LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Merefleksikan Nilai Pancasila Buddhis Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan dalam Memelihara Aturan Kelestarian Lingkungan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Merefleksikan Nilai Pancasila Buddhis Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan dalam Memelihara Aturan Kelestarian Lingkungan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Merefleksikan Nilai Pancasila Buddhis Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan dalam Memelihara Aturan Kelestarian Lingkungan
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4
Bab 7 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Merefleksikan Nilai Pancasila Buddhis Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan dalam Memelihara Aturan Kelestarian Lingkungan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menghubungkan Sila Pertama (Panatipata) dengan Sebab-Akibat terhadap LingkunganEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan narasi tentang penebangan pohon sarang burung di halaman sekolah, renungkan apa hubungan antara perbuatan menebang pohon sembarangan dengan pelanggaran sila pertama Pancasila Buddhis? 2. Lengkapi tabel refleksi Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan berikut:
Ruang tabel jawaban Tuliskan uraian nomor 1 dalam 2-3 kalimat pada garis bergaris yang disediakan. Untuk nomor 2, isi tabel 2 kolom yang terdiri atas kolom 'Sebab (Tindakan Terhadap Pohon)' dan kolom 'Akibat Saling Bergantungan pada Lingkungan'. Kegiatan 2: Refleksi Sila Kedua (Adinnadana) dalam Memelihara Hak Bersama atas Lingkungan BersihEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bagaimana tindakan mencemari sumber air bersih atau membuang sampah sembarangan mencerminkan ketidaksesuaian dengan nilai sila kedua Pancasila Buddhis (menghindari mengambil barang/hak yang tidak diberikan)? 2. Renungkan keterkaitan sebab-akibat: Jika kamu mematuhi aturan memilah dan membuang sampah pada tempatnya (sebab), sebutkan akibat langsung dan akibat jangka panjang yang saling bergantungan bagi kelestarian lingkungan sekitarmu! Tuliskan uraian nomor 1 pada kotak jawaban yang disediakan (3-4 baris). Untuk nomor 2, tuliskan pada diagram panah sebab-akibat: [Perilaku Memilah Sampah (Sebab)] -> [Akibat Langsung] -> [Akibat Jangka Panjang]. Kegiatan 3: Menimbang Tindakan Diri: Jurnal Refleksi Nilai Buddhis dan Kelestarian AlamEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan hasil perenunganmu terhadap satu aturan lingkungan yang pernah kamu abaikan (misal: membiarkan kran air menetes atau merusak daun tanaman). Mengapa tindakan itu terjadi (sebab) dan bagaimana dampaknya terhadap keseimbangan alam (akibat bergantungan)? 2. Berdasarkan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan, mengapa setiap murid Buddha wajib memelihara aturan kelestarian lingkungan demi kebaikan diri sendiri dan semua makhluk? Format jurnal refleksi pribadi berupa kolom refleksi diri: Tindakan/Aturan Lingkungan, Refleksi Nilai Sila Buddhis, Akibat yang Muncul bagi Alam, serta ruang simpulan 3-4 baris di bagian bawah. REFLEKSI1. Setelah merenungkan hubungan perbuatan dengan kelestarian alam, nilai Pancasila Buddhis mana yang paling mengingatkanmu untuk selalu menjaga tanaman dan hewan di sekitarmu? 2. Bagaimana kesadaran bahwa 'alam dan manusia saling bergantungan' membantumu lebih berhati-hati sebelum membuang sampah atau merusak tumbuhan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.