LKPDPertemuan 1Bab 4Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenemukan Budaya Komunikasi yang Hormat Berdasarkan Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan budaya komunikasi yang hormat di lingkungannya berdasarkan kisah jataka Burung Gagak dan Burung Hantu

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan cerita Kisah Jataka Burung Gagak dan Burung Hantu yang dibacakan oleh guru dengan saksama.
  • Kerjakan kegiatan bersama teman kelompokmu dengan riang gembira.
  • Beri tanda centang (V) atau tarik garis pada gambar sesuai petunjuk guru.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Perilaku Berbicara Berdasarkan Cerita Jataka

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu/lembar bergambar karakter Burung Gagak dan Burung Hantu
  • Pensil warna/krayon

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali cerita tentang pemilihan raja burung yang baru saja kamu dengar.
  2. Amati dua gambar sikap komunikasi burung pada lembar kerja: Gambar A (Burung menyampaikan pendapat dengan berteriak mengejek wajah burung hantu) dan Gambar B (Burung berbicara dengan tenang mendengarkan giliran).
  3. Pilih dan beri tanda centang (V) pada kotak di bawah gambar yang menunjukkan cara berbicara yang TIDAK hormat hingga menimbulkan permusuhan pada kisah Jataka tersebut.
  4. Sebutkan pilihanmu saat guru bertanya di depan kelas.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita Jataka yang didengar, manakah gambar yang menunjukkan cara burung gagak berbicara sehingga membuat burung hantu marah dan terjadi permusuhan? (Pilih: Kotak Gambar A [Mengejek/berteriak kasar] atau Kotak Gambar B [Berbicara tenang/sopan])

Ruang gambar

2. Temukan kata yang tepat untuk menggambarkan cara berbicara burung gagak pada kisah Jataka tersebut dengan melingkari salah satu kata dalam kurung: Burung gagak berbicara dengan cara yang (mengejek / menghormati).

Tersedia 2 kotak pilihan gambar: Kotak A bertuliskan 'Mengejek dan berteriak kasar' dengan lingkaran centang di bawahnya, dan Kotak B bertuliskan 'Berbicara tenang dan sopan' dengan lingkaran centang di bawahnya. Tersedia satu kalimat teks rumpang dengan dua pilihan kata dalam kurung untuk dilingkari.

Kegiatan 2: Menemukan Kata Ajaib Komunikasi Hormat di Sekitar Kita

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Krayon hijau

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kisah Jataka mengajarkan kita agar tidak berkata kasar atau mengejek teman.
  2. Amati 4 balon ucapan yang ada pada lembar kerjamu: 1) 'Tolong', 2) 'Kamu jelek!', 3) 'Terima kasih', 4) 'Pergi sana!'.
  3. Temukan dan beri warna hijau pada balon kata yang merupakan cara komunikasi hormat di sekolah/rumah, dan beri tanda silang (X) pada balon kata yang tidak hormat.

Pertanyaan:

1. Temukan ucapan mana saja yang termasuk budaya komunikasi hormat di lingkunganmu dengan memberi warna hijau pada balon kata yang benar!

Ruang tabel jawaban

2. Pasangkan situasi komunikasi di sekolah dengan kata hormat yang tepat dengan menarik garis: (Situasi 1: Saat meminjam pensil teman -> Pilihan kata; Situasi 2: Saat diberi bantuan guru -> Pilihan kata).

Tabel 4 kotak balon ucapan: Balon 1 teks 'Tolong', Balon 2 teks 'Kamu jelek!', Balon 3 teks 'Terima kasih', Balon 4 teks 'Pergi sana!'. Bagian bawah berupa lajur kiri berisi 2 gambar situasi dan lajur kanan berisi 2 kotak kata untuk ditarik garis penghubung.

Kegiatan 3: Menemukan Praktik Komunikasi Hormat di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar gambar aktivitas komunikasi
  • Pensil/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduk bersama teman sebangkumu.
  2. Amati gambar tiga anak yang sedang berkomunikasi di lingkungan rumah dan sekolah.
  3. Tentukan gambar mana yang menunjukkan komunikasi hormat sesuai pesan kisah Jataka dengan melingkari gambar jempol ke atas (bagus) atau jempol ke bawah (tidak bagus).
  4. Ikuti refleksi bersama guru di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Temukan sikap komunikasi yang hormat pada 3 gambar kegiatan sehari-hari berikut dengan melingkari simbol jempol:

  • Gambar 1: Menatap dan mendengarkan ketika teman sedang berbicara (Jempol Atas / Jempol Bawah)
  • Gambar 2: Memotong pembicaraan orang tua yang sedang menasihati (Jempol Atas / Jempol Bawah)
  • Gambar 3: Mengucapkan 'Permisi' saat lewat di depan guru (Jempol Atas / Jempol Bawah)
Ruang gambar

Tiga baris visual bergambar: Baris 1 memuat gambar murid mendengarkan teman + simbol jempol atas dan bawah; Baris 2 memuat gambar anak menyela orang tua + simbol jempol atas dan bawah; Baris 3 memuat gambar anak mengucap permisi di depan guru + simbol jempol atas dan bawah.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah belajar membedakan ucapan yang mengejek dan ucapan yang hormat hari ini?

2. Kata hormat apa yang akan kamu ucapkan hari ini ketika meminta bantuan kepada teman atau guru di kelas?

3. Mengapa kita tidak boleh berbicara dengan mengejek seperti burung gagak dalam kisah Jataka?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.