LKPDPertemuan 1Bab 4Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Siswa Buddha Semua Sama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Siswa Buddha Semua Sama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Siswa Buddha Semua Sama

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Siswa Buddha Semua Sama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikSiswa Buddha Semua Sama
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukenali beragam tingkatan sosial dan jenis kelamin yang menjadi siswa Buddha di lingkungan sekolah.
  2. Murid dapat memperlakukan teman-teman dengan cinta kasih tanpa membedakan latar belakang sosial dan jenis kelamin.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan dengan tenang, jujur, dan penuh semangat.
  • Jika ada yang tidak dimengerti, angkat tangan dan tanya gurumu.
  • Gunakan pensil berwarna atau krayon jika ada gambar yang perlu diwarnai.
  • Ingat: tidak ada jawaban yang salah selama kamu menjawab dengan sungguh-sungguh.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Mengenal Siswa-Siswa Buddha!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu gambar tokoh Upali, Sunita, dan Prajapati (disiapkan guru)
  • Pensil
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gurumu akan membacakan kisah singkat tentang Bhante Upali, Bhante Sunita, dan Bhikuni Prajapati.
  2. Simak dengan baik cerita yang dibacakan gurumu.
  3. Perhatikan gambar tiga tokoh di bawah ini (gambar disediakan guru di papan atau kartu gambar).
  4. Setelah mendengar cerita, isi tabel yang sudah tersedia di bawah ini.
  5. Tuliskan nama tokoh, pekerjaannya sebelum menjadi siswa Buddha, dan jenis kelaminnya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan cerita yang kamu simak!

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa Buddha mau menerima mereka semua sebagai siswa, padahal pekerjaan dan jenis kelamin mereka berbeda-beda?

Tabel 3 kolom dengan 3 baris isian: Kolom 1 = Nama Tokoh, Kolom 2 = Pekerjaan Sebelumnya, Kolom 3 = Jenis Kelamin. Di bawah tabel, sediakan 3–4 baris garis kosong untuk jawaban uraian nomor 2.

Kegiatan 2: Teman-Temanku di Sekolah

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan mengamati teman-teman di kelasmu sendiri!
  2. Lihat sekelilingmu — ada berapa teman laki-laki dan perempuan di kelasmu?
  3. Tanyakan dengan ramah kepada 2 teman di dekatmu: siapa nama mereka dan apa hobi mereka.
  4. Tuliskan hasil temuanmu di tabel yang tersedia.
  5. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan di bawahnya.

Pertanyaan:

1. Isi tabel hasil pengamatanmu tentang teman-teman di kelas!

Ruang tabel jawaban

2. Apakah semua temanmu boleh belajar agama Buddha bersama-sama? Beri tanda ✓ pada jawabanmu!
[ ] Ya, semua boleh belajar bersama
[ ] Tidak, hanya yang tertentu saja

3. Tuliskan satu hal yang kamu sukai dari salah satu temanmu yang baru kamu wawancarai!

Tabel 3 kolom, 3 baris isian: Kolom 1 = Nama Teman, Kolom 2 = Jenis Kelamin, Kolom 3 = Hobi. Di bawah tabel, tersedia pilihan centang untuk pertanyaan nomor 2 dan 3–4 baris garis kosong untuk pertanyaan nomor 3.

Kegiatan 3: Kartu Cinta Kasihku untuk Sahabatku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas karton kecil atau kertas HVS yang sudah dipotong (disiapkan guru)
  • Pensil warna atau krayon
  • Spidol warna (opsional)
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat pesan Buddha: semua orang berhak dicintai dan dihargai.
  2. Sekarang kamu akan membuat sebuah 'Kartu Cinta Kasih' untuk satu temanmu di kelas.
  3. Pilih satu teman — boleh teman yang belum terlalu kamu kenal.
  4. Di dalam kartu, tuliskan nama temanmu dan satu kalimat baik untuknya.
  5. Gambarlah atau hiasi kartumu agar terlihat menarik dan menyenangkan.
  6. Jika sudah selesai, berikan kartumu langsung kepada teman yang kamu pilih sambil tersenyum.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama teman yang akan kamu beri kartu: ____________________
Mengapa kamu memilih teman ini?

2. Tuliskan kalimat baik yang kamu tulis di dalam kartumu untuk temanmu!

3. Bagaimana perasaanmu setelah memberikan kartu kepada temanmu? Lingkari gambar ekspresi yang sesuai perasaanmu! 😊 😐 😢

Ruang gambar

4. Diskusikan bersama kelompokmu: apa yang terjadi jika kita hanya mau berteman dengan orang yang sama persis seperti kita?

Kotak besar kosong berukuran sekitar 10x8 cm untuk menggambar dan menulis kartu (simulasi kartu). Di bawah kotak, tersedia baris garis untuk menjawab pertanyaan nomor 1 dan 2. Tiga ikon ekspresi wajah untuk pertanyaan nomor 3. Kotak diskusi kelompok berisi beberapa baris garis kosong untuk pertanyaan nomor 4.

REFLEKSI

1. Hari ini kamu belajar bahwa Buddha menerima semua orang sebagai siswanya. Siapa satu teman di kelasmu yang ingin kamu kenal lebih baik mulai hari ini? Mengapa?

2. Pernahkah kamu merasa tidak dihargai oleh temanmu? Bagaimana perasaanmu saat itu? Apa yang akan kamu lakukan agar temanmu tidak merasakan hal yang sama?

3. Apa satu hal baik yang akan kamu lakukan besok untuk menunjukkan cinta kasihmu kepada teman-temanmu di sekolah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.