LKPDPertemuan 1Bab 3Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan budaya komunikasi yang hormat di lingkungannya berdasarkan kisah jataka

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa atau hening sejenak sebelum memulai belajar.
  • Dengarkan dan cermati cerita Jataka tentang Nandivisala yang dibacakan oleh guru.
  • Kerjakan lembar kerja ini dengan teliti, jujur, dan penuh semangat.
  • Tanyakan kepada bapak/ibu guru jika ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Ucapan Hormat dalam Cerita Sapi Nandivisala

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks ringkas kisah Jataka Nandivisala
  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan kutipan cerita Jataka berikut: Sapi Nandivisala dirawat oleh seorang brahmana. Ketika brahmana berbicara kasar dengan memanggil 'Hai sapi pemalas dan jelek!', Nandivisala merasa sedih dan tidak mau menarik gerobak beban. Kemudian, brahmana menyadari kesalahannya dan berbicara dengan lembut serta hormat: 'Ayo sapi yang baik dan rupawan, tolong tariklah beban ini.' Mendengar ucapan hormat dan penuh kasih itu, Nandivisala merasa senang lalu menarik gerobak dengan penuh semangat sampai berhasil.
  2. Temukan ucapan yang menunjukkan rasa hormat dan ucapan yang tidak hormat dari cerita di atas.
  3. Beri tanda centang (V) pada ucapan yang hormat dan tanda silang (X) pada ucapan yang tidak hormat pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita Nandivisala di atas, manakah ucapan yang menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan mana yang tidak hormat? (Pilihan kalimat: A. 'Hai sapi pemalas dan jelek!', B. 'Ayo sapi yang baik dan rupawan, tolong tariklah beban ini.')

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 baris dengan kolom: [Kalimat Ucapan] dan [Tanda (V untuk hormat / X untuk tidak hormat)]. Baris 1: 'Hai sapi pemalas dan jelek!' [ ... ]. Baris 2: 'Ayo sapi yang baik dan rupawan, tolong tariklah beban ini.' [ ... ].

Kegiatan 2: Menemukan Cara Berbicara yang Hormat di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali pelajaran dari kisah Nandivisala: kata-kata yang lembut dan hormat membuat pendengarnya merasa dihargai.
  2. Amati 3 situasi komunikasi sehari-hari di bawah ini.
  3. Temukan dan pilih kata atau kalimat komunikasi yang hormat untuk setiap situasi tersebut dengan menuliskan huruf pilihan (A atau B).

Pertanyaan:

1. Situasi 1: Di rumah, kamu ingin meminta bantuan ibu mengambilkan air minum di meja. Manakah kalimat komunikasi yang hormat berdasarkan nilai kelembutan kisah Jataka? Pilihan: (A) 'Ibu, cepat ambilkan air itu!' atau (B) 'Ibu, tolong bantu ambilkan air minum, terima kasih.'

2. Situasi 2: Di sekolah, kamu tidak sengaja menyenggol tempat pensil teman hingga jatuh. Manakah ucapan hormat dan santun yang kamu temukan? Pilihan: (A) 'Maaf ya, aku tidak sengaja, biar aku bantu rapikan.' atau (B) 'Salah sendiri ditaruh di pinggir meja!'

3. Situasi 3: Di vihara atau sekolah, kamu berpapasan dengan guru atau pandita. Manakah sapaan hormat yang tepat? Pilihan: (A) 'Namaste/Namo Buddhaya, selamat pagi Guru.' atau (B) 'Hei, mau ke mana?'

Tuliskan huruf jawaban pilihan (A atau B) beserta satu alasan singkat yang merujuk pada kata sopan yang digunakan (misal: ada kata tolong/maaf/salam). Kotak isian: 1. [ ... ], 2. [ ... ], 3. [ ... ].

Kegiatan 3: Menemukan Kata Ajaib Komunikasi Hormat di Lingkunganku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Pensil warna/krayon (opsional untuk mewarnai lingkaran kata)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Dalam kisah Nandivisala, brahmana akhirnya menggunakan kata-kata yang baik agar terjalin kerja sama yang rukun.
  3. Temukan 3 'kata ajaib' komunikasi hormat yang biasa digunakan di lingkungan rumah atau sekolahmu dari daftar kata yang tersedia: [Tolong, Woi, Maaf, Kasar, Terima Kasih, Diam].
  4. Tuliskan 3 kata yang kamu temukan ke dalam lingkaran kata pada lembar jawaban.

Pertanyaan:

1. Sebutkan 3 kata ajaib yang menunjukkan budaya komunikasi yang hormat di lingkungan rumah atau sekolah berdasarkan daftar kata yang disediakan!

2. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Di manakah kamu pernah mendengar atau menemukan kata 'Terima Kasih' diucapkan dengan hormat di lingkunganmu?

1. Tiga kotak/lingkaran untuk menuliskan 3 kata pilihan: [Kata 1], [Kata 2], [Kata 3].
2. Baris isian uraian singkat (1 kalimat): 'Saya menemukan ucapan terima kasih di .....................................................................'

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang ucapan hormat dari kisah sapi Nandivisala?

2. Kata hormat apa yang paling sering kamu temukan dan gunakan saat berbicara dengan orang tua di rumah?

3. Apakah kamu sudah membiasakan berbicara santun dan hormat kepada teman saat di kelas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.