LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Merefleksikan Sifat Kehidupan Buddha untuk Menghasilkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Batin yang Holistik
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Merefleksikan Sifat Kehidupan Buddha untuk Menghasilkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Batin yang Holistik".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Merefleksikan Sifat Kehidupan Buddha untuk Menghasilkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Batin yang Holistik
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 3 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Merefleksikan Sifat Kehidupan Buddha untuk Menghasilkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Batin yang Holistik INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menghayati Sifat Kasih dan Tenang Sang BuddhaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perilaku batin 1: 'Saat mainanku dipinjam teman, aku menarik napas perlahan dan tersenyum sabar.' Apakah ini mencerminkan sifat tenang dan kasih Sang Buddha untuk kesehatan batinku? Beri tanda centang (✓) pada kotak 'Ya' atau 'Tidak'. 2. Perilaku batin 2: 'Saat keinginanku belum dituruti, aku marah-marah dan berteriak keras.' Apakah ini mencerminkan sifat tenang dan kasih Sang Buddha untuk kesehatan batinku? Beri tanda centang (✓) pada kotak 'Ya' atau 'Tidak'. 3. Perilaku batin 3: 'Sebelum belajar dan tidur, aku duduk hening mendoakan semoga semua makhluk berbahagia.' Apakah ini mencerminkan sifat tenang dan kasih Sang Buddha untuk kesehatan batinku? Beri tanda centang (✓) pada kotak 'Ya' atau 'Tidak'. Kotak pilihan untuk tiap butir nomor 1 sampai 3 berupa dua pilihan centang bertuliskan [ Ya ] dan [ Tidak ]. Kegiatan 2: Memilih Perilaku Pemeliharaan Batin Berdasarkan Sabda BuddhaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi A: Manakah cara merawat batin agar tenang saat suasana hati sedang sedih atau gelisah? Pilihan A1: 'Duduk hening bernapas perlahan dengan senyum' atau Pilihan A2: 'Membanting pensil dan cemberut seharian'. 2. Situasi B: Manakah sikap menyayangi batin saat melihat teman mendapat nilai bagus? Pilihan B1: 'Merasa iri dan kesal di dalam hati' atau Pilihan B2: 'Ikut senang dan mengucapkan selamat (bermudita)'. 3. Situasi C: Manakah cara menjaga hati tetap bersih di sekolah? Pilihan C1: 'Mengingat kata-kata baik guru dan bersyukur' atau Pilihan C2: 'Mengingat ejekan orang lain dan berniat membalas'. Setiap situasi menyajikan 2 gambar ilustrasi berpasangan dengan 1 lingkaran pilihan di bawah masing-masing gambar untuk diwarnai oleh murid. Kegiatan 3: Refleksi Cermin Hatiku yang DamaiEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambar ekspresi wajahmu di dalam lingkaran cermin batin: gambarlah wajah tersenyum bahagia saat batinmu tenang meneladani Buddha. Ruang gambar 2. Hubungkan garis dari kata 'Batin Sehatku' ke 2 pilihan janji yang paling tepat untuk dirimu sendiri: [Suka Memaafkan], [Menyimpan Dendam], [Rajin Meditasi/Duduk Hening], [Suka Mengejek]. Sebuah bingkai bulat cermin untuk menggambar wajah ekspresi senyum, dan kotak pilihan kata di sebelahnya untuk ditarik garis lurus. REFLEKSI1. Bagaimana perasaan hatimu setelah belajar meneladani sifat tenang dan kasih Sang Buddha? 2. Apa yang akan kamu lakukan jika hatimu mulai merasa kesal atau marah agar batinmu kembali sehat dan tenang? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.