LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA
Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11
Bab 1 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Pelanggaran Etika dan Atribusi Hak Cipta dalam Konten Generatif KAEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan skenario Kasus A, analisis apa saja bentuk pelanggaran etika dan hak cipta/atribusi yang dilakukan oleh Rian! 2. Analisislah dampak tindakan Rian tersebut terhadap seniman asli (seniman X) dan publik penikmat konten digital! Tuliskan hasil analisis dalam format paragraf terstruktur di lembar kerja: Jawaban Pertanyaan 1 (identifikasi minimal 2 pelanggaran spesifik beserta alasannya), Jawaban Pertanyaan 2 (analisis dampak terhadap 2 pihak: seniman asli dan publik). Kegiatan 2: Analisis Perbandingan Skenario Penerapan Prinsip Human-Centered dalam Kolaborasi KAEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel analisis komparatif penerapan prinsip human-centered antara Skenario 1 dan Skenario 2 berdasarkan 4 parameter: (a) Peran Kendali Manusia, (b) Validasi dan Akuntabilitas Konten, (c) Transparansi Atribusi, dan (d) Kesimpulan Etis! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel yang kamu buat, analisislah mengapa prinsip human-centered menuntut manusia tetap memegang tanggung jawab penuh (akuntabel) atas konten digital, meskipun sebagian konten dibantu oleh KA! Format jawaban: (1) Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Parameter: Kendali Manusia, Validasi & Akuntabilitas, Transparansi Atribusi, Kesimpulan Etis), Kolom 2 (Skenario 1 - Sinta), Kolom 3 (Skenario 2 - Budi). (2) Paragraf uraian analisis untuk pertanyaan 2. Kegiatan 3: Analisis Keputusan Etis Kasus Dilematis Pembuatan Konten DigitalEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah apakah usulan mengkloning suara tokoh publik tanpa izin untuk tujuan kampanye baik (sosial/edukasi) dapat dibenarkan secara etis dan hukum hak cipta/representasi! Berikan argumentasi analitis kelompokmu! 2. Rancanglah analisis langkah perbaikan: Bagaimana tim jurnalistik dapat memproduksi video narasi tersebut menggunakan KA secara etis, mematuhi hak cipta, dan menerapkan prinsip atribusi yang benar? Tuliskan hasil diskusi kelompok pada format: (1) Pernyataan Sikap Analisis & Tinjauan Etis (uraian analitis terhadap pelanggaran hak representasi), (2) Rekomendasi Solusi Etis Berbasis Human-Centered & Lisensi (poin langkah operasional perbaikan dan format teks atribusinya). Termasuk di dalamnya waktu untuk sesi refleksi kelas. REFLEKSI1. Setelah menganalisis berbagai skenario tadi, mengapa atribusi sumber dan transparansi penggunaan KA sangat penting bagi integritas dirimu sebagai pembuat konten digital? 2. Bagaimana kamu akan menerapkan prinsip human-centered saat menggunakan alat kecerdasan artifisial dalam tugas atau karya kreatifmu sehari-hari? 3. Dilema etika apa yang menurutmu paling menantang ketika berkolaborasi dengan KA, dan bagaimana cara bijakmu menyikapinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.