LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Aturan dan Sopan Santun di Tempat Ibadah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Praktik Aturan dan Sopan Santun di Tempat Ibadah".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Aturan dan Sopan Santun di Tempat Ibadah
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 7 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Praktik Aturan dan Sopan Santun di Tempat Ibadah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menjodohkan Aturan dan Sopan Santun di WiharaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi A: Saat bertemu Bhikkhu atau guru agama di pelataran Wihara. Manakah praktik sopan santun yang dipadukan? (Pilihan:
2. Situasi B: Saat teman-teman sedang duduk hening bermeditasi dan berdoa di dalam Dhammasala. Manakah praktik aturan yang dipadukan? (Pilihan:
3. Situasi C: Saat tiba di depan pintu masuk gedung Wihara bersama teman-teman. Manakah praktik aturan yang dipadukan? (Pilihan:
Format lembar kerja mencocokkan garis: Kolom Kiri memuat teks Situasi A, B, C beserta ilustrasi gambar sederhana; Kolom Kanan memuat kotak Pilihan Tindakan 1, 2, 3. Murid menarik garis penghubung dari lingkaran di samping situasi ke lingkaran di samping tindakan yang tepat. Kegiatan 2: Memilah Perilaku Harmonis dan Tidak Harmonis di Tempat IbadahEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kartu 1: Gambar Wirya menyapa teman Sekolah Minggu dengan senyum ramah dan bersalaman anjali tanpa saling mengejek. Apakah perilaku ini memadukan sopan santun untuk keharmonisan? Beri tanda (V / X). Ruang gambar 2. Kartu 2: Gambar dua anak saling dorong dan bercanda keras saat antre mengambil dupa di depan altar. Apakah perilaku ini memadukan aturan sopan santun untuk keharmonisan? Beri tanda (V / X). Ruang gambar 3. Kartu 3: Gambar murid duduk bersila dengan tenang mendengarkan khotbah Dhamma bersama teman di sebelahnya. Apakah perilaku ini memadukan aturan sopan santun untuk keharmonisan? Beri tanda (V / X). Ruang gambar 4. Kartu 4: Gambar anak membuang bungkus makanan sembarangan di tangga Wihara. Apakah perilaku ini memadukan aturan sopan santun untuk keharmonisan? Beri tanda (V / X). Ruang gambar Format lembar kerja tabel 4 kotak bergambar: Kotak 1 (Menyapa ramah), Kotak 2 (Bercanda dorong-dorongan saat antre), Kotak 3 (Duduk hening mendengarkan Dhamma), Kotak 4 (Membuang sampah di tangga). Di sudut kanan bawah tiap gambar terdapat lingkaran kosong berdiameter 3 cm untuk dibubuhi tanda centang hijau atau silang merah oleh murid. Kegiatan 3: Memadukan Tindakan Santun dalam Cerita Bergambar di WiharaEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Cerita Bagian 1: Wirya tidak sengaja menyenggol lengan teman saat sedang membungkuk memberi hormat di depan rupang Buddha. Agar pergaulan tetap rukun dan harmonis, apa yang sebaiknya dipadukan oleh Wirya? (A. Meminta maaf dengan suara pelan dan beranjali ramah, B. Pura-pura tidak tahu dan langsung pergi) 2. Cerita Bagian 2: Selesai kebaktian, Wirya melihat seorang upasika lanjut usia membawa buku puja bakti yang cukup banyak. Praktik sopan santun manakah yang dipadukan Wirya untuk menjaga kerukunan bersama? (A. Melewati sambil berlari kencang, B. Berjalan santun dan menawarkan bantuan membawakan buku) Format lembar kerja pilihan ganda visual: Teks bacaan narasi singkat disertai 2 pilihan jawaban bertuliskan frasa tindakan dengan huruf cetak besar (A dan B) di samping kotak pilihan, murid melingkari huruf pilihan yang benar. REFLEKSI1. Bagaimana perasaanmu ketika bersikap sopan dan ramah kepada semua orang di Wihara? 2. Aturan atau sopan santun apa yang akan kamu lakukan pertama kali saat datang ke Wihara pada hari Minggu nanti? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.