LKPDPertemuan 3Bab 6Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Efektivitas Sikap Tolong Menolong untuk Masalah Kebersihan Halaman dan Lingkungan Sekolah secara Musyawarah Mufakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengevaluasi Efektivitas Sikap Tolong Menolong untuk Masalah Kebersihan Halaman dan Lingkungan Sekolah secara Musyawarah Mufakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Efektivitas Sikap Tolong Menolong untuk Masalah Kebersihan Halaman dan Lingkungan Sekolah secara Musyawarah Mufakat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengevaluasi Efektivitas Sikap Tolong Menolong untuk Masalah Kebersihan Halaman dan Lingkungan Sekolah secara Musyawarah Mufakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengevaluasi Efektivitas Sikap Tolong Menolong untuk Masalah Kebersihan Halaman dan Lingkungan Sekolah secara Musyawarah Mufakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi efektivitas implementasi sikap tolong menolong antarsesama untuk menyelesaikan masalah kebersihan di sekolah secara musyawarah mufakat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap studi kasus dan instruksi kegiatan dengan cermat dan berkesadaran.
  • Diskusikan bersama teman kelompokmu untuk menilai dan membandingkan tindakan tolong-menolong yang paling efektif berdasarkan musyawarah mufakat.
  • Tuliskan hasil evaluasi kelompokmu pada tempat yang telah disediakan secara rapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menilai Efektivitas Tolong-Menolong Tanpa Musyawarah vs Melalui Musyawarah

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cerita singkat tentang penanganan sampah daun di halaman sekolah berikut:
  2. Cerita A: Dini dan Budi melihat halaman penuh daun gugur. Mereka langsung menolong menyapu berdua saja tanpa mengajak teman lain atau bermusyawarah. Akibatnya, mereka kelelahan sebelum halaman bersih, sampah menumpuk di pojok karena tidak ada yang mengangkut, dan teman-teman lain tidak tahu harus membantu apa.
  3. Cerita B: Wirya melihat halaman penuh daun gugur. Ia mengajak teman sekelas berkumpul 5 menit untuk bermusyawarah mufakat membagi tugas: kelompok 1 menyapu halaman depan, kelompok 2 menyapu taman, dan kelompok 3 membawa gerobak sampah. Semua saling menolong sesuai kesepakatan bersama sehingga halaman bersih tuntas dalam waktu 15 menit.
  4. Diskusikan perbandingan efektivitas kedua cara kerja sama tolong-menolong tersebut, lalu jawab pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Cerita A dan Cerita B, cara tolong-menolong manakah yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah kebersihan halaman sekolah? Jelaskan 2 alasan penilaianmu!

2. Mengapa sikap tolong-menolong yang didahului musyawarah mufakat menghasilkan kebersihan lingkungan sekolah yang lebih bertahan lama dan memuaskan semua orang?

Tuliskan jawaban nomor 1 dan 2 pada lembar bergaris yang disediakan di bawah teks cerita (masing-masing 3-4 baris uraian kalimat).

Kegiatan 2: Uji Kasus: Mengevaluasi Solusi Musyawarah untuk Kebersihan Sekolah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tabel evaluasi
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 usulan tindakan dalam musyawarah kelas untuk mengatasi masalah selokan sekolah yang tersumbat sampah plastik berikut:
  2. Usulan 1: Menyuruh penjaga sekolah saja yang membersihkan karena murid tugasnya hanya belajar.
  3. Usulan 2: Membentuk regu tolong-menolong yang disepakati bersama: regu pemungut sampah, regu pengambil alat, dan regu pemilah sampah plastik, didampingi guru.
  4. Usulan 3: Menyepakati semua murid bebas membantu kapan saja sesuka hati tanpa pembagian tugas tertulis.
  5. Evaluasilah masing-masing usulan dengan mengisi tabel evaluasi keefektifan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel evaluasi efektivitas untuk ketiga usulan di atas! Tentukan statusnya (Sangat Efektif / Kurang Efektif / Tidak Efektif) beserta alasan evaluasimu!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom yang tersedia: Kolom 1 memuat Usulan Tindakan (1, 2, 3), Kolom 2 memuat Tingkat Keefektifan (Pilih: Sangat Efektif / Kurang Efektif / Tidak Efektif), dan Kolom 3 memuat Alasan Evaluasi Nilai Tolong Menolong & Musyawarah.

Kegiatan 3: Merumuskan Keputusan Musyawarah yang Paling Efektif

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan Piagam Kesepakatan (pada lembar kerja)
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kelompokmu sedang bermusyawarah mengatasi sudut kantin sekolah yang sering kotor setelah jam istirahat.
  2. Rumuskan rancangan kesepakatan tolong-menolong antarmurid yang paling efektif untuk menjaga area tersebut tetap bersih.
  3. Simulasikan pengambilan keputusan mufakat dalam kelompok kecilmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil musyawarah kelompokmu berupa 3 butir kesepakatan tolong-menolong yang dinilai paling efektif untuk mengatasi sampah di kantin sekolah!

2. Berdasarkan penilaian kelompokmu, apa bukti atau indikator bahwa musyawarah tolong-menolong yang kalian susun berjalan efektif?

Tuliskan hasil musyawarah pada bagan 'Piagam Kesepakatan Tolong Menolong Kelas' yang memuat 3 butir kesepakatan dan 1 kolom indikator keberhasilan.

REFLEKSI

1. Apakah kamu sudah ikut serta memberikan pendapat saat kelompok bermusyawarah mencari jalan keluar masalah kebersihan?

2. Menurutmu, mengapa menyelesaikan masalah kebersihan sekolah terasa lebih ringan dan menyenangkan ketika diputuskan bersama melalui musyawarah daripada disuruh secara sepihak?

3. Sikap tolong-menolong apa yang akan segera kamu evaluasi dan perbaiki saat menjaga kebersihan kelasmu besok?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.