LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Baktiku untuk Keluargaku
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Baktiku untuk Keluargaku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2: Baktiku untuk Keluargaku
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2
Bab 1 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Baktiku untuk Keluargaku INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Yuk, Simak Kisah Jataka! 🌸Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapa nama tokoh dalam kisah Jataka yang baru saja kamu simak? 2. Apa yang dilakukan tokoh tersebut untuk menunjukkan rasa hormat dan sayangnya kepada keluarganya? Tuliskan dua hal! 3. Bagaimana perasaan orang tua sang tokoh ketika diperlakukan dengan hormat dan penuh kasih? Gambarkan ekspresi wajahnya di kotak berikut, lalu tuliskan satu kata yang mewakili perasaan itu! Ruang gambar 4. Menurut kamu, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah tokoh Jataka ini untuk kehidupan sehari-hari di rumahmu? Pertanyaan 1: satu baris isian. Pertanyaan 2: dua baris uraian bernomor. Pertanyaan 3: kotak gambar berukuran 5x5 cm dan satu baris isian kata. Pertanyaan 4: tiga baris uraian bebas. Kegiatan 2: Tabel Bakti Keluargaku 🏠Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut bersama pasanganmu! Tuliskan minimal tiga bentuk bakti kepada keluarga. Ruang tabel jawaban 2. Dari ketiga bentuk bakti yang kamu tulis, mana yang paling mudah kamu lakukan? Mengapa? 3. Apakah kamu sudah pernah melakukan salah satu bakti itu minggu ini? Beri tanda ✓ pada kotak yang sesuai, lalu ceritakan dengan satu kalimat! Tabel tiga kolom dengan empat baris (satu baris judul kolom + tiga baris isian): Kolom 1 'Bentuk Bakti', Kolom 2 'Untuk Siapa', Kolom 3 'Perasaanku'. Di bawah tabel: dua baris uraian untuk pertanyaan 2, dan kotak centang serta satu baris kalimat untuk pertanyaan 3. Kegiatan 3: Bermain Peran: Aku Anak Berbakti! 🎭Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan situasi yang kelompokmu dapatkan, lalu tuliskan satu kalimat sopan yang kamu ucapkan saat bermain peran tadi! 2. Saat bermain peran, bagaimana caramu menunjukkan rasa hormat? Beri tanda ✓ pada semua yang kamu lakukan! 3. Setelah bermain peran, tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari tentang cara berbakti kepada keluarga! 4. Diskusi kelompok: Menurut kelompokmu, apa yang terjadi jika anak tidak berbakti kepada orang tua? Tuliskan pendapat kelompokmu dalam 2–3 kalimat! Pertanyaan 1: dua baris isian (satu untuk situasi, satu untuk kalimat sopan). Pertanyaan 2: daftar empat pilihan dengan kotak centang (berbicara lembut / menggunakan kata tolong dan terima kasih / tidak memotong pembicaraan / membantu tanpa mengeluh). Pertanyaan 3: dua baris uraian pribadi. Pertanyaan 4: tiga baris uraian kelompok. REFLEKSI1. Dari semua kegiatan hari ini, satu bentuk bakti mana yang paling ingin kamu lakukan untuk keluargamu di rumah besok? Ceritakan alasanmu! 2. Bagaimana perasaanmu saat membayangkan orang tuamu merasa bahagia karena baktimu? Tuliskan dengan satu kalimat. 3. Dalam kisah Jataka, tokoh selalu menjaga ucapannya agar tidak menyakiti orang lain. Apakah kamu sudah menjaga ucapanmu kepada anggota keluarga hari ini? Apa yang ingin kamu perbaiki? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.