LKPDPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi dengan Membandingkan secara Hormat Bahasa dalam Agama Buddha di Lingkungan Tempat Tinggal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengevaluasi dengan Membandingkan secara Hormat Bahasa dalam Agama Buddha di Lingkungan Tempat Tinggal".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengevaluasi dengan Membandingkan secara Hormat Bahasa dalam Agama Buddha di Lingkungan Tempat Tinggal

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengevaluasi dengan Membandingkan secara Hormat Bahasa dalam Agama Buddha di Lingkungan Tempat Tinggal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase Fase B / Kelas 4
TopikMengevaluasi dengan Membandingkan secara Hormat Bahasa dalam Agama Buddha di Lingkungan Tempat Tinggal
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi dengan membandingkan secara hormat bahasa dalam agama Buddha di lingkungan tempat tinggalnya

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks contoh bahasa doa dan sapaan agama Buddha dengan teliti.
  • Diskusikan bersama teman kelompokmu dengan sikap saling menghargai keragaman bahasa.
  • Tuliskan hasil evaluasi dan perbandinganmu pada lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan dan Mengelompokkan Keragaman Bahasa Buddhis di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 4 Bab 2
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks singkat berisi contoh bahasa doa dan sapaan yang digunakan umat Buddha di lingkungan tempat tinggal:
  2. Teks 1: Di vihara tradisi Theravada, umat melafalkan doa pembuka dengan bahasa Pali: 'Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa'.
  3. Teks 2: Di vihara tradisi Mahayana, umat membaca mantra perlindungan dengan bahasa Sanskerta/Mandarin: 'Namo Amituofo' atau 'Namo Daci Dabi Guanshiyin Pusa'.
  4. Teks 3: Di kebaktian keluarga dan sekolah minggu, umat melafalkan doa dengan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah (misal bahasa Jawa: 'Sugeng enjang, rahayu').
  5. Bandingkan ketiga ragam bahasa tersebut berdasarkan asal bahasa dan penggunaannya di lingkungan tempat tinggal pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel perbandingan bahasa dalam agama Buddha di lingkungan tempat tinggal berikut berdasarkan teks bacaan!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel yang telah kamu isi, sebutkan 1 persamaan utama dari penggunaan berbagai bahasa tersebut dalam agama Buddha!

Format tabel 3 baris: Kolom (1) Bahasa Buddhis, Kolom (2) Contoh Lafal/Doa, Kolom (3) Penggunaan di Lingkungan; diikuti ruang isian 2 baris untuk menjawab persamaan tujuan penggunaan bahasa.

Kegiatan 2: Mengevaluasi Perbandingan Bahasa Buddhis secara Hormat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Lembar kerja kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus perbandingan penggunaan bahasa doa di dua vihara bertetangga berikut:
  2. Studi Kasus: Vihara A terbiasa melafalkan paritta dalam bahasa Pali, sedangkan Vihara B melafalkan doa dan mantra dalam bahasa Sanskerta/Mandarin serta doa terjemahan bahasa Indonesia. Suatu hari, murid-murid dari kedua vihara berkumpul dalam perayaan hari besar bersama.
  3. Diskusikan dalam kelompok untuk mengevaluasi perbedaan bahasa doa tersebut secara hormat tanpa merendahkan salah satu bahasa.
  4. Tuliskan hasil evaluasi perbandingan kelompokmu berdasarkan pertanyaan pemandu.

Pertanyaan:

1. Bandingkanlah bahasa yang digunakan di Vihara A dan Vihara B! Apakah perbedaan bahasa tersebut membuat salah satu doa lebih mulia atau lebih benar daripada yang lain? Berikan alasan evaluasimu secara hormat!

2. Bagaimana sikap hormat yang tepat ketika kamu mendengar teman membacakan doa agama Buddha dengan bahasa yang berbeda dari bahasa yang biasa kamu gunakan di rumah?

Format uraian tertulis masing-masing 3-4 baris untuk jawaban nomor 1 dan nomor 2.

Kegiatan 3: Menyusun Kesimpulan Evaluasi Hormat dan Menutup Pembelajaran

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/lembar kerja kelompok
  • Spidol warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan hasil perbandingan pada Kegiatan 1 dan 2, susunlah pernyataan evaluasi kesimpulan kelompok tentang keragaman bahasa dalam agama Buddha.
  2. Sajikan satu kalimat deklarasi penghormatan terhadap keragaman bahasa Buddhis di lingkungan tempat tinggalmu.
  3. Kerjakan bagian refleksi mandiri di akhir kegiatan bersama guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan rumusan evaluasi kesimpulan kelompokmu: Mengapa kita wajib menghormati dan memelihara keragaman bahasa dalam doa agama Buddha di lingkungan tempat tinggal kita?

2. Buatlah satu kalimat komitmen singkat berisi sikap hormatmu terhadap teman yang menggunakan bahasa Buddhis berbeda di lingkunganmu!

Format kotak bingkai kesimpulan kelompok 4 baris, diikuti 1 baris khusus untuk kalimat komitmen sikap hormat.

REFLEKSI

1. Bahasa doa Buddhis apa saja yang baru kamu ketahui hari ini di lingkungan tempat tinggalmu?

2. Apa perasaanmu saat mengetahui bahwa doa agama Buddha diucapkan dalam berbagai bahasa yang indah dan bermakna?

3. Langkah nyata apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang memiliki tradisi bahasa doa berbeda denganmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.