LKPDPertemuan 7Bab 6Fase ESemester 2

LKPD Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis draf teks naratif fractured story sederhana dengan mengubah minimal satu bagian cerita (orientasi, komplikasi, atau resolusi) menggunakan struktur teks naratif dan unsur kebahasaan yang tepat, termasuk conditional sentences.
  2. Murid dapat mempresentasikan fractured story yang telah ditulis dalam bentuk teks tertulis atau multimodal (cetak atau digital), disertai penjelasan alasan pemilihan sudut pandang alternatif tersebut.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Siapkan alat tulis, kertas folio/buku tulis, dan jika memungkinkan perangkat digital (laptop/HP) untuk presentasi multimodal.
  • Kamu boleh memilih cerita rakyat atau dongeng apa pun yang sudah kamu kenal (misalnya Malin Kundang, Cinderella, The Tortoise and the Hare, Timun Mas, dll.).
  • Gunakan bahasa Inggris dalam penulisan fractured story. Bahasa Indonesia boleh digunakan pada bagian refleksi dan diskusi jika diperlukan.
  • Bekerjalah secara individu pada Kegiatan 1 dan 2, lalu berpasangan pada Kegiatan 3.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Story Remix Planner – Merancang Perubahan Cerita

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis atau lembar folio bergaris
  • Pulpen/pensil
  • Buku Siswa Bahasa Inggris Kelas X (Chapter 6) sebagai referensi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih satu cerita (folktale/fairy tale) yang kamu kenal baik. Tuliskan judul cerita asli tersebut.
  2. Isi Narrative Text Organizer di bawah ini: bandingkan versi asli (Traditional Version) dengan versi fractured yang akan kamu buat (My Fractured Version).
  3. Tentukan minimal satu bagian cerita yang akan kamu ubah: orientasi (setting/karakter), komplikasi (masalah), ATAU resolusi (akhir cerita). Kamu boleh mengubah lebih dari satu bagian.
  4. Tulis satu kalimat conditional sentence (If clause) yang menjelaskan perubahan logis yang kamu buat. Contoh: 'If Malin Kundang had apologized to his mother, she would not have cursed him.'

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul cerita asli yang kamu pilih dan alasan singkat mengapa kamu memilih cerita tersebut.

2. Lengkapi tabel Narrative Text Organizer berikut dengan membandingkan versi asli dan versi fractured-mu. Kolom: Elemen Cerita | Traditional Version | My Fractured Version. Baris: Title, Characters, Setting, Problem/Complication, Resolution.

Ruang tabel jawaban

3. Tulis satu conditional sentence (type 2 atau type 3) yang menggambarkan logika 'What if…' di balik perubahan ceritamu.

4. Bagian mana yang kamu ubah? Beri tanda centang (✓): [ ] Orientasi (setting/karakter) [ ] Komplikasi (masalah) [ ] Resolusi (akhir cerita). Jelaskan alasan kamu memilih bagian tersebut.

Tulis jawaban nomor 1 di kolom yang tersedia. Nomor 2 diisi dalam tabel 3 kolom (Elemen Cerita / Traditional Version / My Fractured Version) dengan 5 baris. Nomor 3-4 ditulis dalam ruang uraian masing-masing 3-5 kalimat.

Kegiatan 2: Let's Write – Menulis Draf Fractured Story

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil Kegiatan 1 (Narrative Text Organizer)
  • Kamus Inggris-Indonesia (cetak atau digital)
  • Pulpen warna untuk menggaris bawahi conditional sentence

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan rencana di Kegiatan 1, kembangkan draf fractured story-mu dalam bentuk teks naratif lengkap (minimal 150 kata).
  2. Pastikan teks naratifmu memiliki struktur: Orientation → Complication → Resolution.
  3. Gunakan unsur kebahasaan yang tepat: past tense sebagai tense utama, minimal 1 conditional sentence, connectives (then, after that, however, finally), dan direct/indirect speech jika relevan.
  4. Setelah selesai menulis, lakukan self-check menggunakan checklist yang tersedia di pertanyaan nomor 2.

Pertanyaan:

1. Tulis draf fractured story-mu di ruang yang tersedia. Beri judul yang kreatif dan berbeda dari judul asli.

2. Self-Check! Beri tanda (✓) jika sudah terpenuhi dalam draf-mu: [ ] Teks memiliki Orientation [ ] Teks memiliki Complication [ ] Teks memiliki Resolution [ ] Menggunakan past tense [ ] Minimal 1 conditional sentence [ ] Menggunakan connectives [ ] Minimal 1 bagian cerita diubah dari versi asli

Ruang tabel jawaban

3. Garis bawahi (underline) conditional sentence yang kamu gunakan dalam draf-mu, lalu tulis ulang kalimat tersebut di sini beserta penjelasan tipe conditional-nya (Type 2 atau Type 3).

Nomor 1: tulis draf naratif di area yang disediakan (minimal 150 kata, gunakan paragraf terpisah untuk orientation, complication, resolution). Nomor 2: isi checklist berupa tabel centang. Nomor 3: tulis ulang kalimat conditional dan penjelasan dalam 2-3 kalimat.

Kegiatan 3: Present & Defend – Mempresentasikan dan Menjelaskan Fractured Story

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Draf fractured story dari Kegiatan 2
  • Kertas A4/karton untuk storyboard atau poster (opsional)
  • Pensil warna/spidol untuk ilustrasi (opsional)
  • Laptop/HP jika memilih format digital

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tentukan format presentasimu: (A) Teks tertulis yang dibacakan, atau (B) Multimodal — bisa berupa poster mini, storyboard 4 panel, atau slide digital sederhana.
  2. Siapkan presentasi singkat (2-3 menit) yang mencakup: (a) Membacakan/menampilkan fractured story, (b) Menjelaskan bagian mana yang diubah dan mengapa.
  3. Presentasikan di depan pasangan/kelompok kecil (2-3 orang). Pendengar mengisi Peer Response Card.
  4. Setelah presentasi, dengarkan feedback dari pasanganmu dan catat saran perbaikan.

Pertanyaan:

1. Format presentasi apa yang kamu pilih? Jelaskan alasanmu memilih format tersebut (1-2 kalimat).

2. Tulis skrip penjelasan (speaking notes) untuk presentasimu: Mengapa kamu memilih sudut pandang alternatif tersebut? Apa pesan atau perspektif baru yang ingin kamu sampaikan?

3. Peer Response Card — Minta temanmu mengisi: (a) Hal yang menarik dari fractured story-mu, (b) Apakah perubahan cerita jelas dan logis? (c) Satu saran perbaikan.

4. Setelah mendapat feedback, tuliskan satu hal yang akan kamu perbaiki pada fractured story-mu dan alasannya.

Nomor 1: isian singkat 1-2 kalimat. Nomor 2: tulis speaking notes dalam bahasa Inggris (5-8 kalimat). Nomor 3: minta teman mengisi langsung di kolom Peer Response Card (3 baris). Nomor 4: uraian singkat 2-3 kalimat.

REFLEKSI

1. Apa tantangan terbesar yang kamu rasakan saat mengubah cerita asli menjadi fractured story? Bagaimana kamu mengatasinya?

2. Conditional sentence membantu kamu menjelaskan 'What if…' dalam ceritamu. Dalam kehidupan nyata, kapan kamu pernah berpikir 'What if I had done something differently?' Ceritakan secara singkat.

3. Setelah mendengar fractured story temanmu, perspektif atau sudut pandang baru apa yang kamu dapatkan tentang sebuah cerita yang sudah kamu kenal?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.