LKPDPertemuan 3Bab 9Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Refleksi Musyawarah Mufakat Berlandaskan Empat Sifat Luhur untuk Berbagi Sukacita

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Refleksi Musyawarah Mufakat Berlandaskan Empat Sifat Luhur untuk Berbagi Sukacita".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Refleksi Musyawarah Mufakat Berlandaskan Empat Sifat Luhur untuk Berbagi Sukacita

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 9 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Refleksi Musyawarah Mufakat Berlandaskan Empat Sifat Luhur untuk Berbagi Sukacita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikRefleksi Musyawarah Mufakat Berlandaskan Empat Sifat Luhur untuk Berbagi Sukacita
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai empat sifat luhur dalam berbagi sukacita kepada sesama

PETUNJUK UMUM

  • Duduk dengan tenang dan hening sejenak sebelum mulai belajar bersama.
  • Bacalah setiap cerita musyawarah dan petunjuk kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan secara jujur dan mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.
  • Tanyakan kepada bapak atau ibu guru bila ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Cerita Musyawarah Kelas yang Rukun

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat musyawarah kelas 2 berikut ini:
  2. Cerita: Kelas 2 bermusyawarah untuk berbagi sukacita kepada teman yang sedang sakit. Budi mengusulkan mengumpulkan buah, sedangkan Sinta mengusulkan membuat kartu doa kesembuhan. Semua teman mendengarkan usulan dengan sabar, penuh kasih sayang, dan gembira. Setelah berunding dengan tenang tanpa saling mengejek, kelas mencapai mufakat untuk memberikan kartu doa dan buah bersama-sama.
  3. Jawablah pertanyaan nomor 1 dan 2 berdasarkan cerita di atas dengan memberikan tanda centang atau menuliskan jawaban singkatmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita di atas, berikan tanda centang (V) pada kolom Sesuai jika sikap mencerminkan musyawarah berlandaskan empat sifat luhur, atau Tidak Sesuai jika tidak mencerminkan: a) Mendengarkan usulan teman dengan sabar dan penuh kasih sayang (cinta kasih/metta). b) Menertawakan dan mengejek usulan teman yang berbeda. c) Merasa senang dan bersukacita karena kelas berhasil mencapai kesepakatan bersama (mudita).

Ruang tabel jawaban

2. Bagaimana perasaan dan suasana kelas ketika anak-anak bermusyawarah dengan penuh kasih dan saling menghargai pendapat untuk berbagi sukacita?

Tabel 3 baris pernyataan dengan kolom Pernyataan, Sesuai, Tidak Sesuai; serta 2 baris garis kosong untuk isian suasana kelas.

Kegiatan 2: Menilai Sikap dalam Musyawarah Kelas

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingatlah pengalaman saat kamu dan teman sekelas bermusyawarah menentukan rencana berbagi di sekolah.
  2. Baca pernyataan sikap pada tabel lalu berikan penilaian refleksimu.
  3. Beri tanda centang (V) pada kolom 'Sudah Terlaksana' atau 'Perlu Ditingkatkan', lalu tuliskan alasan refleksimu secara singkat.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel refleksi sikap musyawarah berikut sesuai dengan apa yang terjadi di kelasmu:

  1. Saya berbicara dengan tutur kata yang ramah dan penuh cinta kasih (metta) saat memberi pendapat;
  2. Saya ikut peduli dan berbelas kasih (karuna) ketika memikirkan kebutuhan teman yang ingin kami bantu;
  3. Saya ikut gembira dan ikhlas (mudita & upekkha) menerima keputusan mufakat bersama walaupun usulan saya berbeda.
Ruang tabel jawaban

2. Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak sendiri saat musyawarah mufakat untuk berbagi sukacita?

Tabel 3 baris dengan kolom: Sikap Luhur dalam Musyawarah, Penilaian (Sudah Terlaksana / Perlu Ditingkatkan), Alasan Singkat; serta 3 baris kosong untuk jawaban uraian.

Kegiatan 3: Refleksi Diri: Menjaga Kerukunan saat Mufakat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Pensil warna/krayon (opsional untuk menghias bingkai)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu peristiwa musyawarah sederhana di kelas yang pernah kamu ikuti (misalnya musyawarah piket kebersihan, musyawarah berbagi kado kasih, atau musyawarah menjenguk teman).
  2. Tuliskan refleksi hatimu tentang penerapan empat sifat luhur (cinta kasih, belas kasih, simpati gembira, dan batin seimbang) selama proses mufakat tersebut pada lembar kartu refleksi.
  3. Kegiatan ini mencakup penyelesaian tugas, penyampaian refleksi singkat bersama guru, dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tuliskan dalam 2-3 kalimat pada Kartu Refleksi Mufakat: Apa hal paling baik yang kamu rasakan ketika keputusan musyawarah untuk berbagi disepakati bersama dengan rukun dan damai?

Kotak berbingkai 'Kartu Refleksi Mufakat Kelas 2' berukuran setengah halaman dengan 3 garis berjarak lebar untuk tulisan tangan siswa SD kelas 2.

REFLEKSI

1. Sifat luhur apa yang paling mudah kamu terapkan saat bermusyawarah bersama teman di kelas?

2. Apa yang akan kamu lakukan jika usulanmu belum terpilih dalam keputusan mufakat kelas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.