LKPDPertemuan 2Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Abstraksi dan Perancangan Algoritma Berpikir Komputasional untuk Merumuskan Solusi Masalah Kompleks Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menerapkan Abstraksi dan Perancangan Algoritma Berpikir Komputasional untuk Merumuskan Solusi Masalah Kompleks Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Abstraksi dan Perancangan Algoritma Berpikir Komputasional untuk Merumuskan Solusi Masalah Kompleks Masyarakat

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Abstraksi dan Perancangan Algoritma Berpikir Komputasional untuk Merumuskan Solusi Masalah Kompleks Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Abstraksi dan Perancangan Algoritma Berpikir Komputasional untuk Merumuskan Solusi Masalah Kompleks Masyarakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan kompleks di kehidupan masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus permasalahan masyarakat dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Terapkan pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) secara bertahap untuk memecahkan masalah.
  • Gunakan format ruang jawaban yang telah disediakan untuk mencatat hasil penalaran.
  • Pastikan seluruh anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan rancangan solusi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi dan Pengenalan Pola pada Masalah Antrean Fasilitas Kesehatan Masyarakat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja/buku catatan
  • Alat tulis
  • Teks studi kasus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi masalah kompleks: 'Puskesmas Kecamatan Sukamaju mengalami penumpukan antrean pasien rawat jalan setiap pagi. Pasien darurat, lansia, dan pasien periksa rutin bercampur di loket pendaftaran fisik yang sama. Tenaga medis kekurangan informasi awal riwayat keluhan pasien, sehingga waktu pemeriksaan dokter memakan waktu lama dan waktu tunggu rata-rata mencapai 3-4 jam.'
  2. Lakukan dekomposisi untuk memecah masalah besar tersebut menjadi minimal 3 sub-masalah yang lebih terfokus.
  3. Kenali pola (pattern recognition) dari alur antrean dan penanganan pasien yang berulang untuk menentukan akar penyebab keterlambatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi masalah Puskesmas Sukamaju, lakukan dekomposisi dengan memecah permasalahan kompleks tersebut menjadi 3 sub-masalah utama!

2. Identifikasi minimal 2 pola berulang (pengenalan pola) yang terjadi pada alur penumpukan pasien setiap pagi di fasilitas kesehatan tersebut!

Tuliskan hasil analisis dalam format daftar bernomor: Sub-masalah 1, 2, 3, diikuti Pola Berulang 1 dan 2 pada kolom teks yang disediakan.

Kegiatan 2: Menerapkan Abstraksi untuk Menyaring Informasi Esensial

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dari hasil penguraian masalah pada Kegiatan 1, lakukan proses abstraksi.
  2. Pilah informasi yang relevan dan esensial untuk membangun model solusi digital/sistem antrean terpadu.
  3. Abaikan rincian atau faktor periferal yang tidak berpengaruh langsung terhadap efisiensi sistem penyelesaian antrean.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan data/faktor dalam permasalahan antrean Puskesmas Sukamaju ke dalam tabel: tentukan mana faktor esensial (wajib dimasukkan dalam rancangan solusi) dan mana faktor non-esensial (dapat diabaikan/diabstraksikan)!

Ruang tabel jawaban

Isi tabel 2 kolom: Kolom 1 berjudul 'Faktor Esensial (Fokus Solusi)', Kolom 2 berjudul 'Faktor Non-Esensial (Dieliminasi/Diabstraksi)' masing-masing minimal 3 butir.

Kegiatan 3: Perancangan Algoritma Solusi Sistemik untuk Masyarakat

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja algoritma
  • Kertas plano/papan tulis (opsional jika presentasi kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan komponen esensial hasil abstraksi, rancang algoritma langkah demi langkah (menggunakan pseudocode atau instruksi sekuensial logis bernomor) untuk menyelesaikan alur pendaftaran dan triase antrean pasien secara otomatis/sistematis.
  2. Pastikan algoritma memiliki kondisi percabangan logika (IF - THEN - ELSE) untuk membedakan jalur pasien gawat darurat, pasien prioritas lansia, dan pasien umum.
  3. Sajikan langkah algoritma secara terurut mulai dari input pasien datang hingga pasien terdistribusi ke poli/ruang tindakan yang tepat.

Pertanyaan:

1. Susunlah algoritma terstruktur (langkah demi langkah) untuk sistem alur pendaftaran dan distribusi antrean puskesmas yang memuat logika percabangan kategori pasien!

2. Jelaskan bagaimana algoritma yang kelompokmu rancang mampu memecahkan permasalahan penumpukan 3-4 jam pada masyarakat Sukamaju!

Tuliskan teks algoritma bernomor/pseudocode pada kotak algoritma, dilanjutkan narasi penjelasan dampak efisiensi sistem pada paragraf terpisah (mencakup waktu refleksi dan penutupan).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari empat langkah berpikir komputasional (dekomposisi, pola, abstraksi, algoritma) yang paling membantumu menstrukturkan masalah sosial yang rumit menjadi solusi konkret?

2. Bagaimana kemampuan menyusun algoritma terstruktur ini dapat kamu gunakan ketika menghadapi persoalan pembagian tugas atau kepanitiaan di lingkungan sekolah/masyarakat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.