LKPDPertemuan 7Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Engineering Process pada Tahap Perancangan Logika Pseudocode Solusi Permasalahan Berbasis Rekayasa

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menerapkan Engineering Process pada Tahap Perancangan Logika Pseudocode Solusi Permasalahan Berbasis Rekayasa".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Engineering Process pada Tahap Perancangan Logika Pseudocode Solusi Permasalahan Berbasis Rekayasa

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Engineering Process pada Tahap Perancangan Logika Pseudocode Solusi Permasalahan Berbasis Rekayasa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Engineering Process pada Tahap Perancangan Logika Pseudocode Solusi Permasalahan Berbasis Rekayasa
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan engineering process dalam merancang tahapan solusi permasalahan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap skenario permasalahan rekayasa yang disajikan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok untuk menerapkan tahapan engineering process dalam merancang solusi berbasis logika.
  • Tuliskan seluruh tahapan perancangan dan pseudocode sesuai format ruang jawaban yang telah disediakan pada lembar kerja.
  • Pastikan setiap instruksi algoritma/pseudocode terstruktur, logis, dan menjawab batasan masalah yang ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Kebutuhan Solusi Rekayasa ke Tahapan Logika

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan / LKPD cetak
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus rekayasa berikut: 'Sistem Pemilah Sampah Otomatis Berbasis Sensor/Kamera'. Sistem ini bertujuan mendeteksi jenis sampah (organik, anorganik, atau B3) dan menggerakkan aktuator pemilah ke wadah yang tepat.
  2. Terapkan langkah awal perancangan solusi (engineering process): petakan input yang diterima sistem, proses logika/kondisi percabangan keputusan, dan output tindakan yang dihasilkan ke dalam tabel analisis perancangan logika.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus sistem pemilah sampah otomatis, lengkapilah tabel perancangan input, proses keputusan logika, dan output tindakan agar memenuhi kriteria perancangan solusi rekayasa.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris kategori data dengan 4 kolom: [Kategori Masalah / Objek Sampah], [Input Data Sensor/Kamera], [Logika Keputusan / Kondisi], [Tindakan / Output Aktuator].

Kegiatan 2: Merancang Solusi Berbasis Algoritma Menggunakan Pseudocode

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar perancangan pseudocode
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil pemetaan logika dari Kegiatan 1.
  2. Terapkan langkah perancangan rekayasa (merancang tahapan solusi) dengan menyusun pseudocode algoritma yang terstruktur dan operasional.
  3. Gunakan konstruksi algoritma standar: inisialisasi/baca masukan (READ/INPUT), pengkondisian percabangan (IF-THEN-ELSE), serta tindakan penyelesaian (OUTPUT/ACTION).

Pertanyaan:

1. Terapkan perancangan tahapan solusi tersebut ke dalam bentuk pseudocode algoritma lengkap (mulai dari START hingga END) untuk mengendalikan logika sistem pemilah sampah otomatis.

Kolom teks bergaris berbingkai untuk menuliskan baris-baris pseudocode secara berurutan dan terindentasi rapi.

Kegiatan 3: Iterasi dan Penyempurnaan Rancangan Pseudocode Solusi

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja perancangan iterasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dalam engineering process, rancangan solusi harus diuji coba secara logis (dry-run/penelusuran manual) terhadap potensi kegagalan sistem.
  2. Ujilah rancangan pseudocode kelompokmu terhadap skenario anomali: 'Bagaimana jika tempat penampungan sampah organik telah PENUH (sensorTempatPenuh == TRUE)?'.
  3. Lakukan iterasi perancangan dengan menyempurnakan pseudocode agar dapat menangani kondisi batasan (constraints) tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil uji coba penelusuran skenario anomali (wadah penuh), tuliskan tahapan iterasi perbaikan logika dan perbarui baris pseudocode solusi rekayasa Anda.

2. Diskusikan bersama kelompok: mengapa iterasi penyempurnaan rancangan merupakan tahapan wajib dalam engineering process sebelum perancangan diubah menjadi kode program nyata?

1) Kotak isian baris pembaruan pseudocode hasil iterasi. 2) Paragraf kesimpulan hasil diskusi kelompok (4-6 kalimat).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari tahapan perancangan pseudocode yang paling menantang saat kamu menerjemahkan masalah nyata menjadi aturan logika rekayasa?

2. Bagaimana pengujian skenario anomali membantumu melihat pentingnya ketelitian dalam merancang tahapan solusi permasalahan?

3. Langkah apa yang akan kamu lakukan secara berbeda jika menghadapi permasalahan rekayasa teknologi lain di masa depan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.