LKPDPertemuan 3Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Berpikir Komputasional Berkelompok dalam Menyusun Kerangka Prediksi Permasalahan Kompleks Lingkungan Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menerapkan Berpikir Komputasional Berkelompok dalam Menyusun Kerangka Prediksi Permasalahan Kompleks Lingkungan Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Berpikir Komputasional Berkelompok dalam Menyusun Kerangka Prediksi Permasalahan Kompleks Lingkungan Masyarakat

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Berpikir Komputasional Berkelompok dalam Menyusun Kerangka Prediksi Permasalahan Kompleks Lingkungan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Berpikir Komputasional Berkelompok dalam Menyusun Kerangka Prediksi Permasalahan Kompleks Lingkungan Masyarakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan kompleks di kehidupan masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3-4 orang murid.
  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus permasalahan masyarakat dengan saksama.
  • Diskusikan langkah penyelesaian masalah secara kolaboratif menggunakan 4 pilar berpikir komputasional: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma.
  • Tuliskan hasil analisis dan rancangan solusi kelompok pada bagan/tabel yang telah disediakan.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Masalah Kompleks: Tumpukan Sampah Liar di Lingkungan Permukiman

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis
  • Kertas plano/sticky notes (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi kasus: Di Kelurahan Sukamaju, penumpukan sampah liar di lahan kosong menimbulkan bau tidak sedap, banjir saat hujan lebat, dan potensi penyakit. Masalah ini dipicu oleh keterbatasan armada pengangkut, jadwal warga membuang sampah yang tidak teratur, dan minimnya pemilahan sampah dari rumah tangga.
  2. Diskusikan dalam kelompok untuk memecah (dekomposisi) masalah kompleks tersebut menjadi minimal 3 sub-masalah yang lebih terfokus dan dapat diselesaikan.
  3. Tuliskan hasil dekomposisi beserta faktor penyebab utamanya pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus penumpukan sampah liar di Kelurahan Sukamaju, uraikan 3 sub-masalah hasil dekomposisi beserta faktor kunci pemicunya!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban dalam format tabel 3 kolom: Kolom 1 (No), Kolom 2 (Sub-masalah Hasil Dekomposisi), Kolom 3 (Faktor Pemicu Kunci). Terdiri atas 3 baris.

Kegiatan 2: Pengenalan Pola dan Abstraksi: Menemukan Tren dan Menyaring Variabel Utama

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil dekomposisi pada Kegiatan 1.
  2. Lakukan tahap Pengenalan Pola: identifikasi kecenderungan berulang atau kesamaan data dari waktu/lokasi penumpukan sampah.
  3. Lakukan tahap Abstraksi: pilih informasi dan variabel yang benar-benar relevan untuk memprediksi serta memecahkan masalah, lalu abaikan informasi yang tidak berdampak langsung.
  4. Tuliskan hasil telaah pada format isian terstruktur yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Identifikasi minimal 2 pola berulang (tren keteraturan waktu atau kebiasaan warga) yang menyebabkan lonjakan volume sampah liar!

2. Lakukan abstraksi: Tentukan 3 variabel penting yang wajib dimasukkan dalam sistem pemecahan masalah/prediksi, serta sebutkan 2 informasi yang tidak relevan sehingga harus diabaikan!

Tuliskan jawaban pada format daftar: Nomor 1 berupa uraian 2 poin pola; Nomor 2 berupa poin 'Variabel Penting yang Disimpan (3)' dan 'Informasi yang Diabaikan (2)'.

Kegiatan 3: Perancangan Algoritma Solusi dan Prediksi Penanganan Sampah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Papan tulis / Spidol (untuk presentasi singkat kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Susun langkah-langkah logis dan sistematis (algoritma/alur prosedur pemecahan masalah) untuk menangani dan memprediksi penumpukan sampah di lingkungan warga berdasarkan pola dan variabel yang telah ditentukan.
  2. Rancang algoritma dalam bentuk diagram alir atau langkah sekuensial bernomor (minimal 5 langkah berurutan: mulai dari pengumpulan data, deteksi lonjakan, peringatan dini/prediksi, alokasi armada, hingga evaluasi).
  3. Diskusikan langkah tersebut bersama kelompok, kemudian siapkan diri untuk menyampaikan kesimpulan singkat solusi pemecahan masalah kelompok.
  4. Kegiatan ini mencakup penyelesaian lembar kerja, presentasi ringkas/transisi, dan pengisian refleksi akhir.

Pertanyaan:

1. Susunlah rancangan algoritma (langkah sistematis) minimal 5 tahapan berurutan dalam memecahkan masalah penumpukan sampah liar serta memprediksi jadwal angkut yang optimal!

Tuliskan langkah-langkah sekuensial bernomor (Langkah 1 hingga minimal Langkah 5) secara urut dan jelas pada lembar yang disediakan.

REFLEKSI

1. Dari 4 pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma), pilar mana yang paling membantumu memahami kerumitan masalah masyarakat tadi? Jelaskan alasannya!

2. Bagaimana caramu dan kelompok memilah fakta penting dari informasi yang kurang relevan saat merancang solusi?

3. Apa manfaat penerapan berpikir komputasional secara berkelompok dalam menghadapi permasalahan nyata di sekitar tempat tinggalmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.