LKPDPertemuan 6Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap studi kasus dan instruksi lembar kerja secara saksama bersama kelompokmu.
  • Gunakan kemampuan analisis kritis untuk memeriksa penerapan prinsip human-centered dan etika dalam skenario kolaborasi manusia dan KA.
  • Diskusikan argumen secara terbuka, objektif, dan saling menghargai sebelum menuliskan kesimpulan kelompok pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Analisis Bias Algoritmik dan Etika Representasi Konten KA

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Kasus A
  • Alat tulis / perangkat komputer/laptop

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Kasus A: Sebuah tim kreator konten sekolah menggunakan generator gambar KA dengan prompt 'seorang pemimpin proyek teknologi sukses sedang memimpin rapat'. Hasil generasi menampilkan 4 gambar yang seluruhnya laki-laki berkulit putih berjas formal, tanpa ada representasi perempuan atau latar belakang etnis lain.
  2. Analisis bentuk bias representasi yang muncul dan jelaskan mengapa keterlibatan manusia (human-in-the-loop) mutlak diperlukan untuk memastikan prinsip kesetaraan dan keadilan.
  3. Tuliskan hasil analisis kelompokmu pada tabel format yang telah ditentukan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, analisis mengapa bias representasi tersebut dapat terjadi pada model KA dan sebutkan 2 dampak negatifnya jika konten mentah itu langsung dipublikasikan ke media sosial!

2. Analisis tindakan korektif berprinsip human-centered yang harus diambil oleh kreator manusia untuk mencegah dan memperbaiki bias tersebut sebelum konten disebarkan!

Format uraian analitis: Lembar jawaban bergaris minimal 1 paragraf untuk faktor penyebab & dampak bias, serta 1 paragraf untuk solusi human-centered.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Pelanggaran Hak Cipta, Atribusi, dan Transparansi Konten KA

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Kasus B
  • Format matriks tabel analisis etika

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Kasus B: Seorang peserta lomba poster digital menggunakan generator gambar KA yang meniru persis gaya ilustrator lokal terkenal tanpa izin, lalu mencantumkan namanya sendiri sebagai satu-satunya pencipta karya tanpa menyebutkan penggunaan KA maupun nama ilustrator yang gayanya diadopsi.
  2. Diskusikan 3 aspek etika utama: hak cipta/kekayaan intelektual, kewajiban atribusi/transparansi, dan akuntabilitas manusia.
  3. Lengkapi tabel matriks analisis etika digital sesuai format yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel analisis etika untuk Kasus B dengan mengidentifikasi pelanggaran etika yang terjadi, prinsip human-centered yang dilanggar, serta rekomendasi penerapan etika yang tepat!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: [Bentuk Pelanggaran Etika] | [Prinsip Human-Centered yang Dilanggar] | [Rekomendasi Tindakan Etis].

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Investigasi Komparatif Dilema Etis Kolaborasi Manusia-KA

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Kasus C
  • Lembar kerja diskusi analitis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Kasus C: Konten edukasi kesehatan mental remaja yang seluruh artikelnya dibuat 100% oleh Text Generator KA secara instan tanpa validasi ahli manusia, kemudian memuat 'halusinasi data' berupa rekomendasi obat medis keras yang keliru dan berbahaya.
  2. Lakukan analisis mendalam mengapa penyerahan kendali penuh kepada KA (menghilangkan peran manusia) bertentangan langsung dengan filosofi human-centered AI.
  3. Rumuskan pedoman kontrol manusia (human oversight) yang wajib dijalankan pada setiap tahap pembuatan konten digital.
  4. Kegiatan ini mencakup penyusunan pedoman kelompok serta penyelesaian refleksi dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Mengapa pembiaran luaran KA tanpa kurasi dan validasi manusia pada Kasus C merupakan pelanggaran fatal terhadap prinsip human-centered?

2. Analisislah 3 pilar pengawasan manusia (human oversight) yang wajib diterapkan dalam alur kerja kolaborasi pembuatan konten digital bersama KA!

Format uraian terstruktur: Analisis alasan filosofis human-centered (poin 1) dan bagan/daftar rincian 3 pilar human oversight (poin 2).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai kasus hari ini, mengapa menurutmu manusia tidak boleh menyerahkan keputusan moral dan kendali akhir konten sepenuhnya kepada kecerdasan artifisial?

2. Bagaimana caramu memastikan bahwa saat kamu berkolaborasi dengan KA di masa depan, karya yang kamu buat tetap menjunjung integritas, inklusivitas, dan transparansi etis?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.