LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4
Bab 6 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menilai Efektivitas Musyawarah dan Sikap Tolong Menolong dalam Cerita Kelas WiryaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan cerita kelas Wirya, apakah musyawarah yang dilakukan sebelum membersihkan kelas dinilai efektif? Berikan 2 alasan penilaianmu berdasarkan hasil yang dicapai! 2. Evaluasilah sikap tolong-menolong murid yang membantu membawakan ember air pel: Apakah tindakan tersebut membuat penyelesaian masalah kebersihan lebih efektif? Jelaskan pengaruhnya terhadap kecepatan kerja dan kerukunan teman! Tuliskan jawaban pada kolom uraian bergaris yang disediakan di LKPD dengan format: Penilaian (Efektif/Kurang Efektif) disertai alasan pendukung yang jelas. Kegiatan 2: Evaluasi Perbandingan Dua Praktik Kebersihan SekolahEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah tabel evaluasi perbandingan efektivitas penyelesaian masalah kebersihan antara Peristiwa A dan Peristiwa B pada 3 aspek: (a) Proses pengambilan keputusan, (b) Keterlibatan sikap tolong-menolong, dan (c) Efektivitas hasil kebersihan. Ruang tabel jawaban 2. Dari hasil evaluasi tabel di atas, mengapa implementasi tolong-menolong yang berlandaskan musyawarah mufakat (Peristiwa B) jauh lebih efektif dalam menjaga kebersihan sekolah dibandingkan cara pemaksaan (Peristiwa A)? Format tabel 4 kolom: [Aspek yang Dievaluasi | Peristiwa A | Peristiwa B | Kesimpulan Efektivitas] dengan 3 baris aspek (Pengambilan Keputusan, Sikap Tolong-Menolong, Hasil Kebersihan). Di bawah tabel disediakan 4 baris kosong untuk uraian nomor 2. Kegiatan 3: Mengevaluasi dan Menyempurnakan Rencana Piket Kelas KelompokEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Evaluasilah rencana piket Jumat di atas: Mengapa menugaskan 1 orang murid sendirian dinilai tidak efektif untuk mengatasi area cuci tangan dan rak sepatu yang licin serta kotor? 2. Tuliskan hasil perbaikan rencana berdasarkan musyawarah mufakat kelompokmu agar implementasi tolong-menolong berjalan efektif (sebutkan: jumlah anak yang bekerja sama, pembagian tugas saling bantu, dan cara memastikan kebersihan terjaga)! Tuliskan hasil evaluasi pada kotak 'Catatan Evaluasi Kelemahan' dan rumuskan solusi perbaikan musyawarah pada format 'Kesepakatan Musyawarah Bersama Kelompok' yang memuat butir pembagian tugas dan peran tolong-menolong. REFLEKSI1. Dari kegiatan hari ini, apa bukti nyata bahwa tolong-menolong yang dimusyawarahkan membuat tugas membersihkan kelas menjadi lebih cepat dan ringan? 2. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dalam musyawarah kebersihan dan kamu bisa saling menolong dengan teman sekelas? 3. Apa satu hal yang akan kamu perbaiki saat melaksanakan jadwal kebersihan kelas bersama teman-temanmu besok? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.