LKPDPertemuan 7Bab 1Fase ASemester 1

LKPD Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

Matematika - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikDekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret
Alokasi Waktu2 x 30 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan manipulasi benda konkret, murid dapat mengurai (dekomposisi) bilangan cacah sampai dengan 50 menjadi nilai puluhan dan satuan dengan benar.
  2. Melalui eksplorasi benda konkret, murid dapat menyatakan pasangan bilangan penyusun suatu bilangan cacah sampai dengan 50 dengan tepat.

PETUNJUK UMUM

  • Lembar Kerja ini akan membantumu belajar mengurai bilangan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil menggunakan benda-benda di sekitarmu.
  • Siapkan lidi, stik es krim, atau benda kecil lainnya minimal 50 buah, serta karet gelang untuk mengikat.
  • Kerjakan setiap kegiatan dengan teliti dan menyenangkan. Kamu boleh bekerja sendiri atau berpasangan.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi dan jelas. Jika ada yang belum jelas, tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengurai Bilangan dengan Lidi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lidi atau stik es krim (minimal 50 buah)
  • Karet gelang (3-5 buah)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil 26 buah lidi atau stik es krim.
  2. Kelompokkan lidi tersebut menjadi ikatan-ikatan yang berisi 10 lidi. Gunakan karet gelang untuk mengikatnya.
  3. Hitung berapa ikatan 10 yang kamu buat dan berapa lidi yang tersisa (tidak bisa diikat lagi).
  4. Tuliskan hasilnya ke dalam tabel nilai tempat yang tersedia.
  5. Ulangi langkah yang sama untuk bilangan 35 dan 42.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel nilai tempat untuk bilangan 26, 35, dan 42 berdasarkan hasil pengelompokan lidimu!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan cara mengurai bilangan 26 dengan 3 cara berbeda seperti contoh di bawah ini:
Contoh untuk bilangan 26:

  • Cara 1: 26 = 26 satuan
  • Cara 2: 26 = 1 puluhan + 16 satuan
  • Cara 3: 26 = 2 puluhan + 6 satuan

3. Sekarang coba urai bilangan 35 dengan 2 cara berbeda!

Buatlah tabel dengan 3 kolom: Bilangan, Puluhan, Satuan. Untuk soal nomor 2 dan 3, tuliskan setiap cara mengurai pada baris terpisah.

Kegiatan 2: Mencari Pasangan Bilangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lidi atau stik es krim (minimal 50 buah)
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil 24 buah lidi atau benda kecil lainnya.
  2. Coba pisahkan lidi tersebut menjadi 2 kelompok dengan berbagai cara. Misalnya: 10 lidi di kanan, 14 lidi di kiri.
  3. Tuliskan setiap pasangan bilangan yang kamu temukan. Ingat, hasilnya harus tetap 24 ketika dijumlahkan!
  4. Lakukan hal yang sama untuk bilangan 30 dan 48.
  5. Tantangan: Coba temukan minimal 3 pasangan bilangan yang berbeda untuk setiap bilangan!

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 pasangan bilangan yang membentuk 24!
Contoh: 24 = 10 + 14

2. Tuliskan 3 pasangan bilangan yang membentuk 30!

3. Tuliskan 3 pasangan bilangan yang membentuk 48!

4. Menurutmu, berapa banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mengurai bilangan 24? Apakah hanya 3 cara atau lebih banyak lagi? Jelaskan!

Tuliskan setiap pasangan dengan format: bilangan = ... + ... pada baris terpisah. Untuk pertanyaan diskusi, tuliskan pendapatmu dengan kalimat lengkap (3-5 kalimat).

Kegiatan 3: Tebak dan Buktikan!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kumpulan benda yang ditunjukkan guru (kancing, kerikil, lidi, dsb)
  • Pensil, pensil warna atau krayon
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan menunjukkan sekumpulan benda (bisa kancing, kerikil, atau lidi).
  2. Tanpa menghitung satu per satu, tebak berapa banyak benda tersebut! Tuliskan tebakanmu.
  3. Sekarang hitung benda tersebut dengan cara mengelompokkan per 10 buah.
  4. Tuliskan hasil hitunganmu dalam tabel nilai tempat.
  5. Bandingkan: Apakah tebakanmu mendekati hasil yang sebenarnya?
  6. Gambarlah cara kamu mengelompokkan benda-benda tersebut (misal: 3 lingkaran besar untuk 3 ikatan puluhan, dan gambar titik-titik untuk satuan).

Pertanyaan:

1. Berapa tebakanmu untuk banyak benda yang ditunjukkan guru?

2. Setelah menghitung dengan mengelompokkan, berapa hasil hitunganmu? Tuliskan dalam tabel nilai tempat!

Ruang tabel jawaban

3. Gambarlah cara kamu mengelompokkan benda-benda tersebut! Buatlah lingkaran besar untuk kelompok 10, dan titik-titik untuk yang tersisa.

Ruang gambar

4. Apakah tebakanmu tepat atau mendekati? Mengapa tebakanmu tepat atau meleset?

5. Tuliskan 2 cara berbeda untuk mengurai bilangan yang kamu hitung tadi!

Kotak untuk tebakan (bilangan saja), tabel nilai tempat dengan 2 kolom (Puluhan dan Satuan), area kosong untuk menggambar (minimal setengah halaman), dan baris-baris untuk menuliskan penjelasan.

REFLEKSI

1. Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengurai bilangan?

2. Menurutmu, mengapa kita perlu belajar mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan? Di mana kita bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari?

3. Kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.