LKPDPertemuan 6Bab 6Fase ASemester 2

LKPD Matematika Kelas 2: Mengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 2 dengan topik "Mengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 2: Mengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 2

Bab 6 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjasamalah dengan teman satu kelompok dengan rukun dan tertib.
  • Gunakan benda-benda di sekitarmu dan satuan kelereng atau koin untuk memperkirakan (mengestimasi) berat.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Tebak Cepat: Memperkirakan Berat Benda Kelas

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penghapus papan tulis
  • Kotak pensil
  • Buku tulis
  • Kelereng ukuran sedang
  • Koin logam Rp500 atau Rp1.000

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Peganglah sebuah penghapus papan tulis di tangan kirimu dan satu butir kelereng di tangan kananmu.
  2. Rasakan berat kedua benda tersebut secara seksama.
  3. Perkirakan (estimasi) berapa butir kelereng yang dibutuhkan agar beratnya seimbang dengan penghapus papan tulis.
  4. Lakukan hal yang sama untuk kotak pensil dan buku tulis dengan memegang koin rupiah logam sebagai satuan penaksir.
  5. Tuliskan angka perkiraanmu (estimasi) pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berapa butir kelereng perkiraanmu (estimasi) untuk menyamai berat 1 buah penghapus papan tulis?

2. Berapa keping koin logam perkiraanmu (estimasi) untuk menyamai berat 1 kotak pensil berisi alat tulis?

3. Berapa butir kelereng perkiraanmu (estimasi) untuk menyamai berat 1 buku tulis tematik?

Isilah titik-titik berikut:
1. Berat 1 penghapus papan tulis kira-kira sama dengan ... butir kelereng.
2. Berat 1 kotak pensil kira-kira sama dengan ... keping koin.
3. Berat 1 buku tulis tematik kira-kira sama dengan ... butir kelereng.

Kegiatan 2: Membuktikan Estimasi dengan Timbangan Gantungan Baju

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Gantungan baju (hanger plastik/kawat)
  • 2 kantong plastik transparan berukuran sama
  • Kelereng dalam jumlah cukup (sekitar 30-40 butir)
  • Benda uji: penghapus karet, gunting anak, spidol papan tulis, rautan kecil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan alat timbangan sederhana dari gantungan baju dan 2 kantong plastik bening di kedua ujungnya.
  2. Masukkan benda yang akan diukur pada kantong plastik sebelah kiri.
  3. Sebelum menimbang, tuliskan kembali angka estimasi (tebakan terarah) kelompokmu pada tabel.
  4. Masukkan kelereng atau koin satu per satu ke kantong plastik sebelah kanan sampai kedua kantong sejajar (seimbang).
  5. Hitung jumlah kelereng atau koin yang membuat timbangan seimbang, lalu catat hasilnya pada tabel.
  6. Bandingkan apakah perkiraanmu mendekati hasil timbangan sebenarnya.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel estimasi dan pembuktian berat benda menggunakan satuan kelereng berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Apakah angka estimasimu sama persis atau mendekati hasil timbangan kelereng? Mengapa perkiraan kita bisa mendekati hasil sebenarnya?

Tabel Hasil Penyelidikan (4 kolom, 5 baris):
Kolom: [No | Nama Benda | Estimasiku (Jumlah Kelereng) | Hasil Timbangan Nyata (Jumlah Kelereng)]
Baris 1: Penghapus Karet | ... | ...
Baris 2: Gunting Anak | ... | ...
Baris 3: Spidol Papan Tulis | ... | ...
Baris 4: Rautan Meja Kecil | ... | ...

Ruang Diskusi Soal 2: Tuliskan 1-2 kalimat hasil diskusi kelompokmu pada garis bergaris di bawah tabel.

Kegiatan 3: Tantangan Estimator Cilik: Memilih Satuan yang Tepat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar/benda konkret: buah apel, botol minum, balok mainan kayu

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati ilustrasi perbandingan benda pada lembar kegiatan.
  2. Bayangkan ukuran dan berat benda-benda tersebut.
  3. Tentukan estimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku yang ditentukan dengan memilih atau melengkapi kalimat penaksiran berat.
  4. Diskusikan bersama teman sebangkumu sebelum menuliskan keputusan akhir.

Pertanyaan:

1. Jika berat 1 buah apel seimbang dengan 8 butir kelereng, perkirakan (estimasi) berapa butir kelereng yang dibutuhkan untuk mengimbangi berat 2 buah apel yang berukuran sama?

2. Sebuah botol minum plastik kosong beratnya diperkirakan sama dengan 5 balok mainan kayu. Jika botol itu diisi penuh air, apakah estimasi beratnya menjadi lebih banyak dari 5 balok atau kurang dari 5 balok? Tuliskan perkiraan jumlah baloknya!

1. Berat 2 buah apel kira-kira sama dengan ... butir kelereng.
2. Jawaban: Berat botol isi air (lebih banyak / kurang) dari 5 balok mainan. Perkiraan kelompok kami: kira-kira ... balok mainan.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu memperkirakan (mengestimasi) berat sebuah benda sebelum kamu menimbangnya?

2. Apakah tebakan/estimasimu menjadi semakin tepat setelah beberapa kali mencoba menimbang benda?

3. Kegiatan mana yang paling membuatmu merasa penasaran dan senang hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.