk tokoh teladan, satu untuk tokoh yang dihindari). Lalu 4-5 baris untuk menjawab pertanyaan 2 dan 3

Kegiatan 3: Aku Menjadi Pencerita Ramayana

Estimasi: 25 menit (termasuk waktu bercerita bergantian)

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Gambar dari Kegiatan 1
  • Percaya diri dan senyum

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu berlatih menjadi pencerita yang hebat!
  2. Gunakan gambar dan cerita yang sudah kamu buat di Kegiatan 1.
  3. Bacalah ceritamu beberapa kali agar kamu hafal dan percaya diri.
  4. Bersiaplah untuk bercerita di depan kelas dengan suara yang jelas dan lantang.
  5. Kamu boleh menunjukkan gambarmu kepada teman-teman saat bercerita.
  6. Setelah bercerita, teman-teman akan memberikan masukan untukmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan cerita yang akan kamu sampaikan di depan kelas (3-5 kalimat). Latih membacanya dengan suara yang jelas!

2. Apa yang akan kamu lakukan agar teman-teman tertarik mendengar ceritamu? (Pilih dengan memberi tanda ✓)

3. Setelah mendengar cerita teman, tuliskan satu hal yang kamu sukai dari cara dia bercerita!

6-7 baris untuk menulis cerita, kotak checklist untuk pertanyaan 2 (berisi pilihan: berbicara dengan suara jelas, menunjukkan gambar, tersenyum, berdiri tegak, tidak terburu-buru), dan 3-4 baris untuk pertanyaan 3

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah bercerita di depan kelas? Apakah kamu merasa senang, gugup, atau bangga?

2. Sifat baik tokoh Ramayana mana yang paling ingin kamu tiru mulai dari hari ini? Mengapa?

3. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cerita Ramayana dan tokoh-tokohnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.