LKPDPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengevaluasi Implementasi Sikap Tolong Menolong dalam Mengatasi Masalah Kebersihan Ruang Kelas secara Musyawarah Mufakat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi efektivitas implementasi sikap tolong menolong antarsesama untuk menyelesaikan masalah kebersihan di sekolah secara musyawarah mufakat

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan membaca doa pembuka secara hening dan berkesadaran.
  • Bekerjalah bersama teman kelompokmu secara rukun dan saling menghargai pendapat.
  • Bacalah teks ilustrasi cerita tentang kegiatan musyawarah kebersihan kelas dengan saksama sebelum menjawab pertanyaan.
  • Gunakan tabel dan format jawaban yang tersedia untuk mengevaluasi efektivitas sikap tolong menolong dan musyawarah.
  • Tanyakan kepada guru jika ada langkah kegiatan atau teks yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menilai Efektivitas Musyawarah dan Sikap Tolong Menolong dalam Cerita Kelas Wirya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita kelas Wirya pada lembar kerja
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat berikut ini bersama teman kelompokmu:
  2. Cerita: Di kelas 4 SD Karuna, kelas tampak berdekan dengan kertas berserakan dan jendela berdebu setelah istirahat. Wirya mengusulkan musyawarah kilat selama 5 menit. Seluruh 20 murid duduk melingkar. Mereka sepakat membagi tugas tolong-menolong: 5 anak menyapu, 5 anak mengepel, 5 mengelap kaca jendela, dan 5 menata meja. Saat ada teman yang kesulitan mengangkat ember air pel yang berat, dua anak dari kelompok meja langsung datang membantu tanpa disuruh. Hasilnya, dalam waktu 15 menit kelas menjadi bersih, rapi, dan semua murid dapat belajar dengan nyaman tanpa ada yang merasa kelelahan sendirian.
  3. Diskusikan bersama kelompok: apakah cara musyawarah dan pembagian tolong-menolong tersebut efektif atau tidak efektif?
  4. Jawablah pertanyaan evaluasi pada tabel penilaian yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita kelas Wirya, apakah musyawarah yang dilakukan sebelum membersihkan kelas dinilai efektif? Berikan 2 alasan penilaianmu berdasarkan hasil yang dicapai!

2. Evaluasilah sikap tolong-menolong murid yang membantu membawakan ember air pel: Apakah tindakan tersebut membuat penyelesaian masalah kebersihan lebih efektif? Jelaskan pengaruhnya terhadap kecepatan kerja dan kerukunan teman!

Tuliskan jawaban pada kolom uraian bergaris yang disediakan di LKPD dengan format: Penilaian (Efektif/Kurang Efektif) disertai alasan pendukung yang jelas.

Kegiatan 2: Evaluasi Perbandingan Dua Praktik Kebersihan Sekolah

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel perbandingan
  • Penggaris dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua peristiwa kebersihan sekolah yang berbeda berikut:
  2. Peristiwa A: Kelas 4B kotor penuh sampah daun di depan teras. Ketua kelas langsung berteriak menyuruh 3 orang teman saja untuk membersihkan semuanya tanpa musyawarah. Murid yang disuruh merasa tidak adil, bekerja sambil mengeluh, dan menolak saling bantu ketika sapu patah. Sampah akhirnya berserakan kembali karena tidak selesai dibersihkan.
  3. Peristiwa B: Kelas 4C halaman kelasnya kotor karena angin kencang. Mereka bermusyawarah sebentar di bawah pohon, membagi tugas tolong-menolong secara adil sesuai kesepakatan bersama, dan saling membantu saat tempat sampah penuh. Halaman bersih total dalam 10 menit.
  4. Isilah tabel evaluasi efektivitas untuk membandingkan kedua peristiwa tersebut!

Pertanyaan:

1. Isilah tabel evaluasi perbandingan efektivitas penyelesaian masalah kebersihan antara Peristiwa A dan Peristiwa B pada 3 aspek: (a) Proses pengambilan keputusan, (b) Keterlibatan sikap tolong-menolong, dan (c) Efektivitas hasil kebersihan.

Ruang tabel jawaban

2. Dari hasil evaluasi tabel di atas, mengapa implementasi tolong-menolong yang berlandaskan musyawarah mufakat (Peristiwa B) jauh lebih efektif dalam menjaga kebersihan sekolah dibandingkan cara pemaksaan (Peristiwa A)?

Format tabel 4 kolom: [Aspek yang Dievaluasi | Peristiwa A | Peristiwa B | Kesimpulan Efektivitas] dengan 3 baris aspek (Pengambilan Keputusan, Sikap Tolong-Menolong, Hasil Kebersihan). Di bawah tabel disediakan 4 baris kosong untuk uraian nomor 2.

Kegiatan 3: Mengevaluasi dan Menyempurnakan Rencana Piket Kelas Kelompok

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar evaluasi rencana piket
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kelompokmu sedang menghadapi situasi: 'Setiap hari Jumat, sudut tempat cuci tangan dan rak sepatu kelas selalu kotor dan licin karena banyak teman terburu-buru pulang sehingga piket sering terbengkalai.'
  2. Tinjau draft rencana piket berikut yang dibuat oleh salah satu kelompok: 'Hanya menunjuk 1 murid piket untuk mengepel rak sepatu dan tempat cuci tangan sendirian setiap hari Jumat sepulang sekolah.'
  3. Evaluasilah kelemahan rencana tersebut dan tuliskan rancangan kesepakatan musyawarah baru yang mengutamakan sikap tolong-menolong agar penyelesaian kebersihan tersebut menjadi efektif.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah rencana piket Jumat di atas: Mengapa menugaskan 1 orang murid sendirian dinilai tidak efektif untuk mengatasi area cuci tangan dan rak sepatu yang licin serta kotor?

2. Tuliskan hasil perbaikan rencana berdasarkan musyawarah mufakat kelompokmu agar implementasi tolong-menolong berjalan efektif (sebutkan: jumlah anak yang bekerja sama, pembagian tugas saling bantu, dan cara memastikan kebersihan terjaga)!

Tuliskan hasil evaluasi pada kotak 'Catatan Evaluasi Kelemahan' dan rumuskan solusi perbaikan musyawarah pada format 'Kesepakatan Musyawarah Bersama Kelompok' yang memuat butir pembagian tugas dan peran tolong-menolong.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, apa bukti nyata bahwa tolong-menolong yang dimusyawarahkan membuat tugas membersihkan kelas menjadi lebih cepat dan ringan?

2. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dalam musyawarah kebersihan dan kamu bisa saling menolong dengan teman sekelas?

3. Apa satu hal yang akan kamu perbaiki saat melaksanakan jadwal kebersihan kelas bersama teman-temanmu besok?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.