LKPDPertemuan 4Bab 1Fase ASemester 1

LKPD Matematika Kelas 2: Menghitung Maju dan Menghitung Mundur Bilangan Cacah sampai dengan 50

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Menghitung Maju dan Menghitung Mundur Bilangan Cacah sampai dengan 50". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 2: Menghitung Maju dan Menghitung Mundur Bilangan Cacah sampai dengan 50

Matematika - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menghitung Maju dan Menghitung Mundur Bilangan Cacah sampai dengan 50

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenghitung Maju dan Menghitung Mundur Bilangan Cacah sampai dengan 50
Alokasi Waktu90 menit (3 × 30 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan kelompok membaca nyaring, murid dapat menghitung maju bilangan cacah sampai dengan 50 secara urut dan benar.
  2. Melalui kegiatan kelompok membaca nyaring, murid dapat menghitung mundur bilangan cacah sampai dengan 50 secara urut dan benar.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan cermat sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan bersama teman kelompokmu.
  • Gunakan suara nyaring saat membaca bilangan agar semua teman dapat mendengar.
  • Siapkan alat tulis dan benda-benda yang diminta untuk setiap kegiatan.
  • Tanyakan kepada guru jika ada yang kurang jelas.
  • Selamat belajar dan bersenang-senang!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Petualangan Naik Tangga Bilangan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penghapus
  • Krayon atau spidol warna (opsional untuk mewarnai tangga)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok 3-4 orang.
  2. Perhatikan gambar tangga bilangan di bawah ini.
  3. Setiap anak tangga memiliki bilangan. Beberapa anak tangga masih kosong.
  4. Tugas kalian adalah mengisi bilangan yang hilang dengan cara menghitung maju.
  5. Baca bilangan dengan suara nyaring secara bergantian dalam kelompok.
  6. Setelah selesai, coba buat tangga bilangan sendiri dengan bilangan awal yang berbeda.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tangga bilangan berikut dengan menghitung maju!

Tangga A: 20 → 21 → ___ → ___ → 24 → ___ → 26 → ___ → ___ → 29 → ___

Tangga B: 35 → ___ → 37 → ___ → ___ → 40 → ___ → 42 → ___ → 44 → ___

2. Buat tangga bilangan sendiri! Pilih bilangan awal antara 25-40, lalu lanjutkan menghitung maju sebanyak 8 anak tangga. Tuliskan di kotak jawaban.

3. Apa yang kalian perhatikan saat menghitung maju? Apakah bilangan bertambah atau berkurang?

Tuliskan bilangan yang hilang pada garis kosong. Untuk tangga buatan sendiri, tuliskan 9 bilangan berurutan di buku.

Kegiatan 2: Turun Gunung dengan Bilangan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penghapus
  • Spidol warna untuk membuat jalur sendiri (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tetap dalam kelompok yang sama.
  2. Kali ini kita akan belajar menghitung mundur, seperti turun dari puncak gunung.
  3. Perhatikan jalur turun gunung di bawah ini.
  4. Lengkapi bilangan yang hilang dengan menghitung mundur.
  5. Baca dengan suara nyaring secara bergiliran.
  6. Hitung bersama-sama untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Pertanyaan:

1. Lengkapi jalur turun gunung dengan menghitung mundur!

Jalur A: 50 → 49 → ___ → 47 → ___ → ___ → 44 → ___ → 42 → ___ → ___

Jalur B: 38 → ___ → 36 → ___ → 34 → ___ → ___ → 31 → ___ → 29 → ___

2. Sekarang, buat jalur turun gunung sendiri! Mulai dari bilangan 45-50, lalu hitung mundur sebanyak 10 langkah. Tuliskan hasilnya.

3. Apa perbedaan antara menghitung maju dan menghitung mundur? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!

Isi bilangan yang hilang pada garis kosong. Untuk jalur buatan sendiri, tuliskan 11 bilangan berurutan mundur di buku.

Kegiatan 3: Permainan Kartu Bilangan Kelompok

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • 10 lembar kartu kosong atau kertas dipotong kecil
  • Spidol atau pensil
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tetap dalam kelompok, siapkan 10 kartu kosong atau kertas kecil.
  2. Tulis bilangan 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30 pada kartu (satu bilangan per kartu).
  3. Kocok kartu dan letakkan terbalik di meja.
  4. Secara bergantian, setiap anggota kelompok mengambil satu kartu.
  5. Anak yang mengambil kartu harus membaca bilangan dengan nyaring, lalu menyebutkan bilangan sebelum dan sesudahnya.
  6. Ulangi sampai semua kartu terambil.
  7. Setelah selesai, susun kartu dari yang terkecil ke terbesar (menghitung maju), lalu dari terbesar ke terkecil (menghitung mundur).

Pertanyaan:

1. Buatlah tabel seperti contoh di bawah, lalu isi untuk 5 kartu yang kalian ambil:

Kartu yang DiambilBilangan SebelumnyaBilangan Sesudahnya
252426
.........

2. Tuliskan urutan kartu dari terkecil ke terbesar (menghitung maju) setelah kalian susun!

3. Tuliskan urutan kartu dari terbesar ke terkecil (menghitung mundur) setelah kalian susun!

4. Bagian mana yang paling menyenangkan dari kegiatan ini? Mengapa?

Gambar tabel dengan 3 kolom di buku untuk pertanyaan 1. Tulis urutan bilangan dalam bentuk daftar untuk pertanyaan 2 dan 3. Tulis pendapat dalam 2-3 kalimat untuk pertanyaan 4.

REFLEKSI

1. Apa yang kamu pelajari hari ini tentang menghitung maju dan menghitung mundur?

2. Di mana kamu bisa menggunakan cara menghitung maju atau mundur dalam kehidupan sehari-hari? (Contoh: menghitung hari, menghitung uang, atau lainnya)

3. Bagian mana yang paling mudah? Bagian mana yang masih perlu latihan lagi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.