LKPDPertemuan 1Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola Berpikir Komputasional untuk Identifikasi Masalah Kompleks di Kehidupan Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola Berpikir Komputasional untuk Identifikasi Masalah Kompleks di Kehidupan Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola Berpikir Komputasional untuk Identifikasi Masalah Kompleks di Kehidupan Masyarakat

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola Berpikir Komputasional untuk Identifikasi Masalah Kompleks di Kehidupan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola Berpikir Komputasional untuk Identifikasi Masalah Kompleks di Kehidupan Masyarakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan kompleks di kehidupan masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus permasalahan nyata di masyarakat dengan cermat secara mandiri atau bersama kelompok.
  • Terapkan pilar berpikir komputasional, khususnya pemecahan masalah (dekomposisi) dan penemuan kesamaan kecenderungan (pengenalan pola), pada kasus yang disediakan.
  • Tuliskan hasil kerja secara sistematis pada format ruang jawaban yang telah ditentukan.
  • Manfaatkan waktu sebaik mungkin sesuai estimasi durasi pada masing-masing kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menerapkan Dekomposisi pada Permasalahan Kompleks Penumpukan Sampah Perkotaan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi permasalahan kompleks berikut: 'Di area pemukiman padat dan pasar tradisional Kota X, terjadi penumpukan sampah liar yang berulang setiap pekan, menimbulkan bau menyengat, menyumbat saluran drainase, serta memicu konflik antarwarga akibat keterlambatan pengangkutan dari TPS ke TPA.'
  2. Terapkan teknik dekomposisi berpikir komputasional dengan memecah permasalahan kompleks tersebut menjadi 4 komponen masalah yang lebih kecil dan spesifik.
  3. Tuliskan hasil pemecahan komponen masalah tersebut pada tabel yang tersedia sesuai aspek: sumber timbulan sampah, perilaku warga, sistem pengangkutan, dan dampak fisik saluran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi penumpukan sampah Kota X, terapkan teknik dekomposisi berpikir komputasional untuk memecah masalah besar tersebut menjadi 4 submasalah yang terisolasi dan dapat dianalisis secara terpisah!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan dalam format tabel 4 baris dengan 2 kolom: Kolom 1 memuat 'Komponen Submasalah (Hasil Dekomposisi)', Kolom 2 memuat 'Deskripsi Spesifik Masalah'.

Kegiatan 2: Menerapkan Pengenalan Pola dari Data Kejadian Masalah Penumpukan Sampah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar catatan observasi data kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati catatan observasi 3 pekan di Kota X berikut: - Pekan 1: Senin pagi (TPS pasar penuh meluap setelah hari pasar Minggu; selokan tersumbat); - Pekan 2: Senin pagi (TPS pasar meluap; bau tajam dan selokan tersumbat sampah plastik kemasan sayur); - Pekan 3: Senin pagi (TPS pasar meluap pascapasar akhir pekan; genangan air muncul karena selokan macet); - Hari Rabu-Kamis pada semua pekan: Volume sampah stabil, pengangkutan lancar tanpa luapan.
  2. Terapkan pilar pengenalan pola (pattern recognition) berpikir komputasional untuk menemukan tren/keteraturan waktu, lokasi, dan jenis material penyebab krisis.
  3. Tuliskan pola keteraturan yang ditemukan dan prediksi akar masalah utama berdasarkan pola tersebut.

Pertanyaan:

1. Terapkan langkah pengenalan pola berpikir komputasional untuk mengidentifikasi 3 kesamaan pola (waktu kejadian, titik lokasi utama, dan jenis material dominan) yang selalu berulang dari data observasi 3 pekan tersebut!

2. Terapkan hasil temuan pola di atas untuk merumuskan 1 kesimpulan pola permasalahan yang dapat dijadikan dasar penentuan solusi pemecahan masalah!

Format isian terstruktur: Bagian 1 memuat rincian 3 pola (Pola Waktu, Pola Lokasi, Pola Material); Bagian 2 memuat paragraf singkat berisi simpulan keteraturan pola masalah.

Kegiatan 3: Menerapkan Dekomposisi dan Pola untuk Pemecahan Masalah Sistemik di Masyarakat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Papan tulis/kertas plano (jika diskusi kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil dekomposisi (Kegiatan 1) dan pengenalan pola (Kegiatan 2) untuk menyusun intervensi solusi berpikir komputasional yang terstruktur.
  2. Terapkan pemikiran komputasional dengan merancang pasangan solusi terarah: setiap submasalah hasil dekomposisi diselesaikan menggunakan solusi yang merespons pola yang ditemukan.
  3. Kerjakan secara mandiri/kelompok, lalu siapkan diri untuk sesi refleksi serta penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Terapkan pilar berpikir komputasional untuk memecahkan masalah penumpukan sampah tersebut dengan memetakan solusi spesifik untuk masing-masing dari 4 submasalah yang telah didekomposisi, dengan mempertimbangkan pola periodik yang telah dikenali!

Format tabel 4 baris dan 3 kolom: Kolom 1 memuat 'Submasalah (Dekomposisi)', Kolom 2 memuat 'Pola yang Direspons', Kolom 3 memuat 'Rancangan Solusi Komputasional'.

REFLEKSI

1. Bagaimana penerapan dekomposisi membantumu melihat masalah rumit di masyarakat secara lebih jelas dan terarah?

2. Mengapa mengenali pola keterulangan data penting sebelum memutuskan solusi atas suatu permasalahan lingkungan sekitar?

3. Langkah berpikir komputasional mana yang terasa paling menantang saat kamu menerapkannya pada kasus nyata tadi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.