LKPDPertemuan 3Bab 4Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Meninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dengan Simbol Agama dan Kepercayaan Lain serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Meninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dengan Simbol Agama dan Kepercayaan Lain serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Meninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dengan Simbol Agama dan Kepercayaan Lain serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosial

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Meninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dengan Simbol Agama dan Kepercayaan Lain serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMeninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dengan Simbol Agama dan Kepercayaan Lain serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosial
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Meninjau makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
  2. Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan berdoa bersama atau membacakan doa pembuka dengan tenang dan sadar.
  • Perhatikan setiap gambar simbol agama dan cerita keragaman teman di sekitarmu dengan cermat.
  • Bekerjalah bersama teman kelompokmu dengan riang gembira dan saling menghargai.
  • Tanyakan kepada bapak atau ibu guru bila ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Meninjau Makna Simbol Keagamaan di Lingkungan Sekitarku

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu bergambar simbol agama (Roda Dhamma, Salib, Bulan Bintang)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 gambar simbol agama yang biasa dijumpai di lingkungan rumah atau sekolah (Roda Dhamma, Salib, Bulan Sabit dan Bintang).
  2. Tinjau makna kebaikan utama dari masing-masing simbol tersebut.
  3. Pasangkan setiap simbol dengan makna kebaikan luhurnya serta tuliskan tinjauan persamaan makna kebaikan di antara simbol-simbol tersebut.

Pertanyaan:

1. Tinjau dan pasangkan nama simbol agama dengan maknanya yang tepat:

  1. Roda Dhamma (Buddha),
  2. Salib (Kristen/Katolik),
  3. Bulan Sabit & Bintang (Islam). Pilihan makna: [A. Cinta kasih dan pengorbanan luhur; B. Ajaran kebenaran mulia sang Buddha untuk kebahagiaan semua makhluk; C. Penerang jalan kebajikan dan kedamaian hidup].
Ruang tabel jawaban

2. Setelah meninjau makna dari simbol Roda Dhamma, Salib, serta Bulan Sabit dan Bintang, apa persamaan pesan utama yang terkandung dalam semua simbol keagamaan tersebut?

Tabel 3 baris: Kolom 1 memuat Nama Simbol, Kolom 2 memuat Huruf Pilihan Makna (A/B/C); di bawahnya tersedia 2 baris kalimat rumpang bergaris untuk menuliskan persamaan makna kebaikan bersama.

Kegiatan 2: Meninjau Perbedaan Bentuk dan Kesamaan Tujuan Simbol Agama

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar ilustrasi teratai dan lilin
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama teman sebangkumu tentang simbol bunga teratai (Buddha) dan simbol lilin doa atau tempat dupa yang ada di tempat ibadah teman lain.
  2. Tinjau perbedaan bentuk dan kesamaan makna luhurnya saat dipakai dalam ritual keagamaan.

Pertanyaan:

1. Bunga teratai adalah simbol dalam agama Buddha yang bermakna kesucian batin. Teman kita yang beragama lain menggunakan simbol lilin yang bermakna penerang jalan hidup. Tinjau dan sebutkan 1 persamaan makna penting dari kedua simbol tersebut bagi kehidupan kita!

2. Apakah perbedaan bentuk fisik simbol keagamaan membuat tujuan kebaikan masing-masing agama menjadi berbeda? Berikan alasan singkatmu berdasarkan tinjauan yang telah kamu lakukan!

Kotak uraian singkat bergaris 3 baris untuk masing-masing butir pertanyaan.

Kegiatan 3: Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Kelompok Sosialku

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks narasi keragaman kelas
  • Alat tulis murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat: 'Di kelas 2 SD Nusantara, Seta beragama Buddha, Wayan beragama Hindu, Maria beragama Katolik, dan Ahmad beragama Islam. Mereka bermain bersama, saling menyapa dengan sopan, dan saling menghormati saat teman beribadah.'
  2. Berdasarkan cerita tersebut dan pengalamanmu di sekolah, simpulkan bagaimana identitas murid Buddha hadir di tengah keberagaman kelompok sosial.
  3. Kerjakan bersama seluruh murid termasuk sesi refleksi dan penutup pelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi di atas, bagaimana identitas anak beragama Buddha (seperti Seta) bersikap di tengah teman-teman yang berbeda agama?

2. Simpulkan dalam satu kalimat: Apa arti menjadi anak Buddha yang baik di tengah kelompok masyarakat dan teman sekolah yang beraneka ragam agamanya?

Format isian 2 baris untuk nomor 1, dan kotak kesimpulan berbingkai bintang untuk nomor 2.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa simbol-simbol keagamaan temanmu juga mengajarkan kebaikan dan kedamaian?

2. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu mengenakan atau membawa simbol agamanya yang berbeda di sekolah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.