LKPDPertemuan 4Bab 6Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Efektivitas Implementasi Kesempurnaan (Parami) dalam Menyelesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Ibadah secara Musyawarah Mufakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengevaluasi Efektivitas Implementasi Kesempurnaan (Parami) dalam Menyelesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Ibadah secara Musyawarah Mufakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Efektivitas Implementasi Kesempurnaan (Parami) dalam Menyelesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Ibadah secara Musyawarah Mufakat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengevaluasi Efektivitas Implementasi Kesempurnaan (Parami) dalam Menyelesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Ibadah secara Musyawarah Mufakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengevaluasi Efektivitas Implementasi Kesempurnaan (Parami) dalam Menyelesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Ibadah secara Musyawarah Mufakat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi efektivitas implementasi kesempurnaan (parami) untuk menyelesaikan masalah kebersihan lingkungan rumah ibadah secara musyawarah mufakat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks cerita kasus musyawarah kebersihan vihara dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Diskusikan penilaianmu mengenai apakah penerapan kesempurnaan (parami) dalam musyawarah tersebut sudah efektif mengatasi masalah kebersihan atau belum.
  • Tuliskan hasil evaluasi kelompok pada kolom atau format tabel yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menilai Efektivitas Musyawarah Kebersihan Altar dan Halaman Vihara

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Teks studi kasus pada LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks kasus 1: 'Di Vihara Karuna, altar Buddha berdebu dan halaman penuh daun kering menjelang kebaktian hari Minggu. Wirya dan 3 temannya bermusyawarah. Wirya mempraktikkan Khanti Parami (kesabaran) dengan tenang mendengarkan keluhan teman-temannya tanpa marah, lalu bersama-sama membagi tugas: 2 orang membersihkan altar dan 2 orang menyapu halaman hingga seluruh area vihara bersih rapi.'
  2. Evaluasilah apakah musyawarah dan penerapan Khanti Parami tersebut efektif menyelesaikan masalah kebersihan vihara.
  3. Jawablah pertanyaan evaluasi pada tempat yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks kasus 1, apakah penerapan Khanti Parami (kesabaran) oleh Wirya dalam musyawarah tersebut efektif menyelesaikan masalah kebersihan vihara? Jelaskan alasan evaluasimu!

2. Apa bukti keberhasilan (efektivitas) dari musyawarah mufakat yang dilakukan Wirya dan teman-temannya terhadap kebersihan rumah ibadah tersebut?

Tersedia kotak uraian bergaris untuk nomor 1 (3 baris kalimat) dan kolom isian singkat untuk nomor 2.

Kegiatan 2: Membandingkan Efektivitas Penerapan Parami dalam Dua Musyawarah Berbeda

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pulpen)
  • Lembar LKPD tabel perbandingan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua cerita musyawarah berikut:
  2. Musyawarah A: 'Di Vihara Mudita, sampah botol minuman berserakan di selasar. Kelompok A bermusyawarah dengan Viriya Parami (semangat membara), tetapi salah satu anggota memaksakan kehendaknya sendiri dan menolak mendengar usul lain sehingga musyawarah bubar tanpa kesepakatan dan sampah tetap berserakan.'
  3. Musyawarah B: 'Di Vihara Metta, tempat sampah dapur meluap. Kelompok B bermusyawarah dengan Sacca Parami (kejujuran) dan Dana Parami (kerelaan berkorban waktu). Mereka jujur mengakui kelalaian tugas piket lalu bermufakat bergantian membuang sampah ke tempat penampungan luar vihara. Dapur vihara pun langsung bersih dan higienis.'
  4. Lengkapilah tabel evaluasi efektivitas untuk membandingkan kedua musyawarah tersebut.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel evaluasi berikut untuk menilai efektivitas implementasi parami dalam menyelesaikan masalah kebersihan rumah ibadah pada Musyawarah A dan Musyawarah B:

  • Kolom 1: Nama Musyawarah
  • Kolom 2: Parami yang Dipraktikkan
  • Kolom 3: Status Efektivitas (Sangat Efektif / Tidak Efektif)
  • Kolom 4: Alasan Evaluasi
Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel perbandingan, mengapa Musyawarah A dinilai tidak efektif dalam menyelesaikan masalah kebersihan rumah ibadah?

Tabel 4 kolom x 3 baris (Header, Baris Musyawarah A, Baris Musyawarah B) serta kotak uraian untuk nomor 2.

Kegiatan 3: Mengevaluasi Usulan Solusi Parami untuk Kebersihan Toilet Vihara

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Teks usulan musyawarah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah situasi masalah berikut: 'Toilet di vihara sering kotor, licin, dan ember airnya berlumut karena pengunjung sering lupa menyiram setelah memakainya.'
  2. Berikut disajikan 3 usulan rencana musyawarah untuk menyelesaikan masalah tersebut:
  3. Usulan 1: 'Menunjuk satu anak saja yang paling pendiam untuk mencuci toilet setiap hari tanpa bantuan.'
  4. Usulan 2: 'Bermusyawarah menerapkan Metta (cinta kasih) dan Viriya (semangat berusaha) dengan membuat jadwal piket bergilir bersama seluruh remaja vihara serta menempel pengingat hemat dan tertib air.'
  5. Usulan 3: 'Mengunci toilet vihara agar tidak ada orang yang bisa mengotori lagi.'
  6. Diskusikan dalam kelompokmu, lalu evaluasilah efektivitas masing-masing usulan tersebut menggunakan kriteria ketercapaian kebersihan dan nilai musyawarah.

Pertanyaan:

1. Manakah di antara Usulan 1, 2, atau 3 yang paling efektif menyelesaikan masalah kebersihan toilet vihara secara musyawarah mufakat berlandaskan parami? Berikan alasan evaluasimu!

2. Mengapa Usulan 1 dan Usulan 3 dievaluasi sebagai cara yang tidak efektif untuk menjaga kebersihan rumah ibadah?

Kolom jawaban diskusi kelompok dan ruang uraian bergaris untuk evaluasi usulan tidak efektif.

REFLEKSI

1. Apa tanda utama bahwa sebuah musyawarah pembersihan rumah ibadah dinilai berhasil dan efektif?

2. Menurutmu, parami apa yang paling menentukan agar kesepakatan membersihkan vihara benar-benar terlaksana dengan tuntas?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar menilai efektivitas musyawarah kebersihan vihara hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.