LKPDPertemuan 5Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 11 dengan topik "Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 11: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap studi kasus dan skenario dengan saksama bersama rekan kelompokmu.
  • Gunakan ketajaman berpikir kritis untuk membedah penerapan prinsip human-centered, atribusi hak cipta, dan etika kolaborasi bersama KA.
  • Jawablah seluruh pertanyaan analisis pada kolom atau format ruang jawaban yang telah disediakan secara objektif dan sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Pelanggaran Etika dan Atribusi Hak Cipta dalam Konten Generatif KA

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Alat tulis
  • Teks studi kasus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario kasus produksi konten digital berikut:
  2. Skenario Kasus A: Rian, seorang kreator konten sekolah, menggunakan generator gambar berbasis kecerdasan artifisial (Image Gen-AI) dengan memasukkan prompt: 'Lukisan digital pemandangan kota futuristik bergaya khas seniman X (seorang ilustrator lokal yang karyanya dilindungi hak cipta)'. Hasil gambar tersebut langsung ia unggah ke media sosial sebagai poster promosi kegiatan sekolah tanpa menyunting kembali, tanpa meminta izin seniman X, dan tanpa mencantumkan keterangan bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh KA maupun terinspirasi oleh seniman X. Poster tersebut diklaim Rian sebagai 100% karya orisinal buatannya.
  3. Lakukan analisis kritis terhadap tindakan Rian berdasarkan prinsip atribusi, lisensi/hak cipta, dan kejujuran representasi digital bersama rekan kelompokmu.
  4. Tuliskan hasil analisis pada format yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan skenario Kasus A, analisis apa saja bentuk pelanggaran etika dan hak cipta/atribusi yang dilakukan oleh Rian!

2. Analisislah dampak tindakan Rian tersebut terhadap seniman asli (seniman X) dan publik penikmat konten digital!

Tuliskan hasil analisis dalam format paragraf terstruktur di lembar kerja: Jawaban Pertanyaan 1 (identifikasi minimal 2 pelanggaran spesifik beserta alasannya), Jawaban Pertanyaan 2 (analisis dampak terhadap 2 pihak: seniman asli dan publik).

Kegiatan 2: Analisis Perbandingan Skenario Penerapan Prinsip Human-Centered dalam Kolaborasi KA

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Tabel analisis komparatif
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari dua skenario praktik pembuatan konten bersama KA berikut:
  2. Skenario 1: Sinta diminta menyusun esai dan infografik edukasi kesehatan mental remaja. Ia meminta KA generatif menuliskan seluruh draf esai. Hasil teks mentah dari KA langsung diunggah tanpa verifikasi fakta, tanpa memeriksa apakah ada bias representasi, dan tidak ada sentuhan opini manusia.
  3. Skenario 2: Budi diminta menyusun infografik yang sama. Budi memanfaatkan KA untuk menyusun kerangka ide awal dan merapikan struktur kalimat. Setelah draf dibuat oleh KA, Budi memvalidasi rujukan ilmiah ke jurnal resmi, memodifikasi narasi agar sesuai dengan empati dan realitas remaja di sekolahnya, serta mencantumkan atribusi: 'Dibuat oleh Budi dengan bantuan alat KA untuk perapian teks, data diverifikasi dari Kemenkes RI'.
  4. Bandingkan kedua skenario tersebut melalui analisis tabel penerapan prinsip human-centered (manusia sebagai pengendali utama, akuntabilitas, verifikasi, dan transparansi).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis komparatif penerapan prinsip human-centered antara Skenario 1 dan Skenario 2 berdasarkan 4 parameter: (a) Peran Kendali Manusia, (b) Validasi dan Akuntabilitas Konten, (c) Transparansi Atribusi, dan (d) Kesimpulan Etis!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel yang kamu buat, analisislah mengapa prinsip human-centered menuntut manusia tetap memegang tanggung jawab penuh (akuntabel) atas konten digital, meskipun sebagian konten dibantu oleh KA!

Format jawaban: (1) Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Parameter: Kendali Manusia, Validasi & Akuntabilitas, Transparansi Atribusi, Kesimpulan Etis), Kolom 2 (Skenario 1 - Sinta), Kolom 3 (Skenario 2 - Budi). (2) Paragraf uraian analisis untuk pertanyaan 2.

Kegiatan 3: Analisis Keputusan Etis Kasus Dilematis Pembuatan Konten Digital

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Studi kasus dilema tim jurnalistik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah dalam kelompok untuk mendiskusikan dilema etika berikut:
  2. Kasus Dilema: Tim Jurnalistik Sekolah sedang membuat video kampanye perlindungan lingkungan. Mereka membutuhkan suara narator profesional, namun tidak memiliki biaya menyewa voice actor. Seorang anggota tim mengusulkan untuk mengkloning suara tokoh publik terkenal menggunakan KA Voice Cloner tanpa izin, lalu membuat narator buatan yang mirip sekali dengan tokoh tersebut agar video kampanye viral.
  3. Lakukan analisis etis terhadap usulan tersebut ditinjau dari prinsip hak representasi, privasi/hak publisitas individu, dan etika transparansi digital.
  4. Rumuskan solusi perbaikan yang tetap memanfaatkan KA namun selaras dengan etika dan hak cipta/atribusi.

Pertanyaan:

1. Analisislah apakah usulan mengkloning suara tokoh publik tanpa izin untuk tujuan kampanye baik (sosial/edukasi) dapat dibenarkan secara etis dan hukum hak cipta/representasi! Berikan argumentasi analitis kelompokmu!

2. Rancanglah analisis langkah perbaikan: Bagaimana tim jurnalistik dapat memproduksi video narasi tersebut menggunakan KA secara etis, mematuhi hak cipta, dan menerapkan prinsip atribusi yang benar?

Tuliskan hasil diskusi kelompok pada format: (1) Pernyataan Sikap Analisis & Tinjauan Etis (uraian analitis terhadap pelanggaran hak representasi), (2) Rekomendasi Solusi Etis Berbasis Human-Centered & Lisensi (poin langkah operasional perbaikan dan format teks atribusinya). Termasuk di dalamnya waktu untuk sesi refleksi kelas.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai skenario tadi, mengapa atribusi sumber dan transparansi penggunaan KA sangat penting bagi integritas dirimu sebagai pembuat konten digital?

2. Bagaimana kamu akan menerapkan prinsip human-centered saat menggunakan alat kecerdasan artifisial dalam tugas atau karya kreatifmu sehari-hari?

3. Dilema etika apa yang menurutmu paling menantang ketika berkolaborasi dengan KA, dan bagaimana cara bijakmu menyikapinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.