LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2
Bab 9 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Gotong Royong Sekolah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Memasangkan Aturan dan Ucapan Sopan Saat Gotong RoyongEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi 1: Aturan membawa ember air bersama teman agar tidak tumpah dan tidak berebut. Ucapan sopan mana yang tepat dipadukan saat mengajak teman bekerja sama? (Pilihan: A. 'Ayo kita angkat ember ini berdua pelan-pelan ya, kawan.', B. 'Biar aku saja yang bawa, kamu diam saja!', C. 'Cepat jalan, jangan lambat!') 2. Situasi 2: Aturan bergantian memakai sapu ijuk saat membersihkan lantai kelas. Ucapan sopan mana yang tepat dipadukan saat ingin meminjam sapu? (Pilihan: A. 'Lepaskan sapunya sekarang!', B. 'Permisi, bolehkah saya bergantian memakai sapunya setelah kamu selesai?', C. 'Aku mau sapu itu sekarang juga!') 3. Situasi 3: Aturan merapikan kembali kemoceng ke tempat semula setelah dibantu teman mengelap meja guru. Ucapan sopan dan harmonis mana yang tepat disampaikan? (Pilihan: A. 'Taruh sendiri kemocengnya di sana.', B. 'Terima kasih banyak sudah membantuku merapikan meja guru.', C. 'Meja ini belum bersih sekali.') Kotak isian huruf pilihan (A/B/C) di samping masing-masing teks situasi 1, 2, dan 3. Kegiatan 2: Memadukan Tindakan Aturan dan Sikap Santun dalam Bagan Gotong RoyongEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi: Mengambil air di keran taman sekolah saat banyak teman mengantre ember. Bagaimana memadukan aturan antrean dan sopan santun agar suasana tetap rukun? Ruang tabel jawaban 2. Situasi: Teman sedang menyiram tanaman bunga dan kamu bertugas menyiram bagian yang sama. Bagaimana memadukan aturan berbagi tugas dengan sopan santun harmonis? Ruang tabel jawaban 3. Situasi: Selesai menggunakan pengki plastik bersama teman sekelompok. Bagaimana memadukan aturan merawat alat sekolah dan sopan santun? Ruang tabel jawaban Tabel 3 baris dengan kolom: (1) Situasi Gotong Royong Sekolah, (2) Perpaduan Aturan dan Sikap Santun Harmonis. Kegiatan 3: Menentukan Praktik Pergaulan Harmonis Saat Menata Ruang KelasEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kasus 1: Budi dan Soni mengangkat meja bersama. Soni merasa lelah lalu Budi berkata: 'Ayo kita letakkan dulu meja ini pelan-pelan, kita istirahat sebentar lalu lanjut lagi bersama.' Apakah tindakan Budi memadukan aturan kerja sama dan sopan santun harmonis? Beri tanda (V / X) dan sebutkan alasannya. 2. Kasus 2: Rani ingin cepat selesai menata buku perpustakaan kelas. Rani menyenggol tangan Sita tanpa meminta maaf dan mengambil tumpukan buku secara paksa. Apakah tindakan Rani memadukan aturan gotong royong dan sopan santun harmonis? Beri tanda (V / X) dan sebutkan alasannya. Pilihan tanda (V / X) disertai 1 baris garis bergaris untuk menuliskan alasan singkat pada masing-masing kasus 1 dan 2. REFLEKSI1. Bagaimana perasaanmu ketika dapat mematuhi aturan dan berkata sopan saat gotong royong bersama teman? 2. Ucapan sopan apa yang paling sering kamu gunakan saat bekerja sama membersihkan sekolah hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.