LKPDPertemuan 1Bab 7Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 7 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya

PETUNJUK UMUM

  • Duduk dengan tenang dan hening sejenak sebelum memulai belajar.
  • Tuliskan nama, nomor absen, dan kelas pada lembar kerja.
  • Bacalah petunjuk setiap kegiatan dengan cermat atau dengarkan panduan guru.
  • Amati cerita dan kartu identitas keberagaman bersama teman kelompokmu.
  • Tanyakan kepada bapak/ibu guru apabila ada hal yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Ciri Khas Agama Buddha dan Agama/Kepercayaan Lain

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Gambar tempat ibadah dan ritual di Indonesia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simaklah teks cerita singkat tentang lingkungan sosial Rian berikut:
  2. Rian beragama Buddha beribadah di vihara bersama orang tuanya. Di sebelah rumah Rian tinggal Wayan yang beragama Hindu dan beribadah di pura, Ahmad yang beragama Islam beribadah di masjid, Maria yang beragama Kristen/Katolik beribadah di gereja, dan Lili yang beragama Khonghucu beribadah di klenteng. Selain itu, ada kawan bernama Wira yang menjalankan ritual penghayat kepercayaan. Mereka semua hidup rukun bertetangga.
  3. Lengkapilah tabel identitas pada lembar kerja dengan memilih pasangan yang tepat antara nama agama/kepercayaan dan tempat ibadah/ritualnya berdasarkan teks.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita, pasangkan nama agama/kepercayaan dengan tempat ibadah atau tempat ritualnya yang tepat dalam tabel!

Ruang tabel jawaban

Tabel isian 2 kolom dengan 6 baris: Kolom 1 memuat nama Agama/Kepercayaan (1. Buddha, 2. Islam, 3. Kristen/Katolik, 4. Hindu, 5. Khonghucu, 6. Kepercayaan), Kolom 2 memuat Tempat Ibadah/Ritual untuk dituliskan oleh murid.

Kegiatan 2: Menyimpulkan Persamaan dan Perbedaan dalam Kelompok Sosial

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Kartu situasi keberagaman

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengenai ragam identitas agama dan kepercayaan yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah.
  2. Amati kartu situasi: 'Di kelas 2 yang ceria, Rian yang beragama Buddha belajar bersama teman-teman yang memiliki agama dan kepercayaan berbeda. Mereka saling menghormati saat teman melakukan doa atau ritual keagamaannya.'
  3. Simpulkan pernyataan mengenai keberadaan agama Buddha di tengah keragaman dengan memberi tanda centang (V) pada kolom Benar atau Salah.

Pertanyaan:

1. Tentukan Benar (B) atau Salah (S) untuk kesimpulan berikut berdasarkan keberagaman agama di lingkungan sosial:

  1. Agama Buddha adalah satu-satunya agama di lingkungan tempat tinggal kita. (B / S)
    1. Di lingkungan sosial terdapat agama Buddha berdampingan dengan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Khonghucu, dan kepercayaan lain. (B / S)
    2. Umat Buddha memiliki identitas tersendiri seperti beribadah di vihara, namun tetap menjadi bagian dari masyarakat yang majemuk. (B / S)

Tabel 3 baris berisi pernyataan (a, b, c) dengan dua pilihan kotak centang [ ] Benar dan [ ] Salah di samping setiap butir.

Kegiatan 3: Merumuskan Kesimpulan Keberagaman Agama dan Kepercayaan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah kata yang tepat di dalam kotak kata untuk menyimpulkan identitas agama Buddha dan keberadaan agama/kepercayaan lain di lingkungan sekitarmu.
  2. Kotak Kata: [Vihara, Rukun, Berbeda-beda, Bersama-sama, Menghargai]
  3. Tuliskan kesimpulan akhirmu pada kalimat rumpang yang disediakan.
  4. Selesaikan kegiatan tepat waktu untuk melanjutkan ke sesi refleksi dan penutup bersama guru.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah kalimat kesimpulan ini dengan kata yang tepat dari kotak kata:
'Sebagai umat Buddha, tempat ibadah saya adalah

  1. _____. Di lingkungan tempat tinggal dan sekolah, agama dan kepercayaan teman-teman saya
  2. _____. Meskipun identitas agama kami berbeda, kami hidup saling
  3. _____ dan
  4. _____ dalam masyarakat.'

Paragraf kesimpulan dengan 4 garis kosong rumpang bertombol nomor (1), (2), (3), dan (4) untuk diisi kata yang sesuai.

REFLEKSI

1. Apa yang kamu ketahui tentang tempat ibadah agamamu sendiri dan teman-temanmu di sekitar rumah?

2. Bagaimana perasaanmu hidup berdampingan dengan teman yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda?

3. Mengapa kita perlu menyadari bahwa di lingkungan sosial ada bermacam-macam agama selain agama Buddha?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.