LKPDPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengkreasi Strategi Inovatif Penyelesaian Masalah Pergaulan Akibat Perbedaan di Lingkungan Terdekat dan Sekolah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengkreasi Strategi Inovatif Penyelesaian Masalah Pergaulan Akibat Perbedaan di Lingkungan Terdekat dan Sekolah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengkreasi Strategi Inovatif Penyelesaian Masalah Pergaulan Akibat Perbedaan di Lingkungan Terdekat dan Sekolah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengkreasi Strategi Inovatif Penyelesaian Masalah Pergaulan Akibat Perbedaan di Lingkungan Terdekat dan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengkreasi Strategi Inovatif Penyelesaian Masalah Pergaulan Akibat Perbedaan di Lingkungan Terdekat dan Sekolah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengkreasi strategi inovatif dalam menyelesaikan masalah pergaulan di lingkungan terdekatnya dan lingkungan sekolah

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah atau duduk hening sejenak sebelum memulai belajar.
  • Bacalah setiap studi kasus dan instruksi kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok untuk mengkreasi ide penyelesaian masalah pergaulan.
  • Tuliskan ide dan rancangan strategi inovatifmu secara rapi pada lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Akar Masalah dan Ide Terobosan Pergaulan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa Bab 1

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cerita masalah pergaulan berikut:
  2. Kasus A (Sekolah): Saat istirahat, Doni dan kelompoknya tidak mengizinkan Made ikut bermain kasti karena Made berasal dari daerah yang berbeda dan memiliki logat bicara yang khas.
  3. Kasus B (Lingkungan Terdekat): Di lingkungan rumah, anak-anak bermain sepeda bersama. Namun, mereka mengejek dan menjauhi Sinta karena hari raya keagamaan serta kebiasaan keluarganya berbeda dengan kebanyakan anak di lingkungan itu.
  4. Rancanglah sebuah ide awal strategi penyelesaian yang baru dan kreatif agar masalah pergaulan pada masing-masing kasus tersebut terselesaikan secara damai.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A di sekolah, kreasikan satu strategi inovatif (cara baru yang menyenangkan) agar Doni dan kawan-kawan mau menerima perbedaan dan mengajak Made bermain bersama!

2. Berdasarkan Kasus B di lingkungan terdekat/rumah, kreasikan satu strategi penyelesaian inovatif agar anak-anak berhenti mengejek dan mau berteman akrab dengan Sinta tanpa membeda-bedakan perayaan keagamaan!

Tersedia 2 kotak uraian bergaris (masing-masing 3-4 baris) untuk menuliskan nama ide dan langkah strategi inovatif penyelesaian masalah untuk Kasus A dan Kasus B.

Kegiatan 2: Merancang Peta Proyek 'Jembatan Sahabat' (Kreasi Strategi Inovatif)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kertas LKPD berbagan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu lingkup pergaulan: lingkungan sekolah ATAU lingkungan terdekat (rumah).
  2. Kreasikan sebuah rencana aksi strategi inovatif penyelesaian masalah pergaulan akibat perbedaan ke dalam format peta rancangan strategi.
  3. Beri nama strategi yang kreatif dan jelaskan langkah pelaksanaannya secara runtut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah bagan rancangan strategi inovatif penyelesaian masalah pergaulan dengan mengisi: (a) Nama Strategi Inovatif, (b) Lingkup Sasaran (Sekolah/Rumah), (c) Masalah Pergaulan yang Diselesaikan, dan (d) 3 Langkah Utama Pelaksanaan Strategi!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 baris: Baris 1: Nama Strategi Inovatif (1 baris isian); Baris 2: Lingkup Sasaran [Sekolah / Lingkungan Terdekat] (pilihan centang/isian singkat); Baris 3: Masalah Pergaulan yang Diselesaikan (2 baris uraian); Baris 4: Tiga Langkah Pelaksanaan (nomor 1, 2, 3 masing-masing 2 baris).

Kegiatan 3: Mematangkan dan Menilai Keefektifan Strategi Inovatif

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Hasil rancangan LKPD Kegiatan 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan rancangan strategi inovatif kelompokmu dengan kelompok lain untuk mendapatkan masukan penyempurnaan.
  2. Jawablah pertanyaan evaluasi diri untuk memastikan strategimu benar-benar menjadi solusi pergaulan yang adil, damai, dan inklusif.
  3. Selesaikan kegiatan tepat waktu bersama alokasi refleksi dan penutup.

Pertanyaan:

1. Apa keunikan utama dari strategi inovatif yang kalian kreasikan sehingga yakin masalah pergaulan akibat perbedaan suku/agama/budaya tidak akan terulang lagi?

2. Jika ada teman yang awalnya menolak mengikuti strategi yang kalian kreasikan, tindakan inovatif apa yang akan kalian tambahkan untuk mengajaknya ikut serta?

Tersedia 2 kolom uraian bergaris untuk mencatat alasan keunikan strategi dan cara inovatif mengajak teman yang ragu.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari pembuatan strategi inovatif tadi yang paling membuatmu bersemangat untuk menyatukan teman yang berbeda?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merancang cara baru untuk menyelesaikan masalah pergaulan di sekolah atau rumahmu?

3. Langkah nyata apa yang akan kamu lakukan besok jika melihat temanmu dijauhi karena perbedaan suku atau kebiasaannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.