LKPDPertemuan 3Bab 2Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Mempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Mempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Mempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah
  2. Merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur di lingkungan sekolah

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai belajar.
  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti.
  • Bekerjasamalah dengan teman kelompokmu secara rukun dan gembira.
  • Tanyakan kepada bapak atau ibu guru jika ada hal yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memadukan Aturan dan Sopan Santun di Sekolah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan 3 contoh aturan sekolah yang tersedia.
  2. Pasangkan setiap aturan sekolah dengan tindakan sopan santun yang paling tepat agar tercipta pergaulan yang harmonis bersama teman.
  3. Tuliskan huruf pilihan tindakan (A, B, atau C) pada kolom yang tersedia di tabel.

Pertanyaan:

1. Pasangkan 3 aturan sekolah berikut dengan tindakan sopan santun yang memadukan pergaulan harmonis:

  1. Aturan: Antre mencuci tangan di wastafel sekolah.
  2. Aturan: Meminjam buku di perpustakaan sekolah.
  3. Aturan: Bermain bersama saat jam istirahat di halaman sekolah.

Pilihan Tindakan Sopan Santun:

  1. Berkata 'Tolong pinjam' dengan ramah dan tidak berebut buku.
    1. Menunggu giliran dengan sabar di belakang teman tanpa mendorong.
    2. Mengajak teman bergantian memakai ayunan dan saling tersenyum.

Pasangkan nomor aturan dengan huruf tindakan yang tepat!

Ruang tabel jawaban

Format tabel isian 3 baris:
- Baris 1: Aturan 1 (Antre mencuci tangan) = Huruf [ ... ]
- Baris 2: Aturan 2 (Meminjam buku perpustakaan) = Huruf [ ... ]
- Baris 3: Aturan 3 (Bermain saat jam istirahat) = Huruf [ ... ]

Kegiatan 2: Memadukan Tindakan Harmonis dalam Cerita Sekolah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat tentang suasana kelas 2 berikut ini.
  2. Pilihlah tindakan yang memadukan kepatuhan pada aturan kelas sekaligus sikap sopan santun untuk menjaga pergaulan tetap rukun.
  3. Beri tanda centang (V) pada pilihan tindakan yang benar dan berikan alasan singkatmu.

Pertanyaan:

1. Cerita: 'Saat guru sedang menerangkan pelajaran, Sita ingin meminjam pensil warna kepada Budi yang duduk di sebelahnya. Ada aturan kelas bahwa murid harus tertib saat guru menjelaskan.'

Manakah tindakan yang memadukan aturan tertib dan sopan santun agar suasana tetap harmonis?
Pilihan:
[ ] A. Berbisik sopan meminta izin dengan pelan tanpa membuat kegaduhan dan kembali mendengarkan guru.
[ ] B. Berteriak memanggil Budi dari seberang meja agar cepat diberi pensil.
[ ] C. Mengambil pensil Budi secara diam-diam tanpa meminta izin.

Tuliskan huruf pilihan yang dicentang [A / B / C] dan tuliskan 1 kalimat alasan singkat mengapa tindakan tersebut menjaga pergaulan harmonis.

Kegiatan 3: Merefleksikan Perilaku Moderat dan Empat Sifat Luhur

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Krayon/pensil warna (opsional untuk mewarnai ikon refleksi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingatlah kembali empat sifat luhur: Cinta Kasih (Metta), Welas Asih (Karuna), Turut Bergembira (Mudita), dan Keseimbangan Batin/Tidak Memihak (Upekkha).
  2. Amati 2 situasi kehidupan bersama di sekolah pada soal.
  3. Tuliskan refleksi perilaku moderat (tengah-tengah/adil, tidak memihak, dan tidak berlebihan) berdasarkan sifat luhur tersebut.
  4. Kegiatan ini mencakup pengisian lembar kerja, refleksi diri bersama guru, dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Situasi 1: Teman sebangkumu memenangkan lomba mewarnai, sedangkan kamu belum menang. Bagaimana refleksi perilaku moderatmu berdasarkan sifat Mudita (turut berbahagia atas kebahagiaan orang lain) agar pergaulan tetap rukun?

2. Situasi 2: Dua orang temanmu berbeda pendapat saat menentukan permainan kelompok di jam istirahat. Bagaimana refleksi sikap moderatmu berdasarkan sifat Upekkha (keseimbangan batin/adil/tenang) untuk mendukung kerukunan bersama?

Tersedia 2 kotak uraian singkat:
- Kotak 1: Refleksi sikap Mudita pada Situasi 1 (tuliskan 1-2 kalimat tindakan tulusmu).
- Kotak 2: Refleksi sikap moderat/Upekkha pada Situasi 2 (tuliskan 1-2 kalimat sikap adil dan tenangmu).

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah belajar memadukan aturan sekolah dan sopan santun bersama teman hari ini?

2. Sifat luhur apa (cinta kasih, welas asih, turut gembira, atau seimbang batin) yang paling ingin kamu terapkan saat bermain dengan teman besok?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.