LKPDPertemuan 2Bab 9Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 9 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPraktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah melalui kegiatan gotong royong

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan nama dan nomor presensimu pada lembar kerja.
  • Bacalah setiap cerita singkat dan petunjuk kegiatan dengan cermat bersama teman atau gurumu.
  • Lakukan setiap tugas memadukan aturan dan sopan santun dalam gotong royong dengan gembira dan sungguh-sungguh.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memasangkan Aturan dan Ucapan Sopan Saat Gotong Royong

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah situasi gotong royong membersihkan kelas pada nomor 1 sampai 3.
  2. Pasangkan setiap situasi aturan kerja dengan ucapan sopan yang tepat agar tercipta pergaulan yang rukun dan harmonis.
  3. Tuliskan huruf pilihan ucapan (A, B, atau C) pada kotak yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Situasi 1: Aturan membawa ember air bersama teman agar tidak tumpah dan tidak berebut. Ucapan sopan mana yang tepat dipadukan saat mengajak teman bekerja sama? (Pilihan: A. 'Ayo kita angkat ember ini berdua pelan-pelan ya, kawan.', B. 'Biar aku saja yang bawa, kamu diam saja!', C. 'Cepat jalan, jangan lambat!')

2. Situasi 2: Aturan bergantian memakai sapu ijuk saat membersihkan lantai kelas. Ucapan sopan mana yang tepat dipadukan saat ingin meminjam sapu? (Pilihan: A. 'Lepaskan sapunya sekarang!', B. 'Permisi, bolehkah saya bergantian memakai sapunya setelah kamu selesai?', C. 'Aku mau sapu itu sekarang juga!')

3. Situasi 3: Aturan merapikan kembali kemoceng ke tempat semula setelah dibantu teman mengelap meja guru. Ucapan sopan dan harmonis mana yang tepat disampaikan? (Pilihan: A. 'Taruh sendiri kemocengnya di sana.', B. 'Terima kasih banyak sudah membantuku merapikan meja guru.', C. 'Meja ini belum bersih sekali.')

Kotak isian huruf pilihan (A/B/C) di samping masing-masing teks situasi 1, 2, dan 3.

Kegiatan 2: Memadukan Tindakan Aturan dan Sikap Santun dalam Bagan Gotong Royong

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tabel situasi kerja bakti membersihkan taman dan ruang kelas sekolah.
  2. Lengkapilah kolom 'Perpaduan Aturan dan Sikap Santun' dengan memilih tindakan yang menjaga keharmonisan pergaulan sesuai daftar kata bantu yang disediakan: [Mengantre dengan sabar sambil tersenyum / Menyapa ramah dan meminta izin ikut menyiram / Mengucapkan terima kasih dan meletakkan kembali dengan rapi].

Pertanyaan:

1. Situasi: Mengambil air di keran taman sekolah saat banyak teman mengantre ember. Bagaimana memadukan aturan antrean dan sopan santun agar suasana tetap rukun?

Ruang tabel jawaban

2. Situasi: Teman sedang menyiram tanaman bunga dan kamu bertugas menyiram bagian yang sama. Bagaimana memadukan aturan berbagi tugas dengan sopan santun harmonis?

Ruang tabel jawaban

3. Situasi: Selesai menggunakan pengki plastik bersama teman sekelompok. Bagaimana memadukan aturan merawat alat sekolah dan sopan santun?

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris dengan kolom: (1) Situasi Gotong Royong Sekolah, (2) Perpaduan Aturan dan Sikap Santun Harmonis.

Kegiatan 3: Menentukan Praktik Pergaulan Harmonis Saat Menata Ruang Kelas

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua kasus kerja kelompok menata meja dan kursi di kelas.
  2. Diskusikan berpasangan, lalu tentukan perpaduan aturan gotong royong dan sopan santun yang benar agar hubungan dengan teman tetap harmonis.
  3. Lingkari tanda centang (V) untuk perpaduan yang harmonis atau tanda silang (X) untuk perilaku yang tidak memadukan aturan dan kesantunan, lalu tuliskan satu alasan singkatnya.

Pertanyaan:

1. Kasus 1: Budi dan Soni mengangkat meja bersama. Soni merasa lelah lalu Budi berkata: 'Ayo kita letakkan dulu meja ini pelan-pelan, kita istirahat sebentar lalu lanjut lagi bersama.' Apakah tindakan Budi memadukan aturan kerja sama dan sopan santun harmonis? Beri tanda (V / X) dan sebutkan alasannya.

2. Kasus 2: Rani ingin cepat selesai menata buku perpustakaan kelas. Rani menyenggol tangan Sita tanpa meminta maaf dan mengambil tumpukan buku secara paksa. Apakah tindakan Rani memadukan aturan gotong royong dan sopan santun harmonis? Beri tanda (V / X) dan sebutkan alasannya.

Pilihan tanda (V / X) disertai 1 baris garis bergaris untuk menuliskan alasan singkat pada masing-masing kasus 1 dan 2.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu ketika dapat mematuhi aturan dan berkata sopan saat gotong royong bersama teman?

2. Ucapan sopan apa yang paling sering kamu gunakan saat bekerja sama membersihkan sekolah hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.